Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Penting Pemilik Kucing Terhadap Kesehatan Kucing Peliharaan Di Wilayah Tambaksari, Surabaya Arimurti, Anindita Riesti Retno; Rohmayani, Vella; Artanti, Dita; Daesusi, Ruspeni; Muhammad Alvian; Veronita Leni Anggraeni
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.564

Abstract

Cats are one of the animals that are often kept as pets by humans. However, it turns out that cats can act as hosts for transmitting various types of dangerous diseases, both caused by endoparasites and ectoparasites. Therefore, the role of cat owners is very important in maintaining the health of their pet cats. Remembering that a cat's life depends on the care it provides. This service activity aims to educate cat owners about the dangers, symptoms and ways to prevent endoparasite and ectoparasite infections in their pet cats. Maintaining the health of your pet cat is important, because the cat's health can affect the health of its owner. This is because some diseases in cats can be transmitted to humans. The method used in this service is a presentation and discussion with the cat owner, after which it continues with the activity of examining the cat's hair and distributing shampoo and cat food. To measure the level of understanding of pet cat owners, a pretest (before the activity) and posttest (at the end of the activity) were carried out. This activity was carried out in RW 001, RT 07, RT 08, and RT 11 Tambaksari, Surabaya, and was attended by 32 pet cat owners, namely 14 domestic cats, 8 Angoras, 6 Persians, and 3 Himalayans. The average pre-test score was 54.07 points, while the average post-test score was 73.70 points. This means that there is an increase in pet cat owners' understanding regarding the symptoms, dangers and ways to prevent endoparasite and ectoparasite infections in cats. It is hoped that this educational activity will be sustainable so that cat owners can always look after and pay attention to the health of their pet cats. Keywords : cats, ectoparasite, endoparasite, Tambaksari
Perbedaan Frekuensi Aplikasi Handsanitizer Terhadap Jumlah Total Bakteri Telapak Tangan Artanti, Dita; Eka Sispita Sari, Yeti; Vita Purwaningsih, Nur; Riesti Retno Arimurti, Anindita; Azizah, Fitrotin; Rohmayani, Vella
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 1 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i1.22920

Abstract

Virus Corona 2019, juga dikenal sebagai COVID-19, menyebar antar manusia melalui droplet atau cairan yang dikeluarkan saat batuk dan bersin dan menempel pada hal-hal di sekitarnya. Pandemi ini telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran virus tersebut, setiap orang sekarang menjadi kebiasaan menggunakan sabun tangan. Hand sanitizer adalah antiseptik yang mengandung etil alkohol antara 60 dan 95 persen, dengan alkohol 70% yang paling umum digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi aplikasi cuci tangan menggunakan hand sanitizer terhadap jumlah total bakteri pada telapak tangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah total bakteri pada telapak tangan yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya dengan sampel yang diambil sebanyak 21 swab telapak tangan dan dibagi menjadi 4 perlakuan (30 menit, 1 jam, 2 jam, dan 3 jam) dengan 1 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan waktu aplikasi 30 menit pertumbuhan bakteri sebesar 970000 CFU, 1 jam sebesar 1410000 CFU, 2 jam sebesar 4788 CFU, 3 jam sebesar 18002 CFU. Waktu semprot yang paling efektif adalah penggunaan hand sanitizer dengan waktu penyemprotan yaitu 2 jam sekali dengan hasil 4786 CFU. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kruskall-wellis hasil probabilitas menunjukkan nilai signifikansi ρ= 0.754. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan dalam pengaruh frekuensi aplikasi cuci tangan menggunakan hand sanitizer terhadap total bakteri pada telapak tangan.
Karakterisasi Bakteri pada Urine Suspek Infeksi Saluran Kemih Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surabaya ainutajriani, ainutajriani; Artanti , Dita; Rohmayani, Vella; Kunsah, Baterun
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24765

Abstract

Bakteri yang tumbuh di saluran kemih sering menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK), yang merupakan salah satu penyakit menular yang paling umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bakteri yang menyebabkan ISK pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pengambilan sampel urin dari 20 mahasiswa yang diduga menderita ISK digunakan dalam pendekatan deskriptif. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bakteri gram-negatif, terutama Escherichia coli (75%), adalah penyebab utama ISK. Klebsiella (10%) dan Pseudomonas aeruginosa (5%) juga ditemukan di kasus nosokomial, sementara bakteri gram-positif, seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus sp., masing-masing ditemukan pada 5% kasus. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan tentang bakteri penyebab ISK dan faktor risiko seperti pola hidup dan kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kejadian ISK.
Gambaran Infeksi Soil Transmitted Helminth pada Petani Penyitas Erupsi Gunung Semeru Rohmayani, Vella Rohmayani,; Arimurti, Anindita Riesti Retno; Sari, Yeti eka Sispita; Romadhon, Nur Hidayatullah; Lihabi, Libahi
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i2.172

Abstract

Latar belakang: Soil Transmitted Helminth (STH) adalah cacing golongan Nematoda usus yang siklus penularannya membutuhkan tanah. Tujuan: untuk mengetahui gambaran infeksi parasit STH pada kuku tangan petani penyintas erupsi gunung Semeru di desa Sumbermujur kecamatan Candipuro kabupaten Lumajang. Metode: Desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah petani penyintas erupsi semeru sebanyak 25 orang. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan pemeriksaan potongan kuku tangan di laboratorium untuk mengidentifikasi keberadaan telur parasit STH pada petani penyintas erupsi gunung Semeru. Sampel yang digunakan adalah kuku tangan petani penyintas erupsi Gunung Semeru. Pemeriksaan sampel di laboratorium menggunakan metode sedimentasi. Hasil: dari 25 sampel yang diperiksa ditemukan sebanyak 4 sampel atau sebesar 16% yang dinyatakan positif terinfeksi STH dan 4 sampel yang dinyatakan positif ditemukan 1 jenis parasit STH yaitu spesies Ascaris lumbricoides. Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh Pvalue=0,03. Kesimpulan: ada hubungan antara kebersihan diri dengan keberadaan telur STH pada sampel kuku tangan petani.
Identifikasi Bakteri Makanan Ringan Kiloan Yang Dijual Di Pasar Tradisional Dengan Metode Angka Lempeng Total Sispita Sari, Yeti Eka; Azizah, Fitrotin; Retno Arimurti, Anindita Riesti; Artanti, Dita; Rohmayani, Vella; Ainutajriani, Ainutajriani; Saputro, Tri Ade
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 4 No 1 (2023): Indonesian Academia Health Sciences Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise in food poisoning incidents lately has made researchers want to know if there is bacterial contamination in kilo snacks which are always the top choice for serving and serving at certain events such as celebrations, recitations, thanksgiving, weddings, and other events because the prices are cheaper and the taste is better. not inferior to packaged snacks. Many places selling kilo snacks are found in traditional markets which generally have low environmental conditions of air circulation and high humidity, so they can become breeding grounds for harmful microbes, one of which is bacteria that can pollute the environment and reduce the cleanliness of indoor air. The aim is to find out the bacterial contamination of kilo snacks sold in traditional markets. The population in this study was a total of 5 types of kilo snacks in traditional markets. The sample in this study were 30 samples of 5 types of kilo snacks were tested using the Total Plate Number method. No samples of kilo snacks were found that did not meet the Indonesian National Standard (SNI). Kilo snacks sold in traditional markets meet the requirements of the Indonesian National Standard (SNI) Number 7388 of 2009
EFEKTIFITAS PEMBERIAN HIDROGEL EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Amira Muhtadina R.A; Niken Rositasari; Aprilia Retno Sriwijayanti; Riska Putri Novianty; Farida Mumtazza Alkautsar; Vella Rohmayani
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 7 No 1 (2024): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v7i1.22024

Abstract

Eksim atau dermatitis atopik, merupakan masalah kulit yang dapat mengganggu penampilan,dan  membuat mereka tidak percaya diri. Hal ini karena eksim dapat menyebabkan gatal pada kulit. Gatal yang digaruk berlebihan akan menyebabkan terjadinya inflamasi, sehingga menyebabkan kulit mudah terkena infeksi. Pengobatan eksim selama ini memanfaatkan terapi non farmakologis dan farmakologis. Hasil penggunaan terapi ini membutuhkan banyak waktu, dan biaya. Oleh sebab itu dibutuhkan pengobatan alternative berupa sediaan hidrogel dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica). Daun pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman yang memiliki sifat antimikroba. Kandungan aktif daun pegagan memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun pegagan dan seberapa efektif sediaan hidrogel untuk menghentikan perkembangan Staphylococcus aureus. Ekstraksi daun pegagan menggunakan proses maserasi dengan pelarut etanol. Sementara untuk mengevaluasi sifat antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Ekstrak dibuat dalam konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 30%, 50%, 75%, serta perlakuan kontrol positif dengan menggunakan antibiotik Clindamycin. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan  rata-rata diameter zona bening sebesar 15,25 mm. Pada konsentrasi 2,5% mendapatkan zona bening sebesar 4,5 mm, pada konsentrasi 5% mendapatkan zona bening sebesar 5 mm, dan pada konsentrasi 7,5% mendapatkan zona bening sebesar 7 mm. Sedangkan pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 30%, 50%, 75% mendapatkan hasil 24 mm, 27 mm, dan 27 mm dengan control positif sebesar 24 mm. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 75% bersifat sensitive mampu menghambat laju pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona bening sebesar 27 mm. Keywords : Eczema, Hydrogel, Gotu Kola Leaf, Staphylococcus aureus
ANALISA MUTU PERBANDINGAN PEMERIKSAAN SAMPEL KUKU PETANI MENGGUNAKAN METODE FLOTASI NaCl JENUH DAN PENGENDAPAN NaOH 0,25% Lilik Mursidah; Vella Rohmayani; Ainutajriani; Diah Ariana
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 9 No 1 (2026): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v9i1.30507

Abstract

Infeksi kecacingan merupakan suatu kondisi patologis yang disebabkan oleh infeksi parasit cacing yang menyerang tubuh manusia lalu berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Orang yang memiliki resiko tinggi untuk terinfeksi Soil Transmitted Helminths (STH) adalah orang yang sering melakukan kontak langsung dengan tanah, petani merupakan salah satu yang rentan terinfeksi kecacingan, karena pekerjaannya sering kali melakukan kontak langsung dengan tanah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan mutu pemeriksaan sampel kuku petani Sidorejo menggunakan metode flotasi NaCl jenuh dan metode pengendapan NaOH 0,25%. Metode:  Jenis penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah petani di Sidorejo Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan dan diperoleh sampel 50 orang menggunakan teknik purposive random sampling. Teknik analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil: Secara kuantitatif, perbandingan mutu antara pemeriksaan sampel kuku petani menggunakan metode flotasi NaCl jenuh dan pengendapan NaOH 0,25% diperoleh hasil sebagai berikut: pada metode pengendapan NaOH 0,25% ditemukan telur cacing Ascaris lumbricoides pada sampel positif kecacingan. Sedangkan pada metode NaCl jenuh tidak ditemukan hasil positif. Kesimpulan: Metode pengendapan NaOH 0,25% lebih efektif dan unggul untuk mendeteksi STH karena mampu mendeteksi telur cacing Ascaris lumbricoides. Bagi masyarakat sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap praktik kebersihan diri, terutama kebersihan kuku tangan dan kaki sebagai upaya pencegahan infeksi STH.
Integrating Organic Fertilizers from Fish Waste and Chicken Manure for Pakchoi (Brassica chinensis) Cultivation and Community Learning: Integrasi Pupuk Organik dari Limbah Ikan dan Kotoran Ayam untuk Budidaya Sawi Pakchoi (Brassica chinensis) dan Pembelajaran Masyarakat Nur Hidayatullah Romadhon; Vella Rohmayani; Wildhatus Sholihah Rahmadhani3; lihabi; Ajeng Retno Kustianingrum
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v13i1.23120

Abstract

This study investigated the effect of fish waste fertilizer and chicken manure on the growth of pakchoi (Brassica chinensis). The experiment was carried out in January 2020 at Puskopad Housing, Mojokerto, using a Randomized Block Design (RBD) with three treatments and nine replications, resulting in 27 experimental units. The treatments consisted of control (P1), fish waste fertilizer at 4.5% concentration (P2), and chicken manure at 25 g (P3). Plant height and number of leaves were observed as growth parameters. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by the Least Significant Difference (LSD) test. The findings indicated that both fish waste fertilizer and chicken manure significantly influenced plant height, whereas no significant differences were observed in the number of leaves. These results suggest that organic fertilizers derived from fish waste and chicken manure can effectively enhance vegetative growth of pakchoi, particularly plant height, while leaf development remains unaffected. The study provides practical insights into the use of organic fertilizers as an alternative to chemical inputs and highlights their potential as an educational medium for promoting sustainable agriculture within communities
A ANALISIS PENGARUH DURASI PENYIMPANAN SAMPEL URIN TERHADAP TOTAL BAKTERI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Niken Rositasari; Dita Artanti; Ainutajriani; Vella Rohmayani
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 8 No 2 (2025): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v7i2.30343

Abstract

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronik dengan ditandai hiperglikemia. Penderita DM rentan mengalami infeksi saluran kemih (ISK) karena tingginya kadar glukosa dalam urin yang mendukung pertumbuhan bakteri. Pemeriksaan urin yang tertunda dapat mempengaruhi akurasi hasil, khususnya dalam pemeriksaan total bakteri. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil pemeriksaan total bakteri pada urin pasien DM berdasarkan penyimpanan sampel pada suhu ruang dengan perlakuan lama waktu penyimpanan sampel 0 jam, 3 jam, 5 jam, dan 7 jam. Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan desain cross- sectional. Sampel urin pasien DM diambil secara midstream, lalu dilakukan pemeriksaan total bakteri menggunakan teknik kultur kuantitatif (colony counting/teknik mayo). Hasil uji berupa jumlah koloni yang tumbuh pada media MacConkey Agar dikalikan 102 CFU/mL. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik menggunakan uji Spearman sesuai distribusi data. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian pada pemeriksaan segera (0 jam) didapatkan rata-rata jumlah koloni sebesar 3,78 x 102 CFU/mL, setelah dilakukan penyimpanan pada suhu ruang dengan waktu penundaan pemeriksaan 3 jam didapatkan rata-rata jumlah koloni sebesar 22,72 x 102 CFU/mL, pada penundaan pemeriksaan 5 jam sebesar 41,89 x 102 CFU/mL, dan pada penundaan pemeriksaan 7 jam sebesar 69,83 x 102 CFU/mL. Sedangkan hasil uji spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi lebih besar dari nilai signifikansi (p) 0.000 yaitu 0.973, yang berarti lama penundaan pemeriksaan berpengaruh terhadap jumlah koloni bakteri. Kata kunci: Diabetes Melitus, pemeriksaan total bakteri, waktu penyimpanan, suhu ruang Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia. The DM patients are susceptible to urinary tract infections (UTIs) due to high glucose levels in the urine, which support bacterial growth. Delayed urine tests can affect the accuracy of results, particularly for total bacteria tests. Objective: This study aimed to determine the results of total bacteria tests in urine of DM patients based on sample storage at room temperature, with sample storage times of 0, 3, 5, and 7 hours. Methods: This was a laboratory experiment with a cross-sectional design. Urine samples from DM patients were collected midstream, then total bacteria were examined using quantitative culture techniques (colony counting/Mayo technique). The test results were the number of colonies grown on MacConkey Agar media multiplied by 102 CFU/mL. Data were analyzed using non- parametric statistical tests using the Spearman test based on the data distribution. Results: Based on the results of the study, the immediate examination (0 hour) yielded an average colony count of 3.78 x 102 CFU/mL. After storage at room temperature with a 3-hour delay, the average colony count was 22.72 x 102 CFU/mL. After a 5-hour delay, it was 41.89 x 102 CFU/mL, and then after a 7-hour delay, it was 69.83 x 102 CFU/mL. The Spearman test showed a correlation coefficient greater than the significance level (p) of 0.000, indicating that the length of the delay affected the number of bacterial colonies. Keywords: Diabetes Mellitus, total bacterial examination, storage time, room temperature
Uji Aktivitas Antibakteri Secara In Vitro Ekstrak Daun Jatropha multifida Linn. terhadap Salmonella typhi dengan Metode Difusi Sumuran Vella Rohmayani; Fika Zahratul Aisyah; Ainutajriani Ainutajriani; Dita Artanti; Nurhidayatullah Romadhon
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v11i2.3294

Abstract

Salmonella typhi merupakan bakteri patogen penyebab demam tifoid yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di berbagai negara berkembang. Penggunaan antibiotik sintetis secara luas dan tidak tepat telah berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif agen antimikroba yang berasal dari bahan alami. Jatropha multifida Linn. (jarak cina) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri secara in vitro ekstrak daun Jatropha multifida terhadap pertumbuhan Salmonella typhi serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi ekstrak 85%, 90%, dan 95%. Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif dan akuades steril sebagai kontrol negatif. Setiap perlakuan dilakukan dengan empat kali pengulangan. Analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek hambat yang bersifat konsentrasi-dependen dengan rata-rata diameter zona hambat masing-masing sebesar 3,5 mm (85%), 5,75 mm (90%), dan 9 mm (95%). Kontrol positif menunjukkan diameter zona hambat sebesar 21,75 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun Jatropha multifida memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dan berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami.
Co-Authors Ainutajriani Ainutajriani Ainutajriani Ainutajriani Ainutajriani, Ainutajriani Ajeng Retno Kustianingrum Amira Muhtadina R.A Anindita Riesti Retno Arimurti Anindita Riesti Retno Arimurti Aprilia Retno Sriwijayanti Baterun Kunsah Choliq, Idham Choliq, Maulivia Idham Dede Nasrullah Diah Ariana DITA ARTANTI Dita Artanti Ellies Tunjung Sari Maulidiyanti Ellies Tunjung Sari Maulidiyanti, Ellies Tunjung Sari Farida Mumtazza Alkautsar Fauzia, Fa’iz Azmi Fa’iz Azmi Fauzia Fika Zahratul Aisyah Firdausi Nuzula Firdausi Nuzula Firman Firman Firman Firman Fitriyani, Vika Ramadhana Fitrotin Azizah, Fitrotin Hartono Kahar, Hartono Holly Ichda Islam Syaifurrahman Islam Syarifurrahman Kenari Sri Wahyuni Khoirul Anam KHOIRUL ANAM Lee James Watson lihabi Lihabi Lihabi Lihabi Lihabi Lihabi Lihabi Lihabi, Libahi Lihabi, Lihabi Lilik Mursidah Lukman Hakim Lukman Hakim M Febriyanto Firman Wijaya M. Inas Riandi Mohammad Taufiq Shidqi Muhammad Alvian Mulya Fitrah Juniawan Niken Rositasari Niken Rositasari Nova Ulumiya Nur Hidayatullah Romadhon Nur Vita Purwaningsih, Nur Vita Nurhidayatullah Romadhon Radius Setiyawan, Radius Rahma Widyastuti Riandi, M. Inas Rinza Rahmawati Samsudin Riska Putri Novianty Rizka Vera Yunia Ruspeni Daesusi Sa'diyah, Halimatus Sabda Alam Satria Unggul Wicaksana Prakasa Syaifurrahman, Islam Syarifurrahman, Islam Tara Puri Ducha Rahmani Tri Ade Saputro Veronita Leni Anggraeni Vika Ramadhana Fitriyani Vita Purwaningsih, Nur Waras Budiman Wicaksana Prakasa, Satria Unggul Wildhatus Sholihah Rahmadhani3 Wiwi Wikanta Yauwan Tobing Lukiyono Yeti Eka Sispita Sari