Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOMPETENSI GURU: STUDI KASUS SDN 47 KODO KOTA BIMA Ahmadin; Didit Haryadi; Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli
Pendidikan Dasar dan Manajemen Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Pendidikan Dasar dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/bahusacca.v6i2.2151

Abstract

Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang sangat besar dan strategis Hal ini disebabkan karena gurulah yang berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat analisis Kompetensi guru meliputi (1) Kompetensi Pedagogik (2) Kompetensi Kepribadian (3)Kompetemsi Sosial dan Kompetensi (4) Profesional. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus. Alasan peneliti memilih studi kasus karena jenis pendekatan ini sangat cocok untuk mengambarkan keadaan dan Analisis tentang kompetensi guru di SDN 47 Kota Bima . Subjek pada penelitian ini adalah Kepala sekolah, Waka Kurikulum dan beberapa guru yang bersedia untuk di wawancarai. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Observasi dan wawancara mendalam .Hasil penelitian menunjukkan (1) Kompetensi Pedagogik lebih diprioritaskan kepada pengelolaan peserta didik dengan memahami potensi dan keragaman peserta didik, memahami akan landasan dan filsafat pendidikan, mampu menyusun rencana dan strategi pembelajaran, menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi (2) Kompetensi Kepribadian terdapat tiga hal yaitu pertumbuhan dan perkembangan kognitif, tingkat kecerdasan, kreativitas, serta kondisi fisik (3) guru harus dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan, tulisan, dan isyarat; menggunakan teknologi komunikasi dan informasi; bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik; bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar (4) kompetensi Profesionalnya sebagai seorang guru, seperti memiliki sertifikat sebagai seorang pendidik, memiliki ijazah kependidikan yang sesuai dengan kemampuannya, dan menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi seperti memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, memahami struktur, konsep dan metode.
Kurikulum Responsif Budaya Sebagai Strategi Penguatan Identitas Lokal Dalam Pendidikan Indonesia idham, Nurfadhila; Ahmadin; Ibrahim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum responsif budaya serta strategi penguatan identitas lokal dalam konteks pendidikan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kajian pustaka, penelitian ini menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan tema kurikulum berbasis budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum responsif budaya merupakan pendekatan yang menempatkan budaya lokal sebagai landasan dalam perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan pembelajaran. Integrasi budaya dalam kurikulum terbukti mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap identitas budaya, memperkuat karakter, dan mengembangkan keterampilan sosial melalui pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan mereka. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi tiga strategi utama dalam penguatan identitas lokal melalui pendidikan, yaitu pengembangan kurikulum berbasis pemetaan budaya, pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogis berbasis budaya, serta integrasi konten budaya dalam berbagai mata pelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa kurikulum responsif budaya memiliki relevansi strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi sekaligus memastikan keberlanjutan budaya lokal di lingkungan pendidikan
Asesmen Yang Adil Secara Budaya (Culturally Fair Assessment): Konsep, Tantangan, Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Mustahar. AM, Muh. Abid; Ahmadin; Ibrahim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13665

Abstract

Asesmen yang adil secara budaya merupakan komponen penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan setara, terutama di tengah keragaman budaya, bahasa, serta latar sosial ekonomi peserta didik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen sering memuat bias budaya, baik melalui bahasa, konteks soal, maupun asumsi kognitif yang diambil dari budaya dominan. Bias ini berpotensi menurunkan validitas hasil penilaian dan menghambat peserta didik dari kelompok tertentu untuk menunjukkan kemampuan mereka secara autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep asesmen yang adil secara budaya, tantangan implementasinya, serta implikasinya bagi praktik pendidikan. Menggunakan metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai artikel ilmiah, baik artikel nasional maupun internasional, laporan kajian psikometrik, serta penelitian pendidikan lintas budaya untuk mengidentifikasi pola bias asesmen dan strategi pengembangannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor bahasa, konteks budaya, serta struktur kognitif dalam instrumen asesmen merupakan tantangan utama yang berdampak pada performa peserta didik. Selain itu, adaptasi instrumen tes dari konteks Barat ke lingkungan multikultural memerlukan rekonstruksi menyeluruh untuk menjamin validitas lintas budaya. Strategi penting dalam mewujudkan asesmen yang adil secara budaya meliputi penggunaan bahasa yang jelas dan netral, penyesuaian konteks, pelibatan ahli budaya, penggunaan asesmen alternatif, serta penyediaan akomodasi bagi peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen yang responsif budaya tidak hanya meningkatkan keadilan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan motivasi, partisipasi, dan kesetaraan hasil belajar di berbagai konteks pendidikan.
DINAMIKA SOSIAL PERAN GURU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN LINTAS BUDAYA Siti Arah Suniyah; Ahmadin; Ibrahim
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8.i2.3843

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the dynamics of teachers’ roles in the implementation of the Merdeka Curriculum and to identify transformative efforts undertaken by teachers in responding to emerging challenges in contemporary educational practice. This research employs a qualitative method with a library research approach, in which data were gathered from academic books, indexed journals, official reports, and relevant scholarly publications, and subsequently analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that the primary dynamics in implementing the Merdeka Curriculum include unequal levels of teacher understanding regarding the new learning paradigm, limited availability of media to support the Pancasila Student Profile Project (P5), and the rapid development of educational technology that is not accompanied by sufficient collaborative spaces for teachers. These conditions contribute to uneven learning quality, difficulties in carrying out project-based learning, and an increased adaptive burden for teachers. The study also identifies several transformative efforts, including strengthening teachers’ professional literacy, developing innovative and contextual learning media, and expanding community-based collaborative networks. In this context, BASAsulsel Wiki serves as a collaborative ecosystem that provides digital learning resources, facilitates cross-sector dialogue through Youth Conferences, and promotes public participation through Wikithon initiatives addressing educational and social issues. This study underscores the importance of multi-stakeholder collaboration in supporting educational transformation and highlights the need for adaptive ecosystems to foster learning that is innovative, inclusive, and socially responsive. Keywords: Teacher Roles, Merdeka Curriculum, Educational Collaboration
Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini: Studi Kasus di TK Yaa Bunayya Kota Bima Aiman Putri; Ahmadin; Wahyu Mulyadin
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 5 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i5.7794

Abstract

Many educators still rely on conventional learning methods that are less engaging for children. In addition, limited access to technological devices and educational skills in utilizing technology are major obstacles in optimizing digital technology in early childhood learning. So this research aims to find out Digital Technology-Based Learning Innovations to Increase Early Childhood Learning Interest at Tk Yaa Bunayya, Bima City. This research will be conducted at Yaa Bunayya Kindergarten, Bima City, West Nusa Tenggara. This research uses Qualitative Research with a Case Study Approach. Data Collection Techniques are Observation, Interview and Documentation. Data Analysis Techniques are Data Reduction, Data Presentation and Conclusion Drawing. Based on the results of this study that digital technology-based learning innovations have a real positive impact on increasing children's interest in learning at Yaa Bunayya Kindergarten, Bima City. Digital technology applied in the form of learning videos, educational applications, interactive media, and other digital devices is able to create a learning atmosphere that is more fun, interesting, and motivates children to be actively involved in the learning process. The changes that can be seen significantly are the increase in children's activeness, enthusiasm, and interest in the material presented by the teacher.