Claim Missing Document
Check
Articles

Legal Protection For Key Witnesses In Handling Police Murder Cases In The Police Institution Of The Republic Of Indonesia (Case Study Of The Murder Of Brigadier Nofriansyah Joshua Hutabarat) Umar Anwar; Muhammad Nur Islami; Markus Marselinus Soge; Budi Priyatmono
卷 6 编号 1 (2023): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v6i1.365

Abstract

The emergence of the murder case of Brigadier Nofriansyah Joshua Hutabarat or Brigadier J exposed the mafia in the National Police Agency whose name was Inspector General Ferdy Sambo as the main perpetrator. This condition stems from the key witness Bar Richard Eliezer Pudihang Lumiu or Bharada E who uncovered all these cases and other names. This became a big problem for Bharada E because of the threat to his security as a key witness in the murder incident. It is important to carry out this research in order to determine the legal protection of key witnesses in uncovering the case of Brigadier J's murder. The research method used is a case study and normative juridical. The result of the analysis is that legal protection for key witnesses must be carried out by the state. The Witness and CVictim Protection Agency (LPSK) provides special protection to key witnesses in maintaining the security of themselves, their families and those who are close to key witnesses. The conclusion is the key that must be protected in dismantling and maintaining the safety of himself and his family.
PEMANFAATAN E-COMMERCE DALAM PEMASARAN HASIL KEGIATAN KERJA NARAPIDANA DI LAPAS KELAS I TANGERANG Aeni, Nurul; Kurniawan, Andi; Soge, Markus Marselinus
JPEKBM (Jurnal Pendidikan Ekonomi, Kewirausahaan, Bisnis dan Manajemen) Vol 7, No 1 (2023): JPEKBM (Juli,2023)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/jpekbm.v7i1.2976

Abstract

Berdasarkan riset We Are Social dan Hootsuite 2017, pengguna internet di Indonesia tumbuh 51% dalam kurun waktu satu tahun. Dengan adanya internet, informasi, jasa, ataupun barang, semuanya tersedia secara online. Dalam menyikapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melakukan langkah-langkah strategis salah satunya yakni melakukan sosialisasi penggunaan media sosial dan sistem e-commerce sebagai sarana promosi dan pemasaran produk karya narapidana. Kepala Seksi Pemasaran Ditjenpas telah mendata jumlah Lapas yang telah aktif melaporkan hasil pemanfaatan ecommerce sebanyak 41 Lapas. Salah satu Lapas yang telah memanfaatkan e-commerce adalah Lapas Kelas I Tangerang, namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan e-commerce di Lapas Kelas I Tangerang dan kendalakendala yang dihadapi.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Peneliti melakukan wawancara dan studi pustaka yang kemudian disandingkan dan disesuaikan dengan hasil observasi di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan pemanfaatan e-commerce di Lapas Kelas I Tangerang sudah dilakukan sejak tahun 2017. E-commerce yang digunakan berupa website dengan nama pojokpas.com dan platform online shop Tokopedia. Namun, dalam pelaksanaanya e-commerce di Lapas Kelas I Tangerang menemui beberapa kendala sehingga harus terhenti pada akhir tahun 2019. Saat ini Lapas Kelas I Tangerang sedang mempersiapkan diri untuk dapat aktif kembali menggunakan e-commerce sebagai alat untuk memasarkan hasil kegiatan kerja narapidana ke masyarakat luas
Paving The Way For International Cooperation: Policy Urgency The Law Of Intercountry Transfer Of Prisoners In Indonesia Soge, Markus Marselinus; Priyatmono, Budi
Jurnal Hukum dan Keadilan Vol. 1 No. 4 (2024): JHK-June
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/jhk.v1i4.194

Abstract

The lack of regulations on the transfer of prisoners between countries in Indonesia is an obstacle to establishing international cooperation on this matter. The large number of Indonesian citizens who are imprisoned abroad and need legal protection is an important reason for Indonesia to resolve this issue. The absence of regulations on the transfer of prisoners between countries needs to be addressed immediately to ensure legal protection for Indonesian citizens imprisoned at home and abroad. This research aims to study the extradition process in Indonesia and the importance of legal protection for Indonesian citizens imprisoned abroad for committing criminal offenses. The results obtained are that government efforts to protect Indonesian citizens abroad have been made, but need to be improved by strengthening coordination, increasing resources, and establishing international cooperation.
PENDEKATAN KECERDASAN EMOSIONAL PETUGAS PENGAMANAN DALAM MENCEGAH GANGGUAN KAMTIB DI RUTAN KELAS IIB PEMALANG Karan Ibra Hukama; Markus Marselinus Soge
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i3.6444

Abstract

Pendekatan kecerdasan emosional petugas pengamanan sangat berpengaruh dalam mencegah gangguan kamtib di Rutan Kelas IIB Pemalang, pola komunikasi dan kepedulian dari petugas merupakan salah satu cara yang digunakan untuk membangun hubungan baik dan memahami perasaan serta keinginan narapidana. Tentunya hal ini dapat menjadi pedoman petugas pengamanan dalam melaksanakan tugas serta gangguan kamtib yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan kecerdasan emosional petugas pengamanan dalam mencegah gangguan kamtib di Rutan Kelas IIB Pemalang dan mengetahui faktor penghambat pendekatan kecerdasan emosional petugas pengamanan dalam mencegah gangguan kamtib. Metode penelitian yakni metode kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan Teknik observasi, wawancara dan studi dokumen yang kemudian data ini di analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Pendekatan Kecerdasan Emosional Petugas Pengamanan Dalam Mencegah Gangguan Kamtib Di Rutan Kelas IIB Pemalang yaitu, Komunikasi yang baik antara petugas pengamanan dengan para narapidana, kepekaan petugas pengamanan terhadap kondisi narapidana, kemampuan petugas dalam mengendalikan emosi diri sendiri Sedangkan hasil penelitian yang kedua masih terdapat hambatan yang dihadapi yaitu Petugas pengamanan masih belum mengetahui terkait pentingnya kecerdasan emosional dalam berinteraksi dengan narapidana, Masih adanya petugas yang belum sepenuhnya berinteraktif dengan para warga binaan, Petugas pengamanan belum memiliki pola interaksi yang efektif terhadap warga binaan
Personal Hygiene Behavior of Female Prisoners' Genitalia in Efforts to Fulfill Reproductive Health Rights at Class IIB Pacitan State Detention Center Wattimena, Dewi; Soge, Markus Marselinus
Social Sciences Journal Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/sosj.v2i1.600

Abstract

This study aims to examine the personal hygiene behavior of female inmates' genitalia at Class IIB Pacitan Prison and identify the factors influencing it. Using a descriptive qualitative approach, this study found that although prisoners generally exhibit good hygiene behavior, there are still some obstacles that need to be addressed. Limited facilities, lack of female medical personnel, and minimal socialization regarding reproductive health are the main hindering factors. These findings indicate the importance of comprehensive efforts to improve the quality of reproductive health services in correctional facilities to meet the basic rights of female inmates.
INTERPERSONAL COMMUNICATION STRATEGY FOR PRISON OFFICERS IN DEVELOPING PRISONERS IN CLASS IIA COMMUNITY INSTITUTIONS SERANG Silalahi, Dhini Annissa; Soge, Markus Marselinus
TOPLAMA Vol. 1 No. 3 (2024): TOPLAMA
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/tla.v1i3.87

Abstract

Prisoners are also social creatures who will need others to interact continuously. The interaction will involve communication, and the importance of communication in the application of interpersonal communication strategies to carry out coaching aimed at improving the behavior of prisoners in Serang Class IIA Prison. The problems examined in this study include observing the interpersonal communication strategies of prison officers in fostering prisoners and the obstacles that exist during its implementation. This research was conducted to find out the application of interpersonal communication strategies of Correctional Institution officers in fostering prisoners and to find out the obstacles to the application of interpersonal communication strategies at Class IIA Serang Correctional Institution. The method used is a qualitative method, which examines in depth with data collection techniques such as observation and interviews. This research uses the theory of interpersonal communication strategy which is a process of relationship with others. The results of his research apply strategies from the dimensions of positive attitudes, supportive attitudes, empathy, openness, and equality and their implementation is almost running well because the coaching carried out has followed existing procedures, although there are still things that happen in prisons such as inmate indiscipline, it can be resolved wisely with communication. In carrying out the coaching program, of course, Serang Class IIA Prison has inhibiting factors, namely barriers in the delivery process, psychosocial barriers, lack of transparency, and different language styles.
Pengaruh Self-Control Terhadap Agresivitas Narapidana Kasus Pencurian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Karawang Winata, Dio Aji; Soge, Markus Marselinus
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.104-109

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini membahas mengenai pengaruh self-control terhadap agresivitas narapidana kasus pencurian di Lapas Kelas IIA Karawang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh self-control terhadap agresivitas narapidana kasus pencurian di Lapas Kelas IIA Karawang dengan nilai signifikansi sebesar sebesar 0.00 < 0.05 sehingga hipotesis yang diterima adalah Ha sedangkan H0 ditolak. Pearson Correlation menunjukkan nilai sebesar -0.800 yang artinya hubungan antara self-control dan agresivitas narapidana kasus pencurian memiliki hubungan yang kuat dengan arah hubungan yang berlawanan (korelasi negatif). Hasil Koefisien Determinasi adalah sebesar 0,641 atau 64.1% dengan persamaan regresi: Y = 61.053 + -0.741X. Dari data yang sudah dikumpulkan serta telah diolah, didapati bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara aspek self-control dan agresivitas. Dengan demikian semakin kuatnya self-control dari narapidana kasus pencurian di Lapas Kelas IIA Karawang maka berpengaruh pada menurunnya agresivitas narapidana kasus pencurian di Lapas Kelas IIA Karawang. 
Implementasi Program Kemandirian Meubel dalam Upaya Mengembangkan Potensi Narapidana Danielta Winner Barus; Markus Marselinus Soge
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi program kemandirian meubel dalam mengembangkan potensi narapidana di Lapas. Program ini dirancang untuk membekali narapidana dengan keterampilan pertukangan, khususnya dalam pembuatan meubel, sebagai upaya rehabilitasi dan reintegrasi ke dalam masyarakat setelah masa tahanan berakhir. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program melibatkan kerja sama dengan pihak ketiga dalam menyediakan pelatihan serta pemilihan narapidana peserta berdasarkan minat dan kemampuan. Faktor keberhasilan program mencakup penyediaan alat dan bahan yang memadai, dukungan tenaga instruktur yang kompeten, serta adanya strategi pemasaran produk untuk meningkatkan pendapatan negara melalui PNBP. Program ini diharapkan dapat mengurangi angka residivisme dan membantu narapidana mencapai kemandirian ekonomi.
Strategi Kesiapsiagaan Bencana Alam Gempa Bumi dalam Rangka Menjamin Hak Hidup di Lembaga Pemasyarakan Kelas II B Tanjung Pati Thavarel Azuri Pratama; Markus Marselinus Soge
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7249

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjung Pati terletak di daerah rawan gempa bumi sehingga memerlukan strategi kesiapsiagaan untuk menjamin hak hidup para narapidana dan petugas. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kesiapsiagaan bencana gempa bumi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjung Pati serta dampaknya terhadap perlindungan hak hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun terdapat langkah-langkah kesiapsiagaan seperti penyediaan titik evakuasi dan sosialisasi kepada narapidana, implementasi strategi ini masih mengalami hambatan, terutama akibat masalah overkapasitas dan kurangnya pelatihan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan dan kerja sama dengan lembaga terkait untuk memastikan kesiapsiagaan bencana yang lebih optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesiapan lembaga pemasyarakatan dalam menghadapi bencana, serta menjamin hak hidup para penghuninya dalam situasi darurat.
IMPLEMENTASI PROGRAM BINA SANTRI LAPAS (BSL) DOMPET DHUAFA DALAM MENINGKATKAN PEMBINAAN KEPRIBADIAN NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA CIKARANG Syafatullah, Galih; Soge, Markus Marselinus
Yustitia Vol. 11 No. 1 (2025): Yustitia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/yustitia.v11i1.272

Abstract

Each correctional institution has its own way of implementing personality development program development. The personality development program is one of the ways to implement the goal of prisoner reintegration. Cikarang Class IIA Correctional Institution provides Personality Development through the Lapas Santri Development Program. (BSL). The purpose of this research is to understand the implementation of the Dompet Dhuafa Prison Santri Development Program in improving the personality development of inmates at Class IIA Cikarang Prison along with its obstacles. In this study, a qualitative research method with a descriptive approach was used. The data collection techniques used by the researcher are observation, interviews, and document studies. The result of this research is the Santri Development Program (BSL) at Class IIA Cikarang Correctional Facility in collaboration with the Dompet Dhuafa Foundation. The implementation of the program mechanisms agreed upon by the Dompet Dhuafa Foundation and Class IIA Cikarang Correctional Facility includes studying fiqh, reading Iqro, Jus Amma, and the Qur'an, religious lectures, and Dai cadre education. Additionally, it aims to improve the inmates' understanding of reading the Qur'an. Obstacles in implementing education include the lack of quantity of teachers from Dompet Dhuafa, the lack of awareness among inmates in participating in the santri coaching program, and the lack of facilities and infrastructure to support the learning process.