Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI SISTEM PENDAFTARAN KUNJUNGAN Muhammad Ali Murtopo; Muhammad Rizki Putra; Markus Marselinus Soge
Journal Central Publisher Vol 2 No 11 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i11.548

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan publik di Rumah Tahanan masih menghadapi tantangan, khususnya dalam sistem pendaftaran kunjungan yang belum optimal, sehingga perlu adanya perbaikan untuk menciptakan pelayanan yang lebih responsif dan humanis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengimplementasikan optimalisasi sistem pendaftaran kunjungan di Rumah Tahanan Kelas I Semarang sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif. Metode : Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, kegiatan ini menekankan pada perbaikan alur administrasi pendaftaran kunjungan serta pemberdayaan petugas dalam penerapan sistem tersebut. Hasil dan Pembahasan : Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem yang ditawarkan mampu mengurangi waktu tunggu, meningkatkan kepastian prosedur, dan memberikan pengalaman pelayanan yang lebih humanis. Kesimpulan : Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
OPTIMALISASI PENYAMPAIAN HAK WARGA BINAAN MELALUI PENGADAAN BUKU LALU LINTAS WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS IIA CILEGON Aldi Sepra Yogi; Markus Marselinus Soge
Journal Central Publisher Vol 2 No 11 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i11.559

Abstract

Latar Belakang : Lemahnya sistem pencatatan aktivitas keluar-masuk blok hunian yang berdampak pada kurangnya keteraturan pelayanan dan pengawasan, serta potensi pelanggaran hak warga binaan dalam mengakses layanan pembinaan, kesehatan, dan keagamaan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas pengadaan Buku Lalu Lintas Warga Binaan sebagai inovasi administratif dalam meningkatkan pemenuhan hak-hak dasar warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cilegon. Metode : Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Informan utama terdiri dari petugas pengamanan, staf pembinaan, tenaga medis, dan warga binaan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Buku Lalu Lintas mampu meningkatkan akuntabilitas pencatatan, memperkuat koordinasi antarunit layanan, serta menjamin akses layanan yang lebih adil dan tertib. Kendati demikian, masih ditemukan tantangan seperti rendahnya konsistensi pengisian dan belum adanya standar operasional prosedur (SOP) tertulis. Kesimpulan : Program ini dinilai layak untuk direplikasi dan didukung sebagai kebijakan permanen dalam reformasi sistem pemasyarakatan.
Pengaruh Self-Control Terhadap Agresivitas Narapidana Kasus Pencurian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Karawang Winata, Dio Aji; Soge, Markus Marselinus
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.104-109

Abstract

Terjadinya berbagai fenomena kerusuhan yang disebabkan oleh rendahnya self-control narapidana yang terjadi di lembaga pemasyarakatan merupakan dampak dari kurang efektifnya pelaksanaan program pembinaan sehingga petugas pemasyarakatan harus lebih aktif dan peka dalam memberikan pembinaan sebagai suatu upaya agar narapidana tidak akan melakukan berbagai tindakan kerusuhan. Penelitian yang dilakukan ini membahas mengenai pengaruh self-control terhadap agresivitas narapidana kasus pencurian di Lapas Kelas IIA Karawang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh self-control terhadap agresivitas narapidana kasus pencurian di Lapas Kelas IIA Karawang dengan nilai signifikansi sebesar sebesar 0.00 0.05 sehingga hipotesis yang diterima adalah Ha sedangkan H0 ditolak. Pearson Correlation menunjukkan nilai sebesar -0.800 yang artinya hubungan antara self-control dan agresivitas narapidana kasus pencurian memiliki hubungan yang kuat dengan arah hubungan yang berlawanan (korelasi negatif). Hasil Koefisien Determinasi adalah sebesar 0,641 atau 64.1% dengan persamaan regresi: Y = 61.053 + -0.741X. Dari data yang sudah dikumpulkan serta telah diolah, didapati bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara aspek self-control dan agresivitas. Dengan demikian semakin kuatnya self-control dari narapidana kasus pencurian di Lapas Kelas IIA Karawang maka berpengaruh pada menurunnya agresivitas narapidana kasus pencurian di Lapas Kelas IIA Karawang
IMPLEMENTASI PEMBINAAN KEMANDIRIAN COCO SHADE GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I BANDAR LAMPUNG Muhammad Apri Hidayat; Markus Marselinus Soge, S.H., M.H
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34129

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pembinaan kemandirian melalui program coco shade di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung sebagai upaya meningkatkan keterampilan kerja narapidana. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya pembinaan pemasyarakatan tidak hanya sebatas pembinaan kepribadian, tetapi juga kemandirian agar narapidana siap kembali ke masyarakat. Program coco shade dipilih karena memanfaatkan sabut kelapa yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta prospek pasar yang luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan petugas dan narapidana peserta, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan coco shade berjalan melalui kerja sama antara lapas dan pihak ketiga, yakni PT. Agri Lestari Nusantara, yang menyediakan bahan baku, pelatihan, serta instruksi teknis. Program ini mampu meningkatkan keterampilan dasar, teknis, interpersonal, serta problem solving narapidana. Namun, masih terdapat kendala berupa rendahnya motivasi narapidana, terbatasnya pengawasan petugas, dan kurangnya variasi pelatihan lanjutan. Secara keseluruhan, pembinaan coco shade berperan signifikan dalam memberikan bekal kemandirian dan kesiapan reintegrasi sosial bagi narapidana setelah bebas.
IMPLEMENTASI PEMBINAAN KEMANDIRIAN COCO SHADE GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I BANDAR LAMPUNG Muhammad Apri Hidayat; Markus Marselinus Soge, S.H., M.H
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34129

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pembinaan kemandirian melalui program coco shade di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung sebagai upaya meningkatkan keterampilan kerja narapidana. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya pembinaan pemasyarakatan tidak hanya sebatas pembinaan kepribadian, tetapi juga kemandirian agar narapidana siap kembali ke masyarakat. Program coco shade dipilih karena memanfaatkan sabut kelapa yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta prospek pasar yang luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan petugas dan narapidana peserta, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan coco shade berjalan melalui kerja sama antara lapas dan pihak ketiga, yakni PT. Agri Lestari Nusantara, yang menyediakan bahan baku, pelatihan, serta instruksi teknis. Program ini mampu meningkatkan keterampilan dasar, teknis, interpersonal, serta problem solving narapidana. Namun, masih terdapat kendala berupa rendahnya motivasi narapidana, terbatasnya pengawasan petugas, dan kurangnya variasi pelatihan lanjutan. Secara keseluruhan, pembinaan coco shade berperan signifikan dalam memberikan bekal kemandirian dan kesiapan reintegrasi sosial bagi narapidana setelah bebas.
PERSPEKTIF YURIDIS FILOSOFIS GRASI BAGI NARAPIDANA SOGE, MARKUS MARSELINUS
Journal of Correctional Studies Vol 1 No 1 (2024): Journal of Correctional Studies (January)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v1i1.367

Abstract

The government issued a discourse on granting mass clemency due to the overcrowded conditions of the Penitentiary. The discourse raises pros and cons in the community. In handling prisoners in the Penitentiary, a policy strategy is implemented, namely coaching to improve their readiness to return to the community. This study aims to determine the philosophical juridical perspective of clemency for prisoners. This research uses normative legal research methods with secondary data sources in the form of primary legal materials, namely related laws and regulations, which are collected using literature studies. The results of the study show that clemency is a pardon in the form of changes, relief, reduction, or abolition of criminal execution, to convicts or prisoners granted by the President. Because clemency is a pardon for convicts, the only party interested in clemency is the convict himself, who is free to use or not use his right to apply for clemency, in addition to the convict, namely the legal counsel and his family. The reasons for clemency are the interests of the family of the convicted person, the convicted person has contributed to society, the convicted person suffers from an incurable disease, and the convicted person has behaved well while in prison. Similarly, clemency can be used as a way out for a convict who is in such a heartbreaking situation that it is impossible for him/her to survive in Penitentiary.
PEMENUHAN HAK PELAYANAN KESEHATAN NARAPIDANA DITINJAU DARI STANDAR PELAYANAN DASAR PERAWATAN KESEHATAN SOGE, MARKUS MARSELINUS
Journal of Correctional Studies Vol 1 No 1 (2024): Journal of Correctional Studies (January)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v1i1.368

Abstract

Penelitian ini mendalami isu krusial terkait pemenuhan hak pelayanan kesehatan bagi narapidana dengan fokus pada analisis dari perspektif standar pelayanan dasar perawatan kesehatan. Di dalam lembaga pemasyarakatan, narapidana memiliki hak yang dijamin oleh undang-undang untuk menerima perawatan kesehatan yang layak. Namun, realitas di lapangan seringkali menimbulkan banyak permasalahan yang memengaruhi pemenuhan hak ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sejauh mana standar pelayanan dasar perawatan kesehatan terwujud dalam konteks narapidana dan menganalisis hambatan serta tantangan yang menghambat pemenuhan hak pelayanan kesehatan mereka. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pemenuhan hak pelayanan kesehatan bagi narapidana dapat ditingkatkan melalui peningkatan implementasi standar pelayanan dasar perawatan kesehatan. Penelitian ini berpotensi menjadi sumber rujukan bagi pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, dan pihak yang peduli terhadap hak asasi manusia dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi narapidana di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
IMPLEMENTATION OF INMATE ACTIVITY MONITORING BRACELETS TO PREVENT ESCAPE IN CLASS IIB CIANGIR OPEN PRISON Marlissa, Martial Tedi; Soge, Markus Marselinus
Journal of Correctional Studies Vol 1 No 2 (2024): Journal of Correctional Studies (July)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v1i2.461

Abstract

Escaping from correctional institutions is one of the problems of disrupting security and order, so it is necessary to consider implementing prevention, one of which is using prisoner activity monitoring bracelets. This research aims to determine the implementation of prisoner activity monitoring bracelets and the barriers to their use. This research uses qualitative research methods using interviews and observations and regulations as primary data. This research took place at the Class IIB Ciangir Open Prison and took place from April to October 2023. The use of monitoring bracelets was implemented based on legal grounds and has a useful mechanism for knowing the position of prisoners while carrying out independence development and preventing prisoner escapes. This is related to policy implementation theory and situational crime prevention theory. When using prison activity monitoring bracelets, some obstacles can affect the function of the bracelet, namely natural factors, damage to the device, and humans.
Analysis Of The Relationship Between Social Support Of Correctional Officers And The Subjective Well-Being Of Inmates In Class IIA Correctional Institution Kotabumi Taba, Tegar Aria; Soge, Markus Marselinus
Journal of Social Research Vol. 3 No. 11 (2024): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i11.2304

Abstract

This study aims to analyze the relationship of social support provided by correctional officers to the subjective well-being of inmates in the Class IIA Kotabumi Correctional Institution. The social support received by the inmates, whether in the form of emotional, instrumental, informational, or reward support, is thought to have a significant effect on their subjective feelings of well-being. This study uses a quantitative approach with survey and questionnaire methods as data collection instruments. The sample of this study is inmates in the Class IIA Kotabumi Prison who are randomly selected. Data analysis was carried out using the Pearson correlation test to test the relationship between social support variables and subjective well-being. The results of the study are expected to provide insight into the importance of the role of correctional officers in improving the psychological welfare of inmates and provide recommendations for more humane correctional institution management policies.
Strategi Komunikasi Petugas Dalam Mendukung Pembinaan Kepribadian Narapidana Tindak Pidana Korupsi Di Lapas Kelas IIA Salemba Munir, Abdullahil; Markus Marselinus Soge
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2316

Abstract

Dalam rangka mengoptimalkan pembinaan narapidana, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memberikan dua bentuk program, yaitu pembinaan kepribadian dan kemandirian. Sejalan dengan hal tersebut, Lapas Kelas IIA Salemba menghadapi tantangan spesifik dalam membina narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor) yang memiliki latar belakang intelektual tinggi dan cenderung skeptis terhadap pendekatan konvensional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi komunikasi petugas pemasyarakatan dalam mendukung pembinaan kepribadian bagi narapidana tipikor serta hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data primer dan sekunder dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teori strategi Henry Mintzberg dan konsep pembinaan berdasarkan SPPN (Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan mencakup pendekatan partisipatif melalui forum diskusi dan konseling individual, pemberian ruang refleksi moral, serta peningkatan kapasitas petugas dalam komunikasi persuasif. Strategi ini mendorong narapidana mengenali kesalahan, membangun integritas, dan siap kembali ke masyarakat. Namun, pelaksanaannya menghadapi hambatan seperti resistensi narapidana, perbedaan status sosial, keterbatasan petugas terlatih