Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI PEMBUATAN BRIKET DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Fitria, Lisa; Mulyawan, Rizka; Ishak, Ishak; Sulhatun, Sulhatun; Meriatna, Meriatna; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9274

Abstract

Briket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan-bahan organik atau biomasa yang kurang termanfaatkan. Diantara jenis limbah biomasa yang memiliki potensi besar seperti ampas tebu, serbuk kayu, kulit jagung, cangkang kelapa sawit dan sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kelapa sawit  yang biasanya banyak terbuang diolah menjadi briket yang bernilai ekonomis dengan parameter pengujian meliputi kadar air, kadar abu dan nilai kalor. Pembuatan briket ini berbahan baku dari cangkang kelapa sawit yang dimulai dengan proses pengarangan kemudian dihaluskan dan disaring dengan ukuran variasi yang ditentukan, kemudian dicampur dengan perekat variasi yang ditentukan dan dicetak lalu dikeringkan dengan sinar matahari selama 1 hari, lalu dikeringkan lagi menggunakan oven selama 1 jam. Pada penelitian ini divariasikan ukuran partikel yaitu 20 mesh, 50 mesh, 80 mesh dan 100 mesh untuk meningkatkan nilai kalor. Adapun perekat yang digunakan adalah tepung singkong dengan variasi perekat masing 5%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa briket sudah memenuhi standar mutu SNI 1/6235/2000 briket arang. Hasil terbaik diperoleh pada variasi 15% perekat tepung singkon dan ukuran partikel 100 mesh dan 80 mesh dengan kadar air masing-masing 4,6006% dan 4,5723%, kadar abu masing-masing sebesar 6,1161% dan 6,5593%, lalu nilai kalor 6.231,25 kal/gr, dan 6.119,47 kal/gr. Dengan melihat hasil penelitian ini bahwa cangkang kelapa sawit dari limbah pabrik kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi salah satu bahan baku alternatif dalam pembuatan briket.
PEMBUATAN SABUN BATANG ORGANIK (OPAQUE) dari TEH DAUN KOPI GAYO ROBUSTA Hesni, Yuli; Ginting, Zainuddin; Sylvia, Novi; Masrullita, Masrullita; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6806

Abstract

Daun kopi gayo robusta ( Coffea Canophora Leave) Merupakan salah satu tanaman alam yang dapat digunakan menjadi teh herbal, teh daun kopi telah di kenal masyarakat indonesiai sebagai minuman herbal yang kaya antioksidan . Namun pada penelitian ini daun kopi robusta di manfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun batang organik. Sabun batang organik disebut dengan sabun ramah lingkungan karena menggunakan bahan yang alami dan mudah terurai di lingkungan,sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pemanfaatan limbah daun kopi kini di olah menjadi teh daun kopi di mana teh daun kopi sangat bermanfaat dalam pembuatan sabun batang organik sebagai antiseptik karena teh daun kopi mengandung alkaloida,saponin,flavanoid dan polifenol. Maka dari salah satu upaya mengurangi limbah daun kopi gayo robusta dengan memanfaatkan daun teh menjadi bahan baku dalam pembuatan sabun batang oranik. Adapun standar kualitas sabun telah di atur dalam SNI 3532-2016 yaitu dengan kadar air maksimal kurag dari 14%, kadar alkali bebas maksimal kurang dari 0,1%. Pada setiap sampel telah memenuhu kriteria SNI 3532-2016, namun dalam nilai pH terjadi perubahan peningkatan dalam penambahan teh daun kopi namun tidak berdampak pada waktu mencapai reaksi. Pada uji organoleptik panelis lebih menyukai Run 2 dengan massa teh daaun kopi 4 gr dan dengan waktu mencapai reaksi 2 menit.   
PEMANFAATAN KULIT SALAK SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK ADSORPSI RHODAMINE B Gultom, Togu Sahat Martua; Muhammad, Muhammad; Ginting, Zainuddin; Mulyawan, Rizka; Azhari, Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.17534

Abstract

Telah diteliti pemanfaatan limbah kulit salak sebagai adsorben Rhodamine B dengan kajian kesetimbangan adsorpsi dan kinetika adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesetimbangan serta menganalisa model kinetika adsorpsi. Sampel yang digunakan adalah variasi konsentrasi Rhodamine B 10 ppm, 25 ppm, dan 50 ppm. Analisa kinetika adsorpsi diuji dengan menggunakan dua model persamaan laju adsorpsi yaitu persamaan laju orde satu semu dan persamaan laju orde dua semu. Sedangkan untuk persamaan kesetimbangan yang diuji adalah persamaan adsorpsi isoterm Langmuir dan Freundlich. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya adalah konsentrasi aktivator dan waktu pengeringan pada adsorben. Hasil kajian menunjukkan bahwa model persamaan Langmuir dan orde dua semu adalah yang paling sesuai diaplikasikan untuk adsorpsi Rhodamine B terhadap karbon aktif dari kulit salak. Dari persamaan langmuir diperoleh konstanta adsorpsi sebesar 10,35808 L/mg dan qmaks sebesar 0,258759 mg/g. Sedangkan untuk persamaan orde dua semu didapatkan nilai qe,exp dan qe,cal yang tidak jauh berbeda. Didapatkan nilai qe,cal sebesar 0,1476 mg/g, 0,2252 mg/g, dan 0,3117 mg/g untuk variasi konsentrasi 10 ppm, 25 ppm, dan 50 ppm. Didapatkan nilai k dengan rentang 1,2252-0,2851 dan nilai R2 dengan rentang 0,9701- 0,9999 untuk variasi konsentrasi 10 ppm, 25 ppm, dan 50 ppm. Karena model isoterm Langmuir mampu menginterpretasikan proses adsorpsi Rhodamine B dengan baik, maka sistem adsorpsi Rhodamine B menggunakan karbon aktif dari molase dari penelitian ini adalah homogen dan monolayer. Kajian kinetika menunjukkan bahwa model persamaan orde dua semu yang paling sesuai diaplikasikan. Dari model orde dua semu, laju proses adsorpsi Rhodamine B dikendalikan oleh adsorpsi kimia.
ADSORBEN KARBON AKTIF DARI KULIT TANDUK KOPI (ENDOCARP) DIAPLIKASIKAN PADA ZAT WARNA METHYLENE BLUE Purna Irawan, Faisal Dwi; Muhammad, Muhammad; Mulyawan, Rizka; Nurlaila, Rizka; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.17297

Abstract

Methylene blue adalah zat pewarna yang sering digunakan pada industri tekstil. Karena sangat stabil, pewarna sulit rusak secara alami dan berbahaya bagi lingkungan jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Metode yang terbaik cara untuk mengatasi masalah pencemaran zat warna methylene blue adalah dengan menggunakan karbon aktif untuk adsorbsi. Salah satu jenis biomassa dapat digunakan membuat adsorben karbon aktif ialah limbah kulit (endocarp) tanduk kopi. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan menggunakan kulit singkong dengan activator HPO3. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh lama waktu kontak dan bahan pengaktifan terhadap terhadap penyisihan zat warna Methylene blue. Proses pembuatan karbon aktif menggunakan pada suhu karbonisasi 500oC selama 1 jam. Kemudian diaktivasi  menggunakan NaOH 2, 3, 4 M selama 24 jam. Kemudian diuji kadar air, kadar abu, dan Volatile matter, fixed carbon dan uji adsorbsi karbon aktif terhadap Methylene blue, karakterisasi karbon aktif menggunakan Scanning Electron Microscope - Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). Hasil penelitian menunjukkan kadar air 2.539%, kadar abu 5.510%, Volatile matter 22.404%, Fixed carbon 69.546%, kapasitas penyerapan dan efesiensi penyerapan pada konsentrasi Methylene blue 15 ppm adalah 2,9090 mg/g dan  98,9063% serta kapasitas penyerapan 5,856 mg/g dan efesiensi penyerapan pada konsentrasi Methylene blue 30 ppm adalah 5,8968 mg/g dan 99,2630%.
OPTIMASI KONDISI PROSES TRANSESTERFIKASI IN-SITU DARI BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Pradesti, Salsa; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Mulyawan, Rizka; Bahri, Syamsul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19143

Abstract

Bahan bakar pengganti diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharuhi biasanya terbuat dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Minyak tumbuhan mahoni mengandung 52,5%, yang merupakan minyak non pangan yang mengandung trigliserida dan dapat digunakan untuk membuat biodiesel. Transesterifikasi in situ adalah inovasi dalam produksi biodiesel yang menyederhanakan proses konvensional dengan mengombinasikan proses ekstraksi dan tranesterifikasi menjadi satu tahap. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah pengolahan biodiesel dari biji buah mahoni dengan menggunakan metode response surface methodology (RSM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat biodiesel yang dibuat dari biji mahoni melalui proses transesterifikasi in-situ. Dengan menggunakan RSM (Response Surface Methodology), kami dapat menentukan waktu reaksi dan volume metanol yang ideal untuk transesterifikasi in-situ biodiesel dari biji mahoni. Variabel bebas yang dipelajari adalah variasi volume pelarut (800,900,1000 ml) dan waktu reaksi transesterifikasi in situ (60,120,180 menit) dan diamati hasil optimasinya terhadap yield, densitas, bilangan asam dan viskositas. Yield paling optimal didapat pada variasi volume pelarut dan waktu reaksi 1000 ml dan 180 menit yaitu 28,492%. Hasil GC-MS biodiesel minyak biji mahoni yaitu asam linoleat sebesar 26,76% dan 19,96%, asam oleat 19,31% dan asam stearat sebesar 15,86%.
PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citifolia L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN DARI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin coconut oil) Ilhami, Gita Ayu; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19216

Abstract

Sabun adalah kebutuhan sekunder yang banyak digunakan setiap untuk membersihkan kotoran. Sabun transparan dibuat oleh reaksi saponifikasi antara trigliserida dari asam lemak minyak dan basa alkali (Natrium Hidroksida). Penelitian ini menggunakan metode saponifikasi dengan proses panas, di mana pemanasan dilakukan. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah berbeda karena menggunakan konsentrasi NaOH 25% dengan variasi 15 ml, 20 ml, 25 ml, dan 30 ml untuk membandingkan hasil sabun transparan yang terbaik. Penelitian ini juga mengeksplorasi ekstra buah mengkudu (Morinda citifolia L.) Digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sabun  minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) yang transfaran dengan variasi larutan NaOH yang sama. Hasil penelitian menunjukkan kadar air antara 13,44% hingga 16,62%, pH antara 9,32% hingga 10,05%, asam lemak bebas antara 1,23% hingga 3,35%, alkali bebas antara 2,1% hingga 2,0%, dan uji antibakteri antara 14,0% hingga 7%. Peningkatan variasi NaOH yang digunakan berdampak pada peningkatan pH, kadar air, dan asam lemak bebas, serta penurunan kadar anti bakteri dan alkali bebas.
PEMBUATAN BRIKET DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI JENIS PEREKAT ORGANIK (BONGGOL PISANG, UBI KAYU DAN BIJI NANGKA) Bahri, Syamsul; Muhammad, Muhammad; Furqan, Muhammad Alif; Mulyawan, Rizka; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19656

Abstract

Sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan organik antara lain biomassa atau tanaman yang berserat tinggi dan berpotensi diubah menjadi sumber bahan bakar alternatif. Briket merupakan salah satu jenis sumber energi alternatif. Penelitian ini menghasilkan briket yang dibuat dari bahan tempurung kelapa yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Sebelum dibuat briket, bahan tempurung kelapa tersebut dikarbonisasi. Arang dibuat dengan cara karbonisasi pada suhu 500 °C, kemudian arang tersebut diayak dengan ukuran 80 mesh sehingga diperoleh serbuk arang tempurung kelapa yang diinginkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah jenis perekat dengan bonggol pisang, ubi kayu, dan biji nangka dalam penelitian briket. Serbuk tersebut kemudian dicampur dengan perekat organik, khususnya bonggol pisang, singkong, dan biji nangka, dengan kadar perekat 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat total arang tempurung kelapa untuk membantu mengikat partikel serbuk arang. Briket arang yang dihasilkan dikeringkan dan dilakukan berbagai uji mutu, meliputi penilaian kadar air, kadar abu, kadar zat volatil, karbon tetap, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor optimal biobriket adalah 6324,657 Kal/gr dengan perekat batang pisang 10%, dan briket menunjukkan kadar air rendah sebesar 3,98% pada konsentrasi perekat batang pisang 5%. Kadar abu terendah, 3,04%, tercatat menggunakan perekat biji nangka 20%.
PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL Nurdiah, Ika; Mulyawan, Rizka; Dewi, Rozanna; ., Zulnazri; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20569

Abstract

Proses pengolahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam penelitian ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan pengolahannya menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. Kemudian menghasilkan bioetanol dengan variasi volume 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. Secara berurutan disebut juga 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol masing-masing disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara periode fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol Proses perubahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam karya ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan untuk berubah menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. kemudian memproduksi bioetanol dengan mulai varian 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. masing-masing 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% masing-masing selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara waktu fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol
Penerapan Teknologi Pirolisa Untuk Pengolahan Limbah Plastik Polypropylene Menjadi Bahan Bakar Bensin Wibowo, Rofiq Imam; Sulhatun, Sulhatun; Suryati, Suryati; Muhammad, Muhammad; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.19944

Abstract

Meluasnya pemanfaatan plastik menyebabkan semakin banyaknya sampah plastik yang menumpuk di tempat pembuangan sampah. Pengumpulan sampah plastik merupakan tantangan alam, karena bentuk alam membuat plastik sangat sulit terurai. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi lebih banyak pendekatan untuk mengatasi masalah limbah plastik yang serius, salah satunya termasuk mengubah limbah plastik menjadi alternatif melalui strategi pirolisis. Dengan menggunakan pirolisis, plastik dapat dengan mudah diubah menjadi benda cair yang berfungsi sebagai sumber bahan bakar alternatif yang potensial. Investigasi ini dilakukan dengan menggunakan limbah plastik Polypropylene (PP) dengan perluasan katalis Tanah Liat Bentonit, yang membedakan penyelidikan ini dari penyelidikan sebelumnya. Reaktor yang digunakan adalah reaktor pirolisis dengan variasi suhu yaitu 250„ƒ, 275„ƒ, dan 300„ƒ dengan berat bahan kasar 1 kg dan berat katalis 60 gram. Ketebalan dan konsistensi tersebut mendekati ketebalan dan kekentalan solar, yaitu 0,815 g/cm3 - 0,870 g/cm3 dan 1,630 - 3,870 cP. Nilai kalor yang dihasilkan untuk minyak pirolisis dengan katalis adalah 10619,55 Kal/g.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN KAMBING DAN COCOPEAT DENGAN BIOAKTIVATOR SOT (SUPLEMEN ORGANIK TANAMAN) Chairinnisa, Chairinnisa; Kurniawan, Eddy; Mulyawan, Rizka; Jalaluddin, Jalaluddin; Hakim, Lukman
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12163

Abstract

AbstrakPupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan oleh bakteri pengurai, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman. Pupuk organik padat yaitu pupuk yang diperoleh hewan atau tumbuhan. Pupuk organik padat memiliki unsur hara makro seperti Nitrogen, Fosfor dan Kalium yang dibutuhkan olreh suatu tanaman serta dapat memperbaiki unsur hara dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung kadar Nitrogen, Fosfor dan Kalium dalam pupuk organik padat dengan bahan baku utama yaitu kotoran kambing dan bahan baku pendukung yaitu kapur dolomit, cocopeat dan SOT. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah penambahan bioaktivator SOT, cocopeat, dan dolomit. Salah satu metode proses pembuatan pupuk organik padat yaitu dengan cara fermentasi. Pada penelitian ini yang divariasikan yaitu waktu fermentasi (8, 12, 16 dan 20) hari dan volume SOT (40, 60, 80 dan 100 ml). Hasil penelitian dengan kadar N, P, dan K terbaik didapat pada hari ke 20 dengan volume SOT 100 ml, yaitu 1,83% N, 0,41 % P dan 0,68 % K. lama waktu fermentasi dan volume SOT sangat mempengaruhi kadar N, P dan K. semakin banyak volume SOT maka kadar N, P dan K akan semakin tinggi, begitu juga dengan lama waktu fermentasi yang digunakan.