Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENDAYAGUNAAN LUMPUR GAMBUT DAN KOTORAN SAPI UNTUK MEMPERCEPAT COMPOSTING PADA SAMPAH RUMAH TANGGA Ihsan, Bagus Muhammad; Khayan, Khayan; Sucipto, Cecep Dani; Puspita, Widyana Lakshmi; Nasihin, Nasihin
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1425

Abstract

Environmental pollution-based diseases, nationally like ISPA, malnutrition, diarrhea and thypus are still high. These diseases can be transmitted through disposal of local households and farms that are naturally disposed of (traditionally) unhealthy, such as open dumping, irrigation and dumping in wells. (parit). To control parasites such as helminths and their vectors, health technology is needed, especially for the use of domestic garbage and local cattle debris feces for composting. In addition to serving for the fertilization of crops, the production of composting also added economic value to farmers' incomes and improved public health, as well as the reduction of germs and parasite diseases. The production of composting of household garbage and livestock food residues can be accelerated using cabbage mud and cattle feces. The use of crab mud can accelerate such composting processes, because in cabbag mud contains microbiological Bacilus sp. aerobic/ anaerobic cutting agents. Adding cattle dirt to the composting process can be useful in accelerating the biodegradation process of household garbage. This ability is due to microorganisms such as protozoa, function, Streptococcus sp. and cellulolithic bacteria, which produce cellulose that can break down (biodegradate) the whole substance in household garbage. The purpose of dedication to the community is to expect the cadres and the community to use the mud and feces of cattle to make compost fertilizer. Research methods use Observational and Socialization to the variables studied. The result of dedication to this community is increasing knowledge about cabbage and cow dirt to accelerate composting on household garbage as well as obtaining compost fertilizer for the community.
INHIBITORY POTENTIAL OF BUTTERFLY PEA FLOWER (CLITORIA TERNATEA L) DECOCTION AGAINST ESCHERICHIA COLI BACTERIA Christian , Diky; Ihsan, Bagus Muhammad; Supriyanto, Supriyanto; Djohan, Herlinda
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya hambat rebusan bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli serta menilai efektivitas tiga konsentrasi larutan yang digunakan. Fokus penelitian diarahkan untuk menjawab apakah rebusan bunga telang dapat menghasilkan zona hambat ketika diuji menggunakan prosedur standar pada bakteri uji. Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan uji difusi cakram Kirby–Bauer pada media Mueller Hinton Agar. Rebusan bunga telang disiapkan dalam konsentrasi 40%, 50%, dan 60%, kemudian diuji melalui enam kali replikasi pada setiap kelompok perlakuan. Pengamatan dilakukan setelah inkubasi untuk menentukan ada atau tidaknya zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi rebusan tidak menghasilkan zona bening, sehingga tidak terdapat aktivitas antibakteri terhadap E. coli. Meskipun skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, saponin, dan tanin, senyawa tersebut tidak memberikan efek penghambatan melalui proses perebusan air. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode ekstraksi air kurang efektif untuk menghasilkan komponen aktif yang mampu menghambat bakteri. Kesimpulannya, rebusan bunga telang pada konsentrasi 40–60% tidak memiliki daya hambat terhadap Escherichia coli. .
Uji Efektivitas Perasan Buah Bintaro (Cerbera manghas) Terhadap Kematian Kecoa Amerika (Periplaneta americana) Barlian, Barlian; Ihsan, Bagus Muhammad; Ana, Novika Dewi
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.934 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i1.429

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui efektvitas perasan buah bintaro (Cerbera manghas) terhadap kematian kecoa amerika (Periplaneta americana). Hewan uji yang digunakan yaitu kecoa amerika berjumlah 180 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancang acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 pengulangan. Perlakuan variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 15%, 30%, 45%, 60% dan 75%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal wallis, hasil perhitungan uji Kruskal wallis menunjukkan Asym.Sig > 0.05 (0,076 > 0,05) artinya tidak terdapat jumlah kematian yang signifikan pada variasi konsentrasi perasan, Sehingga dapat disimpulkan bahwa perasan buah bintaro (Cerbera manghas) tidak efektif sebagai insektisida nabati terhadap kecoa amerika (Periplaneta americana) dan pada variasi konsentrasi perasan tertinggi yaitu 75% dapat mengakibatkan kematian 67% pada kecoa amerika (Periplaneta americana). Untuk penelitian lebih lanjut dapat menggunakan metode ekstraksi agar senyawa yang terkandung dalam tanaman dapat bekerja lebih optimal.
Efektivitas Sistem Ventilasi Mekanik (Exhaust Fan) Terintegrasi Klorinasi untuk Mengurangi Koloni Bakteri di Ruang Perawatan Gigi Adib, Moh.; Ningsih, Neny Setiawaty; Suharno, Suharno; Herlina, Rita; Ihsan, Bagus Muhammad
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3202

Abstract

Latar Belakang: Kontaminasi mikroba udara (bioaerosol) di ruang perawatan gigi merupakan faktor risiko penularan infeksi terkait pelayanan kesehatan, terutama pada prosedur yang menghasilkan aerosol. Studi mengenai integrasi ventilasi dan desinfeksi untuk mengendalikan bakteri udara masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem ventilasi mekanik (exhaust fan) yang terintegrasi dengan desinfeksi kalsium hipoklorit dalam menurunkan koloni bakteri udara. Metode: Penelitian eksperimen semu dengan desain pretest–posttest dilakukan pada empat kondisi, yaitu P1 (sebelum ventilasi), P2 (setelah ventilasi), P3 (outlet tanpa desinfeksi), dan P4 (outlet dengan kalsium hipoklorit). Pengambilan sampel udara menggunakan metode settle plate dengan lima cawan Nutrient Agar selama 15 menit pada ketinggian satu meter. Exhaust fan dioperasikan selama satu jam sebelum pengambilan sampel. Setiap kondisi diulang 15 kali. Koloni bakteri dihitung dan dikonversi menjadi CFU/m³ menggunakan rumus Omeliansky. Hasil: Konsentrasi awal bakteri sebesar 211,04 CFU/m³. Ventilasi menurunkan koloni bakteri secara signifikan menjadi 100,63 CFU/m³ (p = 0,015). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara udara ruangan dan outlet (p = 0,297). Penambahan kalsium hipoklorit menurunkan koloni bakteri secara signifikan menjadi 16,07 CFU/m³ (p < 0,001). Kesimpulan: Ventilasi mekanik efektif menurunkan bakteri udara, dan integrasi dengan desinfeksi kalsium hipoklorit mampu meminimalkan kontaminasi mikroba sebelum udara dilepaskan ke lingkungan.