Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Adaptasi Strategi Bisnis UMKM Indonesia terhadap Ketidakpastian Ekonomi Global dan Kebijakan Perpajakan 2026 Ananda, Calvin; Saepudin, Saepudin; Wahjoedi, Tri; Pamudya, Owen Al Azis; Putra, Alan Alfariza
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7398

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja, namun menghadapi tantangan akibat ketidakpastian ekonomi global dan perubahan kebijakan perpajakan yang semakin dinamis dan kompleks. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana ketidakpastian ekonomi global yang bersifat VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity) serta kebijakan perpajakan mempengaruhi keberlangsungan usaha UMKM, serta bagaimana pelaku usaha merespons kondisi tersebut melalui strategi adaptasi yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari faktor-faktor tersebut dan mengidentifikasi strategi adaptasi yang dilakukan UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dari jurnal ilmiah, laporan ekonomi, serta dokumen kebijakan pemerintah yang relevan dan terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpastian ekonomi global berdampak pada peningkatan biaya produksi, perubahan daya beli masyarakat, serta ketidakstabilan usaha, sementara kebijakan perpajakan mempengaruhi tingkat kepatuhan dan pengelolaan keuangan UMKM. Dalam menghadapi kondisi tersebut, UMKM menerapkan strategi adaptasi berupa digitalisasi usaha, diversifikasi produk, efisiensi operasional, serta peningkatan literasi keuangan dan perpajakan. Dengan demikian, kemampuan adaptasi yang didukung oleh kapasitas internal usaha serta kebijakan pemerintah yang responsif menjadi faktor kunci dalam meningkatkan ketahanan usaha dan daya saing UMKM di tengah dinamika ekonomi global.
Peran Work-Life Balance dalam Memediasi Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bierhoff, Rainhart; Kusdiana, Shindi; Putri, Mauludia Mugianto; Azzhara, Calista Desi; Wahjoedi, Tri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7846

Abstract

This study aims to examine the role of work-life balance in mediating the relationship between workload, job stress, and employee performance using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Referring to the PRISMA guidelines, this study systematically analyzed 20 scientific articles published in SINTA 4 and SINTA 5 accredited journals within the period of 2019–2025. The findings reveal a consistent pattern indicating that workload has a significant positive effect on job stress, while job stress negatively impacts employee performance. High workload, particularly in the form of task complexity and time pressure, contributes to increased psychological strain, which ultimately reduces productivity and work quality. Furthermore, this study highlights the strategic role of work-life balance as a mediating variable that is capable of reducing the adverse effects of job stress on employee performance. Employees who are able to maintain a balance between work demands and personal life tend to demonstrate better resilience, higher job satisfaction, and sustained performance levels despite high job demands. In the context of the digital era, where technological advancements intensify work demands and blur work-life boundaries, the implementation of work-life balance becomes increasingly critical. This study contributes theoretically by integrating organizational and psychological factors into a comprehensive conceptual framework. Practically, the findings provide insights for organizations to design flexible work policies that support employee well-being. Therefore, work-life balance is not only a mediating factor but also a key strategic element in enhancing sustainable employee performance.
Peran Influencer Marketing dalam Membangun Kepercayaan Konsumen: Systematic Literature Review Rachman, Naura Da; Devianti, Ellya Novita; Wahjoedi, Tri; Kumalasari, Dinda; Syaharani, Amelia Andhini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8113

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam strategi pemasaran, salah satunya melalui pemanfaatan influencer marketing sebagai sarana komunikasi dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran influencer marketing dalam membangun kepercayaan konsumen melalui pendekatan systematic literature review (SLR) dengan mengumpulkan, mengkaji, dan mensintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kepercayaan konsumen melalui kredibilitas influencer, kualitas komunikasi, serta tingkat keterlibatan dengan audiens. Kepercayaan konsumen terbentuk melalui penyampaian konten yang autentik, konsisten, dan relevan dengan kebutuhan audiens, serta diperkuat oleh kesesuaian antara karakter influencer dan produk yang dipromosikan sesuai dengan konsep Match-Up Hypothesis. Selain itu, faktor daya tarik, keahlian, originalitas, dan homofili juga berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas influencer dalam memengaruhi persepsi dan sikap konsumen. Interaksi yang intens antara influencer dan audiens turut menciptakan kedekatan emosional yang berdampak pada meningkatnya kepercayaan serta minat pembelian konsumen. Di sisi lain, kurangnya transparansi dalam sponsorship, ketidaksesuaian antara influencer dan produk, serta over-exposure dan keterlibatan influencer dalam isu negatif dapat menurunkan tingkat kepercayaan konsumen secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan influencer marketing dalam membangun kepercayaan konsumen ditentukan oleh kredibilitas, kesesuaian, kualitas komunikasi, serta transparansi dalam penyampaian informasi pemasaran secara berkelanjutan dan konsisten dalam jangka panjang.
Pengaruh Pelayanan dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Mahasiswa Di STIE Mahardhika Surabaya Rahmawati, Anizza; Wahjoedi, Tri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara mendalam pengaruh kualitas pelayanan dan ketersediaan fasilitas terhadap tingkat kepuasan mahasiswa di STIE Mahardhika Surabaya. Mengingat persaingan yang semakin ketat dalam industri pendidikan tinggi, institusi dituntut untuk tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga dalam memberikan pengalaman layanan yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 81 responden mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang mengadopsi skala Likert empat tingkat untuk memastikan ketegasan jawaban responden, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa secara kolektif atau simultan, variabel pelayanan dan fasilitas memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kepuasan mahasiswa. Hal ini mengonfirmasi bahwa integrasi antara profesionalisme layanan administrasi dan kelengkapan infrastruktur fisik merupakan kunci utama dalam membentuk persepsi positif pengguna jasa pendidikan. Namun, temuan unik muncul pada uji parsial, di mana masing-masing variabel secara individual tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Hal ini mengindikasikan adanya celah di mana mahasiswa cenderung melihat mutu institusi sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan sebagai elemen yang terpisah. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan sebagian besar fluktuasi kepuasan, sementara sisanya dipengaruhi oleh variabel eksternal lainnya. Oleh karena itu, STIE Mahardhika Surabaya disarankan untuk melakukan perbaikan kualitas secara holistik dan berkelanjutan demi meningkatkan loyalitas serta citra institusi di masa depan.