Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Dan Buah Pepaya (Carica Papaya L.) Menggunakan Metode DPPH Vicko Suswidiantoro; Novi Ana Nurlaili; Indah Safitri; Amanda Tirtasena; Kiki Ariska; Mela Annisa; Mela Kurniasari; Wina Safutri; Riza Dwiningrum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1675

Abstract

Free radicals are unstable molecules that can cause cell damage and trigger various degenerative diseases. One effort to inhibit the adverse effects of free radicals is to use antioxidants. Tomato fruit (Solanum lycopersicum L.) and papaya fruit (Carica papaya L.) are known to contain various antioxidant compounds such as lycopene, vitamin C, flavonoids, and phenolics. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of a combination of tomato and papaya fruit extracts using DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method and determine the best value of IC₅₀ from three comparisons of extract combinations. This type of research is a qualitative and quantitative experimental study. Tomato and papaya fruits were extracted using maceration method with 96% ethanol. The result of this study was that in three comparisons the combination of tomato and papaya extracts, 25%:75%, 50%:50%, and 75%: 25% based on IC50 parameters showed very strong antioxidant activity. The ratio of 25%: 75% resulted in the value of IC50 of 2.44 ° 0.003 ppm, the ratio of 50%: 50% of 2.14 ° 0 ppm, and the ratio of 75%: 25% of 2.4710 ° 0.003 ppm. The conclusion of this study is that in the statistical test comparison of the combination of tomato and papaya extracts, the three comparisons have a very strong antioxidant activity and there is no significant difference, with a significance value of p = 1,000.
Formulasi Sediaan Krim Tabir Surya Ekstrak Etanolik Daun Leunca (Solanum Nigrum L.) Dan Uji Sun Protection Factor (SPF) Vicko Suswidiantoro; Dila Cindy Reptiana; Haikal Nur Islam; Hazballah Asy Syifa; Miftah Khoirun Nissa; Audya Zahra; Eva Nurul Baity; Wulan Cahya Indah; Wina Safutri; Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi; Iga Mayola Pisacha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1873

Abstract

Human skin is a very important organ because it is located on the outside of the body and functions to receive external stimuli such as touch, pain, and other influences. One cause of damage is ultraviolet (UV) rays. Leunca leaves (Solanum nigrum L.) have high antioxidant activity, which is associated with their flavonoid content, especially quercetin and kaempferol. The purpose of this study was to determine the characteristics of sunscreen cream preparations from ethanolic extract of leunca leaves (Solanum nigrum L.) and to determine the concentration of ethanolic extract of leunca leaves (Solanum nigrum L.) in cream preparations that provide good sunscreen potential based on the Sun Protection Factor (SPF) value. The method used was experimental in making sunscreen cream preparations with concentrations F1 (0.05%), F2 (0.10%), F3 (0.20%) and F4 (0.30%). Physical quality tests, organoleptic tests, homogeneity tests, Ph tests, spreadability tests, and adhesion tests were carried out. protection power test, viscosity test, cream type test and SPF value test. In the four formulations meet the physical quality test requirements that distinguish them are in the Sun Protection Factor (SPF) value. The best is in formulation 4, which is 2.19, which is included in the minimum protection
Evaluasi Pelayanan Informasi Obat Terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Restu Bunda Teluk Betung Tahun 2025 Elsya Azis Suryani; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri; Riesce Octa Verantika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2147

Abstract

Pemberian informasi obat memiliki peranan penting dalam memperbaiki kualitas hidup dari pasien dan menyediakan pelayanan yang bermutu bagi pasien sehingga menurunkan ketidakpatuhan pasien. Kelengkapan pelayanan informasi obat pada pasien sangatlah berpengaruh terhadap kepuasan pasien, kepuasan pasien dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya adalah pemberian informasi yang baik, keramahan tenaga kefarmasian, kecepatan pelayanan, ketersediaan obat, kebersihan ruang tunggu, serta ketersediaan media sebagai informasi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelayanan informasi obat, Tingkat kepuasan pasien, dan hubungan pelayanan informasi obat terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Restu Bunda Teluk Betung Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan di RSIA Restu Bunda Teluk Betung Tahun 2025. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 110 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan uji non-parametrik chi square untuk mengetahui hubungan antar variable. Hasil penelitian pelayanan informasi obat yang diberikan dengan kategori baik sebanyak 89 pasien (80,9%), Tingkat kepuasan pasien tergolong pasien merasa puas sebanyak 88 pasien (80%) Dan didapatkan hasil korelasi pearson signifikansi sebesar 0,021 (p 0,05). Berdasarkan hasil tersebut terdapat hubungan pelayanan informasi obat dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu Dan Anak Restu Bunda Teluk Betung Tahun 2025.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Body Scrub Kombinasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp. dan Beras Putih (Oryza sativa L. ) Sebagai Antioksidan Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi; Vicko Suswidiantoro; Clarissa Helmavicha Amanda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2247

Abstract

Body scrub is a cosmetic that acts as an exfoliator, which has the ability to remove dead skin cells and provide protection to the skin from free radical attacks. One of the natural ingredients that can be used as raw material for body scrub is bay leaf (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) and white rice (Oryza sativa L.) with flavonoids, tocopherols, and tocotrienols that act as natural antioxidants. The study purpose was: This study aims to determine the physical quality characteristics and antioxidant activity of bay leaf and white rice extract body scrub preparations using UV-Vis spectrophotometry. Materials and methods. The method used in the study was experimental in the laboratory by making three formulations of body scrub concentrations FI (3%,10%), FII (6%,10%), and FIII (9%,10%). Results: The results of the study stated that the three formulas met the requirements of the physical quality test, but did not meet the protective power test and the preparations had different antioxidant values, where the best formula that had a very strong antioxidant activity value was in formula III with an IC50 value obtained of 45.452, which was included in the very strong category. Conclusions. The research conducted is expected to be an initial reference for further researchers to conduct pharmacological activity tests such as antibacterial or anti-inflammatory in vivo to support the further benefits of the preparations made.
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Obat Antidiabetes Pada Masyarakat Desa Panggung Rejo Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung Riesce Octa Verantika; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri; Mida Pratiwi; Elsya Azis Suryani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2285

Abstract

Diabetes melitus menjadi salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang terus meningkat di Kabupaten Mesuji, sehingga upaya pengelolaan pada penyakit ini perlu untuk ditingkatkan agar dapat menekan angka kejadian pada penyakit tersebut. Penggunaan etnomedisin dalam terapi diabetes melitus telah menjadi alternatif dalam pengobatan konvensional di berbagai budaya. Tujuan: Untuk menggali informasi terkait jenis tumbuhan, bagian tumbuhan serta cara pengolahan tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat Antidiabetes oleh Masyarakat Desa Panggung Rejo Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif Kualitatif dengan menggunakan metode Snowball Samplingdalam proses penggalian informasi yaitu pemilihan sampel dilakukan melalui informan kunci yang dipilih berdasarkan pengetahuan dan pemahamannya dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstruktur pada Masyarakat Desa Panggung Rejo Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung sebanyak 12 orang responden. Hasil: Didapatkan 13 jenis spesies tumbuhan yang digunakan sebagai obat Antidiabetes, tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah tumbuhan Pandan dan jahe (14%). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan yaitu bagian daun (62%), buah (15%), rimpang (15%) dan batang (8%). Cara Pengolahan tumbuhan yang diterapkan oleh Masyarakat yaitu dengan cara direbus (77%) diblender (15%) dan diparut (8%). Kesimpulan: Secara ilmiah, tumbuhan-tumbuhan tersebut terbukti mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, menghambat enzim pencernaan karbohidrat, serta melindungi sel β pankreas dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata (Vieill.) K.Schum) Dan Daun Kemangi (Ocimum X Africanum Lour) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Vicko Suswidiantoro; Miko Nanda Kusuma
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2630

Abstract

Penyakit menular menjadi masalah serius yang dapat ditularkan oleh manusia dan hewan. Jamur ini dapat menyebabkan infeksi seperti kandidiasis yang mengenai kuku, kulit, paru-paru, mulut dan vagina. Pengobatan dengan menggunakan obat antijamur sintetis dapat menyebabkan jamur menjadi resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan antijamur yang terbuat dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skrining fitokimia pada ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour) dan menganalisis efektivitas kombinasi ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini dilakukan uji daya hambat dengan variasi konsentrasi PI 30%:5%, PII 15%:7,5%, dan PIII 45%:2,5%. Hasil penelitian uji skrining fitokimia pada lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour) didapatkan hasil bahwa ekstrak positif menagandung saponin, tanin, alkaloid, dan flavonoid sedangkan pada senyawa steroid didapatkan hasil negatif. Hasil uji aktivitas antijamur pada konsentrasi 30%:5% sebesar 8,35 mm, konsentrasi 15%:7,5% sebesar 6,64 mm, dan konsentrasi 45%:2,5% sebesar 7,30 mm. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antijamur yang dianalisis dengan menggunakan uji One Way ANOVA dan didapatkan hasil nilai sig >0,05 yaitu 0,955 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok uji. Dari hasil uji dapat disimpulkan bahwa PI dengan konsntrasi 30%:5% merupakan konsentasi paling efektif dalam mengambat jamur Candida albicans.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Clay Mask Ekstrak Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) Sebagai Antioksidan Dengan Metode 1,1-Difenil-2-Pikrihidazil (DPPH) Riza Dwiningrum; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Vera Tri Anjani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2866

Abstract

Clay mask is a topical preparation designed to maintain skin hydration while providing protection against oxidative stress induced by free radicals. Longan leaves (Dimocarpus longan Lour.) are known to contain flavonoid compounds that function as natural antioxidants, making them a potential active ingredient in clay mask formulations. The study purpose was: This study aimed to evaluate the physical quality characteristics and antioxidant activity of clay mask preparations containing longan leaf extract using UV-Vis spectrophotometry. Materials and methods. An experimental method was employed, involving the formulation of three clay mask variants with extract concentrations of F1 (5%), F2 (10%), and F3 (15%). Results: The results demonstrated that all formulations met the physical quality standards. Antioxidant activity varied among the formulas, with F3 showing the highest activity, indicated by an IC₅₀ value of 44.046 ppm, categorized as very strong. Conclusions. This study is expected to serve as a preliminary reference for future research, including the incorporation of fragrance, antibacterial activity testing, and pharmacological evaluation using animal models.
Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Krim Dari Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) Sebagai Pelembab Kulit Riza Dwiningrum; Linatul Arifah; Mida Pratiwi; Vicko Suswidiantoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3011

Abstract

Kulit kering merupakan kondisi yang sering terjadi akibat menurunnya kadar air dan natural moisturizing factor (NMF) pada permukaan kulit. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan penggunaan pelembab berbahan dasar alami. Daun sirsak (Annona muricata Linn) diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat membantu meningkatkan kelembapan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mutu fisik sediaan krim dari ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata Linn) sebagai pelembab kulit. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Ekstrak daun sirsak diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, serta dibandingkan dengan kontrol positif (Dorskin) dan kontrol negatif (blanko). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula krim memiliki mutu fisik yang memenuhi standar, seperti tampilan organoleptis yang stabil, homogenitas merata, pH berada dalam kisaran aman untuk kulit (5,84–6,39), daya sebar optimal (5,3–6,4 cm), daya lekat sesuai standar (3,8–4,9 detik), viskositas stabil (3.400–7.000 cP), dan tidak mengalami perubahan signifikan selama uji stabilitas. Formula dengan konsentrasi 20% ekstrak daun sirsak (F3) menghasilkan rata-rata peningkatan kelembapan kulit sebesar 61,87%, yang merupakan hasil terbaik di antara semua formula. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok konsentrasi (p = 0,000), yang menandakan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak daun sirsak berpengaruh nyata terhadap kelembapan kulit. Disarankan agar ekstrak daun sirsak digunakan dalam konsentrasi optimal sebagai bahan aktif alami dalam sediaan krim pelembab kulit, serta dilakukan uji lanjutan untuk menilai keamanan dan stabilitas jangka panjang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Kepatuhan Terhadap Penggunaan Obat Antihipertensi Di Puskesmas Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Turisma Alfi Arizona; Riza Dwiningrum; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3058

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan dan penyebab kematian utama di negara maju maupun negara berkembang. Penyakit hipertensi tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup. Tingkat pengetahuan penyakit hipertensi yang baik akan berpengaruh pada sikap kepatuhan penggunaan obat. Pemilihan lokasi penelitian di Puskesmas Sukoharjo didasarkan pada tingginya jumlah kasus hipertensi yang tercatat setiap tahun serta masih rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi obat, sehingga wilayah ini dianggap representatif untuk mengevaluasi keterkaitan antara pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan terhadap penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan HFQ (Hypertension Fact Quisionnare) menghasilkan kategori sedang (64%) dan kuesioner kepatuhan MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) menghasilkan kategori sedang (64%) dengan besar sampel 100 responden. Hasil analisis hubungan antara variabel tingkat pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan terhadap penggunaan obat antihipertensi didapatkan dengan nilai p value 0,068 yang menunjukkan tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan terhadap penggunaan obat antihipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan terhadap penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Kata Kunci: Hipertensi, Pengetahuan, Kepatuhan, Penggunaan Obat Hypertension remains a significant health problem and is a leading cause of death in both developed and developing countries. Although hypertension cannot be cured, it can be controlled through medication and lifestyle changes. A good level of knowledge about hypertension can influence patients' adherence to antihypertensive medication. Sukoharjo Public Health Center was chosen as the research site due to its high number of hypertension cases reported annually and the observed low adherence among patients in undergoing treatment, making it a representative location to evaluate the correlation between patients’ knowledge and adherence. The aim of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and the level of adherence to antihypertensive drug use at Sukoharjo Public Health Center, Pringsewu Regency in. This research used a cross-sectional design, with data collected using the Hypertension Fact Questionnaire (HFQ) to assess knowledge resulting in a moderate category (64%) and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) resulting in a moderate category (64%) to measure medication adherence with a sample size of 100 respondents. The relationship analysis between knowledge and adherence levels showed a p-value of 0.068, indicating that there was no significant correlation between knowledge level and adherence to antihypertensive drug use. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between knowledge and adherence to antihypertensive medication among patients at Sukoharjo Public Health Center, Pringsewu Regency in. Keywords: Hypertension, Knowledge, Adherence, Drug Use
Analisis Bahan Kimia Obat Pada Jamu Asam Urat Yang Beredar Di Kota Metro Dengan Metode U-Hplc Salsa Della Ananta Putri; Vicko Suswidiantoro; Iga Mayola Pisacha; Mida Pratiwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3375

Abstract

Penggunaan Bahan Kimia Obat (BKO) menimbulkan keresahan di masyarakat terutama karena beberapa jamu tradisional Obat tradisional termasuk jamu yang tidak boleh mengandung Bahan Kimia Obat atau senyawa yang sengaja ditambahkan dalam sediaan obat konvensional untuk meningkatkan khasiat sediaan obat tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis adanya kandungan natrium diklofenak pada jamu asam urat yang beredar di Kota Metro. Analisis dilakukan dengan pengujian kualitatif menggunakan pereaksi warna KMnO4 dan AgNO3, uji kuantitatif menggunakan U-HPLC terhadap lima sampel jamu yang diperoleh. Hasil penelitian secara kualitatif menunjukkan bahwa kelima sampel dengan kode A,B,C,D,E positif mengandung natrium diklofenak. Dan kadar natrium diklofenak yang diperoleh pada pengujian dengan U-HPLC didapatkan pada sampel B yaitu 0,198mg/L dan sampel D yaitu 0,2201mg/L. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian jamu asam urat yang beredar di Kota Metro masih terindikasi mengandung Bahan Kimia Obat, sehingga perlu dilakukan pengawasan lebih lanjut mengenai keamanan produk jamu yang beredar. Kata kunci: Asam Urat, Bahan Kimia Obat, Jamu, U-HPLC ABSTRACT Traditional medicines, including herbal medicines, must not contain chemical drugs or compounds intentionally added to conventional medicinal preparations to increase the efficacy of traditional medicinal preparations. This study was conducted to analyze the presence of sodium diclofenac content in gout herbal medicines circulating in Metro City. The analysis was carried out by qualitative testing using KMnO4 and AgNO3 color reagent, quantitatively using U-HPLC on five herbal medicine samples obtained. The results of the qualitative study showed that the five samples with codes A, B, C, D, E were positive for containing sodium diclofenac. And the levels of sodium diclofenac obtained in the U-HPLC test were found in sample B, namely 0.198 mg/L and sample D, namely 0.2201 mg/L. Thus, it can be concluded that some gout herbal medicines circulating in Metro City are still indicated to contain chemical drugs, so further monitoring is needed regarding the safety of herbal products in circulation. Keywords: Gout, Herbal Medicine, Pharmaceutical Chemical Substances, U-HPLC
Co-Authors Abdul Mun'ím Abdul Mun’im Adi Saputra Afi Sania Rosanti Ahmad Zul Khoiri Aini, Sarifatul Amanda Tirtasena ananda, ardini Andika Wahyu Saputra Anggun Fitria Annajim Daskar Annies Surya Utami Annisa Zahra Artadevy, Nadhila Fahira Audya Zahra Aulika Lestari, Fina Bastian, Arif Alexander Bayu Satriawan, Ahmad Clarissa Helmavicha Amanda Damayanti Abdul Karim, Dewi Daskar, Annajim Deswita, Dwi Diah Kartika Putri Diah Kartika Putri Dila Cindy Reptiana Dimas Thoriq Muhammad Iqbal Edy Syamsuri Eka Pratiwi Yunianti Eka Selviyana Elsya Azis Suryani Eva Nurul Baity Fadia Zahra, Alya Fadlina Chany Saputri Fikriya Ridlawati Gustianing, Defy Haikal Nur Islam Hazballah Asy Syifa Iga Mayola Pisacha Iga Mayola Pisacha iga mayola pisacha Indah Safitri Jelita Kartika Juliatika Kurniawati Kaka Widi Rahayu Kartika Putri, Diah Katika Putri, Diah Kiki Ariska Lestari, Fina Aulika Linatul Arifah M.Syarif Alhauri Mahendri, Adelia Citra Mayola Pisacha, Iga Mela Annisa Mela Kurniasari Mida Pratiwi Mida Pratiwi Miftah Khoirun Nissa Miftausakina, Taufiki Miko Nanda Kusuma Muhammad Ridwan Mun'im, Abdul Novi Ana Nurlaili Nurazizah, Amalia Siti Pisacha , Iga Mayola Pisacha, Iga Mayola Pratama, Dimas Feriza Pratama Puspita, Cici Chandra Putri, Diah Karika Putri, Diah Kartika Riesce Octa Verantika Riska Reza Novita Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum, Riza Rosanti, Afi Sania Safitri, Indah Salsa Della Ananta Putri Saputra, Cahya Agung Sari, Yuhana Satriawan, Ahmad Bayu Septiana, Elen Suci Humayroh Sucipto, Ajeng Afriliana Sutomo, Ahmad Syaifurrahman, Amir Tanjung, Salsabila Adelia Tias Eka Rahmawati Triyani Anggun Sari Sari Turisma Alfi Arizona Vera Tri Anjani Wibowo, Catur Ari Wina Safutri Wina Safutri Wulan Cahya Indah Yanti, Erna Yeni Aryanti