Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Produksi Dan Strategi Pemasaran Kunyit Kering di Desa Taro Gianyar Rosiana, I Wayan; Sari, Ni Kadek Yunita; K, Natalia Sri Endah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 2 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.611 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i2.2392

Abstract

ABSTRAKUsaha pengembangan kunyit kering dilakukan oleh salah satu kelompok wanita tani di Desa Taro Gianyar. Selama ini kunyit kering yang dihasilkan masih terbatas diproduksi untuk memenuhi pesanan dari salah satu pengobatan herbal di wilayah Ubud. Produksi dilakukan secara otodidak dan tanpa menggunakan SOP standar pembuatan kunyit kering. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok wanita tani di Desa Taro, Gianyar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu 1) Mitra mampu menerapkan prinsip hyegene sanitasi; 2) Memiliki keterampilan membuat kunyit kering sesuai SOP; Produk kunyit kering memiliki merk dagang dan desain kemasan produk; 3) Memiliki strategi pemasaran online. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan penyuluhan kepada mitra terkait prinsip dasar higiene sanitasi, proses produksi produk, pelabelan dan pengemasan produk serta strategi pemasaran. Hasil kegiatan diukur dengan memberikan pre test sebelum pendampingan dan post test setelah pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan 1)Pemahaman mitra terkait personal higiene dan sanitasi lingkungan meningkat 30% setelah pelatihan; 2)Mitra memiliki keterampilan membuat simplisia kunyit sesuai dengan Standar Operasional Kerja (SOP); 3)Mitra memiliki produk kunyit kering dengan kemasan dan label produk; 4) Mitra mampu menentukan harga jual produk dan memiliki strategi pemasaran online dengan memanfaatkan market place facebook.Kata kunci: Desa Taro, kelompok wanita tani, produk kunyit kering
Pendampingan Herbal Dan Pelatihan Senam Jantung Untuk Lansia di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar Widhiantara, I Gede; Rosiana, I Wayan; Wiradana, Putu Angga; Sandhika, I Made Gde Sudyadnyana; Permadi, Agung Wahyu; Jawi, I Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 2 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.522 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i2.2395

Abstract

ABSTRAKPopulasi penduduk lansia di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar, cukup tinggi dengan rata-rata 200 orang di tiap banjar. Sebagian besar lansia menderita keluhan hipertensi yang merupakan faktor resiko penyakit jantung dan stroke. Hasil wawancara dengan beberapa penduduk Desa Celuk bahwa masyarakat lokal secara empiris masih mempertahankan tradisi pemanfaatan herbal untuk mencegah ataupun mengobati penyakit namun kurang memahami cara pengolahan, dosis dan manfaat yang tepat. Program pengadian ini dilaksanakan selama 5 bulan di Desa Adat Celuk, Sukawati Gianyar. Tujuan dari program ini yaitu mengedukasi manfaat tanaman herbal untuk pencegahan dan terapi keluhan kesehatan lansia, melatih mengolah minuman herbal yang higienis, tepat dosis, meningkatkan kesehatan fisik lansia melalui kombinasi minuman herbal dan aktifitas fisik melalui latihan senam jantung. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini berupa pendampingan dan pelatihan. Target dan luaran dari program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengolah minuman herbal dan meningkatkan kesehatan fisik lansia melalui latihan senam jantung. Hasil kegiatan terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan lansia rata-rata sebesar 50,83 % dalam budidaya dan membuat minuman herbal serta melakukan senam kesehatan jantung.Kata kunci: herbal, latihan fisik, lansia, CelukABSTRACTThe elderly population in Celuk Village, Sukawati, Gianyar, is relatively high, with an average of 200 people in each Banjar. Most of the elderly suffer from hypertension, a risk factor for heart disease and stroke. The results of interviews with several residents of Celuk Village show that the local community empirically still maintains the tradition of using herbs to prevent or treat disease but does not understand how to process them, the proper dosage, and their benefits. This court program was held for 5 months in the Celuk Traditional Village, Sukawati Gianyar. The aim of this program is to educate the benefits of herbal plants for the prevention and treatment of elderly health complaints, train them to process herbal drinks that are hygienic, in the right dosage, improve the physical health of the elderly through a combination of herbal beverages and physical activity through heart exercises. The method applied to this activity is in the form of mentoring and training. The target and outcome of this service program are to increase the knowledge and skills of the elderly in processing herbal drinks and improve their physical health of the elderly through heart exercises. The results of the activity showed an increase in the understanding and skills of the elderly on average by 50.83% in cultivating and making herbal drinks and doing heart health exercises.Keywords: herbs, physical exercise, elderly, Celuk
Prevalence of bacterial contamination on seafoods products collected from traditional fish market in Bali Province during 2023: Prevalensi kontaminasi bakteri pada produk hasil ikan laut yang dikumpulkan dari pasar ikan tradisional di Provinsi Bali selama tahun 2023 Sudaryatma, Putu Eka; Wiradana, Putu Angga; Razaq, Imanuddin; Sunarsih, Ni Luh; Jatmiko, Aris; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Widhiantara, I Gede; Sandhika, I Made Gde Sudyadnyana; Rosiana, I Wayan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.61627

Abstract

Seafood provides essential nutrients beneficial for human health; however, it is highly vulnerable to harmful bacterial infections that pose significant public health risks. This research seeks to assess the prevalence of five categories of seafood obtained from various traditional fish markets in Bali Province. A total of 108 tuna samples, 78 pelagic fish samples, 37 cephalopod samples, 14 sardine samples, and 53 demersal fish samples were collected from various traditional markets in Bali Province. This research evaluated the prevalence of E. coli, coliforms, Salmonella, V. cholerae, and V. parahaemolyticus. The study revealed that the highest prevalence of E. coli, coliform, and V. parahaemolyticus contamination in tuna samples was 95 (87%), 95 (87%), and 103 (95%), respectively. The study indicated that E. coli and coliforms were present in 73 of the 78 pelagic fish samples, representing 93% contamination. Sardine samples exhibited the lowest prevalence of bacteria. All seafood samples, however, tested negative for Salmonella and V. cholera. PCR products from E. coli and V. parahaemolyticus isolates were effectively amplified for the target genes utilized in this study. Local seafood markets should adopt appropriate handling and storage practices to enhance seafood quality. This study emphasizes the significant presence of E. coli, coliforms, and V. parahaemolyticus in seafood, along with the potential health risks posed by specific strains and their antibiotic resistance.