Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peran Teknologi Finansial Pada Muamalat Din Dalam Persepsi Nasabah Bank Muamalat Ponorogo Nadila Mei Nur Sholihah; Khoirun Nisak
Falahiya: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/falahiya.v3i1.3351

Abstract

Introduction: The combination of effectiveness and technology positively impacts society in general due to the problems with Muamalat mobile banking, namely the TIN (Transaction Identification Number), during transactions, which provides sufficient benefits but still causes difficulties for customers. The main aim of this research is to analyze the role of financial technology in Muamalat DIN mobile banking. This research uses field research by looking for data sources directly from Bank Muamalat Ponorogo customers. By using a qualitative research approach. Research Methods: The data collection method used was interviews, with data validity and credibility techniques using triangulation techniques. Results: the results of this research are 1) fintech can provide its role to customers, 2) Factors that Influence Customer Perceptions in Transactions Using Financial Technology (fintech) at Muamalat DIN through 3 aspects, 3) obstacles that customers often face are errors and signals. Conclusion: the role of financial technology (fintech) in Muamalat DIN Ponorogo's mobile banking is sufficient to provide its role to its customers, and there is compatibility through practice in the field with several indicators of financial technology, namely knowledge about financial technology and effectiveness. In providing its role, of course, some factors influence customers' perceptions of making transactions using fintech at Muamalat DIN. Access to use provides convenience. However, there are obstacles for customers, such as application interference, signals that are difficult to reach, etc. Therefore, this is a significant technological obstacle regarding obstacles that customers, such as signal interference, often face.
Analisis Kinerja Program Desa Berdaya di Kabupaten Mojokerto Khoirun Nisak; Bambang Kusbandrijo
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 22 No. 1 (2025): April : Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v22i1.2913

Abstract

<p style="text-align: justify;"><em>As the smallest unit of government in promoting local economic growth, the village plays a crucial role; therefore, the government encourages sustainable village development based on local advantages, community participation, and economic empowerment&mdash;one of which is the Desa Berdaya Program implemented in Mojokerto Regency. The Desa Berdaya Program promotes village self-reliance by developing human potential and strengthening the local economy. The program&rsquo;s success depends on the synergy between government policies, individual/team performance, and active community involvement to achieve the goal of independent and sustainable village development. This study aims to evaluate the implementation of the Desa Berdaya Program in Mojokerto Regency by examining the alignment between the planned initiatives and actual conditions in the field, as well as identifying the challenges that influence the program&rsquo;s effectiveness. This study utilizes a qualitative descriptive approach, gathering data through observations, interviews, and document analysis. The data were processed through stages of collection, reduction, organization, and interpretation to draw conclusions. The results of the study indicate that the performance of the Desa Berdaya Program in Mojokerto Regency can be considered successful, yet improvements are needed for 2025&ndash;2026. The program&rsquo;s success is influenced by performance management factors (Armstrong), including individual, leadership, team, system, and situational/contextual elements. The inhibiting factor lies in the limited capacity and understanding of individuals regarding the Desa Berdaya Program. Meanwhile, the supporting factors include bureaucratic leadership and effective team performance, attributed to good communication among members.</em></p>
Pengembangan Model Pendidikan Islam Berbasis Literasi Digital Untuk Generasi Alpha Di Indonesia Sudirman, Sudirman; Leli Hasanah Lubis; Ali Sadikin Ritonga; Khoirun Nisak; Cynthia
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Alpha, yang lahir sejak tahun 2010 ke atas, tumbuh dalam era digital dengan kemampuan teknologi yang tinggi dan gaya belajar visual-interaktif. Mereka memiliki kecepatan dalam mengakses informasi, namun juga menghadapi tantangan seperti rentang perhatian yang pendek dan risiko paparan konten digital tanpa bimbingan moral. Literasi Islam pada generasi ini menjadi perhatian utama karena mudah terpapar konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, sementara media pembelajaran Islam berbasis teknologi masih sangat terbatas. Kurangnya pendampingan dari orang tua dan keterbatasan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi semakin memperburuk kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena rendahnya literasi Islam di kalangan Generasi Alpha serta merancang model pendidikan Islam berbasis teknologi yang efektif dan relevan dengan karakteristik mereka. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi pada guru Pendidikan Agama Islam, orang tua, dan siswa di tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran digital interaktif, peningkatan kompetensi guru dalam teknologi, serta sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sosial digital untuk meningkatkan literasi Islam secara efektif dan berkelanjutan.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Tipe Kepribadian Dengan Kecerdasan Emosional Pada Anak Usia Prasekolah Khoirun Nisak; Ainul Yaqin Salam; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia prasekolah ialah usia keemasan untuk anak, dimana usia seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan sangat pesat. Para ahli berpendapat bahwa perkembangan kecerdasan meningkat cepat pada tahun awal kehidupan anak. Kecerdasan emosional merupakan bagian terpenting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan. Penelitian ini merupakan penelitian analtik korelasional dengan cross sectional. Populasi sebanyak 51 responden dengan menggunakan tehnik sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengumpulan data meliputi editing, coding, scoring, tabulating, kemudian data analisis menggunakan SPSS Statictic 20 dengan analisis reglensi linier berganda. Hasil penelitian di dapatkan mayoritas orang tua (ibu) yang menggunakan pola asuh demokratis 63,15%, pola asuh permisif 17,56% dan pola asuh otoriter 19,29%. Hasil presentasi tersebut menunjukkan pola asuh yang baik yaitu pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis digunakan anak mampu membina hubungan, mempunyai kepercayaan diri, kemampuan mengontrol diri, kemampuan motivasi, bersedia berkerja sama, dan berorientasi terhadap prestasi. Di harapkan RA. Miftahul khair dan orang tua dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan perkembangan anak dengan cara memberikan pendidikan yang sesuai dengan krakteristik anak, meningkatkan pengasuhan dengan cara memberikan anak kesempatan untuk memilih tindakan yang di sukai anak dengan arahan yang tegas dan meningkatkan kepribadian dengan cara memberikan waktu lebih lama dan saling terbuka antara anak dan orang tua
PEMBANGUNAN MANDALIKA: PERSPEKTIF LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BERWAWASAN LINGKUNGAN Khoirun Nisak; Rosa Ristawati
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 3: October 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i3.632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang timbul akibat dari pembangunan sirkuit Mandalika dan proses pembangunannya ditinjau dari perspektif pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan. Pembangunan Mandalikan menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat. Pembangunan Mandalika dianggap akan membawa keuntungan dari segi perekonomian dan kebudayaan, namun juga menimbulkan polemik terkait isu lingkungan. Untuk menyeimbangkan keadaan tersebut semua pihak harus bisa mengintegrasikan semua aspek, baik ekonomi maupun lingkungan, yang diperlukan untuk pembangunan berwawasan lingkungan, yaitu pembangunan yang berorientasi kepada pengelolaan sumber daya alam sekaligus melakukan upaya perlindungan terhadapnya
Tinjauan Yuridis terhadap Perwalian dalam Transaksi Penjualan Harta Anak di Bawah Umur: Studi Penetapan 313Pdt.P2023PN Dps Redyana Lutfianidha; Ferika Nurfransiska; Khoirun Nisak
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5008

Abstract

Anak di bawah umur dipandang belum cakap melakukan perbuatan hukum yang berdampak pada aspek keuangan, sehingga memerlukan perlindungan melalui perwalian atau voogdij dalam transaksi pengalihan harta. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketentuan hukum mengenai peran wali dalam penjualan harta anak di bawah umur serta menilai apakah pertimbangan hakim dalam Penetapan 313/Pdt.P/2023/PN telah mengedepankan prinsip the best interest of the child. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan the statute approach melalui studi kepustakaan atas bahan hukum primer dan sekunder serta analisis deskriptif kualitatif terhadap putusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran wali dibatasi oleh standar kehati hatian als een goed huisvader, kewajiban inventarisasi, dan larangan menjual harta anak tanpa izin pengadilan, sehingga wali berkedudukan sebagai pelindung aktif, bukan sekadar pelaksana administratif. Penetapan 313/Pdt.P/2023/PN Dps dinilai memenuhi legalitas formil melalui verifikasi status wali, usia anak, dan alasan kepentingan anak, namun aspek perlindungan substantif belum optimal karena belum tampak uji alternatif selain penjualan dan belum dirumuskan mekanisme pengawasan dana pascapenjualan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya izin bersyarat yang menegaskan pelaporan serta pengamanan hasil penjualan, termasuk pertimbangan mekanisme protektif seperti beneficiaire aanvaarding dan boedelbeschrijving.
Islamic Social Finance and Institutional Accountability: A Case Study of Zakat and Philanthropic Organizations Luhur Prasetiyo; Unun Roudlotul Janah; Khoirun Nisak
El-Barka Journal of Islamic Economics and Business Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : El-Barka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/elbarka.v8i2.11973

Abstract

Islamic Social Finance (ISF) significantly promotes social welfare, poverty alleviation, and inclusive economic development, particularly in Muslim-majority countries like Indonesia. This study investigates institutional accountability within Islamic philanthropic organizations managing Zakat, Infaq, Sadaqah, and Waqf (ZISWAF) in Ponorogo, Indonesia. Addressing gaps in the literature that mostly focus on national or international levels, this study emphasizes local governance challenges, the relationship between accountability and public trust, and the need for a Sharia-based accountability model. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving five Islamic philanthropic institutions. Thematic analysis revealed significant variations in financial accountability, Sharia compliance, and social accountability across institutions, highlighting the critical role of transparent reporting, external audits, and community engagement in enhancing public trust. The study proposes an integrated accountability model encompassing financial, Sharia, and social dimensions, advocating for enhanced digitalization, standardized Sharia audits, and improved public literacy to optimize ZISWAF fund management. These findings contribute to the theoretical discourse on Islamic social finance and provide practical recommendations for policymakers and practitioners aiming to strengthen institutional accountability and advance sustainable development goals.
PENGARUH PENAMBAHAN IKAN JENGGELEK (Rachycentron canadum) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PADA PRODUK MIE KERING Maylina Ilhami; Khoirun Nisak
Ekliptika Vol. 5 No. 2 (2025): Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan (Januari)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ekliptika.v5i2.568

Abstract

Mie kering adalah jenis produk mie yang mengalami penurunan kadar air karena adanya proses pengukusan dan pengeringan hingga 8-10%. Mie kering mengandung protein masih tergolong rendah yang diperoleh dari sebagian besar yaitu protein nabati sebanyak 8,51%. Karena itu penambahan bahan lain berupa ikan sebagai sumber protein hewani untuk meningkatkan kandungan protein pada mie kering. Salah satu hasil laut, Ikan Jenggelek (Rachycentron Canadum )merupakan ikan tinggi akan protein, vitamin, serta mineral seperti vitamin yang terkandung didalamnya yaitu vitamin B kompleks, vitamin D, zat besi, kalsium, dan zinc. Selain itu ikan jenggelek memiliki kandungan yang khas yaitu tinggi akan Omega-3 pada lemak tak jenuh. Mie kering dengan tambahan ikan jenggelek diharapkan mampu meningkatkan kandungan gizi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan konsentrasi ikan jenggelek (100g, 200g, 300g, 400g, 500g). Hasil uji organoleptik yang paling disukai adalah perlakuan A2 dengan kadar protein 8,89% dan kadar lemak 1,10%
Mapping Islamic Social Finance’s Impact on SDGs: A Bibliometric Dive into Decent Work and Economic Growth Khoirun Nisak
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research Vol. 4 No. 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/niqosiya.v4i2.4159

Abstract

Introduction: The SDGs are goals that countries around the world want to achieve by 2030. However, this bis project requires a lot of funding. So it requires other alternative funding such as Islamic social finance. This research wants to examine the funding of SDGs, especially goal number 8 using Islamic social finance instruments. Research Methods: This study adopts a bibliometric approach by analyzing 500 articles published between 2015 until 2024 using Publish or Perish, which were sourced from Google Scholar. Based on their focus on Islamic social finance and the SDGs number 8, 25 relevant articles were selected from this initial pool. Keyword analysis, network visualization, and density mapping were performed using VOSviewer software. Examining keyword occurrences and temporal overlaps helped to identify dominant themes, gaps, and emerging areas of focus in Islamic social finance research. Result: The results show that zakaf and waqf are the most frequently discussed topics. This underscore their central role in aligning Islamic financial principles with SDGs. However, instruments such as sadaqah, qard al-hasan, and takaful continue to be under-explored, pointing to significant gaps in the literature. Conclusions: As a recommendation, to fully understand their potential contributions to the SDGs number 8, further research on other Islamic social finance instruments beyond zakat and waqf is needed.