p-Index From 2021 - 2026
8.024
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Kerja Tim : Kelompok Tani Wanita Karya Tani Melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Salfarini, Eligia Monixa; Atlantika, Yeremia Niaga; Dedy, Dedy; Beni, Sabinus; Sari, Maya; Thomas, Shanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.828

Abstract

Program Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan Pada Kelompok Tani Wanita (KWT) di wilayah Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bengkayang. Tujuan kegatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memperkuat kerja dim pada KWT Karya Tani melalui pendampingan dan sosialisasi kepada anggota KWT Karya Tani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan kerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bengkayang. Teknik pelaksanaan melingkupi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi partisipatif dari seluruh anggota Kelompok Tani Wanita. Hasil dari kegiatan pengabdian ini memperlihatkan bahwa sosialisasi mengenai kerja tim berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok KWT Karya Tani, kegiatan ini meningkatkan kekompakan dan kerja sama tim serta meningkatkan rasa tanggungjawab dan komitmen untuk bersama-sama membangun kelompok tani. Program ini membuktikan bahwa melalui pendampingan dan sosialisasi maka pemahaman dan komitmen akan kerja tim dalam kelompok tani wanita di Kecamatan Bengkayang dapat ditingkatkan.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KWT BERBASIS GROW COACHING MODEL DALAM MENGIMPLEMNTASIKAN GREEN ECONOMY: PENGEMASAN DAN DIGITALISASI PEMASARAN PRODUK Atlantika, Yeremia Niaga; Salfarini, Eligia Monixa; Gudiato, Candra; Yuda, Yuda; Ariana, Elisabet; Person, Jimmy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33466

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) adalah belum maksimalnya produktivitas dan keterampilan dalam pengemasan ramah lingkungan serta pemasaran berbasis digital produk hasil KWT. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan softskill dan hardskill anggota KWT melalui pendekatan pembinaan dan pendampingan berbasis GROW Coaching Model dalam upaya mengimplementasikan green economy di daerah perbatasan. Mitra pengabdian ini adalah KWT Tomat Intan dan Karya Tani. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum dengan melibatkan 20 orang anggota KWT. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner pra dan pasca kegiatan dengan menetapkan target capaian keberhasilan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kemampuan pengemasan dan pemasaran digital, dengan peningkatan softskill dan hardskill KWT dengan rata-rata Ketercapaian Target Pelaksanaan Program sebesar 89,03%. Selain itu, nilai ekonomis produk meningkat sebesar 40% pemanfaatan inovasi kemasan dan strategi pemasaran digital berbasis green economy. Pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi anggota KWT secara berkelanjutan dan bersaing di daerah perbatasan negara.Abstract: The problems faced by the Women Farmers Group (KWT) within the working area of the Agricultural Extension Center (BPP) include suboptimal productivity and skills in environmentally friendly packaging as well as digital marketing of KWT products. The objective of this community service program is to enhance the soft skills and hard skills of KWT members through a guidance and mentoring approach based on the GROW Coaching Model to implement the green economy in the border regions. The partner groups involved are KWT Tomat Intan and Karya Tani. The methods employed include socialization, extension services, workshops, and practicums involving 20 KWT members. Evaluation was conducted through direct observation and pre- and post-activity questionnaires, with success targets established. The results demonstrated improved packaging and digital marketing capabilities, with an average program implementation target achievement of 89.03%. Additionally, the economic value of products increased by 40% due to innovations in packaging and green economy-based digital marketing strategies. This community service is expected to strengthen the economic independence of KWT members sustainably and enhance their competitiveness in the border regions.
Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Pisjusu Efri Yelis Yeni; Yeremia Niaga Atlantika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan produk PISJUSU, penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumnetasi penelitian dengan wawancara yang dilakukan di Bengkayang, ada 5 informan yang akan diwawancarai terkait dengan strategi pemasaran dalam pengembangan penjualan produk PISJUSU. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu melakukan pengembangan inovasi produk dari segi toping, dan bentuk produk dan mempertahankan kualitas produk.
Literasi Pengemasan Ramah Lingkungan Untuk Penguatan Nilai Produk dan Aspek Higiene Pada Kelompok Wanita Tani Kecamatan Bengkayang Atlantika, Yeremia Niaga; Dedy, Dedy; Siokalang, Maria Angela; Salfarini, Eligia Monixa; Beni, Sabinus; Saputro, Totok Victor Didik; Sadewo, Yosua Damas; Curapwati, Nani
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8312

Abstract

Pengabdian pada masyarakat mengenai literasi pengemasan dengan pendekatan ramah lingkungan ini bertujuan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mengenai pengemasan ramah lingkungan dan pemasaran hasil produk pertanian KWT berbasis digital yang merupakan strategi penguatan nilai produk dan pemenuhan aspek higiene. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pendampingan langsung melalui observasi awal, penjadwalan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 5 sesi melalui metode ceramah, tanya jawab, literasi pengemasan, literasi strategi pemasaran berbasis digital, workshop desain serta pengemasan produk yang berorientasi pada nilai Kesehatan dan ramah lingkungan, dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian ini menggambarkan peningkatan nilai produk sebebsar 20% setelah dilakukannya pengemasan dan proses pemasaran. Dengan tingkat pemberdayaan KWT sebesar 89,23%. Selain itu, secara teknis dan digital pada aspek pengemasan dan pemasaran mendukung transformasi ekonomi berbasis pangan lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif secara sosial-ekonomi, sehingga menjadi model efektif dalam pengembangan usaha mikro dan kecil di daerah perbatasan.
Digital-Based Educational Strategies For Msmes In Border Areas To Implement A Green Economy Yeremia Niaga Atlantika; Benedhikta Kikky Vuspitasari; Eligia Monixa Salfarini; Rison Rison
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 13 No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v13i1.6792

Abstract

This research aims to describe effective educational strategies for digital-based MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) to implement a green economy in the border areas. The methodology used is a qualitative-descriptive approach. Data sources were collected through interviews employing 8 informants from 4 clusters of SMEs in the border areas. Data analysis was conducted through the processes of reduction, presentation, and conclusion drawing. It reveals the issues faced by SMEs in enhancing their knowledge, perceptions, and behaviors towards the green economy. The summarized data is then validated through FGD (Focus Group Discussion) activities based on PBL (Problem-Based Learning) involving all the informants. This PBL-based FGD process yields educational strategies aimed at developing digital technology-based literacy for the implementation of a green economy by SMEs in border areas.
Analisis Strategi Inovasi, Kreativitas, Pemasaran Digital, dan Sumber Daya Manusia pada UMKM DS Style Box Sasmitha, Dian; Atlantika, Yeremia Niaga; Beni, Sabinus; Vuspitasari, Benedhikta Kikky
JoEMS : Journal of Education and Management Studies Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/joems.v9i2.1733

Abstract

Purpose: To describe innovation, creativity, marketing, and HR development strategies for improving DS Style Box's marketing performance, addressing stagnant sales caused by limited products, unappealing packaging, and inconsistent marketing. Methodology/approach:  This descriptive qualitative research collected data via observation, literature review, and interviews (3 key, 2 triangulation informants), analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. Findings:  Product innovation, design creativity, digital marketing, and HR competence are strategic factors. Main obstacles include limited product variety, unattractive packaging, and sub-optimal digital media utilization. Practical implications:  Businesses must develop trend-aligned products, improve packaging design, strengthen digital marketing, and utilize simple technologies (like AI) for customer service. Originality/value:  Offers a comprehensive solution to overcome sales stagnation by integrating creativity, HR competence, and technological adaptation in a specific case study.
Peran Penguatan Kapasitas Kewirausahaan Dalam Optimalisasi Daya Saing UMKM di Wilayah Perbatasan: The Role of Strengthening Entrepreneurial Capacity in Optimizing the Competitiveness of MSMEs in Border Areas Maria Angela Siokalang; Dedy Dedy; Yeremia Niaga Atlantika; Linda Wahyuni
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 1 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i1.2703

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penguatan kapasitas kewirausahaan dalam mengoptimalkan daya saing UMKM yang beroperasi di wilayah perbatasan, dengan fokus pada Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Meskipun pemerintah telah mendorong digitalisasi dan menyediakan berbagai program pelatihan kewirausahaan, temuan penelitian menunjukkan bahwa UMKM perbatasan masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur digital, akses pelatihan yang tidak merata, serta minimnya dukungan pasar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner Delphi, studi pustaka, serta Focus Group Discussion yang kemudian divalidasi dan dianalisis menggunakan NVivo 15, penelitian ini menggambarkan dinamika adaptasi UMKM pada tiga klaster usaha: kuliner, jasa, dan ekonomi kreatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan daya saing lebih banyak ditopang oleh inisiatif individu, pembelajaran mandiri, kreativitas lokal, serta pemanfaatan digitalisasi secara terbatas. Namun berbagai tantangan seperti kesenjangan digital, tidak tersedianya pelatihan formal yang memadai, serta belum optimalnya praktik ekonomi hijau menjadi penghambat utama. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas kewirausahaan melalui program pelatihan yang lebih inklusif, perbaikan infrastruktur, dan kebijakan pemberdayaan yang lebih sensitif terhadap konteks wilayah perbatasan.
STRATEGI OPTIMALISASI KAPABILITAS EKONOMI KREATIF BERBASIS GENDER EQUALITY AND SOCIAL INCLUSION DALAM UPAYA IMPLEMENTASI TECHNOPRENEURSHIP TOURISM DI DAERAH PERBATASAN Vuspitasari, Benedhikta Kikky; Usman, Usman; Atlantika, Yeremia Niaga; Sumarni, Margaretha Lidya
JURNAL LENTERA BISNIS Vol. 15 No. 2 (2026): JURNAL LENTERA BISNIS, Mei 2026
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v15i2.2164

Abstract

This research focuses on strategies to optimize the capabilities of the creative economy based on Gender Equality and Social Inclusion (GESI) in the implementation of technopreneurship tourism in the border region of Bengkayang Regency, West Kalimantan. The study is motivated by the substantial potential of natural resources, cultural assets, and the strategic location of the border area, which remain underutilized, particularly by women and marginalized groups. Digitalization is considered a promising approach to enhance business efficiency, expand market access, and foster sustainable tourism models. However, limited digital skills, inadequate infrastructure, and gender disparities present significant challenges. A descriptive qualitative method was employed through observations, in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and secondary document analysis. Data were analyzed thematically, focusing on local potential, gender dynamics, market access, technological capacity, and social inclusion. The findings reveal that the main creative economy potentials include tengkawang-based processing, traditional weaving and handicrafts, culinary heritage, and cultural tourism. Women are dominant in traditional sectors but remain underrepresented in digital-based activities. Key obstacles include limited capital, low levels of digital literacy, narrow market access, and prevailing social norms restricting women’s roles. Marginalized groups also face discrimination and limited access to basic services. The proposed strategies emphasize gender-responsive technical capacity building, inclusive digital literacy, strengthening of creative economy institutions, and cross-sectoral policy integration sensitive to GESI principles. The study recommends pentahelix synergy as a crucial approach to strengthening an inclusive and sustainable creative economy ecosystem in border areas through the application of digital-based technopreneurship tourism.
Analysis Of Strategies For Increasing The Potential Of Digital-Based MSMEs Using A Triple Bottom Line Approach To Implement A Green Economy In Border Areas Siokalang, Maria Angela; Dedy, Dedy; Atlantika, Yeremia Niaga; Efrata, Rediko
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v14i2.9452

Abstract

This study uses the Triple Bottom Line approach to analyze strategies for increasing the potential of digital-based MSMEs to implement a green economy in border areas. In the digital context, it is urgent to study this topic because MSMEs that cannot adapt to information technology risk being left behind. Therefore, it is important to identify strategies that can support the transformation and competitiveness of MSMEs in the market. Integrating the principles of the green economy and the Triple Bottom Line emphasizes balancing social, economic, and environmental dimensions while encouraging innovation and collaboration between the government, private sector, and community. This research was conducted using qualitative methods. Data sources were obtained through observation, a literature study, questionnaires, and in-depth interviews with respondents from four MSME clusters in border areas. MSME clusters were grouped into three categories: creative industries, services, and culinary. Data validation was carried out in the form of problem-based learning (PBL)-based focus group discussions (FGDs) with all informants. The results of this study describe strategies to improve MSME human resources, including building a digital education platform, training digital practitioners, strengthening infrastructure, branding, product differentiation, and designing a digital payment system.
Peran Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Dalam Mendorong Pertumbuhan Dan Kesejahteraan Daerah Perbatasan Beni, Sabinus; Siprianus Jewarut, Yeremia Niaga Atlantika, Eligia Monixa Salfarini, Usman Usman,
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 9, No 1
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v9i1.10436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran transformatif Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan, mengisi kesenjangan penelitian empiris yang spesifik. Menggunakan metode penelitian campuran (Mixed Methods) dengan desain sekuensial eksplanatori, data kuantitatif diperoleh dari survei 120 pelaku UMKM dan data sekunder (volume perdagangan, pelintas batas), yang kemudian dianalisis menggunakan uji-T dependen dan regresi sederhana, serta diperdalam dengan wawancara mendalam kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa PLBN Jagoi Babang telah berhasil menjalankan peran strategisnya, dibuktikan dengan peningkatan yang sangat signifikan pada nilai ekspor legal komoditas lokal dan volume pelintas batas legal (Nilai Sig ≤ 0.001), serta Aktivitas Perdagangan Legal secara positif dan signifikan memengaruhi peningkatan pendapatan rumah tangga (kesejahteraan) masyarakat perbatasan (Sig.= 0). Meskipun demikian, tantangan seperti akses perizinan dan standarisasi kualitas bagi UMKM lokal masih menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan peran PLBN sebagai motor penggerak ekonomi yang merata.