Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Hutan Mangrove Sebagai Sumber Pangan Di Kampung Barapasi Distrik Waropen Atas Kabupaten Mamberamo Raya Imbiri, Stefinsce E.; Anggai, Martapina; Wahyuti, Wahyuti; Medyati, Novita; Irab, Semuel Piter; Ruru, Yacob
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17833

Abstract

Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, dengan luas mencapai 3,3 juta hektar, berkontribusi besar dalam mitigasi perubahan iklim global dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di Papua, khususnya di Kampung Barapasi, hutan mangrove menjadi sumber penghidupan utama, terutama bagi masyarakat lokal yang memanfaatkan hasil biota laut untuk memenuhi kebutuhan protein dan ekonomi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan hutan mangrove di Kampung Barapasi, Distrik Waropen Atas, Kabupaten Mamberamo Raya, dengan fokus pada jenis kelamin, umur, pengetahuan, sikap, dan pendapatan masyarakat. Penelitian dilakukan melalui pendekatan survei deskriptif kuantitatif, menggunakan wawancara terstruktur dan kuesioner untuk mengumpulkan data dari masyarakat setempat. Analisis statistik digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh berbagai faktor terhadap pemanfaatan hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dari jenis kelamin, umur, dan pengetahuan terhadap pemanfaatan hutan mangrove. Namun, sikap masyarakat memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan cara mereka memanfaatkan hutan mangrove. Pendapatan masyarakat juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pemanfaatan ini.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BAHASA MONI DALAM PENYULUHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI PUSKESMAS BILOGAI KABUPATEN INTAN JAYA Sinaga, Sartika; Hasmi, Hasmi; Wahyuti, Wahyuti; Togodly, Arius; Medyati, Novita; Makaba, Sarce
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.24348

Abstract

Komunikasi dalam dunia kesehatan memiliki peran penting karena hal ini berpengaruh kepada peningkatan pelayanan kesehatan. Di Puskesmas Bilogai, masyarakat Suku Moni tidak bisa berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia, sehingga dapat menghambat proses diagnosis dan pengobatan. Hal ini  tentunya menghambat tercapainya pelayanan kesehatan yang efektif. Kebaruan dalam penelitian ini adalah efektivitas penggunaan bahasa moni dalam penyuluhan ISPA terhadap pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesuadah diberikan penyuluhan ISPA dengan menggunakan bahasa Moni di Puskesmas Bilogai, Distrik Sugapa  Kabupaten Intan Jaya. Penelitian ini menggnakan pendekatan pra-experiment dengan desain two group pretest – posttest design di Puskesmas Bilogai Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, November 2023. Populasi adalah seluruh ibu balita yang ada di Puskesmas Bilogai tahun 2022 sebanyak 413 ibu. Sampel yang diteliti sebanyak 24 ibu yang hadir dalam kelas balita yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengukuran variabel menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil dari penelitian ini yakni ada perbedaan rerata skor pengetahuan tentang ISPA sebelum dan sesudah dilakukan intervensi penyuluhan menggunakan Bahasa Moni, dimana nilai p-value 0,000 0,05 atau signifikan. Kesimpulannya penggunaan Bahasa Moni dalam pelayanan kesehatan penting agar pesan tersampaikan. Perlu pendampingan dalam pelayanan kesehatan dengan menggunakan Bahasa Moni.
Factors influencing clean and healthy lifestyle behavior (PHBS) on the educational personnel of Cenderawasih University in 2025 Korwa, Steny Persilla Geetruida; Togodly, Arius; Nurdin, Muhammad Akbar; Medyati, Novita; Rantetoding, Septevanus; Wahyuti, Wahyuti
Journal of Multidisciplinary Academic and Practice Studies Vol. 3 No. 1 (2025): February
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jomaps.v3i1.2844

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the effects of knowledge, attitudes, actions, facilities, leadership support, and work environment on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) among education personnel at Cenderawasih University. Research methodology: The location of the study was at Cenderawasih University, in all Education Personnel in each section at Cenderawasih University totaling 243. The sample in this study used the Lemeshow formula. Stratified random sampling technique of employees totaling 165 employees. Analysis Methodusing Univariate analysis, Bivariate analysis, and Multivariate analysis. Results: The results show that attitudes, actions, facilities, and leadership support significantly influence PHBS at Cenderawasih University, while knowledge and work environment do not. Conclusions: In general, simultaneously; knowledge, attitudes, actions, infrastructure, leadership support, and work environment influence the implementation of clean and healthy living behavior at Cenderawasih University Limitations: This study focuses only on education personnel at Cenderawasih University, limiting generalizability to other institutions. Its cross-sectional design cannot assess causality, and concentrating on six variables may exclude other determinants. Self-reported data also pose response bias. Contribution: This study enriches PHBS literature by offering empirical evidence from Eastern Indonesia. It shows attitudes, actions, infrastructure, and leadership support as key factors, while knowledge and work environment are less influential. Practically, it guides universities to strengthen leadership, improve facilities, and design interventions that promote sustainable PHBS practices.
PEMANFAATAN RARA OBEE DALAM MEWUJUDKAN KAWASAN TANPA ROKOK Wahyuti, Wahyuti; Mamoribo, Sherly Novita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31409

Abstract

Abstrak: Bahaya asap rokok sangat mengganggu kesehatan, dan tingginya angka perokok usia sekolah menjadi salah satu alasan diterbitkannya Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami isi regulasi tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya asap rokok serta pentingnya menciptakan KTR, khususnya di ruang sosial tradisional seperti Rara Obee di Kampung. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan langsung, pemutaran video edukatif, dan diskusi interaktif berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dilakukan di Kampung Babrongko yang melibatkan 20 perwakilan masyarakat dari berbagai unsur. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman bahaya asap rokok bagi anak (dari 55% menjadi 95%) dan pengetahuan tentang penyakit pernapasan (dari 20% menjadi 60%). Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyebutkan dampak kesehatan. Tidak ada lagi jawaban “tidak tahu”. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis kearifan lokal efektif dalam mendukung implementasi KTR.Abstract: The danger of cigarette smoke is very disruptive to health, and the high number of school-age smokers is one of the reasons for the issuance of Regional Regulation concerning Free Smoke Area (FSA). However, there are still many people who do not understand the content of the regulation. This service activity aims to increase public knowledge and awareness about the dangers of cigarette smoke and the importance of creating FSA, especially in traditional social spaces such as Rara Obee in the Village. The methods used include live counseling, educational video playback, and interactive discussions based on local wisdom. This activity was carried out in Babrongko Village which involved 20 community representatives from various elements. The results of the evaluation showed a significant increase in the understanding of the dangers of cigarette smoke for children (from 55% to 95%) and knowledge about respiratory diseases (from 20% to 60%). Participants also showed improved ability to mention health impacts. There is no longer an answer to "don't know". These findings show that an educational approach based on local wisdom is effective in supporting the implementation of FSA.