Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Intensitas Penyakit Blas (Pyricularia oryzae Cav.) pada Padi Varietas Ciherang di Lokasi Endemik dan Pengaruhnya terhadap Kehilangan Hasil Tarkus Suganda; Endah Yulia; Fitri Widiantini; Hersanti Hersanti
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.457 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10878

Abstract

ABSTRACTDisease intensity of blast disease (Pyricularia oryzae Cav.) of Ciherang rice variety at the endemic location and its effect on yield lossBlast is one of the most important diseases of rice worldwide. Many countries have developed data on the intensity and yield loss due to blast disease, whereas Indonesia has no such data resulted from trial specifically designed to estimate blast intensity at the endemic location and its potential yield loss. Such data are needed for various purposes, such as for disease management policy and research background. A trial has been carried out at Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, a location where blast was endemic for years, using var. Ciherang that is known as susceptible and widely grown by farmers. Eight concentrations of fungicide of single as well as mix active ingredients were used to see the effects in suppressing blast diseases compared with of control. Trial used a Randomized Block Design with 5 replicates. The parameters observed were the intensity of leaf blast, neck blast and yield. The results showed that the disease intensity of var. Ciherang at the endemic location was 55.60% of leaf blast and 37.75% of neck blast. The potency of yield loss calculated was 3.65 ton/ha or equal with 61% of the average yield of var. Ciherang as described in its variety description. This number justifies the important of control measures of rice blast diseases.Keywords: Blast disease intensity, var. Ciherang, Potency of yield lossABSTRAKPenyakit blas merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi di seluruh dunia. Berbagai negara sudah memiliki data tentang intensitas dan kehilangan hasil padi oleh penyakit blas, sementara di Indonesia belum ada hasil pengujian yang khusus dirancang untuk melihat tingkat intensitas penyakit blas di daerah endemik dan potensi kehilangan hasil yang diakibatkannya. Data sejenis ini penting untuk berbagai keperluan antara lain untuk kebijakan pengendalian dan dasar pentingnya penelitian. Suatu percobaan telah dilakukan di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi yang merupakan daerah endemik penyakit blas selama bertahun-tahun, menggunakan var Ciherang yang merupakan varietas rentan namun populer ditanam petani. Delapan bahan aktif fungisida berbahan aktif tunggal dan majemuk digunakan untuk melihat pengaruh penekanannya dibandingkan kontrol. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima ulangan. Parameter yang diamati adalah intensitas penyakit blas daun dan blas leher malai serta hasil padi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa intensitas penyakit blas pada tanaman padi var. Ciherang di daerah endemik adalah 55,60% untuk blas daun, dan 37,75% untuk blas leher malai. Potensi kehilangan hasil oleh gabungan penyakit blas pada var. Ciherang adalah 3,65 ton/ha atau setara dengan 61% kehilangan hasil jika dibandingkan terhadap rata-rata produksi var. Ciherang menurut spesifikasi varietas. Data ini menjustifikasi perlunya pengambilan tindakan pengendalian penyakit blas pada tanaman padi.Kata Kunci: Intensitas penyakit blas, var. Ciherang, Potensi kehilangan hasil
Kemampuan Bacillus subtilis dan Trichoderma harzianum dalam Campuran Serat Karbon dan Silika Nano untuk Meningkatkan Ketahanan Tanaman Padi Terhadap Penyakit Blas (Pyricularia oryzae) Hersanti Wartono; Nurul Safitri; Luciana Djaya; Martua Suhunan Sianipar
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29483

Abstract

Penyakit blas yang disebabkan Pyricularia oryzae merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia.  Pengendalian yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit blas ialah menggunakan agens biokontrol. Dalam penelitian ini bakteri Bacillus subtilis dan jamur Trichoderma harzianum diformulasikan dengan bahan pembawa berupa serat karbon dan diperkaya dengan unsur hara mikro berupa silika dalam ukuran nano. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kemampuan B. subtilis dan T. harzianum yang diaplikasikan secara tunggal maupun kombinasi, dengan dan tanpa campuran serat karbon dan silika nano, dalam meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas. Pengujian pada tanaman padi dilakukan dengan merendam benih dan akar semai padi dalam delapan perlakuan formulasi. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi B. subtilis dan T. harzianum, baik secara tunggal maupun kombinasi, mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas dengan penghambatan penyakit berkisar antara 15,64% - 21,59%. Selain itu, aplikasi tunggal maupun kombinasi B. subtilis dan T. harzianum yang diformulasikan dengan serat karbon dan silika nano mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas, dengan penghambatan penyakit berkisar antara 18,75% - 25,12%.
Bacillus subtilis dan Lysinibacillus sp. (CK U3) dalam Serat Karbon dan Silika Nano Menekan Pertumbuhan Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici dan Perkembangan Penyakit Hawar Kecambah Tomat Hersanti Wartono; Nurul Hidayati Emilia; Luciana Djaya; Endah Yulia
Agrikultura Vol 32, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i2.33387

Abstract

Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (Fol) merupakan patogen yang dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman tomat, mulai dari semai sampai fase generatif. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan patogen ini yaitu dengan memanfaatkan agen pengendali hayati, diantaranya Bacillus subtilis dari kelompok Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan bakteri endofit Lysinibacillus sp. Kedua bakteri diformulasikan dalam serat karbon sebagai bahan pembawa dan diperkaya dengan unsur hara silika yang berukuran nano. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan B. subtilis dan Lysinibacillus sp. (CK U3) dalam serat karbon dan silika nano untuk menghambat pertumbuhan koloni Fol dan menekan perkembangan penyakit yang disebabkan oleh Fol pada benih tomat. Suspensi B. subtilis dan Lysinibacillus sp. (CK U3) diformulasikan secara tunggal dan campuran dalam serat karbon 80 mesh dan silika nano 1%. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pengujian terhadap penghambatan pertumbuhan koloni Fol yang terdiri atas delapan perlakuan dan tiga ulangan. Kedua, pengujian terhadap penekanan perkembangan penyakit yang disebabkan oleh Fol pada benih tomat yang terdiri atas delapan perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan B. subtilis dalam serat karbon dan silika nano mampu menghambat pertumbuhan koloni Fol sebesar 59,49% dan menekan perkembangan penyakit hawar kecambah benih tomat sebesar 66,7%.
Penapisan Beberapa Isolat Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis dan Trichoderma harzianum yang bersifat Antagonistik terhadap Ralstonia solanacearum pada Tanaman Kentang Hersanti Hersanti; Rian Triyanti Rupendi; Andang Purnama; Hanudin Hanudin; Budi Marwoto; Oni Setiani Gunawan
Agrikultura Vol 20, No 3 (2009): Desember, 2009
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.049 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v20i3.957

Abstract

Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh R. solanacearum merupakan salah satu penyakit penting yang menyerang tanaman kentang. Salah satu alternatif pengendalian yang ramah lingkungan adalah menggunakan mikroba antagonis seperti Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis, dan Trichoderma harzianum. Tujuan penelitian adalah  untuk mendapatkan isolat mikroba antagonis terbaik yang paling menekan  penyakit layu bakteri pada tanaman kentang.  Dua percobaan pada penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap. Percobaan  in vitro menguji daya hambat tiga isolat  P. Fluorescens,  dua isolat B. subtilis, satu isolat B. cereus dan  3 isolat T. harzianum terhadap perkembangan koloni  R. solanacearum pada media King’s B. Percobaan  in vivo menguji kemampuan seluruh isolat terhadap penekanan serangan penyakit layu pada tanaman kentang.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa isolat T. harzianum 1, T. harzianum 2 dan T. harzianum 3 mampu menekan penyakit layu bakteri pada tanaman kentang dengan persentase penghambatan berturut-turut 77,21 %,  77,21 %, dan 63,57 %.
IDENTIFIKASI PENYEBAB PENYAKIT LAPUK AKAR DAN PANGKAL BATANG (LAPB) TEBU DI PT GUNUNG MADU PLANTATIONS LAMPUNG TENGAH , ,. Hersanti; Remaja Sitepu
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2005): Biotika Juni 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v4i1.291

Abstract

PENGUJIAN KEMAMPUAN Aspergillus spp., Trichoderma spp., DAN Penicillium spp. DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN TOMAT TERHADAP PENYAKIT BERCAK COKLAT (Alternaria solani Sor.) Hersanti -
Bionatura Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.405 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan salah satu jamur yang berpotensisebagai agen yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman tomat terhadapbercak coklat. Di Rumah Kaca PEDCA dan Laboratorium Fitopatologi Jurusan IlmuHama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UNPAD. Penelitian iniberlangsung dari bulan Mei 2001 sampai dengan September 2001. RancanganPenelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 8kombinasi perlakuan. Perlakuan pertama adalah 3 species jamur uji dan kontrol.Perlakuan yang kedua adalah metode perlakuan yaitu perendaman benih tomatdan perendaman akar tomat. Kerapatan suspensi konidia jamur uji adalah105/mL. Perendaman tomat selama 36 jam. Setiap perlakuan di ulang 3 kali. Hasildari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perendaman benih tomat dan akartomat dalam suspensi Aspergillus spp., Trichoderma spp., dan Penicillium spp.dengan kerapatan konidia 105/mL meningkatkan ketahanan tanaman tomatterhadap penyakit bercak coklat (Alternaria solani Sor.) dengan persentasepenghambatan berturut-turut sebesar 36% dan 39%, 50% dan 51%, 66% dan68%.Kata kunci : Ketahanan, Aspergillus spp., Trichoderma spp., Penicillium spp., Alternaria solani Sor.
KORELASI ANTARA KARAKTER KERAPATAN TRIKOMA DAN STOMATA DENGAN KETAHANAN PENYAKIT KARAT PADA BEBERAPA KULTIVAR KRISAN POT Warid Ali Qosim; M. Rachmadi; , Hersanti; Atin Suwarti
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6782

Abstract

Penyakit karat dapat menurunkan kualitas bunga krisan pot. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi karakter ketahanan 22 kultivar krisan pot terhadap penyakit karat dan korelasinya dengan kerapatan trikoma dan stomata. Percobaan ditata dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 22 kultivar krisan pot sebagai perlakuan dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan kultivar krisan pot tergolong imun, yaitu kultivar Tawn Falk, Tiger, Reagen Rossy, Pink Mambo, Yellow Boaldi, Autumn Glory, Yellow Kettay, Stroika dan White Boaldi dan satu kultivar tahan yaitu kultivar White Reagan. Empat Kultivar yang tergolong agak peka, yaitu kultivar Mike, Pink Davis, Pink Regol dan Redding. Delapan kultivar tergolong peka, yaitu White Cherry Papilon, Fiji Yellow, Red Cherry Papilon, Pink Violet, Fiji White, Puma Sunny Pink Arola dan Fiji. Terjadi hubungan korelasi negatif antara karakter kerapatan trikoma dan stomata dengan karakter ketahanan terhadap penyakit karat.
PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDA ALAMI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI DI DESA TENJOLAYA DAN DESA SUKAMELANG, KECAMATAN KASOMALANG, KABUPATEN SUBANG Hersanti -; Santosa, E. -; Dono, D. -
Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.12 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v2i2.8227

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan utama penduduk Indonesia dan banyak diusahakan oleh petani. Padaumumnya penduduk di Desa Tenjolaya dan Desa Sukamelang Kecamatan Kasomalang, KabupatenSubang bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu faktor penghambat dalam budi daya tanaman padiadalah serangan hama dan patogen. Pengendalian hama dan patogen yang biasa digunakan oleh petanidi kedua desa tersebut dengan menggunakan pestisida sintetik. Dampak negatif penggunaan fungisidasintentik memacu para petani untuk menggunakan jenis pestisida yang alami yaitu dengan memanfaatkantanaman dan mikroba. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petanidi Desa Tenjolaya dan Desa Sukamelang , Kecamatan Kaomalang, Kabupaten Subang dalam membuatdan mengaplikasikan pestisida alami (pestisida nabati, mikroba, dan mikroorganisme lokal) untukmengendalikan hama dan patogen pada tanaman padi. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari denganacara pemaparan jenis-jenis pestisida alami di balai Desa Tenjolaya dan pengaplikasian pestisidaalami di lahan sawah milik petani. Pelatihan diikuti 45 orang petani, Kepala Desa Tenjolaya, penyuluhpertanian, dan Perwakilan Dinas Pertanian Tanaman Kabupaten Subang. Hasil pelatihan ini adalahbahwa petani yang mengikuti pelatihan tertarik dan mampu dalam membuat dan mengaplikasikanpestisida alami untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi.Kata kunci : pestisida alami, hama, penyakit, tanaman padi, Desa Tenjolaya, Desa Sukamelang
Analisis Aktivitas Enzim Peroksidase dan Kandungan Asam Salisilat dalam Tanaman Cabai Merah yang Diinduksi Ketahanannya terhadap Cucumber Mosaic Virus (CMV) oleh Ekstrak Daun Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) Hersanti Hersanti
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 11, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.12104

Abstract

Leaf crude extract of Mirabilis jalapa is an inducer agent of systemic resistance of red chilli to CMV. This experiment was objected to study the activity of peroxidase enzyme and the concentration of salicylic acid in the induced resistant plant to CMV by M. jalapa leaf crude extract. The results showed that the induced resistant plant to CMV by leaf crude extract of M. jalapa had a low CMV disease intensity, low content of virus, increased the activity of peroxidase enzyme 2 - 10 times; increased the salicylic acid 1.6 - 5 times. There were a significant interaction effect between disease intensity of CMV and salicylic acid content (r = 0.94), middle interaction effect between disease intensity of CMV and salicylic acid content (r = 0.46), low interaction effect between the virus content and disease intensity of CMV (r = 0.32), and salicylic acid and activity of peroxidase enzyme (r = 0.39); and no interaction effect between virus content and salicylic acid content (r = 0.05), and between virus content and activity of peroxidase enzyme ( r = 0.12 ).
Biologi dan Perilaku Kawin Sycanus annulicornis Dohrn. (Hemiptera: Reduvidae) yang diberi Pakan Larva Tenebrio molitor L. (Coleoptera: Tenebrionidae) Abdul Sahid; Wahyu Daradjat Natawigena; Hersanti Hersanti; Sudarjat Sudarjat; Entun Santosa
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sycanus annulicornis Dohrn. is an important predatory insect in controlling plant pests especially in soybean and rice plants. These predatory insects have a wide range of prey, especially of the order Lepidoptera. This study aimed to evaluate the growth and development of S. annulicoris fed on Tenebrio molitor L. larvae, as well as to study the mating behaviour. Growth and development of S. annulicornis reared in the laboratory were evaluated by observing the egg incubation period, fecundity, fertility, development stage and number of nymphs, nymphal mortality, sex ratio, longevity of adult insects, and the life cycles. The results showed that the egg incubation period of S. annulicornis was 15–19 days. Females laid eggs 6–9  days as much as 1–4 days after copulation egg groups containing an average of 81 ± 40 eggs for each group of eggs. The average time of the development of 1st, 2nd, 3rd, 4th, and 5th instar, respectively, were 16.6 ± 1.5; 15.1 ± 2.5; 12.0 ± 2.9; 12.4 ± 2.3; and 19.8 ± 2.1 days, with the sex ratio of male : female was 3 : 4. The nymphal mortality only was observed on 1st and 2nd instar with the precentage, respectively, were 35.2 ± 6.5% and 1.2 ± 1.6%. The mean longevity for female and male adults was 48 ± 6 and 39 ± 5 days, respectively. The life cycle of S. annulicornis for male and female were 141 ± 7 and 127 ± 8 days, respectively. Mating behaviours observed on these species comprised arousal and approach (5.2 ± 3.4 min), riding over (5.8 ± 2.7 sec), copulation (14.8 ± 3.2 min), and post-copulation (149.6 ± 188.3 min). Post-copulatory cannibalism was not observed in this species.