Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Keefektifan Ekstrak Metanol Daun dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam Menekan Populasi Kutukebul (Bemisia tabaci Genn.) pada Tanaman Tomat Sudarjat, Sudarjat; Asyiva, Shabriena Almeira; Hersanti, Hersanti
Jurnal Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.68729

Abstract

Kutukebul (Bemisia tabaci Genn.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman tomat. Pengendalian hama ini umumnya masih mengandalkan penggunaan pestisida sintetik. Namun, sebagai upaya pengendalian yang lebih ramah lingkungan, pestisida nabati kini semakin banyak mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak metanol daun dan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang tepat dalam menekan populasi kutukebul pada tanaman tomat. Percobaan ini dilakukan di laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, dan di rumah kaca Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran sejak bulan Juli hingga September 2024. Penelitian dilaksanakan dengan dua tahap pengujian yaitu uji toksisitas dan uji keefektifan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas sembilan perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P1 (kontrol), P2 (LC50 daun belimbing wuluh), P3 (LC95 daun belimbing wuluh), P4 (2 × LC95 daun belimbing wuluh), P5 (3 × LC95 daun belimbing wuluh), P6 (LC50 buah belimbing wuluh), P7 (LC95 buah belimbing wuluh), P8 (2 × LC95 buah belimbing wuluh), P9 (3 × LC95 buah belimbing wuluh). Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak metanol daun dan buah belimbing wuluh pada masing-masing konsentrasi terendah 3,2 g/L dan 3,4 g/L efektif dalam menekan kutukebul pada tanaman tomat dan menghasilkan panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol.
Chitosan NPs. and Nano Anredera cordifolia Leaf Extract Suppressed the in vitro Growth of Colletotrichum sp. and Anthracnose on Shallot Hersanti, Hersanti; Rahadian, Andara Melati; Hidayat, Yusup; Istifadah, Noor
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 3 (2026): October 2026 (IN PRESS)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v48i3.4758

Abstract

Anthracnose disease, caused by Colletotrichum sp., may cause over 50% yield loss on shallot. Effective and sustainable control methods using plant-based fungicides, developed with advanced technology like nanotechnology, seem promising. This study was objected to evaluate the effectiveness and determine the effective concentration of nano binahong leaf extract (Anredera cordifolia) combined with chitosan nano particles (chitosan  NPs.) in controlling the in vitro growth of Colletotrichum sp. and reducing anthracnose disease on shallot plants. The in vitro experiment was arranged in the completely randomized design, while the in vivo in the randomized complete block design, with nine treatments and three replications. The treatments were application of the formulation included a control, chitosan NP.s (250-750 ppm), nano binahong leaf extract (500-1000 ppm), their combinations, 1% acetic acid, and 80% mancozeb. The results indicated that applications of chitosan NPs., both alone and in combination with nano binahong leaf extract, were effective in suppressing the in vitro growth of Colletotrichum sp. The most effective treatment, nano chitosan 500 ppm combined with nano binahong leaf extract 250 ppm, reduced anthracnose disease on shallots by 66%, equal to the application of mancozeb.