Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENDEKATANA DALAM ANALISIS KEBIJAKAN: PENDEKATAN NORMATIF, EMPIRIS, DAN KRITIS DALAM ANALISIS KEBIJAKAN Saniatur Rodhiah; Sri Susmiati; Sabran Sabran
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10594

Abstract

Policy analysis is an essential process in understanding, assessing, and evaluating public policies, including those in the field of education. Educational policy does not merely function as an administrative instrument but also serves as a guideline for directing the implementation of education in accordance with national education goals. Therefore, a comprehensive analytical approach is required to understand the dynamics of educational policies more deeply. This article aims to examine three main approaches in policy analysis, namely normative, empirical, and critical approaches, and their relevance in analyzing educational policies. This study employs a qualitative method using a library research approach by analyzing various literature sources related to policy analysis and educational policy. The results of the study indicate that the normative approach emphasizes the importance of values, principles, and educational objectives as the foundation for policy formulation; the empirical approach focuses on facts and data that reflect the reality of policy implementation in practice; while the critical approach highlights issues of justice, interests, and social structures that influence the policy-making process. These three approaches complement each other in providing a more comprehensive understanding of educational policies. By integrating these approaches, policy analysis in education is expected to generate more effective, relevant, and equitable policy recommendations. ABSTRAK Analisis kebijakan merupakan proses penting dalam memahami, menilai, dan mengevaluasi kebijakan publik, termasuk dalam bidang pendidikan. Kebijakan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen administratif, tetapi juga sebagai pedoman dalam mengarahkan penyelenggaraan pendidikan agar sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan analisis yang komprehensif untuk memahami dinamika kebijakan pendidikan secara lebih mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tiga pendekatan utama dalam analisis kebijakan, yaitu pendekatan normatif, empiris, dan kritis, serta relevansinya dalam analisis kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan analisis kebijakan dan kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan normatif menekankan pentingnya nilai, prinsip, dan tujuan pendidikan sebagai dasar dalam perumusan kebijakan; pendekatan empiris berfokus pada fakta dan data yang menggambarkan realitas implementasi kebijakan di lapangan; sedangkan pendekatan kritis menyoroti aspek keadilan, kepentingan, dan struktur sosial yang mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. Ketiga pendekatan tersebut saling melengkapi dalam memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap kebijakan pendidikan. Dengan menggunakan ketiga pendekatan tersebut secara integratif, analisis kebijakan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif, relevan, dan berkeadilan.    
Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Rahmatan lil ‘Alamin di SMP Al Imam An Nawawiy Balikpapan Abdi Ahadi; Muhammad Tahir; Sabran Sabran
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis rahmatan lil ‘alamin di SMP Al Imam An Nawawiy Balikpapan serta internalisasi nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin dalam proses pembelajaran dan kultur pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru PAI, dan peserta didik. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran PAI di SMP Al Imam An Nawawiy berlangsung melalui integrasi pembelajaran formal dengan kultur pesantren dan pembiasaan nilai dalam kehidupan sehari-hari santri. Transformasi tersebut tampak pada penggunaan metode pembelajaran dialogis, integrasi kajian kitab dan Kurikulum Merdeka, pembiasaan ibadah, serta penguatan nilai ukhuwah, tasamuh, ta’awun, dan adab sosial. Internalisasi nilai rahmatan lil ‘alamin dilakukan melalui pembelajaran kontekstual, keteladanan guru, kehidupan asrama, dan kegiatan pembiasaan karakter Islami. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis rahmatan lil ‘alamin mampu membentuk sikap religius, inklusif, dan moderat pada peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang integratif dan habituatif.
Interaksi Genotipe – Lingkungan Galur Harapan Padi Rawa M. Sabran; S. Sulaiman; I. Khairullah; M. Imberan; M. Saleh
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 28 No. 1 (2000): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.21 KB) | DOI: 10.24831/jai.v28i1.1550

Abstract

A study was conducted in 7 location represent to sulfuric-acid, peat or arable land in order to define productivity of several promoting lines of swamp-rice. Foerteen lines with two control varieties were tested in each location. The lines were grown in two different NPK-fertilization, i.e. low and high dosage of NPK. Yhe study was objected to define the genotype-environment or non-specific environment. The result show that the tested-lines adapted to the specific environment, but not to non-specific environment.
Pengujian Galur Kedelai di Lahan Pasang Surut M. Sabran; Eddy William; M. Saleh
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 28 No. 2 (2000): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1863.6 KB) | DOI: 10.24831/jai.v28i2.1564

Abstract

Testing of soybean genotypes were conducted at six locations of tidal swampland; in dry season of 1999/2000. Eight genotypes and two checks varieties i.e. Wilis and Slamet were evaluated for their yield potential. The experiment was using Randomized Completely Block Design with four replications. The result showed that yield of two genotypes, MSC 9/12-D-4 and MSC 9243-D-3, were higher and relatively stable compared to Wilis and Slamet.   Key words Soybean, Tidal swampland
Pola Asuh Guru Terhadap Anak Bekebutuhan Khusus Dalam Mendukung Pengembangan Diri Di Sekolah Luar Biasa Dharma Asih Kecematan Pontianak Tenggara Iga Amalia; Hasanah; Desca Thea Purnama; Sabran Achyar; Nurwijayanto
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 7 No 1 (2023): Mei, 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v7i1.5837

Abstract

  Di SLB Dharma Asih Kecamatan Pontianak Tenggara, pola asuh guru terhadap ABK mendukung pengembangan diri. Tesis. Universitas Tanjungpura, Program Studi Pembangunan Sosial Pontianak merupakan bagian dari fakultas ilmu sosial dan politik. Tujuan dari tesis ini adalah untuk menyajikan rangkuman tentang pola asuh yang digunakan guru untuk mendukung pengembangan diri anak di sekolah, serta tanggapan mereka terhadap siswa berkebutuhan khusus dan strategi pengajaran yang mereka sukai.. Gaya pengasuhan otoriter, demokratis, otoritatif, lalai, dan tunduk semuanya termasuk dalam studi deskriptif kualitatif tentang pola asuh ini (Grant & Ray, 2010). Berdasarkan temuan penelitian ini, guru menawarkan beberapa filosofi parenting kepada setiap siswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ketika seorang guru memberikan pengetahuan, ABK tidak dapat menerimanya secara terus menerus terlepas dari bakat siswa tersebut. Ada beberapa anak yang tidak bisa menerima pembelajaran, namun guru memberikan pendidikan bina diri, seperti pergi ke wc sendiri, menggunakan baju dan mandi.
TANTANGAN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI ERA PENDIDIKAN MODERN Haidar Hafiedz; Sabran Sabran; Sri Susmiyati
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.58565

Abstract

Perkembangan teknologi menghadirkan beragam tantangan baru bagi pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran, termasuk juga dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai kesulitan yang dihadapi guru dalam meningkatkan profesionalisme mereka dalam pendidikan Islam di zaman modern ini. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif dengan melakukan telaah pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah dari tahun 2020 hingga 2025. Teknik untuk menganalisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan kritis. Pendekatan yang analitis dan kritis diterapkan untuk menemukan berbagai isu yang dihadapi guru dalam mengembangkan profesionalisme mereka. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam mencakup kompetensi di bidang pedagogi, akademik, serta nilai -nilai moral dan spiritual. Para guru membahas berbagai tantangan, seperti keterbatasan dalam kompetensi digital, kurangnya perkembangan profesional yang berkesinambungan, serta perubahan dalam karakter dan motivasi peserta didik. Masalah-masalah ini memiliki aspek yang multidimensi, meliputi teknik, pedagogi, struktur, dan moral. Untuk meningkatkan profesionalisme guru, diperlukan tindakan melalui penguatan kompetensi digital, pengembangan profesional berkelanjutan, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran.
HUMANISME DALAM E-SUPERVISI (HYBRID) (INTEGRASI TEKNOLOGI & NILAI KARAKTER) Yuliana, Yuliana; Sabran, Sabran; Susmiyati, Sri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1178

Abstract

Penelitian tinjauan literatur ini menganalisis integrasi teknologi canggih dan nilai-nilai humanistik dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, khususnya melalui model e-supervisi hibrida. Dalam konteks Society 5.0, transformasi pendidikan menuntut penyeimbangan antara efisiensi teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI) dan E-Supervisi dengan pelestarian nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan pengembangan karakter guru. Hasil temuan menunjukkan bahwa penerapan e-supervisi hibrida secara signifikan meningkatkan sistem pengawasan. Model ini menggabungkan alat digital untuk feedback waktu nyata dan bimbingan yang dipersonalisasi dengan pendekatan humanistik, kolaboratif, dan partisipatif. Hal ini tidak hanya meningkatkan literasi digital dan kompetensi profesional guru, tetapi juga mencegah dampak diawasi oleh mesin yang dapat mengurangi otonomi dan motivasi. Peran kepemimpinan humanistik dari kepala sekolah dan pengawas sangat penting dalam menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan empati, komunikasi, dan penumbuhan karakter. Integrasi yang seimbang ini memperkuat iklim kerja kolaboratif, meningkatkan hubungan guru-siswa, dan pada akhirnya, mutu pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan yang menekankan dimensi spiritual dan moral. Secara konseptual, model ini menawarkan kerangka kerja holistik yang memprioritaskan etika digital danpengembangan karakter guru. Penelitian ini merekomendasikan studi kuantitatif lebih lanjut untuk menilai dampak jangka panjang model e-supervisi hibrida berbasis humanisme terhadap kinerja guru dan efektivitas pembelajaran secara lebih luas.
PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU (PERSPEKTIF ISLAM) Kurniawan, Muhammad Abdi; Sabran, Sabran; Susmiyati, Sri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1187

Abstract

Pembinaan profesionalisme guru merupakan aspek penting dalam peningkatan mutu pendidikan Islam yang mengintegrasikan kompetensi pedagogik, keilmuan, dan akhlak mulia. Guru profesional tidak hanya menguasai teknik mengajar, tetapi juga menjadi teladan moral dan spiritual sesuai ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan fokus pada pembinaan profesionalisme guru dalam perspektif Islam, hubungan antara profesionalisme guru dan pembentukan karakter siswa, serta implementasi dan tantangan pembinaan yang terkait dengan supervisi pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa profesionalisme guru berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang beriman dan berakhlak mulia, serta membutuhkan supervisi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas guru secara komprehensif. Kendala dalam pelaksanaan pembinaan guru meliputi keterbatasan supervisi dan resistensi terhadap perubahan, sehingga diperlukan pendekatan supervisi yang adaptif dan berorientasi pada nilai-nilai Islam. Kesimpulannya, pembinaan profesionalisme guru yang berlandaskan Islamic values adalah strategi utama dalam mencetak generasi unggul, kompeten, dan berkarakter sesuai visi pendidikan Islam modern.