Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pelatihan Peregangan pada Pekerja Konveksi Sebagai Upaya Penurunan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Syahri, Isyatun Mardhiyah; Asfriyati, Asfriyati; Sanusi, Sri Rahayu; Mutiara, Erna; Fitria, Maya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v6i2.6530

Abstract

Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang umum dialami oleh pekerja, khususnya di sektor konveksi yang melibatkan posisi duduk membungkuk dan aktivitas berulang dalam jangka waktu lama. Posisi seharusnya dilakukan dengan punggung tetap tegak dan siku sejajar meja kerja untuk mencegah ketegangan otot. Pekerja konveksi di Pusat Industri Kecil (PIK) Kota Medan tergolong kelompok yang sangat rentan terhadap gangguan ini sebab proses kerja yang monoton, repetitif, dan dilakukan tanpa penerapan ergonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja mengenai bahaya MSDs serta memberikan solusi praktis melalui pelatihan peregangan yang mudah diterapkan di lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah kombinasi ceramah edukatif dan intervensi peregangan praktis, yang dilengkapi dengan media video peregangan dari Kementerian Kesehatan RI, diskusi interaktif, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pekerja konveksi dan mencakup tahapan sosialisasi awal, penyuluhan materi, simulasi gerakan peregangan, hingga dokumentasi akhir. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan pekerja setelah pelatihan, dari 47% menjadi 80%. Selain itu, keluhan nyeri pada leher, bahu dan punggung yang sebelumnya dirasakan banyak peserta mengalami penurunan. Pelatihan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mitra, bersifat praktis, tidak memerlukan alat tambahan, dan dapat dilakukan secara mandiri. Dampak positif kegiatan ini tidak hanya terlihat pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada perubahan perilaku dan semangat menjaga kesehatan kerja. Keberhasilan program ini menunjukkan potensi replikasi di sektor kerja lain yang memiliki risiko serupa, dengan dukungan pemantauan berkelanjutan untuk hasil yang optimal
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Sumatera Utara Sitinjak, Irene Grececia Yohana; Lubis, Zulhaida; Asfriyati, Asfriyati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19001

Abstract

ABSTRACT Obesity in Indonesia in 2018 one in three adults (35.5% or 64.4 million) lived with overweight or obesity. The results of the 2023 SKI survey show that there is an increase in the prevalence of obesity in adults in Indonesia over the age of 18 years. In 2018 the proportion of obesity was 21.8 percent and in 2023 it increased to 23.4 percent. This study aims to analyze the relationship between sugar sweetend beverages consumption, screentime, and exercise habits with the incidence of obesity in employees at the Regional Office of the Ministry of Law and Human Rights of North Sumatra. The type of research is quantitative with a case-control design. The population is all employees with a sample of 74 cases who have an obese body mass index and 74 normal employees. Data collection through questionnaires. Bivariate data was analyzed using the chi square test. The results showed that the consumption of sugar sweetened beverages p value <0.001, screentime p value <0.001, and exercise habits p value <0.001. All variables had a significant relationship with the incidence of obesity. It is recommended to all employees to maintain a drink consumption pattern with added sweeteners, reduce staring at screens outside of working hours, and exercise regularly. Keywords: Obesity, Employees, Lifestyle  ABSTRAK Obesitas di Indonesia pada tahun 2018 satu dari tiga orang dewasa (35,5% atau 64,4 juta) hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Hasil survei SKI 2023 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi obesitas pada dewasa di Indonesia dengan usia lebih dari 18 tahun. Pada tahun 2018 proporsi obesitas sebesar 21,8 persen dan tahun 2023 meningkat menjadi 23,4 persen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi sugar sweetend beverages, screentime, dan kebiasaaan berolahraga dengan kejadian obesitas pada pegawai di Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara. Jenis penelitian adalah kuantitaif dengan desain case-control. Populasi adalah seluruh pegawai dengan sampel kasus sebanyak 74 pegawai yang memiliki indeks massa tubuh obesitas dan 74 orang pegawai normal. Pengumpulan data melalui kuesioner. Data bivariat dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi sugar sweetened beverages p value <0,001, screentime p value <0,001, dan kebiasaan berolahraga p value <0,001. Semua variable memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian obesitas. Disarankan kepada seluruh pegawai perlu menjaga pola konsumsi minuman dengan tambahan pemanis, mengurangi menatap layar diluar jam kerja, dan rutin berolahraga. Kata Kunci: Obesitas, Pegawai, Gaya Hidup
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF Siregar, Fazidah Aguslina; Asfriyati Nasution
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6161

Abstract

Permasalahan yang dihadapi Puskesmas Muliorejo adalah tingginya jumlah penderita penyakit degeneratif seperti hipertensi dan Diabetes mellitus. Selain itu pengetahuan masyarakat tentang penyakit degeneratif dan pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini juga masih rendah. Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat dan terhindar dari penyakit degeneratif maka perlu mensosialisasikan pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin untuk deteksi dini penyakit degeneratif dan kemudian menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari hari untuk pencegahan penyakit degeneartif. Kegiatan Pengabdian ini berfokus pada 3 sub- kegiatan yaitu pemeriksaan kesehatan, edukasi tentang risiko, gejala penyakit degeneratif, dan edukasi cara pencegahan melalui pengaturan pola makan yang sehat dan gaya hidup yang sehat Target luaran yang akan dihasilkan berupa 1] penulisan artikel di jurnal serta 2] pembuatan video perilaku hidup sehat. Diharapkan pengetahuan tentang penyakit degeneratif dan kesadaran masyarakat akan perilaku hidup sehat akan meningkat sehingga terjadinya penyakit degeneratif dapat dicegah. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi 3 aspek yaitu 1]. Pemeriksaan kesehatan 2]. Edukasi risiko dan gejala penyakit degeneratif 3]. Edukasi cara pencegahan penyakit degeneratif melalui penerapan perilaku hidup sehat.
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Siswi SMP dan SMA Swasta IT Al Munadi Medan Fitria, Maya; Asfriyati, Asfriyati; Syahri, Isyatun Mardhiyah; Sanusi, Sri Rahayu; Lubis, Halinda Sari; Ishak, Aulia; Situmorang, Syafrizal Helmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v5i2.6157

Abstract

Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia dengan jumlah 9.6 juta kematian per-tahun. Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita. Kasusnya terdeteksi sekitar 2 juta kanker payudara baru, yang merupakan sekitar 23% dari seluruh jenis kanker. Perempuan adalah kelompok yang berisiko tinggi terkena kanker. Pengobatan kuratif untuk kanker belum tersedia, beberapa pendekatan telah dianjurkan untuk meningkatkan kesadaran melakukan deteksi dini kanker melalui pendidikan kesehatan. Pendidikan pencegahan kanker payudara harus mendapatkan perhatian khusus, terutama pada anak remaja terutama di sekolah. Siswi dianggap sebagai kader kesehatan di sekolah yang dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara serta diharapkan dapat membantu menyebarkan pengetahuan dan kesadaran di antara keluarga, teman, dan komunitas mereka secara luas. Pelatihan pemeriksaaan payudara sendiri dilaksanakan pada 169 orang siswi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) serta prakteknya. Hasil kegiatan ini telah terbentuk kader kesehatan sekolah yang menjadi duta kesehatan sekolah yang berasal dari siswa-siswi sekolah yang berjumlah 16 orang yang berasal dari kelas VII sampai kelas X. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan siswi tentang pencegahan kanker payudara serta mampu mempraktekkan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) dengan benar. Telah terbentuk kader kesehatan sekolah untuk meningkatkan komitmen dan kepatuhan siswi-siswi akan deteksi dini kanker payudara.
ANALISIS INFERTILITAS PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DUSUN V DESA SUMBER MELATI DISKI TAHUN 2025 Manulang, Nisha Fortuna; Asfriyati; Sri Rahayu Sanusi; Panjaitan, Arifa Masyitah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infertility, defined as the inability to conceive after 12 months of unprotected intercourse, often leads to psychological distress and social stigma. This study analyzed the causes, impacts, and coping strategies of infertility among reproductive-age couples in Dusun V, Sumber Melati Diski Village through a qualitative case study involving in-depth interviews with three couples selected by snowball and purposive sampling. Findings indicate that infertility was associated with smoking, alcohol consumption, drug use, obesity, unhealthy dietary, and occupational exposure to welding fumes. The impacts included psychological consequences such as sadness, anxiety, low self-esteem, loneliness, and anger, as well as social consequences in the form of negative stigma. Coping strategies identified were engaging in activities, self-isolation, denial of infertility examinations, reliance on traditional medicine, seeking informational support, adoption, maintaining a positive outlook, and recognizing the value of the partner’s presence. Strengthening partner support, adopting healthy lifestyles, and seeking professional healthcare such as midwives are recommended for effective management.
Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sepatu di Kawasan Kota Medan Sipahutar, Aulia Ishak; Atika Wafa; Asfriyati
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v6i1.1304

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepatu di Kota Medan merupakan salah satu jenis UMKM yang sangat berkaitan dengan perekonomian dari masyarakat serta menyumbangkan pertumbuhan di Kota Medan. Penelitian dilakukan pada salah satu UMKM sepatu yaitu UMKM Sepatu BJ. Bersaudara Jaya. UMKM sepatu tersebut masih memiliki kendala terhadap strategi dalam pengembangan usahanya selama terjadinya pandemi Covid- 19 pada faktor-faktor permasalahan yaitu pemasaran, modal, teknologi, sumber daya manusia, manajemen, produksi, maupun kemitraan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis lingkungan internal dan eksternal dan merumuskan strategi pengembangan UMKM sepatu di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Analisis SWOT bertujuan memberikan suatu panduan supaya lebih fokus melalui berbagai sudut pandang, baik dari segi kekuatan maupun kelemahan serta peluang ataupun ancaman maka diperlukan suatu strategi dalam pengembangannya. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai Matriks IE (Internal Eksternal) pada titik (2,93;3,59) berada di Sel II. Serta diagram analisis SWOT pada kuadran III titik (-0,43;0,55). Berdasarkan Matriks SWOT diperoleh strategi WO (Weakness-Opportunity) dengan fokus strategi dengan meminimalkan masalah dalam internal serta memaksimalkan peluang pasar yang ada dalam pengembangan UMKM sepatu di Kota Medan
PEMANFAATAN BERAS MERAH DAN JAGUNG DALAM PEMBUATAN MIE SEBAGAI BAHAN PANGAN FUNGSIONAL Ernawati Nasution; Etti Sudaryati; Asfriyati
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2017): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.737 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v2i2.2319

Abstract

Beras merah dan jagung sudah lama diketahui bermanfaat bagi kesehatan, selain sebagaipangan pokok. Namun beras merah dan jagung kurang populer sebagai makanan pokok masyarakatpadahal kedua jenis pangan ini merupakan pangan fungsional yang sangat berguna. Maka dikenalkancara lain untuk pemanfaatan kedua bahan ini dengan mengolahnya menjadi tepung beras merah dantepung jagung untuk pembuatan mie
Analisis Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Desa Ujung Kubu Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara Tahun 2025 Hasibuan, Rahmah Annisa; Asfriyati, Asfriyati; Sanusi, Sri Rahayu; Fitria, Maya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36441

Abstract

Pernikahan usia dini didefinisikan sebagai pernikahan yang dilakukan di bawah usia 25 tahun bagi laki-laki dan di bawah 20 tahun bagi perempuan. Pernikahan usia dini memiliki dampak yang serius pada remaja seperti dampak fisik (perdarahan pasca persalinan, kontraksi palsu, masalah tumbuh kembang anak, dan pengasuhan yang belum optimal, dan KDRT), dampak sosial (risiko perceraian, kehilangan masa remaja, putus sekolah, dan hilangnya peluang pekerjaan), dan dampak psikologis (malu, cemas menghadapi peran baru, penyesalan, terhindar dari perbuatan zina, dan peningkatan rasa tanggung jawab). Berdasarkan hasil dari survei pendahuluan pernikahan usia dini yang telah dilakukan pada 2 informan terjadi karena adanya pergaulan bebas dan kurangnya perhatian dari orang tua tentang pergaulan pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri dari 4 remaja putri yang menikah di usia dini sebagai informan kunci, serta 9 informan pendukung seperti suami, keluarga (ibu/nenek), dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab, dampak, proses pernikahan usia dini, dan dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab pernikahan usia dini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pengaruh lingkungan pergaulan bebas, keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, faktor ekonomi yang tidak mampu membiayai pendidikan, serta paksaan dari orang tua. Dampak yang dialami remaja meliputi dampak fisik, dampak sosial, dan dampak psikologis. Terdapat dua proses pernikahan usia dini yaitu nikah secara agama/siri dan nikah di KUA melalui dispensasi pengadilan agama. Dukungan sosial yang dibutuhkan remaja putri berasal dari keluarga yang memiliki kedekatan emosional seperti suami, ibu, dan nenek. Disarankan kepada remaja untuk meningkatkan pengetahuan dampak pernikahan usia dini, kepada orang tua untuk memberikan pendampingan dan pengawasan yang baik, serta kepada pemerintah untuk memperkuat program edukasi dan regulasi terkait pencegahan pernikahan usia dini.
Eye and Neck Relaxation Training Using the 20-20-20 Rule to Prevent Computer Vision Syndrome and Text Neck Syndrome Due to Binge- Watching Lubis, Namora Lumongga; Lubis, Arfah Mardiana; Utama, Surya; Syahri, Isyatun Mardhiyah; Maya Fitria; Asfriyati; Erna Mutiara
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v10i2.18187

Abstract

Binge-watching is an activity of watching between two and six episodes of a TV show in one sitting. This activity is mostly carried out by students and teenager. At FKM USU, many students binge-watch, and most of them do it because they want to overcome stress. Binge-watching that is done incorrectly will increase a person's risk of suffer various non-communicable diseases due to reduced activity and snacking while binge-watching. This activity can also increase a person's risk of suffering from Text Neck Syndrome and Computer Vision Syndrome because when someone binge-watches they tend to watch with the wrong posture and are reluctant to stop staring at the screen of an electronic device for hours. Programs or activities must be held within FKM USU to prevent students from suffering from Computer Vision Syndrome and Text Neck Syndrome due to binge-watching. This community service activity was carried out at FKM USU, by giving Eye and Neck Relaxation Training Using the 20-20-20 Rule to 27 participants with lecture and demonstration methods. Participants were also given pre-tests and post-tests and also carried out simulations to assess participants' understanding. Based on the pre-test and post-test results, of the 27 participants, only 19 (70.37%) increased their knowledge. Based on the simulation results, all participants got a score of 100, it can be concluded that the eye and neck relaxation training using the 20-20-20 rule that has been implemented can increase students’ knowledge and skills about the eyes and neck relaxation training using the 20-20-20 rule.