Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Siswa tentang Guru Sosiologi Ideal (Studi Kasus Pada SMA di Kota Singaraja, Bali) Mariyastini, Sang Ayu Putu; Sendratari, Luh Putu; Margi, I Ketut
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26681

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah (1) mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi adanya guru-guru pengajar sosiologi yang memiliki kualifikasi non pendidikan sosiologi, (2) menggali persepsi siswa tentang guru yang memiliki kualifikasi non pendidikan sosiologi, (3) mengkaji persepsi siswa tentang guru sosiologi yang ideal. Penelitian ini menggunkanan metode campuran yang memadukan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Lokasi penelitian yakni di SMA N 1 Singaraja, SMA N 4 Singaraja, SMA Lab Undiksha, dan SMA Dwijendra Singaraja. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) faktor yang melatarbelakangi adanya guru-guru pengajar sosiologi yang memiliki kualifikasi non pendidikan sosiologi ialah tuntutan kurikulum, ketersediaan guru sosiologi yang langka, dan kebijakan dari Kepala Sekolah. (2) persepsi siswa tentang guru-guru sosiologi yang memiliki kualifikasi non pendidikan sosiologi dalam kategori cukup baik, (3) perolehan persepsi tentang guru sosiologi yang ideal, yakni memahami peserta didik secara mendalam, merancang pembelajaran, memahami landasan pendidikan, mengembangkan potensi peserta didik, menguasai substansi keilmuan, menguasai struktur dan metode keilmuan, mampu memanfaatkan teknologi dalam pemebelajaran, mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi, memiliki kepribadian yang mantap dan stabil, dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, menjadi tauladan serta mampu berkomunikasi secara efektif.Kata kunci: Persepsi Siswa, Guru Ideal
PENERAPAN FULL DAY SCHOOL DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA (LATAR BELAKANG PENERAPAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI DI KELAS XI IIS) Bawazir, Ema Maulidya; Mudana, I Wayan; Sendratari, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i1.28058

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan Full Day School di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Singaraja, (2) Pengaruh Full Day School terhadap prestasi belajar sosiologi kelas XII IIS. Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yaitu Penerapan dan Pengaruh Full Day School, prestasi belajar. dengan langkah penentuan informan yang terdiri dari siswa kelas XI IIS yang menerapkan Full Day School, Kepala Sekolah, Guru sosiologi SMA Negeri 1 Singaraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik observasi langsung, wawancara, dan studi dokumen, angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan Full Day School di SMA Negeri 1 Singaraja telah berjalan dengan baik, dengan segala penunjang yang ada di SMA Negeri 1 Singaraja dan dari hasil data penyebaran kuesioner ke siswa 70% siswa memberikan respon positif terhadap penerapan ini dengan menyetujui penerapan lima hari sekolah ini. Penerapan lima hari sekolah ini juga berpengaruh terhadap prestasi belajar anak dan pengaruh nya cukup signifikan. Jika dilihat dari hasil pengamatan dan nilai raport siswa kelas XI IIS, Namun prestasi belajar siswa tidak hanya dilihat dari faktor dari dalam diri individu saja melainkan faktor dari luar individu, yaitu terdiri dari faktor lingkungan dan faktor instrumental. Dan Full Day School termasuk ke dalam faktor dari luar karena berupa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.Kata Kunci: Lima Hari Sekolah, Kebijakan Pemerintah, Prestasi, Belajar, Sosiologi.
INTERAKSI SOSIAL PEDAGANG KAKI LIMA DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTUR DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA Fantiya, Hetwin; Sendratari, Luh Putu; Margi, I Ketut
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Interaksi sosial PKL (Pedagang Kaki Lima) etnisBali dengan etnis non-Bali; (2) Interaksi sosial PKL non-Bali dengan masyarakat sekitar; (3)Interaksi sosial PKL non-Bali dengan keluarga dikampung halaman; dan (4) Aspek-aspek yangdijadikan sebagai media pembelajaran Sosiologi pada Bab Individu, Kelompok dan HubunganSosial. Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah tersebut yakni interaksisosial, sektor informal, dan PKL. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif dengan jenis penelitian etnografi, dengan langkah: penentuan informan yangterdiri dari PKL, pembeli, tukang parkir, Ketua dagang, Ketua Lingkungan Kelurahan BanjarTegal dan Desa Pakraman Banyuasri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi, penyajian,dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Interaksi sosial PKL etnis Bali dengan etnisnon-Bali atas dasar kekeluargaan, kepedulian, dan persaudaraan, (2) Interaksi sosial PKL non-Bali dengan masyarakat sekitar berupa interaksi langsung dengan tujuan jual beli dan interaksitidak langsung dalam wujud saling menjaga keamanan lingkungan, (3) Interaksi sosial PKLnon-Bali dengan keluarga dikampung halaman lebih banyak dilakukan secara tidak langsungmelalui Handphone karena akses tempat asal dan tempat rantauan jauh, interaksi secaralangsung hanya dilakukan pada saat Hari Raya Idul Fitri dan saat ada musibah, dan (4) Aspekaspekyang dapat dijadikan media pembelajaran Sosiologi pada kasus PKL antara lain:aktivitas berdagang, interaksi sosial, dan aktivitas sosial. Aspek ini dapat dikaitkan denganmateri pembelajaran Sosiologi SMA pada topik Individu, Kelompok dan Hubungan Sosial.Kata Kunci: PKL, Interaksi Sosial, Media Pembelajaran
PEMERTAHANAN TRADISI GANGSING DI DESA GESING PAD ERA MASYARAKAT MODERN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA KELAS XI JURUSAN IPS (STUDI KASUS DI DESA GESING, BANJAR, BULELENG, BALI) Wiarsana, Made Wahyu Ari; Atmadja, Nengah Bawa; Sendratari, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.26843

Abstract

Meskipun permainan tradisional yang sudah semakin dilupakan akaibat datangnya jaman modern dan digantikan oleh permainan modern, ada salah satu permainan tradisional yang masih eksis di jaman modern ini yaitu permainan gangsing yang terletak di disa Gesing, Banjar, Buleleng, Bali. Permainan gangsing di desa Gesing ini muncul sejak ratusan tahun silam, permainan gangsing ini muncul karena datang masa-masa panen raya akhir bulan yaitu panen cengkeh dan kopi. Penelitian ini digunakan sebagai sumber belajar Sosiologi kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 1 Banjar. Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi bertahannya tradisi gangsing di Desa Gesing pada era masyarakat modern yaitu : (a) pelestarian budaya, yakni Meskipun masyarakat Desa Gesing sudah memasuki era modern saat ini seharusnya tidak bisa melupakan budaya yang sudah ada meskipunkebudayaan tersebut sudah semakin kalah dengan kebudayaan bodern dan harus tetap melestarikan kebudayaan yang sudah ada, seperti kbudayaan tradisi gangsing yang ada di Desa GesingKata kunci: permainan, gansing, pembelajaran sosiologi
Fenomena Membolos Sekolah Di Madrasah Aliyah At-Taufiq Sigaraja Sebagai Bentuk Perilaku Menyimpang dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA Mamnun, Aizil; Sendratari, Luh Putu; Margi, I Ketut
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i1.28045

Abstract

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan belajar, termasuk sisem pendukung dan materi lingkungan pembelajaran (Musfiqon, 2012: 128). Dalam memberikan materi sosiologi guru Madrasah Aliyah At-Taufiq hanya mengacu pada lembar kerja siswa (LKS) sehingga peserta didik kurang peka dan kurang memahami permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Padahal, banyak sekali permasalahan-permasalahan sosial yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi, salah satu nya perilaku membolos yang dilakukan peserta didik Madrasah Aliyah At-Taufiq pada materi penyimpangan sosial.Kata kunci: sumber belajar, LKS, penyimpangan sosial
FENOMENA PUTUS SEKOLAH PADA JENJANG SMP DI PEJARAKAN, GEROKGAK, BULELENG, BALI Safitri, Dela; Sendratari, Luh Putu; Margi, I Ketut
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor penyebab putus sekolah pada jenjang SMP di Desa Pejarakan dan (2) persepsi masyarakat tentang putus sekolah. Landasan teori yang digunakan yaitu teori putus sekolah dan teori persepsi. Jenis penelitian yaitu deskriptif, pendekatan penelitian yaitu fenomenologis. Penelitian berlokasi di Desa Pejarakan, Gerokgak, Buleleng, Bali. Sumber data didapatkan melalui metode observasi langsung dan tidak langsung, metode wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data yang dilakukan adalah Model Miles and Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, yaitu triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus putus sekolah pada jenjang SMP di Desa Pejarakan disebabkan oleh empat faktor yang saling berkaitan yaitu, (1) Lingkungan sosial; (2) Kesulitan dalam mengikuti pembelajaran; (3) faktor ekonomi; dan (4) Kurangnya dorongan orang tua. Adapun persepsi masyarakat Desa Pejarakan tentang kasus putus sekolah pada jenjang SMP yaitu, (1) Wajib belajar menjadi dasar penghalang putus sekolah; (2) Bekerja mencari nafkah bukan jalan keluar terhadap anak putus sekolah; (3) Putus sekolah merupakan penghalang untuk mencapai kesuksesan di masa depan.Kata Kunci: putus sekolah, faktor penyebab, persepsi
Bias Gender dalam Pendidikan (Studi Kasus Pembelajaran Sosiologi Kelas XI dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di MAN 1 Buleleng) Juliana, Gita; Sendratari, Luh Putu; Maryati, Tuty
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk-bentuk bias gender dalam pembelajaran sosiologikelas XI, (2) faktor penyebab bias gender dalam pembelajaran sosiologi kelas XI, (3) persepsi gurusosiologi dan peserta didik mengenai bias gender dalam pembelajaran sosiologi kelas XI, dan (4) strategiyang dilakukan untuk dimanfaatkannya isu bias gender sebagai sumber belajar sosiologi kelas XI. Jenispenelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di MAN 1 Buleleng. Landasan teoriyang digunakan yaitu konsep bias gender, konsep faktor penyebab bias gender, konsep persepsi dankonsep strategi pembelajaran. Teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitianmenunjukan (1) bentuk bias gender dalam pembelajaran sosiologi ditemukan adanya penempatanperempuan sebagai subordinasi yang terlihat dalam pengembangan RPP, proses belajar mengajar danbahan ajar. Adanya pelabelan atau stereotip yang terlihat dalam proses belajar mengajar dan bahan ajar;(2) faktor penyebab bias gender dalam pembelajaran sosiologi ialah faktor internal dan eksternal. Faktorinternal yaitu ketidakpahaman guru tentang bias gender. Faktor eksternal yaitu partisipasi, akses, danproses pembelajaran. (3) persepsi guru dan peserta didik terhadap bias gender dalam pembelajaransosiologi. Persepsi guru yaitu tidak paham bias gender, pembelajaran sosiologi bebas dari bias gender.Persepsi peserta didik yaitu tidak paham bias gender, perlakuan yang berbeda, belum bebas dari biasgender. (4) strategi yang dilakukan untuk dimanfaatkannya isu bias gender sebagai sumber belajarsosiologi ialah strategi pembelajaran inkuiri yang dikombinasikan dengan strategi afektif.Kata kunci: bias gender, pembelajaran sosiologi, sumber belajar sosiologi.
Akulturasi Kebudayaan Hindu dan Buddha di Vihara Buddha Dharma Sunset Road, Kuta, Bali (Latar Belakang Sejarah, Bentuk Akulturasi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) ., Ni Wayan Wiwik Astuti; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3618

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Legian, Kecamatan Kuta, Badung yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakang berdirinya Vihara Buddha Dharma Sunset Road, Kuta, Bali dengan arsitektur Hindu dan Buddha, (2) Bentuk akulturasi yang nampak di Vihara Buddha Dharma Sunset Road, Kuta, Bali, (3) Potensi-potensi dari bentuk akulturasi pada bangunan di Vihara Buddha Dharma yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian kualitatif ialah (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (3) Penentuan Informan, (4) Pengumpulan Data, (5) Validitas Data yang terdiri dari triangulasi data dan triangulasi metode, (6) Analisis Data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Vihara Buddha Dharma didirikan oleh para Bhikkhu sebanyak tujuh orang dan umat Buddha yang tinggal di Desa Adat Legian. Ada tiga faktor yang melatarbelakangi pembangunan Vihara Buddha Dharma, yakni faktor historis (Sejarah), faktor kultural (keterbukaan) dan faktor politik. (2) Bentuk-bentuk akulturasi yang nampak di Vihara Buddha Dharma dapat dilihat dari bentuk bangunan yang berakulturasi, akulturasi bahan bangunan, akulturasi ornamen pada bangunan dan makna simboliknya. (3) Potensi Vihara Buddha Dharma sebagai sumber belajar sejarah yaitu sejarah Vihara Buddha Dharma memiliki peran penting dalam perkembangan Agama Buddha di Badung, di mana keberadaan Vihara Buddha Dharma sebagai Vihara orang Cina dapat dijadikan bukti sejarah bahwa daerah Badung yang mayoritas penduduknya beragama Hindu ternyata dapat di sentuh pula oleh Agama Buddha. dan arsitektur bangunan Vihara Buddha Dharma yang berakulturasi memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber belajar sejarah mengenai fakta-fakta tentang proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan tradisi Hindu-Buddha di bidang arsitektur. Kata Kunci : Kata Kunci: Vihara Buddha Dharma, Bentuk Akulturasi, Potensi Vihara Buddha Dharma Sebagai Sumber Belajar Sejarah. ABSTRACT The research was conducted in the Legian Village, Kuta district, Badung regency which aimed to determine: (1) The background of Buddha Dharma Vihara, Sunset Road, Kuta, Bali with Hindu and Buddhist architecture. () The form of acculturation who wore in Buddha Dharma Vihara, Sunset Road, Kuta, Bali. (3) The potentialities of acculturation on buildings in Buddha Dharma Vihara which could be developed as a source of historycal acquirement. This research is qualitative research types. The stages of the qualitative research conducted in the: (1) the determination of the location of research. (2) determination of the informant. (3) data collection (4) the validity of data consisting of triangulation data and triangulation method, (5) Analysis of data. The results showed: (1) Buddha Dharma Vihara established by the buddhist monk as many as seven people and buddhists who lives in the village of customary Legian. There are three factors the rationale behind the construction of Vihara Buddhist Dharma, namely historical factors (history), cultural factors (openess) and political factors. (2) The forms acculturation of Buddha Dharma Vihara can be seen through from the shape of the building, building materials, the building ornaments and meaning of symbol that it has build on it (3) The potency of Buddha Dharma Vihara can be used as a sourse of historycal acquirement, Buddha Dharma Vihara history has an important role of buddhism development of Badung region, which is Buddha Dharma Vihara presence as a Chinese Vihara can be used as historical evidence on Badung region that can be touched by Buddhism where most of them has Hindu religion. And architecture Buddha Dharma Vihara acculturated has huge potential as a source of historycal acquirement regarding the facts of interaction process on communities in various regions between buddhism and Hindu tradition can be seen on architecture sector. keyword : Keywords: Buddha Dharma Vihara, the form of acculturation, potential Buddha Dharma Vihara as a source of historycal acquirement.
MASJID AL IMRON: LATAR BELAKANG PENDIRIAN DAN NILAI PENDIDIKAN SEJARAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI DESA TOYAPAKEH, NUSA PENIDA, KLUNGKUNG, BALI ., Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang melatarbelakangi pendirian Masjid Al Imron; (2) fungsi Masjid Al Imron bagi komunitas muslim setempat; dan (3) nilai pendidikan sejarah yang dapat diambil dari Masjid Al Imron di Desa Toyapakeh sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) Metode penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi); (4) Metode analisis data; dan (5) Metode pelaporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) faktor-faktor yang melatarbelakangi pendirian Masjid Al Imron yakni (a) faktor religi; (b) faktor sosial; dan (c) faktor budaya. 2) Fungsi Masjid Al Imron bagi komunitas muslim setempat, di antaranya (a) Fungsi religi; (b) fungsi sosial; (c) fungsi budaya; dan fungsi pendidikan. 3) Nilai pendidikan sejarah yang dapat diambil dari Masjid Al Imron sebagai sumber belajar sejarah yaitu, (a) Nilai religius; (b) nilai keagungan budaya; (c) nilai toleransi; dan (d) nilai kepahlawanan. Kata Kunci : Masjid, nilai sejarah, sumber belajar. This study attempted to investigate: (1) The factors underlying the establishment of Masjid Al Imron , (2) the function of Masjid Al Imron for the local Muslim community, and (3) educational value of history that can be taken from the mosque in the village of Al Imron Toyapakeh as a source of learning history. This study used qualitative approach, there are: (1) method of determining research location, (2) method of determining sources, (3) data collection methods (observation , interviews , and documentation), (4) methods of data analysis, and (5) methods of reporting research results. The results showed that: 1) The factors underlying the establishment of Masjid Al Imron namely (a) the religious factor, (b) social factors and (c) cultural factors. 2) Function Masjid Al Imron for the local Muslim community, including (a) the function of religion, (b) social function, (c) the function of culture, and educational functions. 3) The value of education that can be drawn from the history of Masjid Al Imron as a source of learning history that is, (a) religious value, (b) the value of cultural greatness ; (c) the value of tolerance, and (d) the value of heroism. keyword : Mosque, history value, sources.
TUGU PERJUANGAN PEMUDA DI DESA CELUKANBAWANG, GEROKGAK, BULELENG, BALI SEBAGAI MEDIA PENANAMAN NILAI NASIONALISME PADA SISWA SMA/MA ., Ali Rausan Fikri; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Dr. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.11292

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian adalah 1) rancangan penelitian, 2) teknik penentuan lokasi penelitian, 3) teknik penentuan informan, 4) teknik pengumpulan data, 5) teknik validasi, dan 6) teknik analisis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) faktor Tugu Perjuangan Pemuda di Desa Celukanbawang dapat dijadikan media penanaman nilai nasionalisme; 2) cara memanfaatkan Tugu Perjuangan Pemuda di Desa Celukanbawang sebagai media penanaman nilai nasionalisme pada siswa SMA/MA. Berdasarkan wawancara, observasi, studi pustaka atau dokumen di lapangan diketahui bahwa, 1) faktor Tugu Perjuangan Pemuda dapat dijadikan sebagai media penanaman nilai nasionalisme adalah ada dua faktor, yakni faktor nilai dan fungsi yang terkandung pada Tugu Perjuangan Pemuda. Nilai-nilai yang terkandung adalah nilai patriotisme, nilai persatuan dan kesatuan, dan nilai pendidikan. Sedangkan fungsinya adalah fungsi edukatif, yakni sebagai sarana pendidikan dan fungsi inspiratif, yakni semangat pantang menyerah yang ditunjukan para pejuang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. 2) cara atau strategi memanfaatkan Tugu Perjuangan Pemuda sebagai media penanaman nilai nasionalisme pada siswa SMA/MA adalah dengan menjadikan Tugu Perjuangan Pemuda sebagai sumber dan media dalam pembelajaran sejarah.Kata Kunci : Tugu, Media Penanaman Nilai Nasionalisme This research is a qualitative research with stages done in the research are 1) research design, 2) research location determination technique, 3) informant determination technique, 4) data collection techniques, through observation, interview, and literature study, 5) validation techniques, and 6) data analysis techniques. This study aims to determine; 1) the factor of the Monument of Youth Struggle in the village of Celukanbawang can be used as a medium for the cultivation of the value of nationalism; 2) how to exploit the Monument of Youth Struggle in Celukanbawang Village as a medium of nationalism value for high school / MA students. Based on interviews, observation, literature study or document in the field, it is known that 1) the factor of Monument of Youth Struggle can be used as media of nationalism value is two factors, namely value and function factor contained in Monument of Youth Struggle. The values contained are the values of patriotism, the value of unity and unity, and the value of education. While its function is an educative function, namely as a means of education and inspirational function, ie unyielding spirit which shows the fighters can be an inspiration for the younger generation. 2) the way or strategy to utilize Monument of Youth Struggle as media of nationalism value planting at SMA / MA students is by making Monument of Youth Struggle as source and media in learning history. keyword : Monument, Media Planting Value Nationalism
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Barus, Ira Pratiwi Alberta Bawazir, Ema Maulidya Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin