Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI SURVIVAL MASYARAKAT NELAYAN DUSUN YEHIBIYU, DESA PATAS, BALI (SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA) Haryadi, Fani; Mudana, I Wayan; Sendratari, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.26851

Abstract

Kemiskinan masyarakat nelayan merupakan suatu permasalahan sosial yang harus mendapatkan perhatian, termasuk juga yang terjadi pada masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. Strategi survival dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada musim paceklik datang melanda. Salah satu yang membuat nelayan melakukan hal tersebut karena nelayan berada pada kondisi kemiskinan yaitu dari segi perekonomian yang menyebabkan sangat susahnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada kondisi tersebut masyarakat nelayan akan melakukan strategi survival untuk mendapatkan pemasukan yang cukup bagi kehidupan keluarganya.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kondisi kemiskinan masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 2) Mengetahui strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 3) Mengetahui aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi, di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan jenis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu tiga orang masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas, Kadus, satu pelajar dan satu guru pengajar sosiologi sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas berada pada kondisi kemiskinan disaat hasil penangkapan ikan sangat berkurang karena adanya musim paceklik. 2) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas melakukan strategi survival untuk dapat bertahan hidup bersama keluarganya. Strategi yang dilakukan antara lain strategi aktif, strategi pasif/mengurangi, dan strategi jaringan. 3) Aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan yang bisa di jadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkaitan dengan strategi survival itu sendiri.Kata kunci: Kemiskinan, strategi survival, sumber belajar
PENGETAHUAN TRADISIONAL PENGOLAHAN GULA AREN DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL DI DESA PEDAWA, BULELENG, BALI Swandewi, NI Putu; Mudana, I Wayan; Sendratari, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i2.28055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Latar belakang masyarakat desa Pedawa mempertahankan pengetahuan tradisional pengolahan gula aren, (2) Memahami dinamika pengolahan gula aren dalam perspektif perubahan sosial, (3) Mengidentifikasi unsur-unsur pengetahuan tradisional tentang gula aren dalam perspektif perubahan sosial yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA Negeri 2 Banjar. Pendekatan yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan deskripsif kualitatif dan jenis penelitian etnosains, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik porposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1)Latar belakang masyarakat Desa Pedawa mempertahankan pengetahuan tradisional pengolahan gula aren ada tiga faktor yaitu, ekonomi, religius, dan cultural. (2)Pengolahan gula aren di Desa Pedawa mengalami perubahan yakni, perubahan pada lahan pohon aren, alat-alat yang digunakan, pemasaran dan bentuk gula aren. (3)Unsur-unsur yang dijadikan sumber belajar Sosiologi pada penelitian pengetahuan tradisional pengolahan gula aren dalam perspektif perubahan sosial yakni, perubahan pada lahan pohon aren, alat-alat yang digunakan, pemasaran dan bentuk gula aren.Kata kunci: Pengetahuan, Perubahan Sosial, Sumber Belajar
Pembentukan Nilai-Nilai Karakter pada Anak-Anak Panti Asuhan Narayan Seva, Kerobokan, Buleleng, Bali dalam Membangun Integrasi Sosial Di kalangan Penghuni Panti Asuhan Suarmini, Ni Luh; Sendratari, Luh Putu; Maryati, Tuty
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakter anak-anak yang tinggal di Panti AsuhanNarayan Seva, (2) mengetahui nilai-nilai karakter yang diterapkan Panti Asuhan Narayan Sevadalam membangun integrasi sosial, (3) mengetahui bentuk atau pola pendidikan karakter yangdiberikan kepada anak-anak panti asuhan sebagai upaya membangun integrasi sosial. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan studi dokumen.Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian adalahsebagai berikut: (1) anak-anak yang tinggal di panti asuhan Narayan Seva memiliki dua tipe yaituanak-anak yang baru awal tinggal di panti asuhan yang masih memiliki karakter aslinya saat masihbersama orang tuanya dan anak-anak yang sudah lama tinggal di panti asuhan yang karakternyasudah dibentuk (2) panti asuhan Narayan Seva menanamkan 9 nilai-nilai karakter yangditananmkan untuk membentuk karakter anak-anak yang baru awal tinggal di panti asuhan NarayanSeva yaitu sikap religius, sikap jujur, sikap toleransi, sikap disiplin, sikap kerja keras danbertanggungjawab, sikap mandiri, sikap peduli lingkungan dan sikap peduli sosial. 3) panti asuhanmenggunakan beberapa bentuk atau pola yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai karakterdalam membangun integrasi sosial anak-anaknya yaitu: menanamkan kegiatan rapat bersama,belajar bersama, liburan bersama, yoga bersama dan berkebun bersama.Kata Kunci : Nilai-Nilai Karakter , Panti Asuhan , Integrasi Sosial.
KEPERCAYAAN RAKYAT DI SEKITAR LINGKARAN HIDUP MANUSIA SEBAGAI MEDIA KONTROL SOSIAL PADA MASYARAKAT BAYUNGGEDE, KINTAMANI, BANGLI, BALI (Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA) Windiasih, Ni Wayan; Sendratari, Luh Putu; Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang masyarakat Bayunggede menggunakan kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia sebagai media kontrol sosial. (2) Jenis-jenis kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia yang terdapat di Desa Bayunggede. (3) Cara pemanfaatan kepercayaan rakyat sebagai sumber belajar Sosiologi di SMA. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap meliputi; (1) Lokasi penelitian dilakukan di Desa Bayunggede, Kintamani, Bangli, Bali. (2) Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling yaitu pengambilan dengan tujuan tertentu yakni dengan mempertimbangkan bahwa informan atau subjek penelitian dianggap memiliki kemampuan dan dapat memahami permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini. (3) Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. (4) Teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. (5) Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang masyarakat Bayunggede menggunakan kepercayaan rakyat sebagai media kontrol sosial dilandasi dua faktor yaitu faktor ideologi dan sosiologi. (2) Pada masyarakat Bayunggede terdapat 20 kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia yang berbentuk ungkapan kepercayaan rakyat dan tradisi. Ungkapan kepercayaan rakyat terdiri dari 13 ungkapan dan 7 tradisi. (3) Kepercayaan rakyat yang terdapat di Desa Bayunggede di manfaatkan sebagai sumber belajar Sosiologi sesuai dengan kurikulum 2013 dengan kompetensi dasar yaitu memiliki pengetahuan bagaimana melakukan strategi pemberdayaan komunitas dengan cara mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal di era globalisasi saat ini.Kata kunci: Kepercayaan rakyat, masyarakat Bayunggede, sumber belajar Sosiologi.
PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMA (SEKOLAH MENENGAH ATAS) LUAR BIASA C NEGERI 2 BULELENG, BALI (PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN) Sari, Nela Agustin Permata; Sendratari, Luh Putu; Margi, I Ketut
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.26852

Abstract

Penelitian ini berawal dari perdebatan masyarakat mengenai pembelajaran pendidikan seks di sekolah. Namun di tengah perdebatan tersebut, justru pendidikan seks diajarkan di sekolah luar biasa C Negeri 2 Buleleng. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menambah pengetahuan peserta didik SMA Luar Biasa C Negeri 2 Buleleng mengenai pemahaman tentang pendidikan seks, sehingga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Mengetahui pola interaksi guru dan peserta didik di dalam kelas maupun di luar kelas dalam konteks pendidikan seks. 3) Mengetahui kendala-kendala guru dalam memberikan pendidikan seks dan cara mengatasinya. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Luar biasa C Negeri 2 Buleleng, Bali dan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui langkah-langkah: pendekatan dan jenis penelitian serta lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Faktor-faktor yang melatarbelakangi diajarkannya pendidikan seks di SMA Luar Biasa C Negeri 2 Buleleng, 2) Pola interaksi guru dan peserta didik di dalam maupun di luar kelas dalam konteks pendidikan seks, 3) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam memberikan pendidikan seks dan cara guru mengatasi kendala tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan seks diberikan kepada remaja tunagrahita karena memiliki kebutuhan seksual yang sama dengan remaja pada umumnya yang dikategorikan normal.Kata kunci: Pendidikan seks, remaja tunagrahita.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRIPT DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IIS 5 SMA NEGERI 2 BANJAR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Nia, Aflachatun; Sendratari, Luh Putu; Mudana, I Wayan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26680

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script pada pelajaran sosiologi, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script pada pelajaran sosiologi, (3) mengetahui peningkatan respon siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script pada pelajaran sosiologi. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Tahap yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) observasi, (5) evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan (1) presentase rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I adalah 25,74 % dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 26,64% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 70,54% dengan kategori sedang, dan ketuntasan belajar mencapai 67,74%, meningkat menjadi 80,84% dengan kategori tinggi dan ketuntasan belajar mencapai 90,32% pada siklus II; (3) respon siswa pada siklus I terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script mencapai rata-rata 37,06% dengan kategori positif. Bedasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2017/2018.Kata Kunci: Model Pembelajaran Koopetaif Tipe Script, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Sosiologi.
PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) AMARTHA YOGA DI DESA GEROKGAK, BULELENG, BALI. (Latar Belakang, Pola Pembelajaran, Manfaat dan Kendala Pada Program Paket B) Abidin, Zainal; Sendratari, Luh Putu; Maryati, Tuty
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26669

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui latar belakang pembelajar memilih PKBMAmartha Yoga sebagai tempat kegiatan kejar Paket B yang setara dengan jenjang SMP. 2) Untukmemahami Pola Pembelajaran yang diterapkan pada Paket B di PKBM Amartha Yoga. 3) Untukmengetahui manfaat dan kendala yang terdapat di PKBM Amartha Yoga dalam prosespembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui langkahlangkah:penentuan informan yang terdiri dari Ketua PKBM Amartha Yoga, Tutor Paket B, danPembelajar Paket B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studidokumen. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasilpenelitian menunjukkan 1) Latar belakang pembelajar memilih PKBM Amartha Yoga sebagaikegiatan kejar Paket B adalah untuk menambah pengetahuan, meningkatkan kualitasketerampilan, dan PKBM Amartha Yoga dianggap dapat menyelesaikan problematika pendidikanyang dialami oleh pembelajar. 2) Pola pembelajaran yang diterapkan di PKBM Amartha Yogamengacu pada bentuk model atau metode pembelajaran yang diberlakukan, yaitu metodeceramah, diskusi, dan tanya jawab. 3) Manfaat pembelajar mengikuti pembelajaran di PKBMAmartha Yoga yaitu bertambahnya wawasan, pengetahuan, dan keterampilan. Sedangkankendala yang dialami dalam proses pembelajaran di PKBM Amartha Yoga yaitu kendala daripersonal pembelajar dan kendala dari lembaga PKBM Amartha Yoga.Kata Kunci: Pembelajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Amartha Yoga, Pola Pembelajaran
PERSEPSI PELAJAR DAN CARA PENANGGULANGAN FENOMENA SEKS BEBAS DIKALANGAN PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KOTA SINGARAJA Permana, I Nengah Narendra; Sendratari, Luh Putu; Margi, I Ketut
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26842

Abstract

Seks bebas di kalangan pelajar merupakan fenomena yang harus segera mendapatkan perhatian, termasuk juga yang terjadi pada pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Singaraja. Meluasnya perilaku yang semula dianggap hanya terjadi pada pelajar di berbagai kota besar, dan kini telah merembes sampai ke pelosok, hal ini menunjukkan adanya persebaran pengaruh buruk yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mendeskripsikan persepsi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap perilaku seks bebas, (2) Mengidentifikasi cara penanggulangan fenomena seks bebas menurut pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), (3) Menjelaskan aspek-aspek dari fenomena seks bebas yang bisa dijadikan sumber belajar sosiologi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode campuran: pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis naratif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pelajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 1 Singaraja dan SMA Lab Undiksha, sedangkan untuk sampelnya sendiri adalah pelajar yang berada di kelas XI dengan jumlah total 146 responden, ditambah enam orang pelajar sebagai informan dan dua orang guru sebagai infoman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Persepsi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap perilaku seks bebas beragam mulai dari sangat setuju, setuju, dan ragu-ragu, (2) Cara penanggulangan fenomena seks bebas menurut pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu; faktor dalam diri (internal) dan faktor luar diri (external), (3) Aspek-aspek dari fenomena seks bebas yang bisa dijadikan sumber belajar sosiologi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkaitan tentang cara penanggulangan itu sendiri.Kata kunci: Seks Bebas, Pelajar, Persepsi, Cara Penanggulangan, Sumber Belajar
Iklan Kosmetik Wajah Wanita dalam Katalog Oriflame (Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi dalam Rangka Menumbuhkan Literasi Media di SMA) Wahyuni, Komang Sri; Sendratari, Luh Putu; Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis-jenis kosmetik wajah wanita dalam katalog Oriflame yang digunakan siswi, (2) faktor penyebab siswi menggunakan katalog Oriflame, (3) aspek-aspek yang terdapat pada iklan kosmetik wajah wanita dalam katalog Oriflame yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sosiologi kelas X dalam rangka menumbuhkan literasi media di SMA. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SMAN 1 Singaraja. Landasan teori yang digunakan yaitu konsep kosmetik wajah, konsep iklan, konsep pembelajaran sosiologi. Teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan (1) jenis-jenis kosmetik wajah yang digunakan siswi dikelompokkan menjadi empat preparat yaitu preparat untuk mata, preparat make up, preparat perawatan kulit, dan preparat sunscreen, (2) faktor penyebab siswi menggunakan katalog Oriflame yaitu keterangan produk cukup jelas, mengikuti atau meniru teman, getok tular, harga produk bervariasi, menghemat waktu, kualitas produk baik dan terpercaya, dan katalog yang menarik. (3) iklan kosmetik wajah wanita dalam katalog Oriflame dikaitkan dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar Sosiologi yang sesuai dengan silabus dan kurikulum 2013.Kata kunci: Iklan, Kosmetik Wajah, Oriflame, Sumber Belajar Sosiologi
UPAYA PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 GEROKGAK, KECAMATAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Ranti, Kadek; Atmadja, Nengah Bawa; Sendratari, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang terjadi anak putus sekolah diSekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak, (2) Implikasi yang ditimbulkan dari adanya anak putussekolah, (3) Upaya yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak dalammelakukan pencegahan anak putus sekolah. Anak putus sekolah sendiri diartikan sebagai berhentinyaseorang anak dalam suatu jenjang pendidikan formal tertentu. Menurut Suyanto ada beberapa faktorpenyebab anak putus sekolah yaitu rendahnya minat anak untuk bersekolah, kemampuan siswa rendah,ekonomi, kurangnya perhatian orang tua dan pengaruh lingkungan bermain. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha menggambarkan danmenginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya. Lokasi penelitian yaitu di Sekolah MenengahPertama 1 Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Informan dalam penelitian ini meliputiKepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak, wakil kepala, guru bimbingan konseling, KepalaDesa Gerokgak, anak putus sekolah dan keluarga anak putus sekolah. Teknik pengambilan datamenggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan validasi data. Teknik analisis data meliputireduksi data, display data dan verfikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Penyebab anakputus sekolah dikarenakan faktor ekonomi, kurangnya perhatian orang tua, kemampuan siswa rendahdan hamil diluar nikah, (2) Implikasi anak putus sekolah meliputi implikasi kepada anak itusendiri,keluarga, sekolah dan masyarakat, (3) Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi sosialisasi,pemberian beasiswa, kunjungan kerumah siswa dan kontrol ijin sekolah.Kata kunci: Anak Putus Sekolah, Implikasi, Upaya pencegahan
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Barus, Ira Pratiwi Alberta Bawazir, Ema Maulidya Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin