Claim Missing Document
Check
Articles

PURI AGUNG NEGARA JEMBRANA (SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Arimbawa, I Putu Eka; Purnawati, Desak Made Oka; Maryati, Tuty
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.30587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Puri Agung Negara Jembrana di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, (2) struktur dan fungsi Puri Agung Negara Jembrana tersebut, dan (3)potensi yang terdapat di Puri Agung Negara Jembrana yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif meliputi: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen; (4) teknik validasi data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber; (5) teknik analisis data memakai model interaktif. Hasil penelitian menujukkan bahwa: sejarah Puri Agung Negara Jembrana memiliki kaitan erat lintasan sejarah Kerajaan Jembrana. Hal ini dikarenakan Puri Agung Negara Jembrana merupakan pusat kekuasaan dan pemerintahan Kerajaan Jembrana ketika dipindahkan dari Puri Gede Jembrana hingga Kerajaan jembrana berubah menjadi Kabupaten Jembrana pada tahun 1960. Struktur Puri Agung Negara Jembrana menggunakan konsep Tri Mandala yaitu Nista Mandala, Madya Mandala,  dan  Utama Mandala dengan fungsi tiap bangunan sesuai kaidah Sanga Mandala. Fungsi Pura Dalem Jawa yaitu (1) fungsi religius, (2) fungsi sosial-politik, dan  (3) fungsi budaya. Adapun potensi Puri Agung Negara Jembrana berdasarkan analisis kurikulum dan silabus ialah  aspek historis dan aspek peninggalan yang kemudian disusun dalam Rencana Program Pembelajaran untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA.
Watu Lawang sebagai Peninggalan Megalithikum di Desa Banyuputih-Wringin-Bondowoso: Kajian tentang Sejarah, Bentuk dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA ., Syamsia Dwi Wulandari; ., Dr. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) asal usul keberadaan watu lawang di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) bentuk watu lawang yang terdapat di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, dan (3) potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahap-tahap: (1) lokasi penelitian di Desa Banyuputih-Wringin, Bondowoso, (2) penentuan informan menggunakan “purposive sampling”, (3) pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, (4) teknik validasi data melalui trianggulasi sumber, trianggulasi metode, dan (5) analisis data. Hasil penilitan, yaitu (1) asal usul keberadaan watu lawang merupakan peninggalan zaman pra aksara pada zaman megalithikum yang digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. (2) bentuk watu lawang di Desa Banyuputih berupa menhir yang berdiri tegak (monolith) yang tersusun dari 3 batu besar yang menyerupai pintu, oleh masyarakat digunakan sebagai tempat yang sakral yaitu sebagai tempat pemujaan terhadap roh leluhur. (3) watu lawang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA di kelas X berdasarkan kurikulum 2013, terutama terkait dengan zaman pra aksara. Adapun aspek-aspek yang dapat digunakan, yaitu: aspek historis, aspek bentuk watu lawang, aspek fungsi watu lawang, aspek religius (religi) dan aspek gotong royong.Kata Kunci : watu lawang, bentuk, sumber belajar This research aims to determine, (1) the origin of the existence of watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) the form watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, and (3) its potential as a source of history learning school. This research using qualitative approach with stages: (1) research location in Banyuputih village, Wringin, Bondowoso, (2) informant determination use “purposive sampling”, (3) data collection technique through observation, interview, document study), (4) data validation technique through source triangulation and method triangulation, (5) data analysis. The results of the research are: (1) The origin of the existence of watu lawang is a relic of pre-literacy in the time of megalithicum used as a place worship of the spirit of the ancestors. (2) watu lawang in Banyuputih village builded in form of menhir that stands upright (monolith) is composed of 3 large rocks that resemble the door, by the community used as a sacred place as a place of worship of ancestral spirits. (3) watu lawang has the potential as a source of learning history in high school in class X based on the curiculum 2013, especially related to the pre-literacy era. As for the aspects that can be used ie: historical aspect, form watu lawang aspect, watu lawang function aspect, religious aspect (religious) and aspects mutual cooperation.keyword : watu lawang, form, learning resources
Sejarah dan Sistem Pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Seririt Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ., Kadek Ayu Sutarminingsih; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah dan perkembangan SMA Negeri 1 Seririt mulai dari periode filial SMA Negeri 1 Singaraja sampai periode berdiri sendiri sebagai SMA Negeri 1 Seririt (2) sistem pendidikan yang berkembang di SMA Negeri 1 Seririt pada masa pemberlakuan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Penelitian ini merupakan penelitian historis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Teknik Pengumpulan Data dilakukan melalui: observasi, wawancara, dan studi dokumen, (2) Kritik Sumber (kritik ekstern dan intern), (3) Interpretasi (Analisis Data), dan (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) SMA Negeri 1 Seririt merupakan sekolah yang memiliki perjalanan history yang cukup panjang. Berdirinya SMA Negeri 1 Seririt dilatarbelakangi adanya beberapa faktor, yakni faktor politik ekonomi dan politik strategis. Perkembangan SMA Negeri 1 Seririt yang sangat pesat karena merupakan satu-satunya sekolah negeri di Seririt, sehingga menjadikannya sekolah mandiri yang awalnya merupakan filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) Sistem pendidikan di SMA Negeri 1 Seririt ketika pemberlakuan kurikulum KTSP mampu menorehkan berbagai prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.Kata Kunci : Filial, Sejarah, Sistem Pendidikan This study aims to determine (1) the history and development of the SMA Negeri 1 Seririt filial period ranging from SMA Negeri 1 Singaraja to the period stands alone as the SMA Negeri 1 Seririt (2) the education system is developing in SMA Negeri 1 Seririt on the enactment of the educational unit level curriculum. This research is historical research using qualitative approach with measures: (1) engineering data collection done through: observation, interview, and document research, (2) source criticism (external criticism and internal criticism), (3) interpretation (data analysis), and (4) historiography (the writing of history). The results showed that (1) SMA Negeri 1 Seririt is a school that has a fairly long history travel. The establishment of the SMA Negeri 1 Seririt backed by a number of factors, the political factors of strategic economic and political. The development of SMA Negeri 1 Seririt very rapidly because is the only public school in Seririt, making it an independent school which was originally a filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) The education system in SMA Negeri 1 Seririt when enforcement of the curriculum unit level education capable of applying various achievements in the field of both academic and non academic. keyword : Filial, History, The education system
PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH (STUDI KASUS GURU SEJARAH DI SMAN 1 SAWAN) ., Nengah Cipta Sari; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013; (2) Mengetahui persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013; (3) Mengetahui persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah pada Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuesioner, studi dokumen); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan (5) teknik analisis data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa; (1) Persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan memberikan apresiasi dan penilaian positif terhadap Kurikulum 2013, karena Kurikulum 2013 menerapkan metode scientific approach dalam proses pembelajaran; (2) Persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 menunjukan bahwa guru sejarah di SMA Negeri 1 Sawan mendukung sepenuhnya mata pelajaran sejarah dikelompokan menjadi wajib dan peminatan, Kurikulum 2013 dinilai oleh guru sangat lengkap dan lebih rinci, namun tidak diimbangi dengan pelatihan sejak dini sehingga guru sejarah mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran terutama pada aspek penilaian yang dinilai terlalu rumit; (3) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan Kurikulum 2013 menunjukan bahwa minat siswa untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 cukup tinggi, hal ini tampak pada persepsi siswa terhadap pentingnya pelajaran sejarah dan siswa sangat antusias untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 karena dengan mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 siswa dapat berinovasi dan mengetahui metode pembelajaran yang baru.Kata Kunci : Persepsi, Guru Sejarah, Mata Pelajaran Sejarah, Kurikulum 2013 This research aims (1) knowing the perception of the Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan on the implementation of the 2013 curriculum; (2) knowing the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum; (3) knowing the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum. This study used a qualitative approach with measures: (1) the determination of research location; (2) the determination of informants techniques; (3) data collection techniques (observation, interview, questionnaire, study document); (4) the validity of data guarantee techniques; and (5) data analysis techniques. The results of the research show that; (1) the perception Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan give appreciation and positive assessment to the 2013 curriculum, because the 2013 curriculum is implement the scientific approach method on the learning process; (2) the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum shows history teachers in SMA Negeri 1 Sawan fully support historical subjects are divided into compulsory and specialization and 2013 curriculum assessed by teacher was complete and more detail but not in balance with training from the outset so that history teacher experienced difficulty in applying the 2013 curriculum in the process of learning especially from the perspective of an assessment that was thought to be too complicated; (3) the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum showed that interest on the part of the student to study history at the 2013 curriculum is quite high, it looks on the view of students on the importance of the lessons of history and students are very enthusiastic to learn history on the 2013 curriculum because with historical subjects on the 2013 curriculum students can innovate and know the new method of learning.keyword : Perception, History Teacher, History Subject, 2013 Curriculum.
SEJARAH INDUSTRI KERAJINAN BAMBU DI DESA KAYUBIHI, BANGLI, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA ., I Wayan Roy Adnyana Putra; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.11404

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; (1) Mengetahui latar belakang munculnya industri kerajinan bambu di Desa Kayubihi, Bangli, Bali; (2) Mengetahui proses produksi kerajinan bambu di Desa Kayubihi, Bangli, Bali; (3) Mengetahui potensi kerajinan bambu di Desa Kayubihi, Bangli, Bali Sebagai Sumber Belajar Sejarah lokal di SMA kelas X Peminatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif eksploratif. Dalam penentuan informan peneliti menggunakan “purposive sampling”. Instrument yang digunakan meliputi peneliti sendiri sebagai alat pengumpul data utama dengan bantuan pedoman wawancara. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Setelah mendapatkan data yang relevan, maka data yang terkumpul itu dibaca, diteliti, deverifikasi, dipelajari dengan seksama, sehingga mendapatkan data yang siap untuk dimasukan ke dalam proses analisis. Dalam proses analisis data peneliti menggunakan prosedur deskriptif dengan teknik ekploratif Hasil penelitian ini adalah (1) Awalnya kerajinan anyaman bambu hanya diproduksi dengan model yang masih sederhana namun seiring dengan berkembangnya permintaan dan ekonomi, model serta motif baru bermunculan. Adapun faktor yang mempengaruhinya: (1) Faktor Budaya; (2) Faktor ekonomi; (3) Faktor lingkungan; (4) Tidak Membutuhkan Pendidikan Tinggi; (5) Faktor Keturunan; (6) Faktor Sumber Daya Alam (SDA). (2) Adapun alat yang digunakan dalam produksi adalah sebagai berikut: Golok, Geregaji, Pengutik, Penegteg, Pisau, Gunting, Meteran, Palu, Bor, Kuas, Pusut, Busur. Sedangkan bahan utama yang digunakan adalah bambu. Pada tahun 1998-2016 perkembangan kerajinan bambu sangat pesat, dengan banyaknya bermunculan model dan permintaan yang meningkat. (3) Sejarah perkembangan kerajinan bambu juga relevan digunakan sebagai bahan ajar yang meliputi aspek pemanfaatan sumber daya alam, aspek kewirausahaan dan aspek sosial budaya. Kata Kunci : sejarah industri, kerajinan bambu, sumber belajar sejarah This study aims to investigate: (1) Knowing the background of the emergence of bamboo craft industry in Kayubihi Village, Bangli, Bali; (2) To know the production process of bamboo handicrafts in Kayubihi Village, Bangli, Bali; (3) Knowing the potency of bamboo handicrafts in Kayubihi Village, Bangli, Bali as a Learning Resource History of local high school class X of Specialization. This research used descriptive explorative research approach. In the determination of informant, researcher used "purposive sampling". The instrument used includes the researcher himself as a primary data collection tool with the help of interview guidelines. The data collections used in this study were observation techniques, interviews and document studies. After obtaining the relevant data, then the collected data was read, researched, verified, studied carefully, so get the data ready to be included into the analysis process. In the process of data analys is the researcher used a descriptive procedure with explorative technique. The results of this research were (1) Initially bamboo woven crafts only produced with a model that was still simple but along with the growing demand and economy, new models and motifs were emerging. The factors that influence it: (1) Cultural Factors; (2) Economic factors; (3) Environmental factors; (4) No Need for Higher Education; (5) Heredity Factor; (6) Natural Resources Factors (SDA). (2) The tools used in production are as follows: Machete, saw, Pengutik, Penegteg, knives, scissors, meters, hammer, drill, brush, Pusut, and bow. Moreover, the main material used was bamboo. In 1998-2016 the development of bamboo crafts was very rapid, with many emerging models and increasing demand (3) the history of bamboo handicraft development was relevant as a teaching material which includes aspects of natural resource utilization, entrepreneurship aspect and socio-cultural aspects. keyword : bamboo craft, historical sources, industrial history.
IDENTIFIKASI POTENSI PRANGKO SERI KESEJARAHAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., G.B. Surya Utama; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Jenis-jenis prangko seri kesejarahan yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA, (2) Peristiwa yang terkandung di dalam prangko seri kesejarahan yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitan deskriptif kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian deskriptif kualitatif ialah menggunakan pendekatan sosial yaitu: (1) Penentuan Rancangan Penelitian, (2) Penentuan Lokasi Penelitian, (3) Penentuan Informan, (4) Pengumpulan Data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan (5) Validitas Data yang terdiri dari triangulasi data dan triangulasi metode, (6) Analisis data. Hasil penelitian ini adalah (1) Jenis-jenis prangko seri kesejarahan yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA pada dasarnya adalah semua prangko yang diterbitkan oleh suatu negara untuk memperingati suatu peristiwa kenegaraan. Prangko-prangko yang bertemakan seri kesejarahan yang terkait dengan Kurikulum, Silabus diantaranya adalah prangko seri 100 tahun paleontologi di Indonesia, seri candi, seri revolusi, seri pahlawan nasional, seri Soekarno, seri Suharto, seri B.J. Habibie sampai dengan prangko seri reformasi serta seri kesejarahan lain yang memiliki potensi Sebagai sumber belajar sejarah di SMA. (2) Prangko yang bertemakan sejarah dalam setiap seri penerbitannya memiliki gambar yang menceritakan Peristiwa, tokoh, ruang dan waktu. Adapun beberapa contoh peristiwa yang terkandung dalam prangko yang bisa dijadikan sumber belajar sejarah sebagai berikut. Pertama, prangko yang bergambarkan atau bertema revolusi Pertempuran Surabaya yang terbit pada tanggal tahun 1964 yang menggambarkan peristiwa perjalanan Bangsa Indonesia dalam melawan kolonialisme. Kedua, prangko yang bergambarkan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang terbit pada 17 Agustus 1955 yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting atau detik-detik menjelang proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketiga, prangko yang menggambarkan reformasi 1998 yang terbit pada tanggal 28 Oktober 1998 tentang peristiwa lengsernya Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Kata Kunci : Prangko Sejarah, Sumber Belajar This study aimed to determine (1) The types of historical stamp series that has potential as a source of learning history in senior high school, (2) the events contained in the historical series of stamps that have potential as a source of learning history in senior high school. This research is a qualitative descriptive study. Steps being taken in a qualitative descriptive study using a social approach, namely: (1) Determination of Design Research, (2) Determination of Location Research, (3) Determination of informants, (4) collection of data (observations, interviews, document studies) and (5) The validity of the data comprising the data triangulation and triangulation methods, (6) data analysis. The results of this study were (1) The types of historical stamp series that has potential as a source of learning history in high school is basically all the stamps issued by a country to commemorate an event state. Stamps themed historical series relating to curriculum, syllabus stamp series is 100 years of paleontology in Indonesia, temples series, series revolution, the national hero series, series Sukarno, Suharto series, series BJ Habibie to reform stamp series as well as other historical series that has the potential as a source of learning history in high school (2) history-themed stamps in each series has a picture that tells publishing events, figures, space and time. As some examples of events contained in stamps that can be used as a source of learning history following. First, themed stamps bearing the image of the revolution or the Battle of Surabaya which was published in December 1964 that describes the events of the trip Indonesian nation in the fight against colonialism. Secondly, a stamp bearing the image of reading the text of the proclamation of independence of the Republic of Indonesia which was published on August 17, 1955 depicting significant events or the seconds before the proclamation of Indonesian independence. Third, stamp depicting the 1998 reform, published on October 28, 1998 about the fall of President Suharto event that has been in power for 32 years. keyword : Historical Stamps, Learning Resources
EKSISTENSI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM DI TENGAH PENDIDIKAN MODERN (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM KELURAHAN LOLOAN TIMUR NEGARA BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Mia Lutfitasari; ., Dr. I Ketut Margi, M.Si; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)Faktor-fktor yang melatar belakangi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern; (2)Strategi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum mempertahankan eksistensinya di tengah pendidikan modern; (3)Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspek-aspek yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah dari Pondok Pesantren Manba’ul Ulum dan (5)Cara pemanfaatan Pondok pesantren Manba’ul Ulum sebagai sumber belajar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tahap-tahap:(1)lokasi penelitian di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum di kelurahan Loloan Timur, kecamatan Negara, kabupaten Jembrana,Bali (2) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan snow ball, (3)Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen (4)validasi data menggunkan trianggulasi data dan trianggulasi metode), (5)analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,(1)bertahannya Pondok Pesantren Manba’ul Ulum karena empat faktor, yaitu faktor ekonomi, pendidikan dan faktor sosial budaya (2)Strategi yang di gunakan agar Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern adalah mengintegrasikan kewirausahaan (keterampilan membuat roti) dalam kurikulum dan diadakan sebuah pertemuan antara pimpinan santri dengan orang tua santri dan masyarakat(3)sistem pendidikannya terdiri dari kiai, ustad dan ustadzah, santri, Al-qur’an, kitab kuno dan kitab kuning(4)Pondok Pesantren Manba’ul Ulum berdasarkan kurikulum 2013, adapun aspek-aspek yang dapat digunakan yaitu aspek sejarah, bangunan, dan aspek religius Kata Kunci : pondok pesantren, strategi, sistem,sumber belajar The purpose of this study is to determine (1) The factors behind the Pondok Pesantren Manba'ul Ulum remain in the middle of modern education; (2) The Strategy of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum maintains its existence in the middle of modern education; (3) The education system at Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspects that can be used as a source of history learning from Pondok Pesantren Manba'ul Ulum and (5) How to utilize Manba'ul Ulum boarding school as a learning resource. This research used qualitative approach, with stages: (1) research location at Pondok Pesantren Manba'ul Ulum in East Loloan village, State sub district, Jembrana district, Bali (2) Informant determination technique, informant determination in this research that is purposive sampling and snow ball, (3) data collection method through observation, interview, and document study (4) data validation using triangulation data and triangulation method), (5) data analysis. The result of the research shows that (1) the survival of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum due to four factors, namely economic factor, education and socio-cultural factors. (2) The strategy used in order to Pondok Pesantren Manba'ul Ulum to survive in the middle of modern education is to integrate entrepreneurship (bread making skills) in the curriculum and held a meeting between the santri leadership with the students' parents and the community (3) the education system consists of kiai, ustad and ustadzah, santri, Al-qur'an, ancient books and yellow book (4) Pondok Pesantren Manba'ul Ulum based on the 2013 curriculum, while the aspects that can be used are aspects of history, buildings, and religious aspectskeyword : boarding school, strategy, system, learning resources
KOMUNITAS MUSLIM SASAK BAYAN DI BANJAR DINAS KAMPUNG ANYAR, BUKIT, KARANGASEM, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH DAN POTENSINYA BAGI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., I Wayan Widiarta; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana sejarah keberadaan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar, Desa Bukit, Karangasem, Bali, (2) mengetahui bagaimana hubungan Kerajaan Karangasem dengan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar Desa Bukit dalam konteks yang masih bertahan hingga saat ini, (3) mengetahui aspek – aspek apa saja dari keberadaan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar Desa Bukit yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan langkah – langkah yakni, (1), Heuristik (teknik penentuan informan, observasi, wawancara, dan dokumen), (3) Kritik (kritik eksternal dan kritik internal), (4) Interpretasi, (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang berdirinya Komunitas Muslim Sasak Bayan di Kampung Anyar, Desa Bukit, Karangasem, Bali tak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Karangasem yang melakukan perluasan kekuasaan ke Lombok (Seleparang dan Pejanggik) yang kemudian membawa tawanan politik berupa orang – orang Sasak, (2) keberadaan perkampungan Islam yang ada di Karangasem merupakan suatu kesatuan dengan Puri Karangasem. Masyarakat Kampung Islam di sekitar Puri Karangasem menempati posisi – posisi tertentu yang berada di sekitar puri atau ibukota kerajaan. Hal ini secara alami menjadi benteng besar yang dapat dipakai sebagai pertahanan kota. Hingga saat ini masyarakat Kampung Anyar masih terikat dengan Kerajaan Karangasem dalam bentuk hubungan patron – klien. (3) aspek – aspek yang bisa di kembangkan menjadi sumber belajar sejarah dari keberaan Komunitas Muslim Sasak Bayan di Kampung Anyar yakni, (1) aspek kognitif, (2) aspek afektif, (3) aspek psikomotorik.Kata Kunci : Komunitas, Muslim Sasak Bayan, Sumber Belajar Sejarah This study aims to: (1) knowing how historical existence Sasak Muslim community in Kampung Banjar Anyar Department, Bukit Desa, Karangasem, Bali, (2) determine how the relationship with the Kingdom of Karangasem Sasak Muslim community in Banjar Anyar village Kampung Bukit Office in context still survive to this day, (3) determine aspects - what aspect of existence Sasak Muslim community in Banjar Anyar village Kampung Bukit Office that can be used as a learning resource in school history. The method used in this research is the study of history by step - a step that is, (1), heuristic (technique of determining the informant, observations, interviews, and documents), (3) Criticism (external criticism and internal criticism), (4) Interpretation , (5) Historiography. The results showed that (1) the background of the establishment of the Muslim community in Kampung Anyar Sasak Bayan, Hill Village, Karangasem, Bali can not be separated from the history of the Kingdom of Karangasem who perform extended powers to Lombok (Seleparang and Pejanggik) which then takes the form of the political prisoners - Sasak people, (2) the existence of Islamic villages in Karangasem is a unity with Puri Karangasem. Ohoislam community around Puri Karangasem positions - certain positions that were around the castle or the royal capital. This is naturally a huge fortress that can be used as a defense of the city. Until now, people in Kampung Anyar still bound by the Kingdom of Karangasem in the form of patron - client. (3) aspects - aspects that can be developed into a source of learning the history of keberaan Sasak Muslim community in Kampung Anyar Bayan namely, (1) cognitive, (2) the affective aspects, (3) psychomotor aspects.keyword : Community, Sasak Muslim Bayan, Learning Resources History
Persepsi Peserta Didik Terhadap Proses Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ( Studi Kasus di Kelas VIII A SMP Bhaktiyasa Singaraja) ., Ni Wayan Suratni; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2306

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui permasalahan dalam pembelajaran IPS di kelas VIII A; (2) Mengetahui model-model pembelajaran yang dikembangkan oleh guru IPS di kelas VIII A SMP Bhaktiyasa Singaraja; (3) Mengetahui persepsi peserta didik terhadap model pembelajaran IPS yang dikembangkan oleh guru di kelas VIII A SMP Bhaktiyasa Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuisioner, studi dokumentasi dan studi pustaka); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Permasalahan dalam pembelajaran IPS adalah beban mengajar guru, kualifikasi pendidikan guru IPS yang belum berlatar belakang Sarjana Pendidikan IPS, permasalahan dalam menerapkan konsep IPS Terpadu, kurangnya fasilitas pembelajaran IPS yaitu kurangnya ketersediaan buku penunjang pembelajaran IPS yang dimiliki siswa dan input (Siswa), kurangnya semangat belajar; (2) Model-model Pembelajaran yang Dikembangkan oleh Guru IPS sudah cukup variatif tidak hanya pada metode ceramah tetapi sudah mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD; (3) persepsi peserta didik terhadap pembelajaran IPS secara umum mengarah ke arah positif, hal ini tampak pada komponen minat kesukaan siswa terhadap pelajaran IPS, dan pandangan siswa mengenai pentingnya pelajaran IPS. Persepsi siswa terhadap model pelajaran IPS, guru sudah menggunakan model pembelajaran inovatif yang menyebabkan minat belajar siswa semakin meningkat. Kata Kunci : Persepsi, Peserta didik, Proses Pembelajaran The purpose of this research (1) Knowing the problem of IPS subject in class VIII A; (2) Knowing the learning models which were developed by the teacher of IPS in class VIII A, Bhaktiyasa Singaraja Junior High School; (3) Knowing the perception of learners to learning model of IPS which was developed by the teacher from class VIII A, Bhaktiyasa Singaraja Junior High School. This research is using a qualitative approach with some steps: (1) determination of research location, (2) determination informant technique, (3) collection data technique (observation, interview, questionnaire, documentation study and literature study), (4) guaranty of validity data technique, and (5) data analysis technique. The result of this research showing that: (1) the problem of IPS teaching load of teachers, education qualification of IPS teacher who don’t have IPS scholars background, the problem of applying concept IPS integrated, lack of IPS studying facilities, availability of the IPS books which is owned by the students dan input (students), lack of studying spirits, (2) the learning model which is developed by the IPS teachers are varied enough and not only a lecture method but it has developed a cooperative learning method STAD, (3) the students perception of IPS subject generally aims to positive thing, this can be seen from the component of studens interest to IPS subject, and the vision important that IPS subject. The studens perception about IPS subject that teachers have been using innovative learning model which effects studens interest is increasingkeyword : perception, the learner, learning process.
Monumen Tugu Bambu Runcing di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagek, Kabupaten Lombok Timur (Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.13633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ;1) Latar belakang pendirian Monumen Tugu Bambu Runcing di Desa Lendang Nangka, 2) Proses pembangunan Monumen Tugu Bambu Runcing di Desa Lendang Nangaka, 3) fungsi dan nilai-nilai yang terkandung di Monumen Tugu Bambu Runcing yang bisa dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Motede penelitan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah: 1) Penentuan lokasi penelitian, 2) Teknik penetuan informan, 3) Metode pengumpulan data, 4) teknik validasi , 5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa,1) Latar belakang pendirian Monumen Tugu Bambu Runcing ini karena tiga faktor yaitu faktor historis, faktor sosial, dan faktor politik. 2) Proses pembangunan Monumen Tugu Bambu melalui tiga tahap yaitu ide dari masyarakat Desa Lendang nangka, pengajuan ide ke pemerintah daerah, dan pembanguan monumen. 3) Monumen Tugu Bambu Runcing memilki fungsi yaitu edukatif, inspiratif dan rekreatif. Sedangkan Nilai-nilai yang terkandung adalah nilai patriotisme, nasionalisme, pendidikan, dan persatuan dan kesatuan,Kata Kunci : Monumen , Desa Lendang Nangka, Sumber belajar Sejarah This study aims to in order to know; 1) the background pf the establisment monoment Bambu Runcing in the village Lendang Nangka, 2) the development Monoment Bambu Runcing in the village Lendang Nangka (3) the function and values contained in Monoment Bambu Runcing that can be as source of learning history in high school. The research used in this study is a method kualitatif with the steps; (1) determining of rsearch location, 2) he technique of determining the informant, 3) data collection method, 4) validation of the technique. 5) he technique of of the data analysis. This research result indicates that, 1) background the establishment of the Monement Bambu Runcing is because of three factors factor historis, factor social and facktor politics 2) the development Monoment Bambu through theree stages the idea of the village Lendang Nangkacommonity, the submissioof the local goverment, 3) Monoment Bambu Runcing have fungtion education, inspiration and recreation. While the value of the value contained is the value of patriotism, nationalism, education and unity.keyword : Monoment Village Lendang Nngka, Learning Resources History.
Co-Authors ., AHMAD ROMLI ., Aniqa Faza ., CAHYO BINTORO ., Harisuddin ., I Gede Arcana ., I Made Cahyana Mp ., I Nengah Dodong ., I Ngh Semaranata ., I Wayan Roy Adnyana Putra ., Ida Ayu Putu Ratna Dewi ., Meri Yuliani ., Mia Lutfitasari ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Komang Arya Kusuma Dewi ., Ni Nengah Sariasih ., Ni Pt Ida Yuniastuti ., NURUS MAULIDA ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., RISTI OKDIYANI MISRAN ., SHOLEH ., SITI ROSIDAH ., Syamsia Dwi Wulandari ., Thobiatul Husna ., USI HARIYADI ., USWATUN HASANAH A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Haq Abdul Wafi, Abdul Agistin, Duwi Maulida Agus Budi Setiawan Agus Budi Setiawan, Agus Budi Agus Salim AHMAD ROMLI . Alfarizi, Moh Anak Agung Gede Sugianthara Anantawikrama Tungga Atmadja Andi Firdausi Hairul Izul Haj Angga, I Gusti Agung Aniqa Faza . Arno . Arno ., Arno Ashari, Fajarudin Atiek Urosyidah Ayang Pradana . Ayang Pradana ., Ayang Pradana Bintang Prakasa CAHYO BINTORO . Darmadi, Ni Putu Erna Sri Desak Made Oka Purnawati Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Duwi Maulida Agistin DWI SURYANTO Fajarudin Ashari Fathurrahim, Fathurrahim G.B. Surya Utama . Gede Okva Wiguna . Ghofur, Moh. Abd. Gita Juliana Haq, Abdul Harisuddin . Husnul Khuluq I Gede Arcana . i gede beni aprisma yasa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gede Justiasa . I Gusti Agung Angga I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Ayu Yuika Megawangi . I Gusti Ketut Kripna Dewi I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Ketut Arya Sentana Mahartha I Made Cahyana Mp . I Made Mega Handayana I Made Pageh I Nengah Bawa Atmadja I Nengah Dodong . I Ngh Semaranata . I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Nyoman Sukra Adinatha . I Nyoman Tri Esaputra I Putu Anggita Suprarendra . I Putu Eka Arimbawa I Putu Gede Anom . I Wayan Kertih I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Roy Adnyana Putra . I Wayan Suartika I Wayan Widiarta . Ida Ayu Made Rai Saraswati Ida Ayu Putu Ratna Dewi . Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Made Astawa Isty Bunga Herliani Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Maharta Dharma . Kadek Mega Arista Sinta Devi Ketut Sedana Arta Khuluq, Husnul Luh Putu Sri Ariyani M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Made Angga Setiawan . Martayana, Putu Hendra Mas Mia Lutfitasari . Moh. Abd. Ghofur Muh. Reza Khaeruman Jayadi . Muhari Rahman N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmaja Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Komang Arya Kusuma Dewi . Ni Luh Gede Lisiana . Ni Luh Suarmini Ni Made Ninik Susantini . Ni Nengah Sariasih . Ni Pt Ida Yuniastuti . Ni Putu Erna Sri Darmadi Ni Wayan Suratni . Ni Wayan Wiwik Astuti . Ninik styowati, Eva kurnia NURUS MAULIDA . Nurvenayanti, Intan Pranata, I Nengah Teguh Wahyu Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Rahayuni, Luh Sulistia Ridwan Aditya RISTI OKDIYANI MISRAN . Riza Rizki Sukmarini Rosyihan Hendrawan, Muhammad salman, jorghia Saraswati, Ida Ayu Made Rai Septiarini, I Gusti Ayu Virgin SHOLEH . Sinta Devi, Kadek Mega Arista SITI ROSIDAH . Suarmini, Ni Luh Sukrawan, Kadek Edi Syamsia Dwi Wulandari . Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu Thobiatul Husna . Urosyidah, Atiek USI HARIYADI . USWATUN HASANAH . Wahyu Sumardeni Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Yanti, Ni Gusti Putu Ayu Pertami yasa, i gede beni aprisma Zainal Abidin Zainal Abidin Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah