Claim Missing Document
Check
Articles

TRADISI NGEREBEG DI DESA PAKRAMAN TEGAL DARMASABA, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA KE DALAM KURIKULUM 2013 ., Ida Ayu Putu Ratna Dewi; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7384

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latarbelakang Tradisi Ngerebeg tetap dipertahankan. (2) Mendeskripsikan tata cara pelaksanaan Tradisi Ngerebeg. (3) Mendeskripsikan nilai-nilai dari Tradisi Ngerebeg yang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Teknik penentuan lokasi penelitian,penelitian ini berlokasi di desa pakraman Tegal darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, (2) Pendekatan penelitian, menggunakan pendekatan kualitatif. (3) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling (4) Teknik pengumpulan data, melalui data primer dan data sekunder. (5) Teknik validitas atau teknik keabsahan data, dengan triangulasi data (6) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemertahanan Tradisi Ngerebeg di latar belakangi karena adanya suatu kepercayaan dan keyakinan yang telah mengakar di masyarakat, di samping adanya alasan pelestarian budaya, melanjutkan tradisi dari desa asal, pemenuhan rasa aman secara niskala, pelestarian budaya, penguatan solidaritas, asset ekonomi desa, penguatan ekonomi keluarga, memperkuat agama Hindu. Tata cara pelaksanaan tradisi Ngerebeg diantaranya: persiapan dan pelaksanaan upacara (tempat, waktu, perlengkapan, pemimpin dan peserta upacara). Nilai-nilai yang terdapat pada tradisi Ngerebeg diantaranya: nilai religious, nilai ekonomi, nilai estetis, nilai social dan nilai politik.Kata Kunci : Kata Kunci: Tradisi, Ngerebeg, nilai tradisi. This study aimed (1) to describe the background of tradition Ngerebeg retained. (2) Describe the procedures of Tradition Ngerebeg. (3) Describe the values of tradition Ngerebeg utilized as a source of teaching history. This study uses a qualitative method by stages; (1) Location determination techniques of research, this research is located in Tegal, Darmasaba village, Abiansemal subdistrict, Badung regency (2) The research approach, using qualitative approach. (3) Determination techniques informant, using Primary and Secondary data. (4) Data collection techniques, (5) The validity of technique or techniques data authenticity, using Triangulasion data. (6) The data analysis technique. The results showed that, retention of Ngerebeg Tradition happends because of the existence of a trust and confidence that has become a root in the community, in addition to the grounds of cultural preservation, continuing the tradition of the original village, the fulfillment sense of security the abstract, cultural preservation, strengthening solidarity, economic asset village, economic strengthening families, strengthening the Hindu religion. The procedure for execution Ngerebeg tradition include: the preparation and execution of the ceremony (place, time, equipment, leaders and participants of the ceremony). The values contained in Ngerebeg tradition are: religious values, economic values, aesthetic values, social values and political values.keyword : Keywords: Tradition, Ngerebeg, the value of tradition.
PURI AGUNG KARANGASEM : PERSPEKTIF SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL ., I Gusti Ayu Yuika Megawangi; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah berdirinya Puri Agung Karangasem, (2) struktur dan fungsi serta potensinya sebagai sumber belajar sejarah lokal, dan (3) aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan tahapan penelitiannya yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puri Agung Karangasem dibangun oleh I Gusti Gde Jelantik (Stedehouder I). I Gusti Gde Jelantik kemudian digantikan oleh kemenakannya I Gusti Bagus Jelantik (Stedehouder II). I Gusti Bagus Jelantik bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Pembangunan Puri Agung Karangasem tidak menggunakan konsep Sanga Mandala tetapi menggunakan konsep Tri Mandala. Ciri khas dari Tri Mandala antara lain, nista (jaba sisi), madya (jaba tengah) dan utama (pusat). Bangunan-Bangunan di puri ini mempunyai corak hiasan dari kebudayaan Cina dan Belanda. Kemudian sesuai dengan SK KD dan indikator dari silabus SMA N 1 Amlapura maka aspek-aspek dari puri yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal, yaitu (1) aspek bangunan Puri Agung Karangasem sebagai peninggalan sejarah, (2) aspek sejarah berdirinya Puri Agung Karangasem dan (3) aspek puri sebagai pusat agama Hindu. Kata Kunci : Puri Agung Karangasem, sejarah, struktur, fungsi, sumber belajar sejarah lokal This study was aimed at finding out (1) the history of the erection of Puri Agung Karangasem, (2) its structure and function as well as potential as learning resource for local history, and (3) the aspects that can be used as learning resource for local history. This study was a qualitative research with the steps: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data display, (4) drawing conclusions and data verification. The results showed that Puri Agung Karangasem was built by I Gusti Gde Jelantik ( Stedehouder I). I Gusti Gde Jelantik was then succeeded by his nephew (Stedehoulder II). I Gusti Bagus Jelantik had the nobility title Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. The construction of Puri Agung Karangasem did not use the concept of Sanga Mandala but the concept of Tri Mandala. The characteristics of Tri Mandala , among others, are nista (jaba sisi), madya (jaba tengah) and utama (center). The buildings in this puri (castle) have special characteristic ornaments from Chinese and Dutch cultures. Then in line with the standard competencies, basic competencies and indicators in the syllabus of SMA N 1 Amplapura, the aspects of the puri that can be used as learning resource for learning local history are (1) the aspect of the building of Puri Agung Karangasem as historical legacy, (2) the aspect of the history of the erection of Puri Agung Karangasem and (3) the aspect of puri as Hindu religious center.keyword : Puri Agung Karangasem, history, structure, function, learning local history
KEBERADAAN PURA TAMAN YEH SELEM DI DESA PANGKUNG PARUK, SERIRIT, BULELENG, BALI ( SEJARAH DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDIDIKAN KEARIFAN LOKAL ) ., Kadek Maharta Dharma; ., Drs. Wayan Sugiartha, M.Si.; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah berdirinya Pura Taman Yeh Selem di Desa Pangkung Paruk, Seririt, Buleleng, Bali; (2) Aspek-aspek yang mengandung nilai-nilai Kearifan Lokal; dan (3) Kontribusinya terhadap Pendidikan Kearifan Lokal, khususnya yang berkaitan dengan konsep pelestarian Hutan Yeh Selem. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik studi dokumen); dan (4) teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pura Taman Yeh Selem merupakan pura Subak (ulun suwi) yang berada di dalam hutan Yeh Selem Desa Pangkung Paruk. Berdirinya Pura Taman Yeh Selem tidak dapat dilepaskan dari peristiwa bersejarah yakni revolusi fisik di Bali Utara, khususnya Buleleng Barat pada tahun 1945-1949 yang pada saat itu berpusat di Desa Ringdikit. selain itu erat pula kaitannya dengan kondisi hutan Yeh Selem, dimana pada masa revolusi fisik hutan Yeh Selem digunakan sebagai tempat persembunyian, dengan nama Markas Amerta. (2) Adapun aspek-aspek dari pura Taman Yeh Selem yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal antara lain bisa dilihat dari aspek; (a) sejarah; (b) lingkungan pura; (c) struktur pura; (d) benda-benda pura; dan (e) kepercayaan. (3) Pura Taman Yeh Selem memiliki kontribusi penting terhadap pendidikan kearifan lokal, khususnya yang berkaitan dengan konsep pelestarian Hutan Yeh Selem yakni; (a) kepercayaan hutan Yeh Selem sebagai milik dewa yang beristana di pura Taman Yeh Selem. Status kepemilikan hutan semacam ini merupakan kunci utama yang melatarbelakangi kelestarian hutan Yeh Selem. (b) adanya pengawasan desa pakraman Pangkung Paruk, mengingat hutan Yeh Selem adalah hutan desa; dan (c) adanya kesepakatan skala dan niskala.Kata Kunci : Pura Taman Yeh Selem, Sejarah dan Kontribusinya terhadap Pendidikan Kearifan Lokal. This study aimed to determine (1) history of the founding of Taman Yeh Selem temple in Pangkung Paruk, Seririt, Buleleng, Bali, (2) the aspects containing the values of local wisdom, and (3) Local Wisdom contribution to education, especially with regard to the concept of Yeh Selem forest conservation. This research used descriptive qualitative research methods, namely : (1) determining the research location, (2) determination techniques of choosing informer, (3) data collection techniques (observation, interview techniques, and document study), and (4) data analysis techniques. Results of this study indicate that (1) Taman Yeh Selem Temple is Subak temple (Ulun Suwi) situated in the forest of Yeh Selem, Pangkung Paruk Village. Establishment of Pura Taman Yeh Selem can not be separated from the historical events of physical revolution in North Bali, Buleleng especially the West in 1945-1949 which at the time centered on the village of Ringdikit. But it is also closely related to Yeh Selem forest condition, where on the physical revolution Yeh Selem forest used as a hiding place, the name of Amerta Headquarters. (2) As for the aspects of the garden temple, Yeh Selem containing the values of local wisdom, among others, can be seen from the aspectof : (a) history; (b) the temple compound, (c) structur of the temple; (d) temple objects, and (e) believe. (3) Taman Yeh Selem temple had an important contribution to the education of local knowledge, especially with regard to the concept of forest conservation Yeh Selem, namely : (a) the believe that Yeh Selem forest as belonging to the God which stayed at the Taman Yeh Selem temple. Ownership status of such forests is a key underlying sustainability Yeh Selem. (b) the supervision Pakraman Pangkung Paruk, considering Yeh Selem forest is a forest village, and (c) a Sekala and Niskala agreement.keyword : Taman Yeh Selem Temple, History and Contribution to Education Local Wisdom.
SEJARAH BERDIRINYA MASJID BAITURRAHMAH DI KAMPUNG KAJANAN, SINGARAJA, BALI DAN KONTRIBUSINYA SEBAGAI SUPLEMEN BELAJAR SEJARAH DI SMA ., AHMAD ROMLI; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15153

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) sejarah Masjid Baiturrahmah, Kampung Kajanan, Singaraja, Bali (2) struktur dan bentuk bangunan Masjid Baiturrahmah Singaraja (3) kontribusi Masjid Baiturrahmah Singaraja yang dapat dijadikan sebagai suplemen belajar Sejarah di SMA. Lokasi penelitian ini adalah di Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah. Data dikumpulkan dengan metode observasi, studi dokumen, wawancara, selanjutnya kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masjid Baiturrahmah Singaraja berdiri pada tahun 1971, yang didirikan oleh H. Amina atas dasar kepesatan penduduk Muslim di Kampung Kajanan dan kurangnya tempat ibadah yang berupa masjid (2) struktur bangunan Masjid Baiturrahmah Singaraja bentuknya miring dan mengkerucut yaitu sebagai simbol seolah tangan sedang berdoa kepada Allah dan selalu mengingat Allah dimanapun dia berada. (3) hasil penelitian ini dapat di kontribusikan sebagai suplemen belajar sejarah di SMA karena memiliki nilai-nilai karakter seperti nilai religius, tolerasansi dan muntikulturalisme, dan gotong royong.Kata Kunci : Masjid, buku suplemen, sumber belajar, dan nilai karakter. This study aimed to describe, (1) History of Baiturrahmah Mosque, Kajanan residential, Singaraja, Bali, (2) Structures and shapes building of Baiturrahmah Singaraja Mosque, (3) Contributing Baiturrahmah Singaraja Mosque that can be became as supplement to learn history in Senior Haigh School. It was located in Kajanan residential, Buleleng subdistrict, Buleleng regency. This study was history research. The data were collected through observation, document studying, interviewing, source critics, interpretation, and historiography. The findings of the study showed the following: (1) Baiturrahmah Singaraja Mosque built in 1971. It was built by H. Amina that was basis of the apathy Muslim Population and lack of the mosque in Kajanan residential. (2) The structure of the Baiturrahmah Singaraja Mosque building is oblique and conical as a symbol that it was hand to always remember praying God wherever people are. (3) The resulting of this study can be contributed as supplement to learn history in Seniour High School because it has character values, such as religious value, tolerance and multiculturalism, and mutual cooperation.keyword : Mosque, supplement book, studying source, character values.
TRADISI NGUSABA BUKAKAK DI DESA GIRI EMAS, SAWAN, BULELENG, BALI: DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI SMP ., I Gede Justiasa; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang masyarakat Desa Giri Emas melaksanakan trasdisi Ngusaba Bukakak, (2) mengetahui sistem pelaksanaan tradisi Ngusaba Bukakak, (3) mengetahui aspek-aspek dari tradisi Ngusaba Bukakak yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) tradisi Ngusaba Bukakak adalah sebuah rangkaian kegiatan upacara keagamaan yang berhubungan dengan pertanian di Desa Giri Emas, (2) tradisi Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas adalah kegiatan upacara yang dilaksanakan oleh Krama Subak, kemudian di dukung oleh Krama Desa (3) tradisi Ngusaba Bukak memiliki fungsi yakni; (a) fungsi religius, (b) fungsi mempekuat solidaritas sosial, dan (c) fungsi menjaga hubungan harmonis dengan alam. (4) di dalam tradisi Ngusaba Bukakak terdapat aspek-aspek yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP diantaranya meliputi: (a) aspek kognitif, (b) aspek afektif, dan (c) aspek psikomotor. (5) kontribusi dalam mengembangkan tradisi Ngusaba Bukakak pada pembelajaran IPS di SMP yaitu; (a) bidang sejarah (b) bidang sosiologi (c) bidang geografi (d) bidang ekonomi. (6) Rekomendasi yang dapat dilakukan dalam kajian belajar-mengajar adalah melalui lembaga sekolah serta guru sebagai agen yang melaksanakan pembelajaran IPS.Kata Kunci : Kata Kunci : tradisi Ngusaba Bukakak, potensi, sumber belajar, IPS, SMP. This research aims to (1) know the background of the village of Giri Emas in implementing the tradition of Ngusaba Bukakak, (2) know the system of implementating Ngusaba Bukakak tradition, (3) know the aspects of tradition Ngusaba Bukakak that have potential source of learning IPS in SMP. In this study, the data were collected using qualitative methods by stages; (1) the technique of determining the location of the research, (2) The technique of determining the informants, (3) the technique of collecting the data (observation ,interviews , document studies), (4) the technique of guaranting the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) the technique of analysing the data. The finding of this, research are: (1) Ngusaba Bukakak tradition is a series of religious ceremonies associated with agriculture in the village of Giri Emas, (2) Ngusaba Bukakak tradition in the village of Giri Emas is a ceremony conducted by Krama Subak then supported by Krama Desa, (3) Ngusaba Bukakak tradition has a functions those are; (a) the religious function, (b) the function of strengthening the social solidarity, and (c) the function of maintaining a harmonious relationship with nature. (4) in the tradition of Ngusaba Bukakak, there are aspects that have potential source of learning in junior high school among others include; (a) cognitive aspects, (b) affective aspect, and (c) psychomotor aspects. (5) contribution in developing Ngusaba Bukakak tradition in learning social studies in junior high that; (a) field history,(b) field sociology (c) field of geography (d) field economics. (6)Recommendations that can be done in the study of teaching and learning is through the institution of the school and teachers as agents that implement learning IPS in SMP.keyword : Keywords : Bukakak Ngusaba tradition, potential, learning resources, IPS, SMP.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pada Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri 1 Nusa Penida Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015 ., I Nyoman Oka Hendrawan; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5392

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (3) mengetahui respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah yang dilakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 60,33 dengan kategori tinggi, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 68,58 dengan kategori sangat tinggi; (2) hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 73,08% dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 81,45% dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada siklus I mencapai rata-rata 40,33 dengan kategori cukup positif, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 42,50 dengan kategori positif. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI), Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Respon Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) This study aimed (1) to determine the increase of students' motivation in class VIII B on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (2) to improve student learning outcomes class VIII B semesteron second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the school year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (3) studied the response of B class VIII on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida second in academic year 2014/2015 towards the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies. This research is a classroom action research (CAR). The steps are performed in a Class Action Research (CAR) are: (1) determining the subject of research, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) make observations, (5) reflection and evaluation. The results showed: (1) motivation of students of class VIII B of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 60.33 with the high category, on the second cycle increased with the average being 68.58 with the every high category; (2) the results of class VIII B student's SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 73.08% with a high category, on the second cycle increased with the average being 81.45% with a high category; (3) response of VIII B class students of SMP Negeri 1 Nusa Penida to the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in the first cycle reached an average of 40.33 with a quite positive category, on the second cycle increased with the average being 42,50 with the positive category. keyword : Cooperative Learning Model Technique Group Investigation (GI), Student Motivation, Learning Outcomes, Student Response, Social Science.
Arca Megalitik di Pura Sibi Agung, Desa Pakraman Kesian, Gianyar, Bali, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Berdasarkan Kurikulum 2013 ., Made Angga Setiawan; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejarah keberadaan arca megalitik di Pura Sibi Agung Desa Pakraman Kesian, Gianyar, Bali, (2) mengetahui wujud, dan fungsi arca megalitik yang terdapat di Pura Sibi Agung Desa Pakraman Kesian, Gianyar, Bali (3) mengetahui aspek-aspek dari arca megalitik di Pura Sibi Agung yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah zaman pra aksara kelas X di SMA berdasarkan kurikulum 2013. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang dari pembuatan Arca Megalitik ini adalah adanya kepercayaan masyarakat pada zaman pra aksara terhadap arwah nenek moyang yang diwujudkan melalui pembuatan Arca Megalitik sebagai media pemujaan yang sakral, Arca Megalitik tertua di Pura Sibi Agung sudah ada jauh sebelum dibangunnya pura ini. (2) Wujud Arca Megalitik di Pura Sibi Agung keseluruhan berbentuk sederhana, dan difungsikan sebagai lambang pemujaan arwah leluhur, sebagai sarana pendidikan sosial, sebagai benda peninggalan purbakala, dan sebagai benda budaya. (3) Aspek-Aspek dari Arca Megalitik Di Pura Sibi Agung yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah Zaman Pra Aksara kelas X di SMA berdasarkan kurikulum 2013, adalah, Aspek Bentuk Fisik Arca Megalitik, Aspek Sejarah (Historis), aspek gotong royong dan kebersamaan, aspek religius (Religi).Kata Kunci : arca megalitik, wujud dan fungsi, sumber belajar This study was conducted for several purposes as; (1) to know the history of the existence of megalithic sculpture located in Sibi Agung temple, Kesian village, Gianyar regency, Bali (2) to know the form and the function of megalithic sculpture existed in Sibi Agung temple, Kesian village, Gianyar regency, Bali (3) to know the aspects of megalithic sculpture which could potentially be used as the learning source especially for the topic concerning on pre-literacy era on the history subject for grade X at SMA Negeri 1 Gianyar, Bali. In this study, the data was collected by using the qualitative method which consisted of the following steps; (1) the technique of examining the setting of the study (2) the technique of examining the informant (3) the technique of data collection (observation, interview, document-examination) (4) the technique of assuring the originality of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) the technique of data analysis. From the implementation of the study, there were several results obtained; (1) the making of megalithic sculpture was based on the belief of the society in the pre-literacy era toward the ancestral spirit which was later being manifested into the megalithic sculpture, a sacred worshiping medium. This megalithic sculpture was the oldest sculpture in Sibi Agung temple and had been existed even before the temple itself was built. (2) The overall look of the megalithic sculpture in Sibi Agung temple was in simple and it was functioned as the symbol of worshiping the spirit of the ancestor, as the learning medium for social science, as the inheritance of ancient object, and as the cultural object. (3) The aspects of megalithic sculpture in Sibi Agung temple which potentially be used as the learning source for history subject especially on the topic concerning on the pre-literacy era in grade X at SMA Negeri 1 Gianyar, Bali, were, the physical form aspect of megalithic area, the historical aspect, the aspect of mutual cooperation and togetherness, and the religious aspect.keyword : megalithic sculpture, form and function, learning source
IDENTIFIKASI ARTEFAK DI PURA PENGUKUR-UKURAN, DESA PEJENG KELOD, GIANYAR BALI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA MELALUI APLIKASI MICROSOFT OFFICE POWER POINT ., Kadek Aprianti; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) artefak yang tersimpan di Pura Pengukur-ukuran Desa Pejeng Kelod, Gianyar, Bali; (2). bentuk media Microsoft Office Power Point sejarah SMA melalui artefak di Pura Pengukur-ukuran Desa Pejeng Kelod, Gianyar, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumen); (3) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data dan triangulasi metode); (4) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ada empat peninggalan yang ada di Pura Pengukur-ukuran, yaitu yang pertama, candi agung yang terdiri dari dua bagian, bagian bawah candi menunjukkan konstruksi lama dan batu padasnya masih kuno dan bagian atas candi merupakan pasangan baru dengan menggunakan batu padas baru, kedua, prasasti Pura Pengukur-ukuran atau yang lebih dikenal dikalangan ahli prasasti dengan sebutan Prasasti ambang pintu, ketiga arca, semua arca yang disimpan di Pura Pengukur-ukuran ini berkaitan dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa, keempat, menhir merupakan peninggalan zaman megalitikum, (2) artefak yang ada di Pura Pengukur-ukuran dijadikan media pembelajaran sejarah melalui aplikasi Microsoft Office Power Point ke dalam materi sejarah di SMA kelas X dengan memanfaatkan artefak yang ada di Pura Pengukur-ukuran yang tidak pernah dimuat dalam buku pelajaran sejarah di SMA.Kata Kunci : Artefak, Pura Pengukur-ukuran, Microsoft Office Power Point This study aims to determine (1) the artifacts stored in Pengukuran –ukuran temple Pejeng Kelod village, Gianyar, Bali; (2). Form of media is Microsoft Office Power Point High School's history through artifacts in the Pengukuran –ukuran temple Pejeng Kelod village, Gianyar, Bali. This study used a qualitative descriptive approach, namely: (1) a technique of determining the informant; (2) The data collection techniques (observation, interviews and document study); (3) The guarantor technique authenticity of data (data triangulation and triangulation method); (4) The data analysis techniques. The results showed that, (1) there are four relics in the Pengukuran – ukuran temple, namely the first, temple grand consisting of two parts, the lower part of the temple shows the old construction and ancient of padasstone and the upper part of the temple is a new partner with using newpadasstone, second, inscriptions of the Pengukuran – ukuran templeor well known among experts inscriptions as the inscription doorway, three statues, all the statues were kept in the Pengukuran – ukuran templeis related to the cult of Shiva, the fourth, menhir is a relic megalithic age, (2) artifacts in the Pengukuran – ukuran templeused as a medium of learning history through the media of Microsoft Office Power Point into the historical material in high school class X by utilizing the existing artifacts the Pengukuran – ukuran templenever included in history textbooks in high school.keyword : artifacts, Pengukuran –ukuran temple, Microsoft Office Power Point.
Pelembagaan Toleransi melalui Pendidikan pada SMA Multiagama di Bali Tuty Maryati; Nengah Bawa Atmadja
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 47 No 2-3 (2014): Oktober, 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.884 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v47i2-3.4865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran SMA-SMA multiagama di Bali dalam melembagakan kehidupan bertoleransi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMA-SMA multiagama di delapan kabupaten di Bali. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah, guru agama, dan siswa di SMA multiagama memiliki pemahaman yang baik tentang toleransi agama. Sekolah memiliki kebijakan yang sama bagi seluruh warga sekolah untuk melakukan kegiatan agama dengan menyediakan guru agama, buku-buku agama, ruang ibadah, merayakan hari besar keagamaan dan bersilaturahmi dengan seluruh warga sekolah. Pembelajaran agama berjalan baik di sekolah maupun luar sekolah. OSIS berperan penting dalam mengembangkan sikap toleransi agama yang tercermin dari struktur organisasi. Komite dan dinas terkait juga memiliki peran penting dalam mengembangkan toleransi agama di SMA multiagama ini. Kata-kata Kunci: pelembagaan toleransi, SMA multiagama, pendidikan multibudaya
KEBERADAAN PURA TAMAN YEH SELEM DI DESA PANGKUNG PARUK, SERIRIT, BULELENG, BALI ( SEJARAH DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDIDIKAN KEARIFAN LOKAL ) Kadek Maharta Dharma .; Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah berdirinya Pura Taman Yeh Selem di Desa Pangkung Paruk, Seririt, Buleleng, Bali; (2) Aspek-aspek yang mengandung nilai-nilai Kearifan Lokal; dan (3) Kontribusinya terhadap Pendidikan Kearifan Lokal, khususnya yang berkaitan dengan konsep pelestarian Hutan Yeh Selem. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik studi dokumen); dan (4) teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pura Taman Yeh Selem merupakan pura Subak (ulun suwi) yang berada di dalam hutan Yeh Selem Desa Pangkung Paruk. Berdirinya Pura Taman Yeh Selem tidak dapat dilepaskan dari peristiwa bersejarah yakni revolusi fisik di Bali Utara, khususnya Buleleng Barat pada tahun 1945-1949 yang pada saat itu berpusat di Desa Ringdikit. selain itu erat pula kaitannya dengan kondisi hutan Yeh Selem, dimana pada masa revolusi fisik hutan Yeh Selem digunakan sebagai tempat persembunyian, dengan nama Markas Amerta. (2) Adapun aspek-aspek dari pura Taman Yeh Selem yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal antara lain bisa dilihat dari aspek; (a) sejarah; (b) lingkungan pura; (c) struktur pura; (d) benda-benda pura; dan (e) kepercayaan. (3) Pura Taman Yeh Selem memiliki kontribusi penting terhadap pendidikan kearifan lokal, khususnya yang berkaitan dengan konsep pelestarian Hutan Yeh Selem yakni; (a) kepercayaan hutan Yeh Selem sebagai milik dewa yang beristana di pura Taman Yeh Selem. Status kepemilikan hutan semacam ini merupakan kunci utama yang melatarbelakangi kelestarian hutan Yeh Selem. (b) adanya pengawasan desa pakraman Pangkung Paruk, mengingat hutan Yeh Selem adalah hutan desa; dan (c) adanya kesepakatan skala dan niskala.Kata Kunci : Pura Taman Yeh Selem, Sejarah dan Kontribusinya terhadap Pendidikan Kearifan Lokal. This study aimed to determine (1) history of the founding of Taman Yeh Selem temple in Pangkung Paruk, Seririt, Buleleng, Bali, (2) the aspects containing the values of local wisdom, and (3) Local Wisdom contribution to education, especially with regard to the concept of Yeh Selem forest conservation. This research used descriptive qualitative research methods, namely : (1) determining the research location, (2) determination techniques of choosing informer, (3) data collection techniques (observation, interview techniques, and document study), and (4) data analysis techniques. Results of this study indicate that (1) Taman Yeh Selem Temple is Subak temple (Ulun Suwi) situated in the forest of Yeh Selem, Pangkung Paruk Village. Establishment of Pura Taman Yeh Selem can not be separated from the historical events of physical revolution in North Bali, Buleleng especially the West in 1945-1949 which at the time centered on the village of Ringdikit. But it is also closely related to Yeh Selem forest condition, where on the physical revolution Yeh Selem forest used as a hiding place, the name of Amerta Headquarters. (2) As for the aspects of the garden temple, Yeh Selem containing the values of local wisdom, among others, can be seen from the aspectof : (a) history; (b) the temple compound, (c) structur of the temple; (d) temple objects, and (e) believe. (3) Taman Yeh Selem temple had an important contribution to the education of local knowledge, especially with regard to the concept of forest conservation Yeh Selem, namely : (a) the believe that Yeh Selem forest as belonging to the God which stayed at the Taman Yeh Selem temple. Ownership status of such forests is a key underlying sustainability Yeh Selem. (b) the supervision Pakraman Pangkung Paruk, considering Yeh Selem forest is a forest village, and (c) a Sekala and Niskala agreement.keyword : Taman Yeh Selem Temple, History and Contribution to Education Local Wisdom.
Co-Authors ., AHMAD ROMLI ., Aniqa Faza ., CAHYO BINTORO ., Harisuddin ., I Gede Arcana ., I Made Cahyana Mp ., I Nengah Dodong ., I Ngh Semaranata ., I Wayan Roy Adnyana Putra ., Ida Ayu Putu Ratna Dewi ., Meri Yuliani ., Mia Lutfitasari ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Komang Arya Kusuma Dewi ., Ni Nengah Sariasih ., Ni Pt Ida Yuniastuti ., NURUS MAULIDA ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., RISTI OKDIYANI MISRAN ., SHOLEH ., SITI ROSIDAH ., Syamsia Dwi Wulandari ., Thobiatul Husna ., USI HARIYADI ., USWATUN HASANAH A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Haq Abdul Wafi, Abdul Agistin, Duwi Maulida Agus Budi Setiawan Agus Budi Setiawan, Agus Budi Agus Salim AHMAD ROMLI . Alfarizi, Moh Anak Agung Gede Sugianthara Anantawikrama Tungga Atmadja Andi Firdausi Hairul Izul Haj Angga, I Gusti Agung Aniqa Faza . Arno . Arno ., Arno Ashari, Fajarudin Atiek Urosyidah Ayang Pradana . Ayang Pradana ., Ayang Pradana Bintang Prakasa CAHYO BINTORO . Darmadi, Ni Putu Erna Sri Desak Made Oka Purnawati Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Duwi Maulida Agistin DWI SURYANTO Fajarudin Ashari Fathurrahim, Fathurrahim G.B. Surya Utama . Gede Okva Wiguna . Ghofur, Moh. Abd. Gita Juliana Haq, Abdul Harisuddin . Husnul Khuluq I Gede Arcana . i gede beni aprisma yasa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gede Justiasa . I Gusti Agung Angga I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Ayu Yuika Megawangi . I Gusti Ketut Kripna Dewi I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Ketut Arya Sentana Mahartha I Made Cahyana Mp . I Made Mega Handayana I Made Pageh I Nengah Bawa Atmadja I Nengah Dodong . I Ngh Semaranata . I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Nyoman Sukra Adinatha . I Nyoman Tri Esaputra I Putu Anggita Suprarendra . I Putu Eka Arimbawa I Putu Gede Anom . I Wayan Kertih I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Roy Adnyana Putra . I Wayan Suartika I Wayan Widiarta . Ida Ayu Made Rai Saraswati Ida Ayu Putu Ratna Dewi . Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Made Astawa Isty Bunga Herliani Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Maharta Dharma . Kadek Mega Arista Sinta Devi Ketut Sedana Arta Khuluq, Husnul Luh Putu Sri Ariyani M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Made Angga Setiawan . Martayana, Putu Hendra Mas Mia Lutfitasari . Moh. Abd. Ghofur Muh. Reza Khaeruman Jayadi . Muhari Rahman N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmaja Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Komang Arya Kusuma Dewi . Ni Luh Gede Lisiana . Ni Luh Suarmini Ni Made Ninik Susantini . Ni Nengah Sariasih . Ni Pt Ida Yuniastuti . Ni Putu Erna Sri Darmadi Ni Wayan Suratni . Ni Wayan Wiwik Astuti . Ninik styowati, Eva kurnia NURUS MAULIDA . Nurvenayanti, Intan Pranata, I Nengah Teguh Wahyu Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Rahayuni, Luh Sulistia Ridwan Aditya RISTI OKDIYANI MISRAN . Riza Rizki Sukmarini Rosyihan Hendrawan, Muhammad salman, jorghia Saraswati, Ida Ayu Made Rai Septiarini, I Gusti Ayu Virgin SHOLEH . Sinta Devi, Kadek Mega Arista SITI ROSIDAH . Suarmini, Ni Luh Sukrawan, Kadek Edi Syamsia Dwi Wulandari . Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu Thobiatul Husna . Urosyidah, Atiek USI HARIYADI . USWATUN HASANAH . Wahyu Sumardeni Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Yanti, Ni Gusti Putu Ayu Pertami yasa, i gede beni aprisma Zainal Abidin Zainal Abidin Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah