Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD LAB UNDIKSHA ., Putu Gina Anindyas; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5771

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dan menggunakan rancangan penelitian Post-test Only Control Group Design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas V SD LAB UNDIKSHA Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik sampling jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data mengenai prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Selanjutnya, data hasil tes prestasi belajar matematika dianalisis dengan menggunakan uji-Z pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Zhitung = 2,03592 > Ztabel = 1,64. Akibatnya H0 harus ditolak. Ini berarti bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan kata lain terdapat pengaruh positif antara pembelajaran blended learnig berbasis whiteboard animation video terhadap prestasi belajar matematika siswa. Hal ini juga terlihat dari fakta bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran blended learning berbasis whiteboard animation video lebih mudah memahami konsep matematika dan juga lebih termotivasi untuk belajar matematika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Blended learning, whiteboard animation video, prestasi belajar matematika The research was a quasi-experiment and using a posttest only control group design. The research aimed to determine whether the mathematical achievement of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. The population of this research was the 5th grade students of LAB UNDIKSHA elementary school on academic year 2014/2015 in Singaraja. The sample of this research was determined using total sampling, in which all members of the population were taken as sample. The data of this research were the students’ mathematical achievement. These were collected using an objectif test and then analyzed using Z-test with with 5% significant level. The results showed that Zscore=2,03592 is greater than than Ztable= 1,64. It consequently means that the null hypothesis must be rejected. It is concluded that the mathematical achievement of students who took blended learning based on whiteboard animation video was better than those who took the the conventional learning. In other words, there is a positive effect of blended learning based on whiteboard animation video toward the mathematical student’s achievement. This could be explained from the fact that students who took the blended learning based on whiteboard animation video were easier to comprehend mathematical concept and more motivated to learn than those who took the conventional learning.keyword : Blended learning, whiteboard animation video, mathematical learning achievement
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI INDEX CARD MATCH (ICM) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Ni Luh Putu Ratna Sari; ., Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Index Card Match (ICM) lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 324 orang yang terdistribusi ke dalam 10 kelas. Pengujian kesetaraan populasi dilakukan dengan menggunakan Analisis Varians (ANAVA) satu jalur. Data yang digunakan dalam melakukan uji kesetaraan adalah nilai ulangan akhir semester ganjil siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dan diperoleh dua kelas dimana satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain penelitian post test only control group design. Data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t pihak kanan pada taraf signifikan 5% dan di dapat thitung sebesar 4,76 sedangkan ttabel sebesar 1,66. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Index Card Match (ICM) lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif dengan strategi Index Card Match (ICM) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Strategi Index Card Match (ICM), Prestasi Belajar Matematika The aim of this research was to know the effect of cooperative learning model with Index Card Match (ICM) of mathematics learning achievment. The population in this research were all 324 students of grade VIII SMP Negeri 4 Singaraja in academic year 2014/2015 distributed into 10 classes. Population equality testing was done by using one-way Analysis of Variance (ANAVA) . Data used in the equality test is the final test scores of students in grade VIII in academic year 2014/2015. The process of selecting the sample was closer by a random sampling technique. and obtained two classes where one class as the experimental class and the other class as a class control. The aim was categorized as a quasi-experimental research (quasi) with a research design post test only control group design. Mathematics learning achievement data collected using mathematics achievement test. Furthermore, the data were analyzed using t-test of the parties to the significant level of 5% and obtained t thitung 4,76 and ttabel 1,66 . The results show that the the mathematics learning achievement of students who learned through cooperative model with Index Card Match (ICM) strategy is higher than the mathematics learning achievment of students who learned through convensional learning. It can be concluded that the cooperative model with a strategy Index Card Match (ICM) positive effect on students' mathematics achievement. keyword : Cooperative Learning Model, Index Card Match (ICM) Strategy, Mathematics Learning Achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 4 SINGARAJA ., Putu Priwitasari; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PDEODE lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan model kooperatif semu berbasis pendekatan saintifik. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas X MIA SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 206 siswa yang terdistribusi ke dalam 6 kelas. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik cluster sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel diperoleh dengan memilih dua kelas dari enam kelas, sebelum memilih dua kelas secara acak harus dilakukan uji kesetaraan dengan ANAVA satu jalur untuk mengetahui bahwa setiap kelas dalam populasi setara. Data kemampuan penalaran matematis siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PDEODE adalah 82.75 dari skor maksimum 100, sedangkan rata-rata skor kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan model kooperatif semu berbasis pendekatan saintifik adalah 75.88 dari skor maksimum 100. Dari hasil analisis data, diperoleh t_hitung = 2.95 dan t_tabel = 1.667. Jika dibandingkan maka nilai t_hitung > t_tabel yang berarti bahwa H_0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PDEODE lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model pembelajaran PDEODE, Kemampuan Penalaran Matematis This study aims at determining whether the mathematical reasoning abilities of students who use the PDEODE learning model are better than the students who apply the conventional learning with cooperative model based pseudo scientific approach. This study is categorized as a quasi-experimental research which used a post-test only control group design.The population was all of the 206 students of Class X MIA SMAN 4 Singaraja academic year 2015/2016. They are distributed into 6 classes. The data was collected by using cluster sampling technique. The sample is obtained by choosing two classes of six classes, before choosing it randomly, an equivalence testing is a must to do to determine that each class in a similar population use ANAVA one way. The data were taken by giving the test description given at the end of the research obtain trough a valid and reliable description test. The data then analyzed by using t-test. Post-test results showed that the average score of students who used the PDEODE learning model is 82.75 from maximum score 100, while the average score of students who apply conventional learning with cooperative model based pseudo scientific approach was 75.88 from maximum score 100. Based on the analysis, it is found that t_count = 2.95 and t_table = 1.667. Comparing those results, the value of t-count was better than t table ( t_count > t_table) which means that H_0 was rejected. It can be concluded the mathematical reasoning ability of students who use the PDEODE learning model are better than students who apply the conventional learning.keyword : PDEODE Learning model, Mathematical Reasoning Ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TIPE VAK (VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK) BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GIANYAR ., Anak Agung Lilyk Cahyani; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran Quantum tipe VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only control group design, dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Gianyar Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 320 orang siswa yang tersebar ke dalam delapan kelas yang setara secara akademik. Dari delapan kelas diambil dua kelas sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik cluster random sampling, dimana salah satu kelas tersebut menjadi kelompok eksperimen dan satu kelas menjadi kelompok kontrol. Data hasil kemampuan berpikir kritis matematika siswa di analisis menggunakan Uji-t satu ekor. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 5,434 lebih dari nilai ttabel = 1,664. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Quantum tipe VAK berbantuan GeoGebra lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum tipe VAK berbantuan GeoGebra berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa.Kata Kunci : Model Pembelajaran Quantum tipe VAK, Model Konvensional, Kemampuan Berpikir Kritis Matematika The reasearch aimed at investigating whether the implementation of Quantum Learning Model of type VAK (Visual Auditory Kinesthetic) facilitated with GeoGebra gave a significant effect to the students’ critical thinking ability in mathematics. This was a quasi-experimental reasearch which applied post-test only control group design. The population was 8 classes (320 students) of XI grade students of science classes at SMA Negeri 1 Gianyar in the academic year 2014/2015. Out of all classes which were distributed homogenously, two classes were selected to be experimental group and control group through a cluster random sampling technic. The reasearch data were analyzed by using one tailed t-test. The results showed that tobserved = 5.434 is greater than ttable =1.664. Based on this result it might be concluded that the implementation of Quantum Learning Model of type VAK (Visual Auditory Kinesthetic) facilitated with GeoGebra contributed a positive effect towards students’ critical thinking ability in mathematics. Yet, in line with the result, the reasearch found a difference in students’ ciritical thinking ability in both groups.keyword : Quantum Learning Model of type VAK, conventional teaching, mathematical critical thinking ability
PENGARUH ASESMEN PORTOFOLIO ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Putu Rini Handayani; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asesmen portofolio online terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII Non Unggulan SMP Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 8 kelas dimana sebelumnya dilakukan uji kesetaraan dengan ANAVA Satu Jalur.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII A2 dan Kelas VII A7 yang diambil menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=3,1221 dan t_tabel=1,6766. Jika dibandingkannilait_hitung 〖>t〗_tabel, hal ini menjelaskan bahwa H_(0 ) ditolak yang berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diberikan pembelajaran dengan menerapkan asesmen portofolio online lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diberikan pembelajaran dengan menerapkan asesmen konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asesmen portofolio online berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 SingarajaKata Kunci : asesmen portofolio online,pemecahan masalah matematika, asesmen konvensional This research aimed at finding out the effect of online portfolio assessment against mathematical problem solving ability of students. This research was a quasi experiment and used a post test only control group research design. The population of this research was students of VII Non Featured Class of SMP Negeri 1 Singaraja in academic year 2015/2016 that divided into 8 classes. The equality of 8 classes is tested by using one-way ANOVA test. Random sampling was used as the sampling technique in this research, in which VII A2 and VII A7 classes were selected randomly as the samples of the study. Essay test was used to gather the students’ mathematical problem solving ability as the data of this research. One tail independent t-test with 5% significance level was used to analyze the data. The result of the study showsthat the ttest = 1,86491 and ttable = 1,68595. When compared to the value oft_test 〖>t〗_tabel, it stated the nul hypothesis was rejected which means that the mathematical problem solving ability of students who learned byapplying online portfolio assessment was better than the students who learned by applying conventional assessment. So it can be concluded that the online portfolio assessment positive effect on students mathematical problem solving ability of SMP Negeri 1 Singaraja.keyword : assessment online portfolio, mathematical problem solving, conventional assessment
Pengaruh Pelaksanaan Pendekatan Saintifik Berorientasi Kearifan Lokal Berbantuan Media Manipulatif Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SD di Kota Singaraja ., Ida Ayu Dwi Ambarawati; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4878

Abstract

Penelitian quasi experiment ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berorientasi kearifan lokal berbantuan media manipulatif lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD di kota Singaraja yang menerapkan kurikulum 2013 di kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kaliuntu sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Banyuasri sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar berbentuk uraian. Data dianalisis menggunakan uji- satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berorientasi kearifan lokal berbantuan media manipulatif lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, pendekatan saintifik berorientasi kearifan lokal berbantuan media manipulatif berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci : prestasi belajar matematika, pendekatan saintifik berorientasi kearifan lokal, media manipulatif, pembelajaran konvensional This quasi experimental research is aimed at finding out whether mathematics learning achievement of students who were taught by using scientific approachment with manipulated media aided local wisdom orientation, higher than mathematics learning achievement of students who were taught by using conventional learning method. The research design used in this study was post test only control group Design. The population in this research was students of elementary school in the Singaraja City which is applying 2013 curriculum in the odd semester of the fifth grade in the academic year of 2014/2015. The sample was selected by using random samply technique. The sample in this research are fifth grade students of SD Kaliuntu as experimental group and the fifth grade students of SD Banyuasri as control group.The data were collected by using essay achievement test. The data were analyzed using a one-tailed –test with 5% level of significance. The result of data analysis showed that the mathematics learning achievement of students who were taught by using scientific approachment with manipulated media aided local wisdom orientation was higher than those who were taught by using conventional learning method. Thus, scientific approachment with manipulated media aided local wisdom orientation positive influence toward the student’s mathematics learning achievement.keyword : mathematics learning achievement, scientific approachment aided local wisdom orientation, manipulated media, conventional learning
Analisis Proses Pembelajaran Matematika Inklusif untuk Anak Kolok (Tunarungu) di SD Negeri 2 Bengkala ., Ni Nyoman Wulan Darma Putri; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perencanaan pembelajaran, kualitas pelaksanaan pembelajaran, kualitas penilaian hasil belajar, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran matematika inklusif untuk anak kolok (tunarungu) di SD Negeri 2 Bengkala. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Subjek ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi dokumen, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran matematika inklusif terkategori baik dengan nilai deskriptif persentase sebesar 87,5%, pelaksanaan pembelajaran matematika inklusif terkategori sangat baik dengan nilai deskriptif persentase sebesar 92,5%, penilaian hasil belajar matematika inklusif terkategorikan cukup dengan nilai deskriptif persentase sebesar 75%. Dalam proses pembelajaran matematika inklusif terdapat beberapa kendala yang dihadapi yaitu belum adanya guru pembimbing khusus, jumlah guru pendidikan inklusif tidak sebanding dengan jumlah kelas inklusif, kesulitan berkomunikasi, dan motivasi belajar siswa kolok yang masih rendah.Kata Kunci : Pendidikan inklusif, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil belajar This study aimed to determine the quality of lesson planning, implementation of learning, assessment of learning outcomes, and constraints encountered in the process of inclusive mathematics instruction for kolok (person with hearing impairment) in SD Negeri 2 Bengkala. The type of research was a qualitative study using case study research design. Subjects determined by using snowball sampling technique. The data of the research was collected by using the method of study documents, participant observation, and in-depth interviews. The results showed that the study of mathematics inclusive planning was categorized good in which the percentage of descriptive value was 87,5%. Whereas, the implementation of an inclusive learning of mathematics was categorized very good in which the percentage of descriptive value was 92.5%. Meanwhile, the inclusive of mathematics learning outcomes assessment was categorized to be sufficient in which the percentage of descriptive value was 75%. Some obstacles encountered in the learning process were the unavailability of specific guidance counselor, less number of inclusive education teachers, communication difficulties between teachers and kolok students, and low learning motivation of kolok students.keyword : Inclusive education, lesson plan, implementation of learning, assessment of learning outcomes
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII B5 SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Ketut Widhiastuti; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah serta mengetahui tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran Scramble. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 32 orang siswa Kelas VII B5 SMP Negeri 6 Singaraja pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Data kemampuan pemecahan masalah siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah dalam bentuk soal uraian dan data tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran Scramble telah berhasil meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Peningkatan tersebut terjadi karena: (1) sejak awal pembelajaran siswa sudah dilatih untuk melakukan strategi pemecahan masalah, (2) masalah yang dikerjakan oleh siswa disajikan pada kartu soal, kartu penyelesaian, dan kartu jawaban, sehingga siswa lebih fokus menyelesaiakan masalah yang diberikan, dan (3) masalah yang disajikan sebagian besar merupakan masalah sehari-hari, sehingga siswa belajar secara bermakna. Tanggapan siswa setelah diterapkan metode pembelajaran Scramble tergolong positif.Kata Kunci : metode pembelajaran Scramble, pemecahan masalah The purpose of this study were to improve students’ ability in solving the problem and to know students’ conception of Scramble lerning method. This study was classroom action research which involued 32 students in 7th grade at B5 class of SMP Negeri 6 Singaraja as the subjects. The students were in second semester of academic year 2013/2014, this research was conducted in three cycles. Data of this research were obtained by using test in the form of essay questions for the data of ability mathematics problem solving meanwhile, the data about students’ conception was collected by using questionnaire. Then the data gotten was analyzed descriplively. The result of this research showed the application of Scramble learning method had successfully increased students’ problem solving ability. The improvement happened because: (1) the students had been trained in using problem solving strategy, (2) the problem solved by the students was written on the question sheet, answering sheet, and key answer sheet, so that students focus on solving the problem given more, and (3) most of the problem given were related to daily students’ life, there fore the students gained many benefit in learning. Students’ respone after implemented Scamble learning method was categirized positive.keyword : Scramble learning method, problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP BERBANTUAN MASALAH KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 DENPASAR ., I Gede Ariestanta Frandika Yoga; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5709

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan masalah kontekstual lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Denpasar sebanyak 624 siswa. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik stratisfied cluster sampling. Hasil pengundikan pada kelas unggulan diperoleh VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan VIII.3 sebagai kelas kontrol, sedangkan pada kelas non unggulan kelas VIII.9 sebagai kelas eksperimen dan VIII.10 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diterapkan pembelajaran dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan masalah kontekstual, sedangkan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen = 42,925 dan kelas kontrol = 27,309 pada kelas unggulan, sedangkan pada kelas non unggulan kelas eksperimen = 35,524 dan kelas kontrol = 26,378 dan untuk uji hipotesis pada kelas unggulan thit = 2,533 dan ttabel = 1,990, sedangkan pada kelas non unggulan thit = 2,153 dan ttabel = 1,991. Karena thit > ttabel, jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan kontekstual lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran pencapaian konsep, masalah kontekstual, pemecahan masalah matematika This research was a quasi-experimental research design with post test only control group. The aim of this study was to determine whether the mathematical problem solving abilities of students that learned with concept attainment learning model assisted contextual problems better than the mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning models. The population was all students of class VIII SMP Negeri 6 Denpasar as many as 624 students. Samples were obtained by using stratisfied cluster sampling technique. Result of the sampling on the high achievement class obtained VIII.1 as experimental class and VIII.3 as control class, meanwhile on low achievement class VIII.9 as experimental class and VIII.10 as control class. Experimental class learning with concept attainment learning model assisted contextual problems, while the control class learning with conventional learning models. Data of mathematical problem solving ability of students is obtained from valid and reliable essay test. Furthermore, the data obtained were analyzed using t-test. Based on the analysis of data obtained an average score of mathematical problem solving abilities on experiments class = 42,925 and control class = 27,309 on the high achievement class, meanwhile for low achievement class on experiment class = 35,524 and control class = 26,378 and for hipotesis test on high achievement class thit = 2,533 and ttabel = 1,990, meanwhile on low achievement class thit = 2,153 dan ttabel = 1,991. Because of thit > ttabel, so it can be concluded that the mathematical problem solving abilities of students that learned with concept attainment learning model assisted contextual problems better than the mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning models.keyword : concept attainment learning model, contextual problems, solving mathematical problems
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE TEAM QUIZ TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Pt Ade Andre; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Team Quiz lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2013/2014, yaitu sebanyak 574 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Skor test pemahaman konsep matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Team Quiz lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Team Quiz memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Metode Team Quiz, pemahaman konsep katematika siswa This research was aimed to know whether the level of student’s understanding on mathematical concepts who were taught using Cooperative Learning Model combined with Team Quiz Method is better than the one who were taught using conventional learning. The population in this research was all of eighth grade students of SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2013/2014. It consisted of 574 people. The selecting sample was done by using the random sampling technique to get one experiment class and one control class. The research design used in this research was the Post-test Only Control Group Design. The scores data of the mathematical concepts understanding were analyzed by using right tailed t-test. The results of hypothesis testing showed that the level of student’s understanding on mathematical concepts who were taught using Cooperative Learning Model combined with Team Quiz Method is better than the one who were taught using conventional learning. So, it can be concluded that the Cooperative Learning Model with Team Quiz Method had a positive influence on student’s mathematical concepts understanding.keyword : Cooperative Learning Model, Team Quiz Method, student’s mathematical concepts understanding
Co-Authors ., Gede Yudi Sumertayasa ., I Made Arya Gunawan ., I Made Putra Juniantara ., I Pt Ade Andre ., Komang Putra Astrawan ., Made Ayu Sri Terpini ., Ni Ketut Widhiastuti ., Ni Komang Tri Puspayanti ., Ni Made Dewi Septiantari ., Ni Made Rasminiati ., Ni Putu Kersiana Apsari ., NI WAYAN YUSI ARMINI ., Putu Ngurah Artha Pradnyana ., Putu Rini Handayani ., Putu Winda Marhayani Wijaya Anak Agung Lilyk Cahyani . Anak Agung Lilyk Cahyani ., Anak Agung Lilyk Cahyani Arya Riantara, Putu Garly Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr.I Wayan Sadra,M.Ed . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Durasa, Helfra Edy Agus Juny Artha . Gede Suweken Gede Yudi Sumertayasa . Geriani, Ida Ayu Komang Gusti Ayu Mahayukti Gusti Ayu Mahayukti Gusti Ketut Arya Sunu Helfra Durasa I Gede Ariestanta Frandika Yoga . I Gede Ariestanta Frandika Yoga ., I Gede Ariestanta Frandika Yoga I Gede Ratnaya I Gst Lanang Agung Parwata I Gst Putu Sudiarta I Gusti Ayu Mahayukti I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Gusti Putu Suharta I Kadek Oka Sudariana I Made Aldy Setyadi I Made Ardana I Made Ardana I Made Arya Gunawan . I Made Candiasa I Made Putra Juniantara . I Made Suarsana I Made Suarsana I Made Yudana I N. Suparta I Nyoman Gita I Nyoman Sukajaya I Pt Ade Andre . I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I Wayan Pebri Muliatmika Ida Ayu Dwi Ambarawati . Ida Ayu Indah Pradnyani Ismail, Nauval Syafiq Kadek Arya Teguh Raharja Kadek Putri Wahyuni Komang Ayu Nadya Suhita Lestari Komang Putra Astrawan . Komang Setemen Luh Dewi Wisuendri Made Ayu Sri Terpini . Made Juniantari Made Juniantari, Made MADE SURYADANA . Muliatmika, I Wayan Pebri N. N. T Tesashogi Ni Kadek Natia Mahadewi Ni Ketut Suarni Ni Ketut Widhiastuti . Ni Ketut Widiartini Ni Komang Tri Puspayanti . Ni Komang Welly Pusparini Karn . Ni Komang Welly Pusparini Karn ., Ni Komang Welly Pusparini Karn Ni Luh Putu Lilik Nuriani . Ni Luh Putu Ratna Sari . Ni Luh Putu Ratna Sari ., Ni Luh Putu Ratna Sari Ni Made Ariyani Kumala Sari Ni Made Dewi Septiantari . Ni Made Rasminiati . Ni Made Widhi Satyawati Ni Nyoman Parwati Ni Nyoman Wulan Darma Putri . Ni Nyoman Wulan Darma Putri ., Ni Nyoman Wulan Darma Putri Ni Putu Kersiana Apsari . Ni Putu Widya Purnamawati Ni Wayan Ningsih Ratnasari . Ni Wayan Ningsih Ratnasari ., Ni Wayan Ningsih Ratnasari Ni Wayan Widyaningsih ., Ni Wayan Widyaningsih Nyoman Dantes Pratami, DAP Armita PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A. . Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putri Wahyuni, Kadek Putu Christina Dharma Astuti p . Putu Eka Andriyani ., Putu Eka Andriyani Putu Erika Saraswati Dewi Putu Gina Anindyas . Putu Gina Anindyas ., Putu Gina Anindyas Putu Ngurah Artha Pradnyana . Putu Priwitasari . Putu Priwitasari ., Putu Priwitasari Putu Rini Handayani . Putu Semadi, I Gede Putu Winda Marhayani Wijaya . Raharja, Kadek Arya Teguh Sariyasa . Setyadi, I Made Aldy Sutrisna, Kadek Teguh Tresnahadi, D.P. Tesashogi, N. N. T