Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) Nur Hidayah; Santi Nurafiani; Akbar Handoko; Nukhbatul Bidayati Haka; Ayu Reza Ningrum; Uswatun Hasanah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-April 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i1.1234

Abstract

Meskipun konsep HOTS menekankan kemampuan analisis, evaluasi, dan penciptaan, namun pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang hanya menerima informasi dari pendidik tanpa melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau kolaborasi antar sesama peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap higher order thinking skills (HOTS) peserta didik melalui diimplementasikannya model pembelajaran search solve create and share (SSCS). Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Terdapat dua kelas pada penelitian ini yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran SSCS dan kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran direct instruction. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh kelas X7 dan X8. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes untuk mengetahui HOTS peserta didik. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil yaitu sig. 0.000 < 0.05 oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengimplementasian model pembelajaran SSCS berpengaruh terhadap peningkatan nilai HOTS peserta didik secara signifikan.
Shaping Teenagers' Moral in the Digital Era: Islamic Education Perspective Erni Yusnita; Andika Eko Prasetiyo; Uswatun Hasanah; Era Octafiona; Zahra Rahmatika
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 13 No. 1 (2023): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, April 2023
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v13i1.3529

Abstract

One of the elements contributing to teenagers' moral deterioration is technological advancements in the digital era that are not aligned with their moral progress. This study aims to discover the moral issues of teenagers in the digital age, the concept of morality in Islam, and moral teaching from the perspective of Islamic education. This study employed library research with a descriptive-analytic approach. The study findings indicate that the sophistication of digital technology has negative consequences for teenagers, pushing them further away from religious ideals. The purpose of moral education in Islamic education for teenagers is to live according to Allah's commands and carry out their duties as servants of Allah and His representatives on earth. As a result, Islamic education is inextricably linked to efforts to instill Islamic educational values, including moral values known as akhlak.
Development And Actualization of Students' Social Intelligence in The Islamic Religious Education Learning Uswatun Hasanah; Ida Faridatul Hasanah; Agnila Farasi
Cendekia Vol. 16 No. 01 (2024): Cendekia March 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v16i01.660

Abstract

The current post-pandemic period has a significant impact on learning, particularly in Islamic religious education subjects. As a result, many students are less focused on attending lessons, their learning motivation and participation levels are decreasing, and their social intelligence is low because they are used to online learning, which has few face-to-face meetings. They are unable to adapt to the transition from previously online to hybrid learning methods. This study aimed to discover the Islamic religious education teachers' strategies for fostering and actualizing students' social intelligence in the post-pandemic period at MA AL-Hikmah Bandar Lampung. The research method employed was qualitative field research. The data collection techniques employed were interviews, observation, and documentation. The data analysis techniques employed were data reduction, data presentation, and conclusion. Triangulation can be used to validate the data. The research findings revealed that in order to develop and actualize students' social intelligence, teachers employed cooperative and affective learning strategies that are implemented in four areas: methods, media, learning materials, and learning evaluation. Finally, fostering and actualizing students' social intelligence necessitates creative and innovative strategies to ensure proper development.
Membangun Karakter Generasi Digital Melalui Literasi Digital Perspektif Pendidikan Islam Uswatun Hasanah; Eka Putri Prasasti; Evi Febriani; Ida Faridatul Hasanah
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v12i2.14116

Abstract

This research aims to describe the optimization of digital literacy as an effort to build the character of the digital generation in line with values in Islamic education. The study employs a qualitative approach with a literature review method. Data were collected from various references related to the digital generation, digital literacy, character education, and Islamic education. The findings indicate that optimizing digital literacy integrated with Islamic character education values has significant potential in cultivating the character of the digital generation to be wise and ethical in utilizing technology and digital information. The implementation of digital literacy strategies in online learning, parental supervision, and social media campaigns is key to the success of character building for the digital generation in the current all-digital era. This research is expected to provide theoretical and practical contributions to educators, parents, and policymakers in building the character of the Indonesian digital generation, aiming for them to grow into a resilient and morally upright golden generation in 2045.
Bagaimana Eksperimentasi Model Project Based Learning terhadap Minat Belajar? Rika Wulandari Nasution; Uswatun Hasanah; Subandi Subandi; Erfha Nurrahmawati; Umi Hijriyah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.1423

Abstract

Pendidikan adalah upaya yang direncanakan untuk menciptakan proses pembelajaran yang mendukung suasana belajar, hal ini memungkinkan peserta didik untuk secara aktif mengembangkan berbagai potensi mencakup kekuatan mental, kontrol diri, kecerdasan, kepribadian, moralitas, serta pengetahuan umum dan keterampilan yang dibutuhkan oleh diri mereka sendiri ataupun komunitas mereka sesuai dengan dasar hukum. Kualitas pendidikan Indonesia masih rendah di tingkat global, berdasarkan data populasi dunia pada tahun 2021. Indonesia mewakili 54 dari 78 negara. Negara -negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia dan Thailand sangat baik. Sementara itu, 10 negara dengan sistem pendidikan terbaik adalah Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada, Prancis, Swiss, Jepang, Australia, Swedia, dan Belanda. Kualitas pendidikan yang buruk di Indonesia disebabkan oleh berbagai masalah, termasuk fasilitas fisik yang rendah, kualitas dan dukungan guru, layanan siswa, pelatihan yang adil, relevansi pendidikan, dan biaya Pendidikan. Minat memainkan peran penting dalam belajar karena motivasi siswa menurun tanpa minat.  Tujuan dari penelitian ini, untuk menganalisis eksperimentasi model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan desain quasi-experimental. Dalam penelitian ini, kelas VIII.11 ditetapkan sebagai kelas eksperimen, sementara kelas VIII.3 berfungsi sebagai kelas kontrol. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi 0,200 untuk kelas eksperimen dan 0,067 untuk kelas kontrol, yang berarti data terdistribusi normal. Sementara itu, uji homogenitas menghasilkan nilai signifikansi 0,885, yang menunjukkan bahwa data bersifat homogen. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,001. Karena nilai ini lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model PjBL terhadap peningkatan minat belajar peserta didik. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran PjBL untuk mengukur minat belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran PAI. Implikasi penelitian ini untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, terutama dalam memahami pengaruh PjBL terhadap minat belajar siswa dalam PAI, yang hingga kini masih jarang menjadi fokus penelitian.
Warisan Budaya Melayu pada Manuscript “Risalah Perhiasan perempuan pada Anak-anak Perempuan” Masa Kesultanan Lingga-Riau Abad XX Dhana Alfia Melati; Dimas Puja Kusuma; Fajar Firdaus; Uswatun Hasanah
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 2 (2025): Dampeng: Journal Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i2.204

Abstract

This article aims to revisit the ancient manuscript titled ‘Risalah Perhiasan bagi Anak-anak Perempuan’ from the 20th century Lingga=Riau Sultanate. The Manuscript contains teachings on ethics and morals for women, especially those who have reached puberty or adolescent age, which are reinforced with verses from the Qur’an. This research employs historical methods with four stages: Heuristics, Source criticism, Interpertation, and historiography. The primary source used is the ancient manuscript ‘Risalah perhiasan Perempuan pada Anak-anak Perempuan’ obtained throught the british library website. The findings of this study reveal that the manuscript, originating from the Lingga-Riau Sultanate, discusses not only how women adom themselves with jewelry, but also emphasizes that jewelry signifies more than wealth; it pertains to behavior, morality, and women’s obedience to Allah SWT. in addition, the manuscript serves as a medium for moral and spiritual education for women in shaping an Islamic character for the Riau communitu to this day. Therefore, it is quite natural that Riau is one of the regions in Indonesia tat still strongly adheres to malay culture. The studi of this manuscript is importans to understand women in Malay culture and the formation of women’s indentity, aswell as how Islmic values are internalized daily life through traditional literary works. Key word: manuscript, Culture heritage of the Malay, Sultanate of Lingga-Riau.   Abstrak:  Artikel ini bertujuan mengkaji naskah kuno yang berjudul “Risalah Perhiasan bagi Anak-anak Perempuan” pada masa Kesultanan Lingga-Riau abad ke-20. Naskah tersebut memuat ajaran tentang etika dan moral bagi perempuan khususnya yang telah memasuki usia baligh atau remaja yang dikuatkan dengan dalil-dalil al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan. Yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interprestasi, dan Historiografi. Sumber primer yang digunakan adalah Naskah kuno “Risalah Perhiasan Perempuan pada anak Perempuan” yang didapat melalui website British Library. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pada naskah yang berasal dari sebuah Kesultanan Lingga-Riau ini tidak hanya membahas mengenai bagaimana perempuan dalam mengenakan perhiasan, perhiasan tidak hanya bermakna sebagai sebuah harta melainkan mengenai perilaku, akhlak dan ketaatan peremuan kepada Allah SWT. selain itu, naskah tersebut berperan sebagai media pendidikan moral dan spiritual bagi perempuan dalam membentuk karakter Islami bagi masyarakat Riau hingga saat ini. Sehingga wajar sekali jika Riau adalah salah satu wilayah Indonesia yang masih sangat kental dengan budaya Melayu. Kajian terhadap naskah ini menjadi penting untuk memahami perempuan dalam budaya melayu dan pembentukan identitas perempuan serta bagaimana nilai-nilai keislaman diinteralisasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui karya sastra tradisional. Kata kunci: Manuscript, Warisan Budaya Melayu,  Kesultanan Lingga-Riau.