Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENGUATKAN DIMENSI KEWARGAAN PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD Nurul Masyatun Munawwarah Munawwarah; Habibuddin Habibuddin; Yuniar Lestarini; Burhanuddin Burhanuddin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15068

Abstract

The low citizhenship dimensión among elementary scholl students, evident from their tendency to form groups base don shared and limited intercultural communication, has become a pressing issue amid the demands of the Merdeka Curiculum to streegthen the Graduate Profile, particulary its citizenship dimensión. This study aims to detemine the effectiviess of multicultural education in strengthening the citizenship dimensión in the Pancasila Education subject among fifth-grade students at SD. The study employed a uantitative approach using a experimental method with a Pretest-Posttest Control Group Design, involing 27 students from class V A as the experimental group and 27 students from class V B as the control group, detemined though purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed trough the Shapiro-Wilk normality test, Levene’s homogenity test, and Independent Samples t-Test hypotesis test using IBM SPP Statistic. The result showed that the mean posttest score of the experimental group (86.81) was higher tan that of the control group (80.93), with the experimental group’s N-gain value (0,45) also higher tan that of the control group (0,12). The Independent Samples t-test yielded a significance value of 0,002 (< 0,05), leading to the rejection of H0 and the acceptance of Ha, with a Cohen’s effect size of 0,91, categorized as large. It can be concluded that multicultural education is proven effective in strengthening students’ citizenship dimensión in the Pancasila Education subject, and is therefore recommended as a learning approach that teachers can consistently integrate to support achievment of the Graduate Profile. ABSTRAK Rendahnya dimensi kewargaan siswa sekolah dasar, yang tampak dari kecenderungan berkelompok berdasarkan kesamaan latar belakang dan minimnya komunikasi antarbudaya, menjadi masalah mendesak di tengah tantangan Kurikulum Merdeka untuk menguatkan Profil Lulusan, khususnya dimensi kewargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan multikultural dalam menguatkan dimensi kewargaan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas V SD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design, melibatkan 27 siswa kelas V A sebagai kelompok eksperimen dan 27 siswa kelas V B sebagai kelompok kontrol yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji normalitas Shaphiro-wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis Independent Samples Test dengan bantuan IBM SPP Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelompok eksperimen (86,81) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (80,93), dengan nilai N-Gain kelompok eksperimen (0,45) juga lebih tinggi daripada kelompok kontrol (0,12). Hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, dengan effect size Cohen’s d sebesar 0,91 yang berkategori besar. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan multikultural terbukti efektif dalam menguatkan dimensi kewargaan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, sehingga direkomendasikan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat diintegrasikan secara konsisten oleh guru dalam mendukung pencapaian Profil Lulusan.
ANALISIS DAMPAK RELATIONAL BULLYING TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SD Rabiatun Adawiyah; Habibuddin Habibuddin; Zalia Muspita; Arif Rahman Hakim
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15083

Abstract

Social interactions in the school environment can affect the affective aspects of children, including the emergence of relational bullying actions that are suspected to be related to psychological conditions. This study aims to determine whether there is an impact or no impact of relational bullying on the emotional intelligence of students at SD Negeri 1 Sukarara for the 2025/2026 academic year. The type of research used is quantitative with a descriptive correlational research design. The subjects of this study are all students of class 5a and 5b, totaling 48 students. Data collection techniques used include surveys, structured observations, and questionnaires. The data analysis techniques employed include prerequisite analysis tests (normality test and linearity test) as well as inferential tests using simple linear regression analysis, coefficient of determination (R2) test, and t-test with a significance level of 0.05. Based on the t-test calculations to address the problem formulation, the analysis of the impact of relational bullying on students' emotional intelligence yielded a significance value of 0.629 (> 0.05). The results of this test indicate that the variable only contributes an influence of 0.5%, while the rest is influenced by other factors outside the study. Thus, the results of this study prove that there is no significant impact of relational bullying on the emotional intelligence of students at SD Negeri 1 Sukarara for the 2025/2026 academic year. ABSTRAK Interaksi sosial di lingkungan sekolah dapat memengaruhi aspek afektif anak, termasuk munculnya perilaku relational bullying yang diduga berkaitan dengan kondisi psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh relational bullying terhadap kecerdasan emosional siswa di SD Negeri 1 Sukarara pada tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V A dan V B yang berjumlah 48 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi survei, observasi terstruktur, dan angket. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dan uji linearitas, serta uji inferensial menggunakan analisis regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi (R²), dan uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil uji-t untuk menjawab rumusan masalah, analisis pengaruh relational bullying terhadap kecerdasan emosional siswa menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,629 (> 0,05). Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa variabel relational bullying hanya memberikan kontribusi pengaruh sebesar 0,5%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara relational bullying dan kecerdasan emosional siswa di SD Negeri 1 Sukarara pada tahun ajaran 2025/2026.
Peran Guru Kelas dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural untuk Mencegah Perilaku Bullying Verbal di SD Negeri 3 Selong Riana Tantri Ayunida; Habibuddin Habibuddin; Yuniar Lestarini; Zalia Muspitasari
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, Emerging Issues in Education, Society, and Humanities.
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m81r8516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan multikultural untuk mencegah perilaku bullying verbal di SD Negeri 3 Selong. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas, dan siswa kelas III C. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang didukung dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas berperan sebagai fasilitator, pembimbing, teladan, dan motivator dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan multikultural dalam kegiatan pembelajaran. Strategi yang digunakan meliputi pengelompokan siswa secara berbaur, rotasi tempat duduk secara berkala, pemberian kesempatan yang sama kepada seluruh siswa, pemberian nasihat secara rutin, serta integrasi nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila. Dalam mencegah bullying verbal, guru memberikan teguran dan nasihat secara langsung serta menerapkan pendekatan “polisi kelas” ketika terjadi perilaku tersebut. Strategi tersebut mendorong tumbuhnya sikap toleransi, saling menghargai, kerja sama, dan kesetaraan antarsiswa. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada inisiatif guru dan belum didukung program, kurikulum, pelatihan, serta media khusus. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan dan program sekolah agar pendidikan multikultural dan pencegahan bullying verbal dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Nilai-Nilai Edukasi dalam Program Kamis Pentas Seni dalam Membentuk Karakter Kreatif dan Kolaboratif Peserta Didik di Sekolah Dasar Nur Laily Muharromi; Habibuddin Habibuddin; Arif Rahman Hakim; Lalu Parhanuddin
Journal of Social and Scientific Education Vol. 3 No. 3 (2026): Journal of Social and Scientific Education
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/josse.v3i3.1030

Abstract

Pendidikan seni dapat memberikan pengalaman belajar bermakna yang menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas, berkolaborasi, membangun kepercayaan diri, menjalankan tanggung jawab, berlatih disiplin, serta mengapresiasi budaya lokal. Penelitian ini mendeskripsikan makna program “Kamis Pentas Seni” bagi peserta didik kelas VI A, VI B, dan VI C; pelaksanaannya dalam kaitannya dengan karakter kreatif dan kolaboratif; peran guru dalam mengintegrasikan nilai budaya dan pengetahuan tentang seni Indonesia; serta fungsi fasilitas yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas enam peserta didik, tiga guru, dan kepala sekolah SD Negeri 3 Pancor yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan ide, menentukan konsep penampilan, dan mengekspresikan diri. Persiapan, latihan, pembagian tugas, dan penampilan menjadi konteks munculnya indikator kreativitas dan kolaborasi. Guru berperan sebagai fasilitator melalui arahan, bimbingan, pendampingan, motivasi, serta pengenalan nilai budaya dan asal-usul seni Indonesia. Fasilitas yang tersedia mendukung kegiatan, meskipun ketiadaan panggung permanen menuntut penyesuaian. Sebagai studi kasus kualitatif di satu sekolah, temuan ini menggambarkan praktik dan pengalaman selama penelitian, bukan bukti perubahan karakter jangka panjang.
Peran Permainan Tradisional Gobak Sodor dalam Meningkatkan Perilaku Kerja Sama Motorik Kasar Siswa Kelas II SDN 1 Kotaraja Lulu’ Ulaini; Zalia Muspita; Yuniar Lestarini; Habibuddin Habibuddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2026): November
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i4.5480

Abstract

Pergeseran pola bermain anak akibat perkembangan teknologi menuntut adanya strategi pedagogis yang menarik guna mengoptimalkan keterampilan motorik kasar dan kemampuan kerja sama siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan tradisional Gobak Sodor dalam meningkatkan perilaku kerja sama dan keterampilan motorik kasar siswa kelas II di SDN 1 Kotaraja. Penelitian kualitatif berdesain studi kasus ini mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berbasis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Gobak Sodor berdampak positif terhadap aspek sosial siswa, yang terlihat dari peningkatan komunikasi, kekompakan, tanggung jawab, dan strategi kerja tim. Pada aspek fisik, permainan ini terbukti secara efektif menstimulasi motorik kasar melalui penguatan kemampuan berlari, melompat, kelincahan, koordinasi gerak, dan keseimbangan. Dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional Gobak Sodor berfungsi sebagai alternatif strategi pembelajaran yang esensial untuk mengembangkan dimensi sosial dan fisik-motorik anak, sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
Peran Permainan Loncat Tali dalam Pengembangan Keterampilan Motorik Kasar dan Karakter Tangguh Siswa Sekolah Dasar Habibuddin Habibuddin; Lina Hari Mariani; Yul Alfian Hadi; Arif Rahman Hakim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2026): November
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i4.5486

Abstract

Dominasi gawai di era digital memicu penurunan aktivitas fisik dan kerentanan mental pada anak, sehingga menuntut penerapan solusi pedagogis yang tepat, salah satunya melalui permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan tradisional loncat tali dalam menstimulasi keterampilan motorik kasar dan membentuk karakter resiliensi siswa Fase B. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Tebaban dengan melibatkan siswa Fase B, guru, kepala sekolah, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi, untuk kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan loncat tali yang dimainkan saat waktu istirahat secara fisik terbukti efektif menguatkan kemampuan melompat, keseimbangan, koordinasi visual-spasial, dan kelincahan anak. Secara psikologis, aktivitas ini memfasilitasi pembentukan resiliensi dengan melatih siswa mengelola emosi saat kalah, menumbuhkan kegigihan untuk mencoba kembali, dan mematuhi aturan kelompok. Dapat disimpulkan bahwa loncat tali berfungsi sebagai media pedagogis yang esensial dan relevan untuk merawat kebugaran fisik serta ketangguhan mental siswa di tengah kuatnya arus digitalisasi.