Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capisicum frutescens L.) Terhadap Interval Irigasi dan Aplikasi Silika di Lahan Kering Lombok Utara Utami, Dianti Suciati; Nurrachman; Anjar Pranggawan Azhari; Afifah Farida Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7075

Abstract

Optimalisasi produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.) pada lahan kering memerlukan manajemen irigasi dan nutrisi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons pertumbuhan dan hasil cabai rawit terhadap interval irigasi dan aplikasi silika di Desa Slengen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara selama Juli-November 2023. Eksperimen menggunakan rancangan faktorial dalam split plot dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri dari tiga interval irigasi (harian, dwiharian, dan triharian), sedangkan anak petak meliputi tiga level aplikasi silika (0, 2, dan 4 mL/L), menghasilkan 27 unit percobaan dengan 20 tanaman per unit. Parameter pengamatan penelitian adalah laju pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, dan persentase bunga menjadi buah. Analisis ragam pada taraf 5% dan uji lanjut BNJ menunjukkan bahwa aplikasi silika berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan tinggi tanaman, namun tidak signifikan pada parameter cabang produktif, jumlah bunga, dan persentase bunga menjadi buah. Interval irigasi memberikan pengaruh nyata hanya pada persentase bunga menjadi buah. Interaksi perlakuan irigasi dwiharian dan aplikasi silika 2 mL/L menghasilkan persentase fruit set tertinggi (69,34%) dan laju pertumbuhan optimal (4,46 cm/minggu). Kombinasi tersebut juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 50% dibandingkan irigasi harian tanpa mengurangi produktivitas secara signifikan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa optimalisasi manajemen air dan silika dapat menjadi strategi efektif dalam budidaya cabai rawit pada lahan kering.
Adopsi dan Implementasi Permakultur Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani dan Mempertahankan Keragaman Biodiversitas Liana Suryaningsih B.; Herman Suheri; Nurrachman; Jayaputra; Ziyadil Ikbar
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.168

Abstract

Pembangunan sektor pertanian saat ini dititikberatkan pada pertanian industri yang berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia. Dusun Selen Aik menghadapi tantangan dalam pengelolaan kebun dan keragaman tanaman, yang menyebabkan resiko penyakit dan manajemen kebun yang rendah. Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk yang dihasilkan dari lahan kebun petani. Produksi buah yang tidak merata dan kurangnya pemanfaatan limbah pertanian juga menjadi masalah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterampilan petani dengan teknologi ramah lingkungan untuk mencapai pertanian yang berkelanjutan. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk perkebunan dan hortikultura melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada penerapan permakultur dan teknologi ramah lingkungan yang bermanfaat terhadap upaya peningkatan pendapatan petani, keberlanjutan ekonomi, serta perlindungan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 56 petani dari kelompok Tandan Hijau. Metode yang digunakan meliputi survei, observasi, dan pendekatan tindak partisipatif, di mana petani dilibatkan dalam semua tahapan kegiatan yang mencakup ceramah, diskusi, pelatihan, dan demonstrasi lapangan tentang sistem permakultur dan teknologi budidaya organik. Evaluasi dilakukan untuk menilai keterlibatan, antusiasme, dan penerapan pengetahuan oleh peserta. Petani menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya permakultur, penanganan hama, dan 'carbon farming.' Mereka juga mulai mengolah limbah kebun menjadi kompos dan pakan ternak. Selain itu, bantuan alat seperti rak pengering diserahkan dan demplot pengelolaan kebun secara permakultur akan segera dilakukan dengan pendampingan yang berkelanjutan. Permakultur berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memberikan kontribusi positif pada masyarakat dengan memperbaiki ekonomi dan lingkungan.
Pengaruh Waktu Aplikasi Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Golden Melon (Cucumis melo L.) pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique M. Royyan Firdaus; Nurrachman; Nihla Farida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.5871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi paclobutrazol yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil golden melon pada sistem hidroponik NFT. Percobaan ini dilaksanakan di Glass House Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (±25 m dpl). Mulai bulan November hingga Februari 2024. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu waktu pengaplikasian paclobutrazol konsentrasi 150 ppm terdiri dari empat aras, tanpa diaplikasikan paclobutrazol (P0), waktu aplikasi 21 HST (P1), waktu aplikasi 28 HST (P2), waktu aplikasi 35 HST (P3). Tiap aras perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga di peroleh 16 unit tanaman percobaan. Semua data hasil pengamatan dianalisa menggunakan analysis of variance (ANOVA) pada taraf 5%. Parameter yang dipengaruhi secara signifikan diuji lanjut dengan menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan waktu aplikasi paclobutrazol berpengaruh nyata pada pertumbuhan vegetatif yaitu laju pertumbuhan panjang ruas batang tanaman melon dengan waktu aplikasi 21 HST (P1) memiliki laju pertumbuhan panjang ruas terpendek (0,1 cm/10 hari). Perlakuan waktu aplikasi paclobutrazol tidak berpengaruh nyata pada laju pertumbuhan diameter batang, laju pertumbuhan jumlah cabang batang, komponen hasil tanaman golden melon yang meliputi bobot buah, tingkat kemanisan buah dan tingkat kekerasan buah.
Pengaruh Beberapa Konsentrasi Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Golden Melon (Cucumis melo L.) pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique Muhammad Dimas Pratama Arianto; Nurrachman; Nihla Farida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.5874

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman golden melon terhadap berbagai konsentrasi paclobutrazol pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2023 sampai dengan bulan Februari 2024, di Glass House Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat ( ± 25 m dpl). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di Glass House. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu konsentrasi paclobutrazol yang terdiri atas empat aras yaitu: 0 ppm (P0), 50 ppm (P1), 100 ppm (P2), dan 150 ppm (P3) masing-masing diulang empat kali dengan waktu pengaplikasian pada 21 HST. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Paclobutrazol berpengaruh terhadap laju pertumbuhan diameter batang, bobot buah, tingkat kemanisaan buah dan tingkat kekerasan buah. Paclobutrazol konsentrasi tertinggi (150 ppm) menyebabkan terhambatnya laju pertumbuhan diameter batang dan meningkatkan hasil tanaman golden melon, sebaliknya pertumbuhan yang lebih tinggi dan hasil terendah terdapat pada perlakuan tanpa paclobutrazol.
Pengaruh Dosis Pupuk Phonska 15-15-15 dan Konsentrasi Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Rahmatul Ummah; Bambang Budi Santoso; Nurrachman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6626

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman sayuran yang dibutuhkan masyarakat setiap hari. Tingginya permintaan dan kebutuhan menyebabkan cabai besar menjadi komoditas penting dan strategis di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman cabai besar yaitu dengan melakukan pemupukan dan pemberian konsentrasi Paclobutrazol baik itu pemberian dari akar maupun daun. Penelitian ini bertujuan diantaranya yaitu: untuk mengetahui interaksi dosis pupuk Phonska 15-15-15 dan konsentrasi Paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar; untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk Phonska 15-15-15 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar dan untuk pengetahui pengaruh konsentrasi Paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022-Februari 2023 di Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu: faktor pertama pemberian dosis pupuk phonska (A) yang terdiri dari empat taraf: 0 kg/ha (A0), 400 kg/ha (A1), 800 kg/ha (A2) dan 1.200 kg/ha urea (A3). Faktor kedua adalah konsentrasi Paclobutrazol (B) terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu: 0 ppm (B0), 100 ppm (B1) dan 500 ppm (B2). Kedua faktor perlakuan dikombinasikan sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dengan taraf 5%. Apabila hasil analisis keragaman signifikan maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi dosis pupuk Phonska 15-15-15 dan konsentrasi Paclobutrazol berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Faktor tunggal dosis pupuk Phonska berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Sedangkan faktor tunggal konsentrasi paclobutrazol berpengaruh nyata pada hampir semua parameter pengamatan.
Pengaruh Dosis Urea dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Lili Supriatin; Bambang Budi Santoso; Nurrachman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urea dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.), untuk mengetahui pengaruh dosis urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) dan untuk mengetahui pengaruh konsesntrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan november 2023 sampai dengan bulan maret 2024, di desa Pringgasela selatan, kecamatan Pringgasela kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu: faktor pertama pemberian dosis pupuk urea (N) yang terdiri dari empat taraf: 0 kg/ha urea (N0), 150 kg/ha urea (N1), 250 kg/ha urea (N2) dan 300 kg/ha urea (N3). Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT Hantu (Z) terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu: 0 ml/l air ZPT (Z0), 2 ml/l air ZPT (Z1), 4 ml/l air ZPT (Z2) dan 6 ml/l air ZPT (Z3). Kedua faktor perlakuan dikombinasikan dan diperoleh sebanyak enam belas kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga didapatkan 80 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dengan taraf 5%. Apabila hasil analisis keragaman signifikan maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi urea dan ZPT tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh nyata pada hasil tanaman bawang yaitu pada tinggi tanaman, bobot segar dan bobot kering tanaman dengan kombinasi perlakuan terbaik yaitu 300 kg/ha urea dan 4 ml/L ZPT. Urea berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun dengan dosis perlakuan terbaik yaitu 300 kg/ha. ZPT berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun dengan konsentrasi terbaik yaitu 6 ml/L.
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Kohe Kambing dan Pupuk NPK Mutiara terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Muhammad Teguh Zatmika; Nurrachman; Jayaputra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kohe kambing dan pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Sama Guna, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara dengan menggunakan metode eksperimental dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah pupuk kohe kambing yang terdiri atas tiga taraf perlakuan, yaitu K1 (1,8 kg/petak), K2 (2,7 kg/petak), dan K3 (3,6 kg/petak), sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK Mutiara dengan tiga taraf perlakuan, yaitu P1 (0,75 g/tanaman), P2 (1,15 g/tanaman), dan P3 (1,5 g/tanaman). Terdapat sembilan kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 27 unit petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pupuk kohe kambing dan pupuk NPK Mutiara terhadap seluruh parameter pengamatan. Pemberian pupuk kohe kambing dengan dosis 3,6 kg/petak (K3) memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, dan berat buah, sedangkan pupuk NPK Mutiara dosis 0,75 g/tanaman (P1) berpengaruh nyata terhadap jumlah buah.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capisicum frutescens L.) Terhadap Interval Irigasi dan Aplikasi Silika di Lahan Kering Lombok Utara Utami, Dianti Suciati; Nurrachman; Anjar Pranggawan Azhari; Afifah Farida Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.7075

Abstract

Optimalisasi produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.) pada lahan kering memerlukan manajemen irigasi dan nutrisi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons pertumbuhan dan hasil cabai rawit terhadap interval irigasi dan aplikasi silika di Desa Slengen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara selama Juli-November 2023. Eksperimen menggunakan rancangan faktorial dalam split plot dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri dari tiga interval irigasi (harian, dwiharian, dan triharian), sedangkan anak petak meliputi tiga level aplikasi silika (0, 2, dan 4 mL/L), menghasilkan 27 unit percobaan dengan 20 tanaman per unit. Parameter pengamatan penelitian adalah laju pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, dan persentase bunga menjadi buah. Analisis ragam pada taraf 5% dan uji lanjut BNJ menunjukkan bahwa aplikasi silika berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan tinggi tanaman, namun tidak signifikan pada parameter cabang produktif, jumlah bunga, dan persentase bunga menjadi buah. Interval irigasi memberikan pengaruh nyata hanya pada persentase bunga menjadi buah. Interaksi perlakuan irigasi dwiharian dan aplikasi silika 2 mL/L menghasilkan persentase fruit set tertinggi (69,34%) dan laju pertumbuhan optimal (4,46 cm/minggu). Kombinasi tersebut juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 50% dibandingkan irigasi harian tanpa mengurangi produktivitas secara signifikan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa optimalisasi manajemen air dan silika dapat menjadi strategi efektif dalam budidaya cabai rawit pada lahan kering.
Sosialisasi Inovasi Pemanfaatan Lahan Kosong dan Sampah Organik di Desa Barabali, Lombok Tengah Jihadi, Amrul; Jayaputra; Nurrachman; Pranggawan Azhari, Anjar; Martia Dewi, Suprayanti; Farida Jufri, Afifah; Apriani, Reni
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13116

Abstract

Tingginya timbunan sampah organik harian di perkotaan dan pedesaan yang belum termanfaatkan, serta keberadaan lahan kosong yang tidak produktif, merupakan isu krusial yang memerlukan intervensi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai inovasi pemanfaatan lahan kosong dan sampah organik melalui metode sosialisasi dan diskusi interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua jam dengan melibatkan diskusi dan tanya jawab tanpa praktik lapangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan analisis tematik terhadap pertanyaan yang diajukan peserta. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman kognitif peserta. Pergeseran pola pertanyaan dari yang bersifat mendasar menjadi lebih spesifik dan aplikatif, membuktikan bahwa terjadi transfer pengetahuan yang efektif. Peningkatan pemahaman ini menjadi fondasi penting untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat menuju praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Meskipun tanpa praktik langsung, kegiatan edukasi partisipatif terbukti efektif sebagai langkah awal untuk membangun kapasitas dan inisiatif mandiri masyarakat dalam mengatasi masalah lingkungan di sekitar mereka.