Claim Missing Document
Check
Articles

KLASIFIKASI EMOSI TOKOH DALAM NOVEL SANG RAJA JIN KARYA IRVING KARCHMAR Anggara, Meizar; ., Martono; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan emosi positif dan negatif tokoh dalam novel Sang Raja Jin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berbentuk kualitatif dan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Sumber data adalah novel Sang Raja Jin, sedangkan datanya berupa kutipan (kata, frasa, kalimat atau paragraf) dalam novel Sang Raja Jin. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tidak langsung dengan studi dokumenter. Alat pengumpul data penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Volume teks novel memiliki tebal buku sebanyak 322 halaman. Emosi positif yang terdapat dalam novel ini adalah emosi cinta dan emosi gembira. Emosi negatif yang terdapat dalam novel ini adalah emosi kegelisahan, emosi takut, emosi marah, dan emosi sedih.   Kata Kunci: Emosi, Tokoh. Abstract: The purpose of this research is to describe the positive and negative emotion from character in novel Sang Raja Jin. This research used descriptive method, qualitative form and psychology literature approach. The source is Sang Raja Jin novel and the data is like a citation (words, phrase, sentences, or paragraph) in Sang Raja Jin novel. Technique of data collecting is used indirect technique with documentary study. Tools of data collecting is the researcher itself as key instrument. This novel is really thick. It has 322 pages. There are a lot of emotion in thi novel. Emotion positive in this novel such as love and happy emotion. Meanwhile, the negative emotion in this novel are like anxious, fear, anger, sad emotion.   Keywords: Emotion, Character.  
MANTRA DALAM UPACARA MAKAN DALAM KELAMBU ADAT MASYARAKAT BUGIS KELOLA DUSUN MERPATI KABUPATEN KUBU RAYA Sari, Ratna; ., Martono; Seli, Sesilia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah mantra dalam upacara makan dalam kelambu adat masyarakat bugis kelola dusun merpati kecamatan sungai kakap kabupaten kubu raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sastra lisan yang terdapat pada masyarakat bugis kelola khususnya sastra lisan mantra dalam upacara makan dalam kelambu yang berbentuk lisan dan magis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berbentuk kualitatif dan menggunakan pendekatan struktural semiotik. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan rima yang banyak ditemukan dalam mantra adalah rima berdasarkan bunyinya yaitu rima aliterasi. Rima berdasarkan letak kata-kata dalam baris kalimat yaitu rima kembar. Irama yang banyak ditemukan adalah irama dengan intonasi datar. Makna kata yang terdapat dalam mantra berisikan doa kepada Allah Swt dan roh nenek moyang agar dapat diberikan keselamatan, umur yang panjang, dan rezeki yang melimpah bagi hamba-Nya dan para keturunan roh nenek moyang serta adat yang telah dilakukan dapat diterima dengan baik. Lingkungan penceritaan meliputi siapa yang menyampaikan mantra, kapan dituturkannya mantra, dari mana asalnya mantra, dan apa saja syarat-syaratnya. Kata Kunci: mantra, makan dalam kelambu Abstract: the title of the research is mantra in ceremony eating indigenous peoples nets bugis kelola hamlet pigeons gammon river district kubu raya district. This study aims to know the author of oral literature contained in Bugis society Manage especially oral literature Mantra in ceremony Eat Nets verbal and magical. This study uses descriptive qualitative shape and structural semiotic approach. Based on data analysis, can conclude rhyme that dominan of mantra covering based sound rima is rhyme alliteration. Rhyme based on the location of words in rhyme lines is twin rhyme. Rhythm that dominan of mantra is intonation flat. The meaning of the word mantra contain to pray for God and spirit first parents in order to can gave safety, long age, livelihood so much, to servant and grandchild spirit first parents and than tradition of perform can good accept. The telling covers anyone who tells mantra, when spoken mantra , where they are from mantra, and what the terms of the mantra. Keywords: mantra, eat the nets
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM NOVEL SUPERNOVA 2 AKAR KARYA DEWI LESTARI Violita, Viny; Effendy, Chairil; ., Martono
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 12 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah dan submasalah pada penelitian yaitu bagaimanakah penggunaan gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan, serta fungsi gaya bahasa dalam novel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bentuk kualitatif, dan pendekatan stilistika. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) gaya bahasa perbandingan yang paling dominan adalah metafora sebanyak 70 buah; (2) gaya bahasa pertentangan yang dominan adalah hiperbola sebanyak 54 buah; (3) gaya bahasa pertautan yang dominan adalah antonomasia dan metonimia masing-masing berjumlah 4 buah; (4) gaya bahasa perulangan yang dominan adalah epizeukis sebanyak 31 buah; dan (5) fungsi gaya bahasa yang digunakan dalam novel adalah meninggikan selera, meyakinkan pembaca, menciptakan perasaan hati, dan memperkuat efek gagasan. Kata kunci: stilistika, gaya bahasa, novel Abstract: the significance of this research is to describe the problem and subproblems of the research those are how the use of speech act of comparison, contradiction, linked, and repetation and the use of them of novel. The method of this research is descriptive, in form of qualitative, and a result of this research show that (1) the most dominant speech act of comparission used in metaphor which are 70; (2) the most dominant speech act of contradiction used is hyperbol which are 54; (3) the most dominant speech act of link used is antonomasia and metonimia which is 4; (4) the most dominant speech act of repetation used is epizeukis is 31; and (5) the function of figure of speech used in the novel is increasing taste, convincing the readers, creating feelings, and strengthen the effect of idea or concept. Key words: stylistic, figure of speech, novel
NILAI-NILAI BUDAYA DALAM NOVEL KUBAH KARYA AHMAD TOHARI Indriani, Ayu Astuti; Effendy, Chairil; ., Martono
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 4 (2013): April 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan peneliti, sebagai bahan ajar bagi guru Bahasa Indonesia dalam mengajarkan apresiasi sastra, dan bagi peneliti lainnya sebagai bahan perbandingan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan penelitian berupa penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan sosiologi karya sastra. Sumber data yang digunakan adalah novel Kubah karya Ahmad Tohari yang diterbitkan oleh Pustaka Jaya. Data primernya berupa kutipan-kutipan (kata, frasa, dan kalimat) yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang terdapat dalam novel Kubah disesuaikan dalam rumusan permasalahan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan studi dokumenter. instrumen penelitiannya adalah adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama. Teknik pemeriksaan data diamati dengan 1) kecukupan referensi, b) pemeriksaan dengan teman sejawat, c) triangulasi. Hasil penelitiannya yaitu: 1) Nilai-nilai budaya dilihat dari hubungan manusia dengan Allah, yakni mengenai, taat kepada Allah, mensyukuri nikmat dan karunia Allah, dan berdoa kepada Allah. 2) Hubungan manusia dengan dirinya sendiri yang mengenai, menunaikan amanah dan sadar akan kesalahan. 3) Hubungan manusia dengan manusia yang mengenai, tolong menolong dan kepedulian. 4) Hubungan manusia dengan alam yang mengenai, mengelola dan memelihara alam. Kata kunci : nilai budaya, novel. Abstract The purpose of this research is to describe cultural values in novel Kubah by Ahmad Tohari. This research can be useful for enriching knowledge, as a teaching material for Indonesian Languages teacher in teaching literary appreciation, and as a comparison material for another researchers. The method in this research is descriptive method with qualitative research. The approach in this research is literature sociology approach. The source of data in this research is novel Kubah by Ahmad Tohari published by Pustaka Jaya. The primary data are quotes (words, phrases, and sentences) that equivalent with cultural values in novel Kubah synchronized with the research problem. The technique of data collecting is using documentary study. The research instrument is the researcher herself as main instrument. The techniques of data checking are: 1) reference sufficiency, 2) proof reading, 3) triangulation. The results of the research are: 1) Cultural values from relationship between human and Allah, which are loyal to Allah, thankfulness, and pray to Allah. 2) Relationship between human and himself which are fulfilling mandate, and fault awareness. 3) Relationship between human and another human which are helpfulness and cares. 4) Relationship between human and nature which are managing and protecting the nature. Keywords: cultural value, novel.
NILAI-NILAI EDUKASI PUISI DALAM KOLOM APRESIASI HARIAN PONTIANAK POST Ikhsanniah, Lidya; ., Martono; Heryana, Nanang
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 7 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karya sastra puisi  nilai-nilai edukasi dalam puisi didasarkan karena nilai-nilai edukasi puisi perlu penekanannya dalam pelaksanaan pengajaran dan kehidupan masyarakat karena perubahan-perubahan sosial ekonomi dan perkembangan ilmu pengetahuan membawa keambiguan nilai edukasi mengalami pergeseran dan perubahan sistem-sistem nilai. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif yang mempelajari masalah-masalah tertentu dan disusun berdasarkan karakteristik yang berorientasi pada upaya pemerolehan informasi secara sistematis, faktual, dan akurat dengan kondisi apa adanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik yang menganggap karya sastra memiliki sistem sendiri yang terdiri dari unsur-unsur terpadu dan teknik pengumpulan data dengan studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai edukasi dalam puisi terdapat empat nilai yaitu nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan individu, nilai pendidikan budaya, dan nilai pendidikan religius.   Kata kunci: Karya Sastra, Nilai Edukasi Puisi Abstraction: This Research aim to know values poem belleslettres of education in poem based because values of edukasi poem need its emphasis in execution of instruction and life of society because changes of economic social and growth of science bring keambiguan of value of edukasi natural friction and change of value systems. Research method the used descriptive with form qualitative studying certain problems and compiled pursuant to characteristic which orienting effort acquirement of information systematically, faktual, and accurate with condition of are there him. This research use approach of semiotik assuming belleslettres have system alone which consist of inwrought elements and data collecting technique with study of dokumenter. Result of research indicate that values of edukasi in poem there are four value that is value education of social, value education of individual, liberal education value, and religion education value. Keyword: Belleslettres, Assess Education Poem.
MAKNA DAN FUNGSI HUMOR DALAM KUMPULAN CERITA ABU NAWAS Asyura, Muhammad; Effendy, Chairil; ., Martono
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 4 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah makna dan fungsi humor dalam kumpulan cerita Abu Nawas dan mendeskripsikannya sebagai tujuan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik studi dokumenter. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan mengaplikasikan teori bisosiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala humor dalam kumpulan cerita Abu Nawas dikembangkan berdasarkan wacana humor politik, pergaulan, dan agama serta terdapat enam amanat yang terkandung. Selain itu, tergambar adanya tiga fungsi humor yaitu fungsi memahami, fungsi mempengaruhi, dan fungsi menghibur. Fungsi humor tersebut tergambar sebagai bentuk kritik sosial dalam pemerintahan dan kehidupan sosial. Hal tersebut relevan dengan pembelajaran tentang teks anekdot yang bertujuan untuk melatih siswa untuk kritis terhadap gejala sosial dengan mengembangkan keterampilan berbahasa. Kata kunci: makna humor, fungsi humor, cerita Abu Nawas Abstract: Issue in this research is meaning and function of humor in a story collection of Abu Nawas and to describe it as the goal. Method used in this research is qualitative method using documentary study technique. This research use psychology approach with appliance of bisosiation theory. The result of this research shows that humor phenomena in the story collection of Abu Nawas is developed based on politic, friendship, and religion humor discourse with six morals contained within. In addition, it is shown that there are three humor functions, i.e. to understand, to affect, and to entertain. Those functions are manifested as social critics in government and social life. That is relevant with anecdote text learning in school which aims to teach students how to be critical in facing social phenomena with language competency. Keyword: meaning of humor, function of humor, Abu Nawas story
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) Sunarsih, Eti; ., Martono; Saman, Sisilya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran yang disebabkan adanya kendala dalam keterampilan berbicara. Selanjutnya penelitian ini difokuskan pada materi menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari pembelajaran berbicara dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.Metode  penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bentuk penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan 3 siklus terdiri dari 6 jam pelajaran yang dibagi menjadi dua kali pertemuan. Prosedur pelaksanaan penelitian setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi kegiatan pembelajaran.Berdasarkan analisis data, sebelum tindakan nilai rata-rata siswa hanya 62,9%. Setelah adanya tindakan siklus I niai rata-rata mencapai 63,7. Siklus II mencapai 70,1%. Selanjutnya siklus III, terjadi peningkatan dengan nilai rata-rata 76,2%.  Berdasarkan penelitian ini disarankan agar guru memilih dan menerapkan metode yang mampu meningkatan aktivitas siswa, membuat RPP sebelum mengajar. Selain itu, guru juga harus  beradaptasi dan lebih banyak memotivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Kata kunci: berbicara, model pembelajaran Numbered Heads Together Abstract: This research was conducted because of student’s less activeness in learning process due to the difficulties in speaking. Next, this research was focused on the materials such as showing agreement, protesting, and rejecting.Based on the description above, the research problems of this research were how is the planning, implementation, and results of learning speaking by using Cooperative Learning Model, NHT.The method of this research was qualitative research formedclassroom action research. This research was done in 3 cycles that consisted of 6 hours of lessons divided into two meeting. The procedure of research implementation was each cycle consisted of planning, action,observation, and reflection of learning activities .Based on data analysis, the student’s mean sore was only 62.9%before action. After an action inthe first cycle, the student’s mean score reached 63.7% . Cycle 2 reached 70.1 % next siklus3 had an increase up to 76.2 %.Based on this research, it is suggested that teacher should select and apply  an appropriate method which is able to increase students activities, make lesson plans before teaching . In addition, teacher also has to adapt and give students more motivations in teaching learning process. Keywords : speaking, learning model Numbered Heads Together
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL JANGAN MIRINGKAN SAJADAHMU KARYA MUHAMMAD B. ANGGORO ., Muniri; ., Martono; Seli, Sesilia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 9 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan religius dan nilai pendidikan sosial  dalam novelJangan Miringkan Sajadahmu. Penelitian ini bermanfaat untuk pengetahuan penulis, sebagai bahan ajar bagi guru Bahasa Indonesia dalam mengajarkan apresiasi sastra, dan bagi penulis lainnya sebagai bahan perbandingan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan penelitian berupa penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan sosiologi sastra.Sumber datanya yang digunakan adalah novel Jangan Miringkan Sajadahmu karya Muhammad B. Anggoro.yang diterbitkan oleh Diva Press. Data dalam primer berupa kutipan-kutipan (kata, frasa dan kalimat) yang berkaitan dengan nilai pendidikan religius dan nilai pendidikan sosial yang terdapat dalam novel Jangan Miringkan Sajadahmu karya Muhammad B. Anggoro disesuaikan dengan rumusan permasalahan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi dokumenter. Instrumen penelitiannya adalah  penulis sendiri sebagai instrumen utama. Teknik pemeriksaan data diamati dengan a) Kecukupan referensi b) Pemeriksaan dengan teman sejawat c) Triangulasi d) Dosen pembimbing   Kata kunci: nilai pendidikan, novel Abstract: This study aimed to describe the value of religious education and social education value in the novel do not tilt your mat. This research is usefull for the knowledge of researcher, as teaching materials for teachers in teaching Indonesia literature appreciation, and for other comparison. The method of research is  descriptive method of research is a qualitative research The approach used , namely the approach of literary sociology . Source of data used is novel Don’t Tilt Sajadahmu by Muhammad B. Anggoro .published by Diva Press . The data in this research are all quotations that illustrate the " values​​of education " contained in the novel Don’t Tilt Sajadahmu by Muhammad B. Anggoro adapted to the formulation problems . Data collection techniques using documentary studies . Instruments are the author 's own research as the main instrument . Examination techniques of data observed by a) Adequacy of reference b ) Examination with peers c ) Triangulation d ) Supervisor   Key words: values education, novel
CITRA PEREMPUAN PADA AUTOBIOGRAFIPEREMPUAN-PEREMPUAN HAREM KARYA FATIMA MERNISSI Karomah, Dewi Istiqomatul; ., Martono; Wartiningsih, Agus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 11 (2014): Nopember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan dilihat dari kedudukan, bentuk ketidakadilan dan perjuangan yang dilakukan oleh tokoh perempuan dalam autobiografi Perempuan-Perempuan Harem Karya Fatima Mernissi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kritik sastra feminis. Hasil penelitian yaitu: 1) kedudukan tokoh perempuan adalah sebagai ibu rumah tangga dan bekerja di wilayah domestik, 2) bentuk ketidakadilan tokoh perempuan dalam autobiografi Perempuan-Perempuan Harem Karya Fatima Mernissi berupa stereotype, kekerasan (kekerasan domestik dan kekerasan publik) dan beban kerja, 3) perjuangan tokoh perempuan dalam autobiografi Perempuan-Perempuan Harem Karya Fatima Mernissi berupa pemberian pemahaman dan mengutarakan pendapat.   Kata kunci: Citra perempuan, autobiografi, teori feminisme. Abstract: This research aims to describe image of women in standpoint of level, injustice experienced, and a striving that done by female characters in autobiography Perempuan-Perempuan Harem written by Fatima Mernissi. The method used is descriptive method in form of qualitative. The approach used is feminist literature criticism approach. The results of this research are: 1) the level of female characters are as housewife and working at domestic area, 2) kinds of injustice to women in autobiography Perempuan-Perempuan Harem written by Fatima Mernissi are stereotype, abuse (domestic and public abuse) and burden of work, 3) the striving of female characters in autobiography Perempuan-Perempuan Harem of Fatima Mernissi is an explanation and thought. Keywords: Image of women, autobiography, feminism theory.
NILAI BUDAYA DALAM NOVEL LONTARA RINDU KARYA S. GEGGE MAPPANGEWA Setiawati, Delvia Rini; ., Martono; Heryana, Nanang
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai budaya Bugis dalam novel Lontara Rindu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, berbentuk kualitatif, dengan pendekatan sosiologi karya sastra. Sumber data adalah novel Lontara Rindu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumenter. Nilai budaya Bugis dalam  Lontara Rindu berupa nilai kejujuran (alempureng), nilai kecendekiaan (amaccang), nilai kepatutan (asitinajang), nilai keteguhan (agettengeng), nilai usaha (reso), dan nilai malu/harga diri (siri’). Nilai kejujuran yakni tidak mengambil, menyerakahi, dan melakukan sesuatu tanpa izin dari yang berhak. Nilai kecendekiaan yakni seorang cendekiawan yang mencintai perbuatan dan kata yang benar. Nilai kepatutan  yakni tindakan yang cocok, sesuai, pantas atau patut. Nilai keteguhan yakni setia pada keyakinan, kuat dan tangguh dalam pendirian, erat memegang wasiat. Nilai usaha yakni kerja keras dan ketekunan. Nilai malu/harga diri yakni perasaan malu menyesali diri, perasaan harga diri, noda atau aib, dan dengki.     Kata kunci: Nilai Budaya, Pendekatan Sosiologi Karya Sastra Abstract: This research has purpose to describe the Buginese culture value in Lontara Rindu novel. The method which is used is descriptive method, in qualitative form, with bellesletter sociology approach. Source of data is Lontara Rindu novel. Technique of collecting data used documentar technique. The Buginese culture in Lontara Rindu are honesty value (alempureng), intelectualism value (amaccang), obligation value (asitinajang), firmness value (agettengeng), effort value (reso), and respectable value (siri’). The honesty value that is not taking something, being greedy, and doing something without permission from the one who has right of it. Intelectualism value that is an intellectual person who loves the right action and words. Obligation value that is the act of suitable, and act in proper way. Firmness value that is the act that we have the faith for our belief, strong in our commitment. Effort value that is the work hard and diligent. Respectable value that is the sense of shyness to forgive his/her selft, sense of respect his/her own self, mistakes and enviness.     Key words: Culture Value, Bellesletter Sociology Approach