Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Formulasi Serum Antioksidan Kombinasi Ekstrak Buah Ceremai dan Kulit Buah Semangka Eneng Elda Ernawati; Yunahara Farida; Shelly Taurhesia
Majalah Farmasetika Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v6i5.36080

Abstract

Ceremai (Phyllantus acidus) mengandung kaemferol, kuarcetin, mirisetin, pylantusol A, pylantusol B, asam sinamat, asam sitrat, asam ascorbat, asam galat, dan asam malat, sedangkan kulit buah semangka (Citrullus lanatus) mengandung retinol, tiamin, riboflavin, niacin, piridoksin, dan asam askorbat. Keduanya mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula serum dari kombinasi ekstrak buah ceremai dan kulit buah semangka yang stabil dan tidak mengiritasi serta menguji aktivitas antioksidannya. Buah ceremai dan kulit buah semangka dimaserasi dengan etanol 70%, pelarut diuapkan dengan evaporator. Masing-masing ekstrak pekat buah ceremai dan kulit buah semangka diuji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Ekstrak buah ceremai (EBC) dan kulit buah semangka (EKBS) dikombinasi ratio 1:1; 2:1 dan 1:2 dan dikembangkan formula serum berdasarkan hasil kombinasi dengan aktivitas antioksidan terbaik. Ratio EBC dan EKBS (2:1) memberikan nilai IC50 terbaik yaitu sebesar 73,775 ppm. Serum F1 mengandung 0.76 g EBC dan 0.5 g EKBS sedangkan F2 adalah dua kali dari F1. Aktivitas antioksidan serum F2 memilki aktivitas terbaik dibandingkan serum F1 dengan nilai IC50 sebesar 8,777% tidak berbeda jauh dengan kontrol positif yaitu produk serum yang telah beredar di pasar yang memiliki nilai IC50 6,342%. Formula serum F1 dan F2 berwarna coklat transparan, dengan aroma khas, pH serum F1dan F2 belum memenuhi standar SNI masing-masing sebesar 3,9 dan 3,7. Kedua formula serum memiliki kestabilan penyimpanan selama 3 bulan pada suhu 25oC dan 4o C. Serum F2  menunjukkan adanya iritasi ringan pada kulit kelinci hal ini dipengaruhi oleh pH serum yang asam.
Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Kabupaten Pandeglang Dalam Pencegahan Penyakit Diabetes Dan Tuberculosis Yusransyah Yusransyah; Sofi Nurmay Stiani; Renditya Ismiyati; Sylvianti Maharani; Sumarlin US; Eneng Elda Ernawati
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v3i2.419

Abstract

Diabetes mellitus and tuberculosis are one of the diseases that are of serious concern to the government. Diabetes is caused by excessive consumption of sugar in the body. Tuberculosis is caused by bacteria that enter the body. Both diseases can be cured with a healthy lifestyle and taking the medication regularly. Community service activities can be a means of education and attract public interest in diabetes and tuberculosis. Community service is carried out by providing education and conducting health checks so that people can apply a healthy lifestyle and increase awareness of maintaining health.
Penyuluhan DAGUSIBU Obat Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat di Desa Kutakarang – Cibitung, Kabupaten Pandeglang Eka Yulli Kartika; Arini Khaerunnisa; Dhyneu Dwi Jayanti; Eneng Elda Ernawati; Candra Junaedi; Dimas Danang Indriatmoko; Tarso Rudiana; Cory Novi; Agus Setiawan; Dwi Marwati Juli Siswanti; Gina Siti Nurhayati; Hadi Susilo; Swastika Oktavia
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.662

Abstract

Swamedikasi (pengobatan sendiri) meningkat dikalangan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di Desa Kutakarang, Cibitung Kabupaten Pandeglang. Hal ini perlu diimbangi dengan pengetahuan cara mengelola obat dengan baik dan benar agarr obat dapat memberikan efek terapeutik yang diharapkan dan menghindari kesalahan dalam penggunaan dan pengelolaan obat. DAGUSIBU adalah dapat, guna, simpan dan buang obat dengan benar merupakan salah satu upaya peningkatan penggunaan obat bagi masyarakat yang diselenggarakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga kefarmasian. Pelayanan kesehatan yang dapat diberikan tenaga kefarmasian kepada masyarakat yakni kegiatan pemberian informasi tentang penggunaan dan penyimpanan sediaan farmasi dan alat kesehatan. Tujuan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat dalam memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat, serta memahami cara mengkonsumsi obat dengan baik dan benar. Metode yang digunakan adalah presentasi dan penyulihan. Peserta kegiatan sosialisasi tentang DAGUSIBU berjumlah 54 peserta. Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya. Harapan setelah Pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu peserta dapat lebih memahami dalam mengkonsumsi dan mengelola obat dengan baik dan benar. Self-medication is increasing among the community, including the people in Kutakarang Village, Cibitung, Pandeglang Regency. This needs to be balanced with knowledge of how to administer drugs properly and correctly so that drugs can provide the expected therapeutic effect and avoid errors in drug use and management. DAGUSIBU is getting, using, storing and disposing of drugs properly is one of the efforts to increase the use of drugs for the community which is organized through health service activities by pharmacists. Health services that can be provided by pharmacists to the community are the activities of providing information about the use and storage of pharmaceutical preparations and medical devices. The purpose of this service was to increase public knowledge in understanding how to obtain, use, store and dispose of drugs, and understand how to take drugs properly and correctly. The method used is presentation and lecture. Socialization activities about DAGUSIBU went well. There were 54 participants in this activity. The participants who attended were very enthusiastic in listening to explanations and actively asked questions regarding the use of drugs and their treatment. The hope after this Community Service is that participants can have a better understanding of consuming and managing drugs properly and correctly.
SERUM ANTIAGING KOMBINASI EKSTRAK BUAH CEREMAI (Phyllanthus acidus L. SKEELS) DAN KULIT BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus THUNB.) Eneng Elda Ernawati; Nani Suryani; Sifa Nuramalia; Tarso Rudiana
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1530

Abstract

Kulit dapat mengalami penuaan atau aging yang didefinisikan sebagai hilangnya keseimbangan homeostatik suatu organisme secara progresif. Indikator aging diantaranya keberadaan hyperpigmentasi yang disebabkan oleh enzim tyrosinase. Banyak Cara yang dapat dilakukan untuk  mencegah aging adalah dengan melakukan perawatan kulit menggunakan serum antiaging. Senyawa bioaktif dari tanaman berkembang dan populer untuk digunakan sebagai bahan kosmetik dalam formulasi karena banyak dilaporkan mengandung vitamin, antioksidan, minyak essensial, protein, senyawa fenolik, dan zat aktif lainnya. Buah Ceremai (Phyllantus acidus) diidentifikasi mengandung senyawa asam glikolat dan asam sitrat, sedangkan kulit buah semangka (Citrullus lanatus) mengandung saponin, tanin, alkaloid dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi serum  antiaging  dari kombinasi buah ceremai (Phyllantus acidus) dan ekstrak kulit buah semangka (Citrullus lanatus) sebagai inhibisi enzim tirosinase. Penelitian ini  meliputi pengujian aktivitas ekstrak dan sediaan serum terhadap inhibisi enzim tirosinase dengan metode in vitro menggunakan ELISA. Hasil penelitian aktivitas inhibisi enzim tirosinase ekstrak buah ceremai menunjukan nilai IC50 sebesar 9.551 µg/mL dan ekstrak kulit buah semangka 3.304 µg/mL. Inhibisi enzim tirosinase serum F1 mendapatkan nilai IC50  1.137 µg/mL sedangkan F2 sebesar 1.025 µg/mL.  Hasil yang dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah semangka lebih aktif sebagai inhibisi enzim tirosinase daripada ekstrak buah ceremai tetapi hasil sediaan serum menunjukan hasil yang memiliki potensi sebagai inhibisi enzim tyrosinase.
Standardisasi Ekstrak Buah Ceremai (Phyllanthus Acidus L. Skeels) dan Aktivitas Inhibisi Enzim Elastase Ernawati, Eneng Elda; Suryani, Nani; Nuramalia, Sifa; Anisah, Anisah; Yustika, Rd. Widya
Jurnal Kartika Kimia Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v6i2.225

Abstract

One way to ensure that efficacy and quality are guaranteed is that a product/medicinal ingredient quality standard needs to be met by standardizing the extract. Ceremai fruit (Phyllantus acidus) is thought to have elastase enzyme inhibitor activity because it contains vitamin C and flavonoids. The elastase enzyme functions in skin elasticity. This research aims to determine the standardization of ceremai fruit extract (P. acidus) and the inhibitory activity of the elastase enzyme. The sample was extracted using the maceration method using 70% solvent. Parameters in determining extract standardization are specific and non-specific. The inhibitory activity of the elastase enzyme was analyzed using the ELISA method. The results of determining the standardization of extract-specific parameters, the water-soluble essence content was 65.57%, and the ethanol-soluble essence content was 27.875. Non-specific parameters for determining water content 9.17%, determining total ash content 5.68%, determining acid insoluble ash content 1.5%, determining residual solvent 0.01%, determining microbial contamination ALT and AKK 10-1, heavy metal examination with undetectable results. Ceremai fruit extract (EBC) is positive for containing flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, steroids, and phenolic compounds. The elastase enzyme inhibitory activity of ceremai fruit extract (EBC) resulted in an average IC50 value of 281.09 ± 11,3µg/mL and retinol with an average IC50 value of 23.81 ± 0,4 µg/mL. This research concludes that based on standardization testing of specific and non-specific parameters, ceremai fruit extract meets raw material quality standards and ceremai fruit extract (EBC) has weak category elastase enzyme inhibitory activity.
Edukasi Penggunaan Obat Antidiabetes saat Berpuasa Ramadhan di Panti Asuhan Hasanudin Pandeglang Stiani, Sofi Nurmay; Yusransyah, Yusransyah; Chairani, Farahdina; Adini, Syilvi; Noviyanto, Fajrin; Ernawati, Eneng Elda; US, Sumarlin; Udin, Baha; Pratiwi, Linda Rani
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.934

Abstract

Umat muslim diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, temasuk penderita Diabetes Melitus sehingga terdapat perubahan waktu makan dan menyebabkan terjadinya perubahan pola waktu penggunaan obat yang tidak tepat pada saat berpuasa dan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan sehingga tidak tercapainya target terapi obat. Kesalahan penggunaan obat diabetes dapat dicegah dengan memberikan edukasi terkait penggunaan obat pada saat berpuasa. Oleh karena itu, pemberian edukasi pada pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan utama dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan obat diabetes pada saat berpuasa sehingga dapat meningkatan ketepatan dalam mencapai target terapi. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Tolak ukur keberhasilan edukasi ini adalah jawaban kuesioner sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Total peserta pada kegiatan ini sebanyak 50 orang dengan mayoritas laki-laki berusia 28-33 tahun. Hasil kegiatan ini menunjukan peningkatan pengetahuan penggunaan obat di bulan Ramadhan tanpa harus membatalkan puasa. Hal tersebut ditunjukkan pada peningkatan persentase peserta dengan kategori baik (10%) dan cukup (2%). Selain itu, hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara jawaban benar saat sebelum dan setelah edukas. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan edukasi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama terkait penggunaan obat di bulan Ramadhan. Muslims are required to fast in the month of Ramadan, including people with Diabetes Mellitus so that there are changes in meal times and cause changes in the pattern of inappropriate drug use during fasting and can cause unwanted effects so as not to achieve the target of drug therapy. Errors in the use of diabetes drugs can be prevented by providing education related to the use of drugs during fasting. Therefore, providing education in this community service is one of the main series of activities with the aim of increasing public knowledge related to the use of diabetes drugs during fasting so as to increase accuracy in achieving therapeutic targets. This activity uses a lecture method followed by a question and answer discussion. The benchmark for the success of this education is the answer to the questionnaire before and after the implementation of education. The total number of participants in this activity was 50 people with the majority of men aged 28-33 years. The results of this activity showed an increase in knowledge of the use of drugs in the month of Ramadan without having to break the fast. This is shown in the increase in the percentage of participants in the good (10%) and fair (2%) categories. In addition, the statistical test results showed a significant difference between the correct answers before and after education. This proves that the implementation of education is very important to improve public knowledge, especially regarding the use of drugs in the month of Ramadan.
SERUM ANTIAGING KOMBINASI EKSTRAK BUAH CEREMAI (Phyllanthus acidus L. SKEELS) DAN KULIT BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus THUNB.) Eneng Elda Ernawati; Nani Suryani; Sifa Nuramalia; Tarso Rudiana
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1530

Abstract

Kulit dapat mengalami penuaan atau aging yang didefinisikan sebagai hilangnya keseimbangan homeostatik suatu organisme secara progresif. Indikator aging diantaranya keberadaan hyperpigmentasi yang disebabkan oleh enzim tyrosinase. Banyak Cara yang dapat dilakukan untuk  mencegah aging adalah dengan melakukan perawatan kulit menggunakan serum antiaging. Senyawa bioaktif dari tanaman berkembang dan populer untuk digunakan sebagai bahan kosmetik dalam formulasi karena banyak dilaporkan mengandung vitamin, antioksidan, minyak essensial, protein, senyawa fenolik, dan zat aktif lainnya. Buah Ceremai (Phyllantus acidus) diidentifikasi mengandung senyawa asam glikolat dan asam sitrat, sedangkan kulit buah semangka (Citrullus lanatus) mengandung saponin, tanin, alkaloid dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi serum  antiaging  dari kombinasi buah ceremai (Phyllantus acidus) dan ekstrak kulit buah semangka (Citrullus lanatus) sebagai inhibisi enzim tirosinase. Penelitian ini  meliputi pengujian aktivitas ekstrak dan sediaan serum terhadap inhibisi enzim tirosinase dengan metode in vitro menggunakan ELISA. Hasil penelitian aktivitas inhibisi enzim tirosinase ekstrak buah ceremai menunjukan nilai IC50 sebesar 9.551 µg/mL dan ekstrak kulit buah semangka 3.304 µg/mL. Inhibisi enzim tirosinase serum F1 mendapatkan nilai IC50  1.137 µg/mL sedangkan F2 sebesar 1.025 µg/mL.  Hasil yang dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah semangka lebih aktif sebagai inhibisi enzim tirosinase daripada ekstrak buah ceremai tetapi hasil sediaan serum menunjukan hasil yang memiliki potensi sebagai inhibisi enzim tyrosinase.
Standardisasi Ekstrak Khaya (Khaya anthotheca) Sebagai Antikanker Payudara MCF-7 (Michigan Cancer Foundation-7) Parwaz Setaviani; Nani Suryani; Zahra Khaerul Kamila; Siti Amaliya; Eneng Elda Ernawati; Tarso Rudiana; Arini Khaerunnisa
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 21 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/jfi.v21i2.2475

Abstract

Cancer is the second non-communicable disease that causes the largest number of deaths after cardiovascular disease. The chemical compounds contained in the Khaya anthotheca plant and which have anticancer activity include methyl angolensate, 7-deacetylhivorin, grandifolione, gedunin, , obacunone and Cathecin. This research aims to determine the standardization of extracts and determine anticancer activity against MCF-7 breast cancer cells. The method used in this research is standardization of specific and non-specific parameters, and cytotoxic testing using Prestoblue. The results of extract standardization of specific parameters have values ​​for soluble essence in water and ethanol of 4.68% and 5.80% (meeting the requirements). Non-specific parameters drying loss 0.739%, ash content 8.02%, microbial contamination 0 colonies, lead (Pb) 0.2976 mg/kg, cadmium (Cd) ≤0.001 mg/kg (qualified) and IC₅₀ value of anticancer activity breast MCF-7 from Khaya anthoteca extract was 194.20 µg/mL in the medium/moderate category
Perbandingan Aktivitas Antioksidan dan Antikolesterol serta Kandungan Fenolik dan Flavonoid dari Ekstrak Khaya (Khaya anthotheca) Suryani, Nani; Komalasari, Komalasari; Sulistriyani, Sulistriyani; Rudiana, Tarso; Ernawati, Eneng Elda; Indriatmoko, Dimas Danang; Jayantie, Dhyneu Dwi; Khaerunnisa, Arini
Jurnal Kartika Kimia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v8i1.906

Abstract

Hypercholesterolemia is closely related to cardiovascular disease, which can increase the risk of atherosclerosis. Oxidative stress is related to the development of atherosclerosis because it is related to cellular responses triggered by an imbalance between oxidants and reductants in various layers of blood vessel tissue. K. anthotheca has pharmacological benefits as an antileishmaniasis and antimalarial. The purpose of this study was to determine the antioxidant and anticholesterol activity of K. anthotheca bark based on the type of solvent and to determine the phenolic and flavonoid content of the most active extract. The results indicated that ethyl acetate extract had the best antioxidant activity compared to n-hexane and ethanol extracts, with an IC50 value of 47.82 ppm, followed by ethanol extract at 48.46 ppm and n-hexane extract at 101.89. The value of antioxidant activity is directly proportional to the anticholesterol activity, where the ethyl acetate extract has an EC50 value of 20.42 ppm, the ethanol extract 445.58 ppm, and the n-hexane extract 1,073 ppm. The ethyl acetate extract has a phenolic content of 229.765 mgGAE/g extract and a flavonoid content of 7.63 mgQE/g.
Peningkatan Pengetahuan Siswa dan Siswi SMA Presiden 2 Tanjung Lesung melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Ekstrak Daun Sisik Naga Kartika, Eka Yulli; Oktavia, Swastika; Junaedi, Candra; Indriatmoko, Dimas Danang; Jayantie, Dhyneu Dwi; Ernawati, Eneng Elda; Khaerunnisa, Arini; Suryani, Nani; Nurhayati, Ghina Siti; Siswanti, Dwi Marwati Juli; Novi, Cory; Setiawan, Agus
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1033

Abstract

Sabun terbentuk melalui reaksi antara asam lemak dan basa kuat, dan umumnya digunakan sebagai pembersih untuk menghilangkan kotoran pada kulit. Salah satu jenis sabun yang diminati pada saat ini oleh masyarakat yaitu sabun cair. Hal ini dikarenakan penggunaannya yang lebih praktis dan efisien. SMA Presiden 2 Tanjung Lesung merupakan sekolah umum semi militer yang memiliki 2 bidang ilmu yaitu IPA dan IPS. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa/i SMA Presiden 2 Tanjung Lesung tentang pengaplikasian ilmu dan tekonologi dalam menghasilkan sabun mandi. Metode kegiatan yang dilakukan berupa pemaparan materi dan pelatihan pembuatan sabun cair dengan campuran ekstrak daun sisik naga (bahan alam) serta memberikan kuisioner berupa pretest dan postest untuk mengetahui pengaruhnya kepada siswa/i. Hasilnya didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari nilai rata-rata prestest 70,23 menjadi 86,28 untuk nilai posttest. Soap is formed through a reaction between fatty acids and a strong base and is commonly used as a cleanser to remove dirt from the skin. One type of soap that is currently popular among the public is liquid soap due to its practical and efficient use. SMA Presiden 2 Tanjung Lesung is a semi-military public school that offers two fields of study: Science and Social Studies. This activity aims to provide knowledge and skills to the students of SMA Presiden 2 Tanjung Lesung on the application of science and technology in producing bath soap. The methods used in this activity include material presentation, hands-on training in making liquid soap with dragon scale leaf extract (a natural ingredient), and pretest and post-test to measure the impact. The results showed an increase in knowledge from this community service activity, with the average pretest score rising from 70.23 to an average post-test score of 86.28.