Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI BLOK TEGANGAN TEKAN EKUIVALEN BALOK BETON BERTULANG AGREGAT LIMBAH BATU ONYX TULUNG AGUNG R., Bobby Asukmajaya; Wahjuni S., Edhi; Wisnumurti, Wisnumurti
Rekayasa Sipil Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2021.015.01.7

Abstract

Normal aggregate replacement to the onyx waste aggregate will certainly make the compressive strength and modulus of elasticity different, so it will affect the value of the compressive stress block equivalent (β1) as a result of the extent of the changing stress strain curve. In this study, trying to compare between the experimental β1 value of onyx concrete, while analytically the β1 value for normal concrete was obtained in accordance with SNI 2847 - 2019. To get the experimental β1 value from onyx concrete, it is made by looking for the compressive strength, elastic modulus and ꜫ0, for later the stress strain curve of the concrete is made to find the experimental β1 value of the onyx concrete.The results were obtained if the average β1 value of 18 specimens of onyx coarse aggregate concrete with an average compressive strength of 32.92 MPa was 0.868 while the analytical β1 value based on SNI 2847-2019 was 0.839, This shows that the β1 value for concrete with other aggregates is different, so it needs to be checked experimentally.
Perancangan Website Dengan Usability Pada Toko Cek Hijab Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Faulina, Sri Tita; Wisnumurti, Wisnumurti
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 1 No 8 (2020): Januari 2021
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Computer technology today is a means of communication that brings a lot of change to the world of education, business, government agencies, and private sector. One form of technological development that is currently trending is website. Website is one of the applications on the internet in the form of Hypertext information, where Hypertext can read and browse the information virtually without being related to certain media. With the website is expected to help market products or services, promote a company, and others online. This website application helps users, in this case business owners both goods and services and internet connoisseurs in this case are consumers which with the existence of the website will cause a sense of comfort and provide convenience to the komsumen to be able to choose the goods according to the wishes. With an attractive look, and easy to understand website is expected to help business owners in increasing sales. Based on this thought, a website is created using the Usability method with the results in the form of an attractive website appearance for consumers.
ANALISIS KECUKUPAN TULANGAN KOLOM PADA GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Pramana, I Putu Leo; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap proyek konstruksi suatu bangunan/gedung (khususnya gedung bertingkat) tentunya harus memiliki gambar as built drawing. Namun terkadang dalam kasus dilapangan tidak jarang ditemukan as built drawing yang kurang lengkap baik dari segi gambar maupun pendetailan tulangan sehingga terkadang tidak cukup untuk dijadikan pedoman dan informasi bagi owner untuk mengetahui dan mengevaluasi hasil pekerjaan pada konstruksi bangunan/gedung tersebut. Maka penelitian ini akan meninjau kelengkapan dan kecukupan detail penulangan struktur kolom serta analisis kapasitas dan kekuatan struktur kolom berdasarkan tulangan yang digunakan yang terdapat pada as built drawing pada Gedung Laboratorium Kebencanaan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa gambar detail kolom yang terdapat pada as built drawing belum lengkap. Namun disisi lain, desain tulangan kolom yang terdapat pada as built drawing telah memenuhi persyaratan yang terdapat di dalam peraturan SNI yang ditinjau seperti persyaratan terkait jumlah dan diameter tulangan yang digunakan pada kolom, maka dapat dikatakan bahwa kolom tersebut telah cukup kuat untuk memberikan tahanan terhadap momen lentur yang akan muncul serta dapat mengurangi pengaruh rangkak dan susut akibat beban tekan jangka panjang. Dan mengenai kapasitas kolom, beban yang bekerja pada kolom K1 adalah sebesar 1.145,055 kN, sedangkan kapasitas beban ultimit yang dimiliki oleh kolom tersebut adalah sebesar 4.760,865 kN. Maka bisa dikatakan bahwa kolom tersebut cukup kuat menahan beban yang ada diatasnya. Kata kunci: As built drawing, tulangan, kecuku struktur kolom, SNI 03-6816-2002, SNI 2847-2013, kapasitas, tributary area. ABSTRACT
ANALISIS KECUKUPAN TULANGAN PELAT PADA GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Permana, George Rasyid; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis struktur dengan gambar konstruksi secara global, saling berkaitan satu dengan lainnya, dimana gambar konstruksi sendiri dapat dimaknai sebagai implementasi dari analisis struktur yang telah dibuat dalam bentuk gambar, dari sebuah konstruksi bangunan pada umumnya. PAkan tetapi, dalam kasus dilapangan banyak sekali as-built drawing yang kurang lengkap, baik dalam segi detail tulangan yang tidak menyeluruh maupun ada beberapa gambar yang tidak dicantumkan, sehingga tidak dapat dijadikan acuan evaluasi hasil pekerjaan pada konstruksi bangunan tersebut.  Hal tersebut menjadikan beberapa gambar detail dan keterangan yang seharusnya menurut peraturan SNI 03-6816-2002 tertera dalam as-built drawing justru tidak dapat ditemukan dalam gambar tersebut, sehingga membuat as-built drawing tersebut menjadi kurang akan informasi yang dibutuhkan, dan cukup sulit untuk dijadikan sebagai pedoman atau patokan bagi owner atau pembaca lainnya dalam memahami apa yang terpasang sebenarnya di lapangan, maupun dalam merencanakan pemeliharaan bangunan tersebut kedepannya, serta desain tulangan pelat yang terdapat pada as-built drawing telah memenuhi persyaratan yang terdapat di dalam peraturan SNI 03-6816-2002, hanya pada persyaratan terkait jumlah dan jarak antar tulangan yang digunakan pada setiap pola pelat, serta terkhusus untuk kapasitas kekuatan pelat diambil acuan pada pelat B-3 sebagai pola pelat dimensi terbesar, didapat nilai momen kapasitas reduksi sebesar 17,02 kNm, serta momen ultimit sebesar 5,78 kNm, dengan syarat φ Mn > Mu maka kekuatan pelat memenuhi syarat sesuai SNI 2847-2013. Sedangkan untuk persyaratan lainnya, seperti detail sambungan maupun aturan pembengkokan tidak memenuhi standar SNI 03-6816-2002 sama sekali dikarenakan tidak adanya data yang menunjukkan persyaratan tersebut. Kata kunci : as-built drawing, konstruksi bangunan, tulangan, struktur pelat, informasi, SNI 03-6816-2002, SNI 2847-2013
ANALISIS METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN PADA GEDUNG TEKNIK PENGAIRAN UB DENGAN VARIASI KONFIGURASI BRESING BAJA ., Rafdy; ., Wisnumurti; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur pengaku diagonal (braced frame) diterapkan pada struktur bangunan dengan tujuan untuk meningkatkan kekakuan struktur. Dalam kaijan ini, objek yang digunakan adalah Gedung Teknik Pengairan Universitas Brawijaya yang akan didesain menggunakan metode Direct Displacement Based Design (DDBD) untuk gedung eksisting maupun gedung yang akan di berikan perkuatan bresing baja. Pada kajian ini metode DDBD digunakan untuk membandingkan performa dan perbedaan drift dan displacement bangunan eksisting dengan bangunan yang akan diberikan perkuatan, dimana kajian ini dibantu dengan program ETABS v16.2.1 dalam melakukan analisis non-linear pushover. Hasil analisis perbandingan non-linier pushover Gedung Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dengan menggunakan metode DDBD menghasilkan nilai perpindahan atap untuk bangunan asli tanpa perkuatan menghasilkan nilai simpangan lantai teratas untuk arah X dan Y yaitu sebesar 14 cm dan 29,1 cm. Sedangkan bangunan yang menggunakan perkuatan bresing Tipe A (kajian) menghasilkan simpangan lantai teratas untuk arah X dan Y sebesar 16,9 cm dan 5,7 cm. Untuk tingkat kinerja menurut ATC-40 yang diperoleh bangunan Original Design berada pada kondisi Damage Control (DO) dan bangunan dengan perkuatan bresing Tipe A berada pada kondisi Immediete Occupancy (IO). Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan perkuatan bresing dapat mengurangi simpangan lateral dan penggunaan bresing tersebut berpengaruh terhadap perubahan tingkat kinerja Kata kunci: direct displacement based design, DDBD, non-linear pushover, simpangan lateral, bresing. 
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP KUAT GESER PADA SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT W., Hafidz Ohtavian; ., Wisnumurti; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konstruksi pembangunan beton adalah sebuah material komposit yang terbuat dari kombinasi dari agregat kasar (kerikil atau batu pecah), agregat halus (pasir), bahan pengikat semen, dan air. Penggunaan beton dalam konstruksi pembangunan juga telah menyebabkan sifat konsumtif yang berlebih mengingat sebarapa pentingnya penggunaan beton ini. Sekarang dengan adanya inovasi – inovasi yang ada bahan penyusun beton seperti agregat kasar bisa di gantikan dengan penggunaan limbah pecahan batu onyx. Penggunaan limbah ini bisa digunakan untuk beton yang bersifat struktural maupun nonstruktural. Salah satu penggunaan beton non struktural adalah dinding panel beton yang merupakan beton precast. Karena beton precast, diperlukan material berupa sambungan yang kuat terhadap kekuatan geser berupa sambungan plat dan baut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kekuatan terhadap gaya geser yang dihasilkan oleh adanya perbedaan sambungan baut dengan jenis A307 pada panel beton onyx. Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel beton berukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm.dengan diameter baut yang berukuran 6 mm, 8 mm, dan 10 mm dengan menggunakan plat baja tipe BJ-37 tebal 3 mm. Pengujian kuat geser dilakukan dengan pemberian beban terpusat arah horizontal dengan bertahap hingga mencapai beban maksimum. Hasil penelitian pada pengaruh perbedaan diameter sambungan baut yang semakin besar pada pasangan panel onyx menghasilkan nilai yang bervariasi. Pasanagan panel beton onyx yang menggunakan baut berdiameter 6mm menghasilkan kuat geser sebsar 3,634 kg/cm2. Nilai ini bertambah ketika ukuran diameter baut menjadi 8 mm yaitu 3.658 kg/cm2. Namun pada saat penggunaan baut berdiameter 10 mm nilai kuat gesernya turun menjadi 3,224 kg/cm2.   Kata Kunci : panel dinding beton onyx, kuat geser, sambungan baut
ANALISIS KUAT GESER RENCANA ELEMEN LENTUR GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA MENGGUNAKAN SNI 2847:2019 Shavira, Alexandra Shana; Susanti, Lilya; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung di Indonesia harus memiliki Sertifikat Laik Fungsi, di mana perencanaan konstruksi dananalisis kekuatan struktur harus mengacu pada Standar Nasional Indonesia yang terbaru yaitu SNI2847:2019 dengan judul Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan.Gedung yang diambil sebagai subjek kajian adalah Gedung Laboratorium Kebencanaan Teknik SipilUniversitas Brawijaya, karena gedung ini mulai dibangun sebelum SNI 2847 :2019 terbit. Analisis kuatgeser rencana dilakukan pada balok B1 hingga balok B13 dengan menghitung kuat geser nominalterlebih dahulu menggunakan data yang diperoleh dari dokumen gambar As Built Drawing objek yangakan dianalisis. Kemudian dilakukan analisis kuat geser perlu secara sederhana untuk mengetahuikecukupan kuat geser rencana tersebut. Hasil yang didapatkan menunjukkan nilai kuat geser nominal,nilai kuat geser rencana, dan nilai kuat geser perlu seluruh balok yang ditampilkan dalam bentukdiagram. Berbeda dengan kuat geser rencana yang nilainya hampir sama di sepanjang bentang balok,bentuk diagram kuat geser perlu mengecil secara linear dari tumpuan ke arah bentang karena gayageser terbesar terjadi pada daerah tumpuan.Kata Kunci: SNI 2847:2019, Kekuatan Struktur, Kuat Geser.
ANALISIS KUAT RENCANA ELEMEN LENTUR GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA MENGGUNAKAN SNI 2847:2019 ., Brihaspati; ., Wisnumurti; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan gedung merupakan sertifikat tanda bukti bahwabangunan gedung tersebut telah teruji kelaikan teknis sesuai dengan fungsi bangunan. Untukmendapatkan SLF bangunan gedung, dibutuhkan nilai kuat rencana atau kuat nominalberdasarkan peraturan terbaru yang berlaku pada saat itu. Pada kajian ini, objek yang akandigunakan dalam analisis adalah Gedung Laboratorium Kebencanaan Teknik SipilUniversitas Brawijaya dengan mengambil fokus pada elemen lentur struktur. Pembahasanini dilakukan dengan menganalisis kuat lentur nominal dari elemen lentur berdasarkan SNI2847:2019. Hasil analisis menunjukkan kapasitas penampang elemen lentur terkecil padakondisi momen lapangan dan tumpuan positif sebesar 14058272,38 Nmm dan negatifsebesar 13639059,96 Nmm. Sedangkan kapasitas terbesar pada kondisi momen lapangandan tumpuan positif sebesar 310906692,24 Nmm dan negatif sebesar 299025901,3 Nmm.Regangan baja terkecil yang terjadi sebesar 0,0056 yang menunjukkan penampang elemenlentur pada gedung dikategorikan sebagai penampang terkontrol tarik dengan nilai faktorreduksi (Ø) sebesar 0,9.Kata Kunci: Elemen Lentur, kapasitas momen nominal, regangan, SNI 2847:2019.
PENGARUH PEMBEBANAN LATERAL TERHADAP RETAK PADA DAERAH BADAN SUSUNAN PANEL BETON LIMBAH BATU ONYX MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT Randy D.A., Demmy; Wahjuni S, Edhi; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran dari agregat halus, agregat kasar, air, dan semen disebut beton. Beton Pracetak adalah salah satu cara pembuatan beton yang diproduksi oleh pabrik. Salah satu contoh beton pracetak adalah Panel Beton. Panel Beton adalah susunan dinding parsial yang dirangkai hingga menjadi dinding. Penggunaan Panel Beton ini mengganti dinding yang terbuat dari batu bata karena menghindari kesalahan teknis pembuatan dinding dan menghindari pekerjaan yang lama. Dalam proses lebih berkembangnya suatu kontruksi. Panel beton normal digantikan oleh panel beton yang agregat kasar digantikan oleh limbah batu onyx. Panel beton sendiri merupakan beton pracetak. Karena beton pracetak, pembuatan dinding panel beton agregat batu onyx memerlukan sambungan yang kuat agar retak yang terjadi dipanel lebih di minimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola retak pada badan susunan panel beton dan lebar retak yang terjadi pada badan susunan panel beton akibat perbedaan sambungan baut dengan jenis A307 dengan tebal plat 3 mm. Direncanakan sambungan yang diteliti dengan diameter baut 6 mm, 8mm, dan 10mm dengan susunan panel beton yang satu panel beton memiliki ukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm. Pengujian retak dilakukan dengan pemberian beban terpusat arah horizontal dengan bertahap hingga mencapai beban maksimum. Hasil Penelitian pada retak yang terjadi. Pola retak yang terjadi merupakan pola retak geser-lentur. Retak yang terjadi hanya berada pada bagian bawah badan yang berawal dari tumpuan. Untuk lebar retak yang terjadi rata-rata pada sambungan baut diameter 6 mm memiliki lebar 0,5146 mm, diameter 8 memiliki lebar 0,4966 mm, dan untuk diameter 10 memiliki lebar 0,4397 mm. Dari data ini menunjukan bahwa semakin besar diameter sambungan maka lebar retak di daerah badan panel yang terjadi semakin kecil.   Kata Kunci : Badan panel dinding beton onyx, Retak, sambungan baut
PENGARUH BEBAN MAKSIMUM TERHADAP PEMODELAN PANEL BETON SEBAGAI KUAT GESER PADA DAERAH SAMBUNGAN SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX Lembang, Yustianto; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konstruksi pembangunan beton adalah sebuah material komposit yang terbuatdari kombinasi dari agregat kasar (kerikil atau batu pecah), agregat halus (pasir), bahanpengikat semen, dan air. Penggunaan beton dalam konstruksi pembangunan juga telahmenyebabkan sifat konsumtif yang berlebih mengingat sebarapa pentingnya penggunaanbeton ini. Karena beton precast, diperlukan material berupa sambungan yang kuat terhadapkekuatan geser berupa sambungan plat dan baut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kekuatan terhadap gaya geserpanel beton pada daerah sambungan yang dihasilkan oleh adanya perbedaan diameter bautdengan jenis baut mutu tinggi. Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel betonberukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm.dengan diameter baut yang berukuran 6 mm, 8 mm, dan 10mm menggunakan plat baja tipe BJ-37 tebal 3 mm. Pengujian kuat geser dilakukan denganpemberian beban terpusat arah horizontal dengan bertahap hingga mencapai bebanmaksimum.Hasil penelitian pada pengaruh perbedaan diameter baut yang semakin besar padapasangan panel Onyx pada daerah sambungan menghasilkan nilai yang bervariasi. akibatbeban horizontal tegangan geser panel beton dengan baut diameter 6 mm memiliki tegangangeser panel beton 3,63 kg/cm2 ,baut diameter 8 mm memiliki tegangan geser panel beton3,66 kg/cm2,baut diameter 10 mm memiliki tegangan geser panel beton 3,31 kg/cm2 danakibat beban vertikal tegangan geser panel beton dengan baut diameter 6 mm memilikitegangan geser panel beton 3,18 kg/cm2,baut diameter 8 mm memiliki tegangan geser panelbeton 3,20 kg/cm2, baut diameter 10 mm memiliki tegangan panel beton 2,90 kg/cm2.Kata kunci : panel beton agregat kasar limbah batu Onyx, tegangan geser, diameterbaut
Co-Authors ., Brihaspati ., David ., David ., Rafdy Achfas Zacoeb Adam, Ariel Adison Aditya, Arch Afiffah, Annisa Salma Nur Agoes SMD Agoes Soehardjono Agoes Soehardjono Agung Murti Nugroho Agung Sugeng Widodo Agus Inter Arma Caritas Agus Suharyanto Agustin Dita Lestari Alfinna Mahya Ummati, Alfinna Mahya Amriani, Chrysantia Andinna, Dimas Herly Anwari, Oryza Azizul Aqli, Kharimatul Ardiansyah, Jery Ari Wibowo Ari Wibowo Ari Wibowo Arifi, Mohamad Fatchul Arya Rizki Darmawan Ashar Anas Asmara Dana, Aldi Jaka Aulia Rahmawati Azhari, Muhammad Reza Chasanah, Uswatun Chelievan, Aditya Christin Remayanti N Christin Remayanti Naingolan, Christin Remayanti Dano Quinta Revana Desy Setyowulan Devi Nuralinah DWI SANTOSO Dwijaya, Ferlyc Achmat Dzakwan, Achmad Yusar Edhi Wahjuni Setyowati Edhi Wahyuni Edhi Wahyuni Setyowati Erwin Widya A. Fachreza Akbar Faradi, Dodi Faris Rizal Andardi Fazri Rochmawati Dewi, Fazri Rochmawati Febriana, Anisa Febrianti, Nita Dwi Ferdiansyah, Hafidh Firdausy, Ananda Insan Firdauzy, Firsty Adinda Hanafi Ashad Harimurti . Hendrayudi, Hendrayudi Ilham Abdilah, Muhammad Fiqih Ilhamy, Ahmad Haidar Indra Cahya Indradi Wijatmiko Iqbal, Ammar Iqbal, Muhammad Kadarsih Kadarsih, Kadarsih Khafid, M. Shirotul Khalis, Adli Khasana Tanti, Uswatun Khosemde, Aisah Nurandilah Kiki Andriana Palupi Lara Ditha, Ratrie Lathifah, Layalia Lembang, Yustianto Lestari, Novi Lilya Susanti Ludfi Djakfar Luthfiyah R., Badi’ Aushaf M Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Taufik Hidayat Mahardhika, Andhitya Putra Marantika, Giovianne Friensty Maulana, Akhmad Fikri MAULANA, ARDIAN SUBHAN MD, Agoes Soehardjono Ming Narto Wijaya Muhamad, Gunawan Munawir, As’ad Munir, Muhammad Syahrul Nabila, Nabila Nadhila, Arifa Nurina Natalis Simbolon, Mia Audina Novtrian, Fauzi Nugraha, Putra Adi Nurdiansyah, Deni P., Naadiyah Widyadhana Pakusadewo, Lutfi Paramita, Berti Partogi Lumban Gaol, Rainhart Markus Partogian, Rio Hotman Permana Komardi, Riyan Ilmi Permana, George Rasyid Prakosa, Arga Yudhistira Pramana, I Putu Leo Pratama, Ananda Arya R. M. Pantow, Michael Bharlly R., Bobby Asukmajaya Rachmawati, Desy Dwi Rahman, Hilman Aulia Ramadhan, Firmansyah Ramadhani, Adithia Randy D.A., Demmy Ribut Hermawan Rinovita Putri, Raden Roro Dian Ristinah Syamsuddin Rizaldy Iskandar Rizki Amalia Tri Cahyani Rizki Prasetiya S, Edhi Wahyuni S.Utami, Putri Dewanti Salim Salim, Salim Samudra, Gibran Satria Satrianansyah, Satrianansyah Setyansyah, Dharmawan Setyowati, Edhi Wahjuni Shavira, Alexandra Shana Sinaga, William Swendy Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi Sri Tita Faulina Sugiono, Sugiono Suprayitno, Eka Fajar Suroso . Suryandari, Wentri Asri Taufik Hidayat Titin Sundari Tri Cahyani, Rizki Amalia trimarsiah, Yunita Utama, Defri Arya W., Hafidz Ohtavian Wahjuni S, Edhi Wahjuni S., Edhi Wahyu Ardhi Bramanto Yatnanta Padma Devia Yeanette Andita Puteri