Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP KUAT LENTUR DAERAH SAMBUNGAN PADA SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX Samudra, Gibran Satria; ., Wisnumurti; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi iini iadalah alternatif untuk menjaga ikestabilani hargai sumber dayai alam danmengolah ilimbah batu onyx yang tidak terpakai menjadi berguna. limbah batu onyx sebagai agregatmampu membuat beton mencapai kuat tekan rata-rata 32,92 Mpa juga dapat menjadi inovasi yangbaik. Batu onyx umumnya merupakan bahan pembuatan perabot rumah tangga seperti bathtub yangbanyak ditemui pada wilayah tambang DesaiGamping, KecamataniCampur Darat, iKabupatenTulungagung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kuat lentur pada pasangan panelbeton onyx dengan sambungan baut berdiameter 6imm, 8imm, dan 10imm adalah Semakin besardiameter baut yang digunakan untuk sambungan pada pasangan panel beton onyx, kuat lentur yangdihasilkan juga semakin besar. Pada susunan panel onyx dengan sambungan baut diameter 6 mmdidapatkan kekuatan lentur sebesar 1,1453 MPa, untuk susunan panel dengan sambungan bautdiameter 8 mm menghasilkan kuat lentur sebesar 1,2593MPa, dan pada diameter 10 mm mengalamipenurunan nilai kuatlentur dengan nilai sebesar 1,1169 MPa.Kata kunci : Kuat Lentur Daerah Sambungan, Agregat Kasar Limbah Batu Onyx, kuat tekan,diameter baut
ALTERNATIFiPERENCANAAN ULANG BALOK DAN KOLOM DALAM PEMBANGUNAN GEDUNG 6 LANTAI MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJAiPROFIL WF: STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKITiBAYANGKARA NGANJUK Iqbal, Ammar; ., Wisnumurti; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses untuk mendesain struktur pada gedung merupakan perencanaan pada strukturgedung yang dibuat kokoh serta dapat diketahui kebutuhan biaya yang akan dikeluarkan. Biayadalam perencanaan pembangunan bisa terlampau dengan cara mempertimbangkan jenisstruktur yang akan dipakai, Jenis struktur yang dipakai bisa dari baja maupun beton. Dalamperencanaan suatu struktur bangunan, jika nilai dari bebaninominaliterfaktor (Pn) terlalu besardaripada nilai beban ultimate (Pu) pada struktur kolom dan momen nominal terfaktor (Mn)terlalu besar daripada nilai momen ultimate (Mu) pada struktur balok akan terjadi yang namanyapemborosan. Salahpsatu solusi dari permasalahanpini adalah melalui perencanaan ulang padastruktur balok dan kolom menggunakan struktur baja profil WFiuntuk menekan angkapemborosan yang terjadi. Kontrol yang digunakan dalam perencanaan ulang ini berupa kontroldari faktor angka pemborosan, tegangan yang terjadi, serta faktor lendutan yang terjadi. Makadari itu meskipun pada pada profil dikatakan minim dari kata pemborosan tetapi belum tentukekuatan yang dihasilkan dari baja WF setara kekuatan dari beton bertulang.Kata Kunci: perencanaan, angka pemborosan, beban terfaktor
ANALISIS KINERJA WAKTU BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF VOKASI TAHAP 1 UNIVERSITAS BRAWIJAYA Maulana, Akhmad Fikri; Hasyim, M. Hamzah; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam manajemen konstruksi sering terjadi pada konstruksi konvensional yaitu keterlambatan yang disebabkan adanya tumpang tindih pengerjaan proyek karena tidak adanya integrasi pekerjaan yang menyeluruh. Integrasi tersebut dapat digambarkan melalui konsep Building Information Modelling (BIM) dengan menggunakan model bangunan tiga dimensi (3D) untuk memperoleh semua gambar proyek yang diperlukan. Penelitian ini merupakan penelitian simulasi yang dilakukan dengan cara mengolah data gambar dan penjadwalan menjadi model Building Information Modelling (BIM) 4D dengan menggunakan software Tekla Structures 2018 pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Vokasi dan Industri Kreatif Tahap 1 Universitas Brawijaya yang selanjutnya akan dianalisis kinerja waktunya secara visual dengan membandingkan kemajuan rencana dan kemajuan realisasi di lapangan dengan melihat deviasi keterlambatan serta menentukan tindakan perbaikan dengan menerapkan Building Information Modelling (BIM) dalam penyelesaian permasalahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan analisis kinerja waktu berbasis BIM, proyek mengalami keterlambatan pada minggu ke-4 dan minggu ke-5 pekerjaan pembangunan, dan percepatan pada minggu ke-6 sampai dengan proyek selesai. Faktor penyebab keterlambatan pada proyek adalah miskordinasi antara konsultan perencana dan pelaksana pada saat pengerjaan strauss pile sehingga tindakan perbaikan dengan BIM yang bisa dilakukan adalah melakukan permodelan kondisi ekstising dan analisa lokasi (Layout) dengan metode fotogameteri pada fase perencanaan, serta melakukan 3D modelling dan Design Review bersama semua stakeholders pada saat fase design dan menerapkan 3D coordination dan pengendalian dan perencanaan 3D pada saat pelaksanaan. Kata Kunci : Building Information Modelling, Kinerja Waktu, pemodelan, Manajemen Konstruksi
PENGARUH TEBAL SIAR TERHADAP DEFORMASI DAN DESIGN CAPACITY DARI MODEL DINDING BATU BATA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Anwari, Oryza Azizul; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu bata merah adalah material yang sangat lazim digunakan pada bangunan diIndonesia. Tetapi banyak ditemukan di lapangan bahwa praktek pada pembangunanmenggunakan batu bata tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh dari tebal siar pada dinding batu bata terhadap design capacity dandeformasi yang terjadi menggunakan metode elemen hingga. Terdapat empat variasi modeldengan tebal siar 1 cm, 1.5 cm, 3 cm dan 4 cm dan model dinding dibuat berdasarkan SNI 03– 4164 – 1996 dan model untuk uji kuat tekan batu bata digunakan menggunakan SNI 15 –2094 – 2000. Beban diberikan secara merata kepada kedua model dan dianalisamenggunakan metode elemen hingga menggunakan software ABAQUS. Dari penelitian inididapatkan hasil tegangan von mises terbesar pada model dinding dengan tebal siar 1.5 cmsebesar 8,629 Mpa. Regangan terbesar juga terjadi pada model dinding dengan tebal siar 1.5cm dengan regangan vertikal sebesar 0.25481 dan regangan horizontal sebesar 0.12537.Tegangan horizontal terbesar juga terjadi pada model 1.5 cm sebesar 1260189 Pa padamortar dengan nomor elemen 2 dan 692590.75 Pa pada batu bata dengan nomor elemen 2.Dari model uji kuat tekan diketahui bahwa keempat variasi model telah memenuhi kelas batubata dengan kekuatan 50 kg/cm2.Kata Kunci: design capacity, deformasi, regangan, tegangan, tebal siar
Perilaku Balok Baja I Non Prismastis (Tapered Beam) Titin Sundar; Agoes Soehardjono; Wisnumurti Wisnumurti
Rekayasa Sipil Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.248 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil/2017.011.02.8

Abstract

The use of bending structure components becomes economical if the cross section of the beam follows the moment-diagram form. In this research is a simple beam with concentrated load in the middle of the span, so that the height of the beam is maximum in the middle of span, too. The research purpose is to obtain the bending capacity and to know the buckling behavior for optimum design. The results are compared with theoretical calculations, and ANSYS validation. Concluded of this research that the larger the tapered constant, the greater the bending capacity. The smaller the tapered angle the greater bending capacity. For the same tapered angle with higher h max, the bending capacity is also greater. The collapse occurring on this beam is the lateral torsional buckling. 
Pengaruh Posisi Beban Terhadap Tegangan Dan Rotasi Batang Tepi Bawah Jembatan “Boomerang Bridge” Ari Wibowo; Devi Nuralinah; Wisnumurti Wisnumurti; Erwin Widya A.
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.822 KB)

Abstract

Jembatan “Boomerang Bridge” merupakan Jembatan model rangka baja yang memperoleh penghargaan Juara I dalam Kompetisi Jembatan Indonesia ke-9 Tahun 2013. Terdapat perbedaan nilai lendutan antara perencanaan dengan kondisi lapangan, sehingga dilakukan penelitian juga pada variabel lain yaitu tegangan batang dan rotasi batang tepi bawah. Tahap pertama yaitu uji elastisitas baja dengan bahan yang sejenis dengan profil rangka. Nilai elastisitas yang diperoleh sebesar 183.102,5 MPa. Tahap selanjutnya adalah perhitungan teoritis dan hasil pengujian untuk mendapatkan nilai regangan, gaya batang, tegangan, dan rotasi batang. Perbedaan antara perhitungan teoritis dengan pengujian dinyatakan dalam persentase perbandingan. Perbandingan nilai tegangan dari hasil perhitungan teoritis dan pengujian yaitu seperempat bentang dekat tumpuan sendi sebesar 8,922%, di tengah bentang sebesar 5,476%, dan seperempat bentang dekat tumpuan rol sebesar 7,522%. Perbandingan rotasi teoritis dengan pengujian didapatkan nilai persentase sebesar 22,365% dan sama di berbagai posisi pembebanan. 
Pengaruh Penambahan Kait Pada Tulangan Bambu Terhadap Respon Lentur Balok Beton Bertulangan Bambu Agustin Dita Lestari; Sri Murni Dewi; Wisnumurti Wisnumurti
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.435 KB)

Abstract

Tulangan baja telah banyak digunakan untuk menahan tarik pada beton, namun perlu diingat bahwa suatu saat keberadaan baja di alam akan habis karena merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Bambu memiliki peluang untuk digunakan sebagai tulangan pada beton. Kelemahan bambu sebagai tulangan adalah memiliki lekatan yang kurang baik dengan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kait pada tulangan bambu terhadap kuat lekat antara tulangan dengan beton serta terhadap kapasitas lentur balok beton. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat cabut (pull out) dan uji lentur balok beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kait pada tulangan bambu dapat meningkatkan tegangan lekat sampai 80,39% dan meningkatkan kapasitas lentur pada balok beton sampai 32,05% terhadap tulangan bambu tanpa kait. 
Prosentase Penurunan Lendutan pada Model Jembatan Rangka Baja Akibat Penambahan Kabel Prategang Eksternal Tipe Trapesium Wisnumurti Wisnumurti; Agoes Soehardjono; Rizaldy Iskandar
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.569 KB)

Abstract

Penggunaan jembatan sebagai pelengkap dalam sarana transportasi sangat krusial. Dengan meningkatnya beban kendaraan yang melewati jembatan seiring dengan bertambahnya volume kendaraan diperlukan suatu metode peningkatan kapasitas jembatan terutama jembatan rangka. Metode peningkatan kapasitas yang tidak merusak ataupun membangun ulang jembatan yang sudah ada adalah dengan penambahan kabel prategang.Peningkatan kapasitas yang dapat ditinjau secara langsung adalah dengan mengamati besarnya pengurangan lendutan yang terjadi pada jembatan tersebut setelah ditambahkan kabel prategang. Pengaruh penambahan yang terjadi pada model jembatan didapatkan dengan membandingkan lendutan yang terjadi akibat pembebanan dalam keadaan setelah dan sebelum diberi prategang. Besarnya beban dan gaya prategang pada kabel prategang yang diberikan divariasikan untuk mendapakan data lendutan yang diperlukan. Sebelum dilakukan analisa pengaruh lendutan, lebih dulu dilakukan perbandingan hasil data yang didapatkan di lapangan dengan hasil perhitungan teoritis. Hasil perhitungan teoritis dilakukan dengan menggunakan software STAAADPro 2004.Dalam penelitian ini besarnya prosentase penurunan lendutan yang terjadi akibat penambahan kabel prategang eksternal tipe trapesium pada tiap peningkatan beban yang diberikan pada model jembatan rangka adalah sebesar 4,167 - 14,286 % dengan nilai ratarata 8,855%. Sedangkan besarnya penurunan lendutan maksimum yang terjadi adalah sebesar 37,073%. Data prosentase penurunan lendutan tersebut dapat dipergunakan dalam perencanaan jembatan rangka prategang, terutama dalam penentuan jenis dan tipe prategang yang digunakan. 
Perilaku Geser Pada Dinding Panel Jaring Kawat Baja Tiga Dimensi Dengan Variasi Rasio Tinggi Dan Lebar (Hw/Lw) Terhadap Beban Lateral Statik Ari Wibowo; Wisnumurti Wisnumurti; Ribut Hermawan
Rekayasa Sipil Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.881 KB)

Abstract

Dinding geser merupakan salah satu konsep penyelesaian masalah gempa dalam bidang Teknik Sipil. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dinding geser bahwa dinding geser tidak boleh runtuh akibat gaya geser. Dinding geser hanya boleh runtuh akibat adanya momen plastis yang menyebabkan timbulnya sendi plastis pada bagian kakinya. Dinding panel jaring kawat baja tiga dimensi yang didesain sebagai dinding struktural salah satu contohnya pada jenis dinding M-Panel yaitu single panel structures (PSM). Dinding M-Panel jenis PSM ini merupakan dinding struktural yang didesain untuk menahan beban lateral. Dinding ini didesain dengan beberapa ketebalan yang sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perilaku geser yang terjadi pada dinding panel jaring kawat baja tiga dimensi seperti dinding M-Panel jenis PSM terhadap beban lateral statik yang dalam hal ini berupa pengujian beban statik (Static Load Test) dengan variasi rasio tinggi dan lebar (Hw/Lw) dinding. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perilaku geser (shear behavior) yang dominan terjadi pada dinding dengan rasio tinggi dan lebar dinding (Hw/Lw) = 1. 
Perilaku Plate Girder Badan Bergelombang Arya Rizki Darmawan; Agoes Soehardjono; Wisnumurti Wisnumurti
Rekayasa Sipil Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.473 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil/2017.011.02.5

Abstract

Plate girder is a composition from of several pieces of plate elements that have high slender ratio. Buckling on web is the main problem. Corrugated web is an innovation to resolve buckling problems. This research aims to get the effect of fold angle to shear capacity and get the collapse behavior that occurred. The research was conducted on a full scale in the laboratory and the ANSYS validation. This research concludes that the shear capacity of a flat-plate girder (conventional) will be increase by about 41% by making corrugated web geometric. In this research, the collapse occured in conventional girder plate is the collapse due to diagonal shear buckling in the area of 1/3 support, while for the collapse of the corrugated web girder is the collapse of torsion. 
Co-Authors ., Brihaspati ., David ., David ., Rafdy Achfas Zacoeb Adam, Ariel Adison Aditya, Arch Afiffah, Annisa Salma Nur Agoes SMD Agoes Soehardjono Agoes Soehardjono Agung Murti Nugroho Agung Sugeng Widodo Agus Inter Arma Caritas Agus Suharyanto Agustin Dita Lestari Alfinna Mahya Ummati, Alfinna Mahya Amriani, Chrysantia Andinna, Dimas Herly Anwari, Oryza Azizul Aqli, Kharimatul Ardiansyah, Jery Ari Wibowo Ari Wibowo Ari Wibowo Arifi, Mohamad Fatchul Arya Rizki Darmawan Ashar Anas Asmara Dana, Aldi Jaka Aulia Rahmawati Azhari, Muhammad Reza Chasanah, Uswatun Chelievan, Aditya Christin Remayanti N Christin Remayanti Naingolan, Christin Remayanti Dano Quinta Revana Desy Setyowulan Devi Nuralinah DWI SANTOSO Dwijaya, Ferlyc Achmat Dzakwan, Achmad Yusar Edhi Wahjuni Setyowati Edhi Wahyuni Edhi Wahyuni Setyowati Erwin Widya A. Fachreza Akbar Faradi, Dodi Faris Rizal Andardi Fazri Rochmawati Dewi, Fazri Rochmawati Febriana, Anisa Febrianti, Nita Dwi Ferdiansyah, Hafidh Firdausy, Ananda Insan Firdauzy, Firsty Adinda Hanafi Ashad Harimurti . Hendrayudi, Hendrayudi Ilham Abdilah, Muhammad Fiqih Ilhamy, Ahmad Haidar Indra Cahya Indradi Wijatmiko Iqbal, Ammar Iqbal, Muhammad Kadarsih Kadarsih, Kadarsih Khafid, M. Shirotul Khalis, Adli Khasana Tanti, Uswatun Khosemde, Aisah Nurandilah Kiki Andriana Palupi Lara Ditha, Ratrie Lathifah, Layalia Lembang, Yustianto Lestari, Novi Lilya Susanti Ludfi Djakfar Luthfiyah R., Badi’ Aushaf M Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Taufik Hidayat Mahardhika, Andhitya Putra Marantika, Giovianne Friensty Maulana, Akhmad Fikri MAULANA, ARDIAN SUBHAN MD, Agoes Soehardjono Ming Narto Wijaya Muhamad, Gunawan Munawir, As’ad Munir, Muhammad Syahrul Nabila, Nabila Nadhila, Arifa Nurina Natalis Simbolon, Mia Audina Novtrian, Fauzi Nugraha, Putra Adi Nurdiansyah, Deni P., Naadiyah Widyadhana Pakusadewo, Lutfi Paramita, Berti Partogi Lumban Gaol, Rainhart Markus Partogian, Rio Hotman Permana Komardi, Riyan Ilmi Permana, George Rasyid Prakosa, Arga Yudhistira Pramana, I Putu Leo Pratama, Ananda Arya R. M. Pantow, Michael Bharlly R., Bobby Asukmajaya Rachmawati, Desy Dwi Rahman, Hilman Aulia Ramadhan, Firmansyah Ramadhani, Adithia Randy D.A., Demmy Ribut Hermawan Rinovita Putri, Raden Roro Dian Ristinah Syamsuddin Rizaldy Iskandar Rizki Amalia Tri Cahyani Rizki Prasetiya S, Edhi Wahyuni S.Utami, Putri Dewanti Salim Salim, Salim Samudra, Gibran Satria Satrianansyah, Satrianansyah Setyansyah, Dharmawan Setyowati, Edhi Wahjuni Shavira, Alexandra Shana Sinaga, William Swendy Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi Sri Tita Faulina Sugiono, Sugiono Suprayitno, Eka Fajar Suroso . Suryandari, Wentri Asri Taufik Hidayat Titin Sundari Tri Cahyani, Rizki Amalia trimarsiah, Yunita Utama, Defri Arya W., Hafidz Ohtavian Wahjuni S, Edhi Wahjuni S., Edhi Wahyu Ardhi Bramanto Yatnanta Padma Devia Yeanette Andita Puteri