Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGENALAN ALAT MUSIK TRADISIONAL MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Zulaini, .; ., Yuline; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 6 (2015): JUNI 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Latar belakang dari penelitian ini sebagian besar anak di Taman Kanak-Kanak (TK) LKIA III Pontianak belum banyak yang mengenal alat musik tradisional. Masalah umum penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan metode demonstrasi untuk pengenalan alat musik tradisional pada anak usia  5-6?. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian bahwa dengan menggunakan metode demonstrasi dapat  mengenalkan alat musik tradisional pada anak usia 5-6 tahun. Pengenalan terhadap alat musik tradisional oleh anak-anak dapat ditunjukan sebagai berikut: a.Katagori kurang atau (MB) mengalami pengurangan jumlah anak dari rata-rata 1 orang anak di siklus I menjadi tidak ada seorang anakpun di siklus II (6,25%), b.Katagori baik atau (BSH) mengalami pengurangan jumlah anak dari rata-rata 7 orang anak di siklus I  menjadi  rata-rata 4 orang anak di siklus II (18,75%).c.Katagori sangat baik (BSB) dari jumlah 9 orang anak, menjadi  rata-rata 12 orang anak disiklus II (meningkat 18,75%). Kata Kunci: Metode demonstrasi, Alat musik tradisional Abstract: The background of this study the majority of children in Kindergarten (TK) LKIA III Pontianak yet many are familiar with traditional musical instruments. The common problem of this research is the demonstration of how the use of a method for the introduction of a traditional musical instrument in children aged 5-6 ?. This type of research is classroom action research (PTK), whereas the method used is descriptive method. The research concludes that by using demonstration can introduce traditional musical instruments in children aged 5-6 years. The introduction of the traditional musical instruments by children can be given as follows: a.Katagori less or (MB) experienced a reduction in the number of children an average of 1 child in the first cycle to no child shall in cycle II (6.25%) , b.Katagori either or (BSH) experienced a reduction in the number of children an average of 7 children in the first cycle to an average of 4 children in the second cycle (18.75%). c.Katagori very good (BSB) of the amount 9 children, to an average of 12 children cycled II (up 18.75%).. Keyword : Methods of demonstration, traditional musical instruments
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGUCAPAN BAHASA INGGRIS MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Gunawan, Veronica; ., Yuline; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 8 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Learning English was introduced in early childhood intended that this research can assess learning approach less attractive, the selection of English language teaching materials in schools that are less precise, less warm communication between teachers and students, as well as less varied use of media in teaching English language in early childhood. The method used is descriptive method to shape classroom action research study. Sources of data in this study were children kindergarten Canaan Kubu Raya totaling 25 children. Based on the research that has been done can be concluded: 1) Planning learning English pronunciation in children aged 5-6 using the method of singing has been accomplished with very well, 2) Implementation of learning English pronunciation in children aged 5-6 using the singing was done very well, 3) improvement occurred in English pronunciation skills through singing method. Suggestions in this study: 1) In an effort to improve the English language skills of children, should teachers give assignments in the form of pictures and songs, 2) English pronunciation can be enhanced further by using the method of singing as often as possible and berkelanjutank, 3) Should the schools to provide support and contribute more optimally by providing the necessary infrastructure for the development of the learning process. Keywords: Pronunciation Ability, Method of Singing.   Abstrak: Pembelajaran bahasa Inggris dikenalkan pada anak usia dini dimaksudkan agar penelitian ini dapat mengkaji pendekatan pembelajaran yang kurang menarik, pemilihan bahan ajar bahasa Inggris yang kurang tepat di sekolah, komunikasi yang kurang hangat antara guru dengan siswa, serta penggunaan media yang kurang variatif dalam pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian Penelitian Tindakan Kelas. Sumber data dalam penelitian ini adalah  anak Taman Kanak-Kanak Kanaan Kubu Raya  yang berjumlah 25 orang anak.. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan: 1) Perencanaan pembelajaran pengucapan bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun menggunakan metode bernyanyi telah terlaksana dengan sangat baik, 2) Pelaksanaan pembelajaran pengucapan bahasa Inggris pada anak usia 5-6  menggunakan metode bernyanyi  telah terlaksana dengan sangat baik, 3) Tejadi peningkatan kemampuan pengucapan bahasa Inggris melalui metode bernyanyi. Saran dalam penelitian ini: 1) Dalam upaya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak, sebaiknya guru  memberikan tugas-tugas dalam bentuk gambar dan lagu,  2) Pengucapan bahasa Inggris anak dapat ditingkatkan lagi dengan cara menggunakan metode bernyanyi sesering mungkin dan berkelanjutank, 3) Sebaiknya pihak sekolah memberikan dukungan dan memberikan kontribusi yang lebih maksimal dengan menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan bagi pengembangan proses pembelajaran.   Kata Kunci: Kemampuan Pengucapan, Metode Bernyanyi .
STUDI KASUS PESERTA DIDIK YANG TIDAK NAIK KELAS DIKELAS XB SMA PANCA BAKTI PONTIANAK Sitiana, Benedikta; ., Yuline; Lestari, Sri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 11 (2016): Nopember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

menyebabkan peserta didik kelas XB SMA Panca Bakti Pontianak yang  tidak naik kelas. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Subyek kasus dalam penelitian ini adalah dua orang. Teknik pengumpul data observasi, wawancara, dokumenter, dan kunjungan rumah. Alat pengumpul data panduan wawancara, panduan observasi, absen, buku kasus dan raport. Hasil penelitian yang pertama untuk subyek kasus I karakteristiknya nilai tugas harian, ulangan harian dan ulangan umum tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal. Faktor penyebabnya tidak masuk sekolah lebih dari 12 kali dalam satu tahun, kurang perhatian dari sang ayah. Sedangkan untuk subyek kasus II karakteristiknya kurang bersemangat dalam belajar. Faktor penyebabnya sering tidur selama jam pelajaran berlangsung. Bantuan untuk subyek kasus I dan II yaitu menggunakan rasional emotif terapi dan konseling behavioral. Kata kunci : Studi kasus, peserta didik, yang tidak naik kelas Abstract: This study aims to reveal more about the factors that cause students class XB SMA Panca Bakti Pontianak grades. This research method is descriptive form of a case study. Subjects in this study is a case of two people. Technique data collecting observations, interviews, documentaries, and home visits. Data collector interview guides, observation guides, absent, book cases and report cards. The results of the first study on the subject of the first case of its characteristic value daily tasks, daily tests and general tests does not reach the minimum completeness criteria. Contributing factor absent from school for more than 12 times in one year, less attention from his father. As for the subject of the second case is less enthusiastic about learning characteristics. Contributing factor often sleep during hours of lessons. Help for case subjects I and II on the use of rational emotive therapy and behavioral counseling. Keywords: case study, learners, who do not ride the classroom
PENINGKATAN KECERDASAN NATURALIS MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN SAINS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Anjelina, .; ., Yuline; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Siklus Tindakan Kelas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refkesi. Pengumpulan data  dengan menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan secara umum dapat disimpulkan bahwa melalui metode demonstrasi dalam pembelajaran sain dapat meningkatkan kecerdasan naturalis pada anak usia 5-6 tahun. Secara khusus kesimpulannya adalah: 1) Perencanaan metode demonstrasi dalam pembelajaran sain dapat meningkatkan kecerdasan natiralis pada anak usia 5-6 tahun di TK Bruder Pahauman Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak telah direncanakan dengan sangat baik, 2) Pelaksanaan metode demonstrasi dalam pembelajaran sain dapat meningkatkan kecerdasan naturalis pada anak usia 5-6 tahun di TK Bruder Pahauman Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak telaj dilaksanakan dengan sangat baik, 3) Kecerdasan naturalis setelah menggunakan metode demonstrasi dalam pembelajaran sain pada anak usia 5-6 tahun di TK Bruder Pahauman Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak terjadi peningkatan sebesar 36,64%. Kata Kunci: Kecerdasan Naturalis, Metode Demonstrasi. Abstract: The method used is descriptive method with the form of classroom action research. Class Action Cycle consists of planning, implementation, observation, and refkesi. Collecting data using observation and interview. Based on the research that has been carried out in general it can be concluded that through the demonstration method in teaching science to improve intelligence naturalist in children aged 5-6 years. In particular, the conclusion is: 1) Planning demonstration method in teaching science natiralis can increase intelligence in children aged 5-6 years in kindergarten Brother Pahauman District of Sengah Temila Porcupine District has been planned very well, 2) Implementation of demonstration method in teaching science to improve intelligence naturalist in children aged 5-6 years in kindergarten Brother Pahauman District of Sengah Temila Porcupine District telaj implemented very well, 3) the naturalist intelligence after using demonstration method in teaching science to children aged 5-6 years in kindergarten Brother Pahauman District of Sengah Temila Porcupine District an increase of 36.64%. Keyword : Naturalist intelligence, Methods Demonstration.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA DOA DALAM KEGIATAN SEHARI-HARI MELALUI PEMBIASAAN PADA ANAK USIA 5-6 Herlina, .; ., Marmawi; ., Yuline
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 12 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah dalam penelitian ini apakah melalui pembiasaan dapat meningkatkan kemampuan membaca doa dalam kegiatan sehari-hari pada anak usia 5-6 tahun.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dalam 3 kali pertemuan, setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian mengunakan teknik komunikasi langsung, observasi langsung dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak membaca doa dalam kegiatan sehari-hari mengalami peningkatan yang sangat baik setelah diberikan tindakan berupa penerapan melalui pembiasaan sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca doa. Berdasarkan hasil penelitian ini maka saran yang diberikan ialah:  Diharapkan dapat menambah sikap yang benar dalam berdoa pada anak usia 5-6 tahun, pemberian motivasi yang tepat pada anak dapat meningkatkan hasil belajar anak dalam membaca doa dan menumbuhkan rasa percaya diri yang positif, guru dapat mengadakan pendekatan kepada anak secara individu yang kurang agar kemampuan membaca doa anak semakin meningkat. Kata Kunci : Membaca, doa, pembiasaan Abstract : The problem in this research is through habituation can improve the reading skills of prayer in daily activities in children aged 5-6 years . This research is conducted as a class action 2 cycles in 3 sessions , each cycle including planning, execution , observation , and reflection . Data collection techniques in the study using the technique of direct communication , direct observation and documentation . The results showed that children's ability to read a prayer in daily activities has increased very well after a given action through the application of habituation as an effort to improve the ability to read the prayer . Based on these results , the advice given is : Expected to add the right attitude in prayer in children aged 5-6 years , the provision of proper motivation in children can improve children's learning outcomes in reading prayers and foster positive self-esteem , teachers can approached the individual child who is less so the ability to read the prayer kid increase.   Key Words : Reading,  prayer , habituation
LAYANANAN INFORMASI TENTANG KEDISIPLINAN MASUK SEKOLAH KELAS VIII MTS KHULAFAUR RASYIDIN Syarif, Moh; Endang, Busri; ., Yuline
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 11 (2016): Nopember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan informasi oleh guru pembimbing tentang kedisiplinan masuk sekolah pada siswa kelas VIII MTs Khulafaur Rasyidin Kubu Raya. Bentuk penelitian adalah survey studi (studi survey). Adapun metode penelitian yang dugunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif Survey Studie. Sampel penelitian ini adalah kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang di gunakan berupa tes pilihan ganda berjumlah 50soal. Rata-rata hasil layanan informasi oleh guru pembimbing tentang kedisiplinan masuk sekolah adalah mencapai skor aktual (6458) dari skor maksimal ideal (8319). Berdsarkan hasil uji validitasdengan taraf signifikan 0,05. Nilai yang di peroleh sebesar 77,6 dengan kategori .’’baik.’’. Artinya dalam pemberian layanan informasi oleh guru pembimbing tentang kedisiplinan masuk sekolah sudah maksimal. Kata Kunci : Layanan Informasi, Kedisiplinan Masuk Sekolah. Abstract: This study aims to determine the service information by the supervising teacher of discipline in school students of class VIII MTs caliph Kubu Raya. Form of research is a survey study (Study survey). Research methods that are used in this research is descriptive Survey Studie. The sample was VIIIA class as a class experiment. The instrument is used in the form of a multiple choice test amounted 50soal. The average results of the service information by the supervising teacher of discipline in school is to achieve actual score (6458) of the maximum score ideal (8319). Berdsarkan test results validitasdengan significant level of 0.05. Values ​​were obtained by 77.6 by category. '' Good. ''. This means that in the provision of information by the supervising teacher of discipline in school is maximal.   Keywords: Information Service, Discipline Of School.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBEDAKAN UKURAN MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK (F54210142), Nurjanah; ., Yuline; Yuniarni, Desni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 7 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membedakan ukuran melalui metode demonstrasi pada anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Santi Kabupaten Melawi dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru antara lain:  a) Membuat Rencana Kegiatan Harian, b) Memilih bahan main. c) Metode Pembelajaran d) Membuat penilaian hasil belajar. 2) Metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan membedakan ukuran besar dan kecil dalam pelaksanaannya guru berdasarkan perencanaan yang telah dibuat sesuai dengan tema kebutuhanku dan tema binatang. 3) Metode demonstrasi dalam meningkatkan kemampuan dalam mengelompokkan ukuran besar dan kecil pada anak usia 4-5 tahun karena guru dalam pelaksanaannya guru menjelaskan cara mengelompokkan benda sesuai dengan kelompoknya. Kata Kunci :  Ukuran, Metode Demonstrasi   Abstract: The purpose of this research is to improve the ability to distinguish the size through demonstration method in children aged 4-5 years in kindergarten Dharma Santi Melawi using descriptive methods. Based on the findings that: 1) Planning learning that teachers do the following: a) Make a Daily Activity Plan, b) Selecting play materials. c) Learning Method d) Making learning outcomes assessment. 2) demonstration method can improve the ability to distinguish small and large sizes based planning in implementation of teachers that have been made in accordance with the theme of my needs and animal themes. 3) demonstration method to improve the ability to classify large and small size in children aged 4-5 years as a teacher in the implementation of teachers explaining how to classify objects according to the group. Keywords: Size, Method Demonstration  
LAYANAN PENGUASAAN KONTEN OLEH GURU BIMBINGAN KONSELING PADA SISWA KELAS VIII SMPN 3 PONTIANAK Yulianti Br.s, Irma; ., Yuline; Lestari, Sri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 10 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan penguasaan konten oleh guru bimbingan dan konseling siswa pada kelas VIII SMPN 3 Pontianak. Bentuk penelitian adalah survey. Sampel penelitian ini adalah 66 siswa diambil dari keseluruhan kelas secara acak. Instrument yang digunakan berupa angket berjumlah 50 soal.. Rata-rata hasil analisis data layanan penguasaan konten pada skore aktual 2353 dan skor ideal 3300. Hasil analisis layaan penguasaan konten oleh guru bimbingan dan konseling diperoleh sebesar 71%, artinya pemberian layanan penguasaan konten oleh guru bimbingan dan  konseling kepada siswa sudah dilaksanakan dengan baik kepada siswa. Melihat hasil pengolahan maka dapat disarankan pada respon siswa bagian semangat belajarnya supaya siswa lebih aktif dalam tanya jawab mengenai pembelajaran.   Kata Kunci: Layanan, Penguasaan Konten, Bimbingan dan Konseling Abstract: This purpose of this research services by content mastery teacher guidance and counseling class VIII SMPN 3 Pontianak . Form of research is the survey . The sample of this research 66 students taken from the entire class are random. Instrument used a questionnaire totaling 50 questions . Technique used data analysis, namely the formula percentage. The average results of data analysis services mastery of the content on the actual 2353 score ideal 3300. The results of analysis results by content mastery teacher guidance and counseling was obtained by 71 % , it meaans to the provision of service content mastery by the teacher guidance and counseling to students has been accomplished with kind to students. Look at the results of the processing then can recommended in response students the spirit of learning that students more active in asked the responsibility of learning.   Keywords : Service, The Content Of Mastery, Guidance and Counseling 
MENGENALKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Triyuda, Devi; ., Yuline; Ali, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 7 (2013): Juli 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study is titled "Introduce numeracy skills through traditional games congklak in children aged 5-6 years in kindergarten Sukadana State Trustees". This study aims to determine the numeracy learning outcomes through traditional games congklak in children aged 5-6 years in kindergarten Sukadana State Trustees. The method used in this research is descriptive method to form action research conducted in two cycles, each cycle of 3 meetings. To obtain the data in this study the authors use the technique of observation and documentation. Means of data collection in this study is the observation guide and teacher guide student observation and documentation of the RKH. Engineering calculations with a descriptive analysis of the percentage formula. Results from this research that the implementation of learning through traditional games congklak can introduce additional capabilities in children aged 1-10 years in Kindergarten State 5-6 Pembina Sukadana up to 88.24% and a reduction of up to 94.12%. Abstrak : Penelitian ini berjudul Mengenalkan kemampuan berhitung melalui permainan tradisional congklak pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Sukadana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran berhitung melalui permainan tradisional congklak pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Sukadana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan bentuk penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus, tiap siklus 3 pertemuan. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah panduan observasi guru dan panduan observasi siswa serta dokumentasi yaitu RKH. Teknik perhitungan berupa analisi deskriptif dengan rumus persentase. Hasil dari penelitian ini yaitu pelaksanaan pembelajaran melalui permainan tradisional congklak dapat mengenalkan kemampuan penambahan 1-10 pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Sukadana sampai dengan 88,24% dan pengurangan sampai dengan 94,12%. Kata Kunci : Kemampuan Berhitung, Permainan Tradisional, Permainan Congklak
MEDIA PAPAN ALUR UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK ISLAMIYAH Jamilah, Emi; ., Yuline; Lestari, Sri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 7 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kognitif melalui pemanfaatan media papan alur pada anak usia 4-5 tahun di TK Islamiyah Kota Baru Kecamatan Tanah Pinoh dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru dapat dikategorikan “baik sekali” dengan skor 3,6. Adapun perencanaan yang dilakukan a) membuat RKH b) merancang lembar observasi, c) menyiapkan media pembelajaran. 2) Media papan alur dapat meningkatkan pemahaman tentang mengklasifikasikan benda berdasarkan posisi atas-bawah pada anak usia 4-5 tahun  dan dikategorikan berkembang sesuai harapan dengan skor 75%. 3) Media papan alur dapat meningkatkan pemahaman tentang menentukan posisi kanan-kiri pada anak usia 4-5 dan dikategorikan berkembang sesuai harapan, sebesar 75%. 4) Media papan alur dalam meningkatkan tentang menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidiki  (mencari perbedaan letak posisi jauh-dekat) pada anak usia 4-5 tahun  di TK Islamiyah dan  dikategorikan berkembang sesuai harapan sebesar 80%. Kata Kunci : Papan Alur, Kognitif  Abstract: The purpose of this research is to improve the cognitive abilities through the use of media groove boards on 4-5 year olds in kindergarten Islamiyah New Town Land District of Pinoh using descriptive methods. Based on the findings that: 1) Planning learning that teachers can be categorized as "excellent" with a score of 3.6. The planning is done a) make RKH b) designing the observation sheet, c) prepare instructional media. 2) Media groove boards can improve understanding of classifying objects by top-down position in children aged 4-5 years and growing categorized according to expectations with a score of 75%. 3) Media boards can improve the understanding of the flow determines the right-left position in children aged 4-5 and growing categorized as expected, by 75%. 4) The media in improving your groove boards showed explorative activity and investigate (look for differences in location of far-close position) in children aged 4-5 years in kindergarten Islamiyah and growing categorized according to expectations by 80%.Keywords: Flow Board, Cognitive