Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Peran Quad (AS, India, Jepang, Australia) dalam Stabilitas Indo-Pasifik: Perspektif dari Konflik Laut China Selatan Tarsito, Tarsito; Riyanta, Stanislaus; Daryanto, Eko
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i8.61543

Abstract

The Indo-Pacific region has become the center of global geopolitical attention, especially in the South China Sea, which is rich in natural resources and is a strategic trade route for many countries. The conflict in the South China Sea is fueled by overlapping claims from various countries, including China, Vietnam, the Philippines, Malaysia and Brunei, which have the potential to provoke military tensions. The Quad, which consists of the United States, India, Japan, and Australia, has emerged as an important actor in maintaining stability in the region by conducting security cooperation, joint military exercises, and maritime patrols. Although not a formal military alliance, the Quad serves as a strategic counterweight to China's influence in the Indo-Pacific. This paper explores how the Quad is facing geopolitical challenges, including differences of interest among members and China's reaction, as well as discussing the alliance's potential in promoting regional stability through multilateral approaches. In addition to the military aspect, the Quad also focuses on infrastructure development and economic diplomacy as a step towards creating a free, open and stable Indo-Pacific.
Analisis Kebijakan Pengelolaan Infrastruktur Terkait Pengelolaan Air Bersih Di DKI Jakarta Putra, Yusuf Aulia; Ras, Abdul Rivai; Riyanta , Stanislaus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60643

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat krusial dalam mendukung kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi masyarakat di perkotaan. DKI Jakarta sebagai kota megapolitan menghadapi tantangan berat dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur air bersih. Permasalahan utama terletak pada keterbatasan ketersediaan air baku, pencemaran lingkungan, serta keterbatasan cakupan layanan jaringan perpipaan. Sampai tahun 2023, cakupan layanan air bersih melalui jaringan pipa baru mencapai 65,85%, sementara kebutuhan air terus meningkat seiring urbanisasi. Studi ini menganalisis kebijakan pengelolaan infrastruktur air bersih di DKI Jakarta menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengacu pada pendekatan Incremental Theory dan pelibatan Public Private Partnership (PPP) sebagai solusi pembiayaan dan pembangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan bertahap dan inovasi teknologi seperti Moving Bed Bio Reactor (MBBR) dan Reverse Osmosis (RO) mampu meningkatkan kualitas serta efisiensi penyediaan air bersih. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta memainkan peran penting, meskipun masih terdapat kendala dalam hal pengawasan dan perlindungan kepentingan publik. Dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan air bersih berkelanjutan. Rekomendasi dalam penelitian ini meliputi percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan regulasi, optimalisasi teknologi, serta peningkatan peran masyarakat. Studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan air bersih yang lebih adaptif, inovatif, dan inklusif di DKI Jakarta.