Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKI Anggraini, Sinta Dewi; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Widiastuti, Agung
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30984

Abstract

Balita didefinisikan sebagai anak yang berusia antara 12 dan 59 bulan. Usia pada balita dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok usia bayi (0–2 tahun), kelompok usia balita (2–3 tahun), dan kelompok usia prasekolah (>3–5 tahun). Stunting merupakan masalah gizi buruk kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan dalam jangka waktu lama sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Faktor penyebab stunting meliputi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Usia ibu, Riwayat paritas, Asupan gizi yang tidak mencukupi, status ekonomi, pendidikan ibu dan tingkat pengetahuan ibu. Pola asuh merupakan sikap orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Terdapat faktor yang mempengaruhi pola auh orang tua terhadap balita meliputi lingkungan, tingkat pendidikan, budaya, sosial ekonomi, pemberian makan anak. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Baki. Metode : jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi yang menggunakan pendekatan cross-sectional serta pengambilan sampling dengan cara total sampling. Pengumpulan data dengan cara membagikan lembar kuisoner yang dibagikan kepada 92 responden. Hasil : pola asuh orang tua yang baik dapat menurunkan tingkat kejadian stunting pada balita. Kesimpulan : ada hubungan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun dengan menggunakan uji chi squere sehingga didapatkan hasil p value 0,000.
HUBUNGAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS CEPOGO DESA JOMBONG, BOYOLALI putri, wahyu clariesta; Widiastuti, Agung; Palupi, Dwi Lestari Mukti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31795

Abstract

Hipertensi biasanya dikenal dengan tekanan darah tinggi, hipertensi adalah suatu keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Adanya hubungan antara kualitas tidur dengan sleep hygiene. Salah satunya tindakan dan upaya yang dilakukan lansia untuk mempraktekkan perilaku yang baik dengan mengetahui cara untuk membuat lingkungan nyaman disekitar area tempat tidur agar mereka dapat tidur dengan nyaman yang menjadikan kondisi tubuh menjadi baik. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pada penelitian ini adalah corelation/ studi korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. dengan pendekatan teknik total sampling dengan jumlah responden 123 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji rank spearman dengan nilai signifikasi 5%.  Hasil uji rank spearman di dapatkan bahwa ada hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada lansia di Posyandu Desa Jombang Boyolali dengan nilai p value= 0,000 yang berarti  (5%), maka H0ditolak dan Ha diterima. Adanya hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Jombang Cepogo Boyolali.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MANAJEMEN LAKTASI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN Vallisya sabrina sabil, vallisya; Widiastuti, Agung
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32747

Abstract

Bayi baru lahir atau masa neonatal adalah dari usia 0 sampai dengan 28 hari dan terjadi perubahan yang besar dari kehidupan dalam rahim menuju sampai dengan luar rahim dan kemudian terjadi pematangan organ hampir semua pada sistem kardiovaskuler, pengaturan suhu, ginjal, dan imun ditandai dengan transisi yang signifikan dari kehidupan di dalam kandungan ke kehidupan di luar kandungan dan terjadi pematangan hampir semua sistem organ. Bayi baru lahir belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna sehingga jenis makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh bayi, bayi hanya membutuhkan air susu ibu (ASI) untuk pertumbuhan selama 6 bulan pertama dan ASI adalah makanan yang paling sempurna bagi bayi, tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI. Tujuan penelitian menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi dan dukungan keluarga dengan manajemen laktasi pada bayi usia 0-6 bulan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi, yang menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian yang mengukur variabel dalam satu waktu. hasil penelitian yang dilakukan terdapat hasil analisa univariat yang berisi karakteristik responden dan distribusi frekuensi pengetahuan, dukungan keluarga, dan manajemen laktasi. Kemudian terdapat juga hasil analisa bivariat yang berisi hubungan pengetahuan manajemen laktasi dan hubungan keluarga dengan manajemen laktasi. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian tidak ada hubungan antara pengetahuan manajemen laktasi dan juga tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen laktasi
EFFECTIVENESS OF SKIN TRACTION ON PREOPERATIVE PAIN SCALE IN INTERTROCHANTERFRACTURE PATIENTS Rahmasari, Ikrima; Widiastuti, Agung; Buyu Prakoso, Adi; Budiati, Dhiani
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3404

Abstract

Fracture is a condition where the continuity of bone tissue is broken. Intertrochanter fractures are fractures that occur in the pelvic bones with a transverse line from the greater trochanter to the lesser trochanter. Broken bones are a potential or real threat to a person's integrity, so they experience physiological and psychological disorders that can cause reactions in the form of pain. Traumatic pain due to bone fractures that damage healthy tissue. The first treatment is to observe whether there are other accompanying injuries, after that skin traction is applied which is considered effective before performing surgery to reduce pain. Objective: to determine the reduction in pain scale in intertrochanteric fracture patients after skin traction was applied. The method in this research uses a pre-experimental design with a one group pretest-posttest design. Data collection techniques used questionnaire sheets and the Numeric Rating Scale (NRS) pain scale. Data analysis used paired T test. The results showed that the intensity of pain before and after being given skin traction had decreased. The conclusion in the study was that the installation of skin traction before surgery could reduce the pain scale in intertrochanter fracture patients.
THE EFFECT OF EARLY MOBILIZATION EXERCISE ON THE LEVEL OF INDEPENDENCE ON PATIENTS AFTER POST OPERATIVE FRACTURE FEMUR Widiastuti, Agung; Rahmasari, Ikrima; Budiati, Dhiani; Ermawati Ulkhasanah, Muzaroah; Yuli Kartikasari, Annisa
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3408

Abstract

Background; Patients with postoperative femur fractures will experience limited motion in their knee function, weakness, immobility and disability as a result of limitations in caring for themselves and carrying out daily activities. This study is to determine the effect of early mobilization education on the level of independence in postoperative patients with femur fracture. Research methods; The study used a quasi-experimental design with pre and post control group design, with 36 respondents (18 experimental groups, 18 controls). Data collection using questionnaires and observation. The independent variable is early mobilization education, while the dependent variable is the level of independence. The sampling technique used consecutive sampling. The population in this study were patients with postoperative at Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Data analysis using independent t-test and paired t-test. Research results; There is a significant difference in the level of independence in patients before and after being given early mobilization exercises of intervention group. The results of the independent t-test on the level of independence obtained p value (0.0001) <0.05, there is a significant difference in the level of independence in patients in the control group and intervention group. Conclusion; There is an increase in independence in patients after early mobilization education, and there is a difference in the level of independence in the control group and the intervention group.
The Relationship Between Knowledge And Drug Compliance In Hypertension Patients Kartiko Utomo, Endrat; Widiastuti, Agung; Nasrul Sani, Fakhrudin; Rahma Soleman, Sitti; Risky Ain, Risky; Che Azmi, Norhaida; Syafiq Darul Redzuan, Ilyas
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4233

Abstract

Hypertension is one of the most common causes of untimely death worldwide and can result in an increased risk of mortality if left untreated. The treatment of hypertension requires the implementation of long-term therapy, so that in an effort to manage its therapy requires adherence and compliance in carrying out treatment. Knowledge about hypertension is also very important to shape one's awareness and behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and compliance with taking medication in hypertensive patients. Observational research method with cross-sectional design using non-probability sampling technique with purposive sampling approach. The research instrument used the Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) questionnaire and the Probabilistic Medication Adherence Scale (ProMAS). Data analysis using Pearson correlation test. The results showed that there was a significant relationship between knowledge and medication adherence (p=0.003; r=0.320). Knowledge and compliance are very important in the treatment of hypertension to produce long-term blood pressure control effects and prevention of various complications that can be caused.
PENGARUH BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PENDERITA DIABETES MELIITUS TIPE II DI WILAYAH MASARAN SRAGEN Widiastuti, Agung
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v7i1.311

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan kondisi yang dialami seseorang ketika kadar gula darah meningkat. Diabetes Mellitus salah satunya terdapatnya luka pada kaki yang dapat menyebabkan masalah sensitivitas kaki. Apabila masalah sensitivitas kaki tidak ditangani akan menyebabkan neuropati. Tujuan: Mengetahui pengaruh buerger allen exercise terhadap sensitivitas kaki pada penderita diabetes mellitus tipe II di wilayah Puskesmas Masaran. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian one group pre post test without control group dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 20 responden. Analisa data diuji menggunakan Wilcoxon signed rank test. Hasil: Berdasarkan hasil uji analisis nilai p value 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan sensitivitas kaki yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan buerger allen exercise. Kesimpulan: Dengan adanya burger allen exercise dapat meningkatkan perfusi pada ekstremitas bawah sehingga dapat meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita diabetes mellitus tipe II. Kata kunci: Buerger Allen Exercise, Diabates Melitus, Sensitivitas Kaki
Latihan Fisik (Knee Pain Exercise) Sebagai Upaya Terapi Non Farmakologi Atasi Nyeri Lutut Lansia Widiastuti, Agung; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Kholifa, Siti Nurul; Raharja, Muhammad Langlang Tahta
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/kdvpsj74

Abstract

Nyeri lutut merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada lansia di Kelurahan Serengan, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup, membatasi aktivitas sehari-hari, meningkatkan risiko cedera, serta menyebabkan ketergantungan. Penanganan saat ini hanya berfokus pada terapi farmakologi masih kurang optimal, padahal intervensi non-farmakologi seperti latihan fisik terbukti efektif dan aman untuk mengurangi nyeri. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman dan pendampingan kepada lansia di Kelurahan Serengan mengenai pentingnya latihan fisik sebagai terapi non-farmakologi untuk mengatasi nyeri lutut. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan: (1) Persiapan, termasuk koordinasi dan perencanaan; (2) Implementasi, yang mencakup sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi latihan lutut; dan (3) Evaluasi, yang dilakukan melalui umpan balik dan evaluasi pengetahuan lansia menggunakan pretest dan posttest. Hasil Sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri lutut kategori sedang sebanyak 16 responden dan setelah dilakukan latihan fisik nyeri menurun menjadi skala ringan sebanyak 25 responden, serta tingkat pengetahuan yang kurang sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 30 responden dan meningkat signifikan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan sebanyak 26 responden dalam kategori pengetahuan baik dan 14 responden kategori pengetahuan sedang. Kesimpulan latihan fisik bermanfaat untuk mengurangi intensitas nyeri dan kekakuan sehingga dapat meningkatkan mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup lansia serta mengurangi ketergantungan pada orang lain.
Efektivitas Posisi Semi Fowler 45° pada Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure Nourma Nurlita Sari, Nourma; Rahmasari, Ikrima; Widiastuti, Agung; Utomo, Endrat Kartiko; Yudhianto, Kresna Agung
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i2.1943

Abstract

Sleep disturbance is a common problem in patients with Congestive Heart Failure (CHF), often caused by disease symptoms such as dyspnea, which negatively impacts their quality of life. The 45° Semi-Fowler's position is a simple non-pharmacological nursing intervention that can improve lung expansion, reduce cardiac workload, and enhance patient comfort, thereby potentially improving sleep quality.This study aimed to determine the effect of the 45° Semi-Fowler's position on the sleep quality of CHF patients at RSUD dr. Moewardi Surakarta. This research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 32 CHF patients were selected using a purposive sampling technique.The intervention, applying the 45° Semi-Fowler's position, was administered for 30 minutes daily over three consecutive days. Prior to the intervention, patients were generally positioned supine or with minimal elevation. Sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and data were analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank Test.The results showed a statistically significant difference in PSQI scores before and after the intervention (p < 0.05), with the median score decreasing from 7.00 (Poor Quality) to 4.00 (Good Quality)10. This clinically significant reduction suggests a positive impact of the positioning.This study concludes that the 45° Semi-Fowler's position is effective in improving the sleep quality of CHF patients and can be recommended as a standard nursing intervention, though future studies should utilize a Randomized Controlled Trial design to control for confounding factors, such as the placebo effect
Hubungan Burnout terhadap Dampak Produktivitas Kinerja Perawat di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Putri, Erni Fatmawati; Astuti, Andriani Mei; Widiastuti, Agung
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i2.1948

Abstract

Burnout is a state of physical, emotional, and mental exhaustion that arises due to high and prolonged work pressure, especially in professions with high levels of work intensity such as nursing. This condition has a significant impact on reducing the enthusiasm, motivation, and productivity of nurses, which ultimately affects the quality of nursing services in hospitals. This study aims to identify the relationship between burnout and decreased work productivity of nurses in the Inpatient Ward of Ir. Soekarno General Hospital, Sukoharjo Regency. This study applies a quantitative method with a cross-sectional research design. The number of respondents consisted of 69 nurses, selected using a purposive sampling method. The tools used in the study consisted of the Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnaire to assess the level of burnout and a work productivity questionnaire that has six indicators: ability, work results, motivation, self-development, quality, and efficiency. The research findings indicate that the majority of respondents experienced burnout in the high category (66.7%) and low work productivity (89.9%). Bivariate analysis using the Spearman Rank test produced a p-value of 0.001 < 0.05. The higher the level of burnout experienced by nurses, the lower their work productivity in completing nursing tasks effectively and sustainably. Workload management, strengthening social support, rewarding performance, improving work-life balance, and regular stress management training can support maximum performance and improve the quality of care services comprehensively and sustainably in addressing burnout