Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Perbandingan Biaya Dan Waktu Penggunaan Metode Risba Dan Metode Konvensional Pada Struktur Bangunan Rumah Tinggal: Analisis Perbandingan Biaya Dan Waktu Penggunaan Metode Risba Dan Metode Konvensional Pada Struktur Bangunan Rumah Tinggal crista, ngudi; Mahmud, Faizal; Purwanti, Hani; Widiatmoko, Kukuh Wisnuaji
Jurnal Civil Engineering Study Vol. 3 No. 01 (2023): Jurnal Civil Engineering Study
Publisher : Civil Engineering of Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.365 KB) | DOI: 10.34001/ces.03012023.10

Abstract

Abstrak Rumah tinggal pada umumnya dibangun menggunakan metode pengerjaan konvensional dengan bahan dasar struktur menggunakan beton, besi tulangan dan bekisting. Struktur bangunan pada rumah tinggal merupakan komponen utama yang menjadi kerangka terbentuknya sebuah bangunan, kokoh atau rapuhnya sebuah bangunan terlihat dari metode dan material yang digunakan untuk menyusun struktur bangunannya. Risba merupakan kepanjangan dari Rumah Instan Baja yang menjadi salah satu rumah tahan gempa yang dikenalkan oleh dosen UGM, Metode Risba telah diteliti mengenai material baja yang digunakan dengan melakukan pengujian balok, sloof dan kolom menggunakan CNP dobel dengan metode pembebanan monotonic. Perkiraan biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam setiap pekerjaan konstruksi dengan komponen perencanaan biaya dan waktu terdiri dari tenaga kerja dan peralatan serta material yang digunakan. Pembangunan rumah tinggal 2 lantai tipe 72 dengan menggunakan metode konvensional dan metode risba didapatkan selisih biaya sebesar Rp 13.059.024,00 dengan kata lain bahwa struktur bangunan dengan metode risba lebih murah 17 %.
ANALISA KEANDALAN WADUK DALAM MEREDUKSI BANJIR (STUDI KASUS BENDUNGAN TEMPURAN) Widiatmoko, Kukuh Wisnuaji; Aryana, Srie Adi Asa Mulia; Waryani, Retno Sri
Rang Teknik Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Januari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v8i1.5712

Abstract

Bendungan Tempuran yang dibangun antara tahun 1911 hingga 1916 dan berlokasi di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, berfungsi sebagai tampungan air utama dari sungau Tedun, Jomblang, Manggok. Bendungan Tempuran saat ini mengalami sedimentasi sehingga hanya mampu mengairi 420 Ha area persawahan dari potensi 820 Ha. Sehingga diperlukannya Reservoir Routing (Penelusuran Banjir) di Bendungan Tempuran yang merupakan metode dalam mengurangi dampak banjir dan meningkatkan efisiensi pengelolaan air di sekitar bendungan serta sebagai bahan tinjauan dan evaluasi untuk keandalan waduk dalam mereduksi banjir. Penelusuran banjir di Bendungan Tempuran ini dapat dipermudah menggunakan perangkat lunak HEC-HMS, yang dapat digunakan  untuk merencanakan dan menganalisis banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan debit banjir pada pelimpah serta mengevaluasi keandalan Waduk Tempuran selama periode ulang 2, 5, 10, 50, 100, 500, 1000, 0.5PMF, PMF. Dari penelitian ini diperoleh hasil debit banjir rencana : Q2 sebesar 10,54 m3/det, Q5 sebesar 14,93 m3/det, Q10 sebesar 18,33 m3/det, Q50 sebesar 27,22 m3/det, Q100 sebesar 31,60 m3/det, Q500 sebesar  43,22 m3/det, Q1000 sebesar 48,94 m3/det, Q0.5PMF sebesar 48,39 m3/det, QPMF sebesar 110,77 m3/det. Dan keandalan waduk dalam mereduksi banjir sebesar : Q2 sebesar 81,40%, Q5 sebesar 78,77%, Q10 sebesar 76,92%, Q50 sebesar 73,11%, Q100 sebesar 71,55%, Q500 sebesar 68,35%, Q1000 sebesar 67,06%, Q0.5PMF sebesar 67,18%, QPMF sebesar 54,45%.
ANALISA KAPASITAS SUNGAI WARIDIN UNTUK PENANGGULANGAN BANJIR DI KABUPATEN KENDAL TERHADAP DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) WARIDIN Setyati Budiningrum, Diah; Wisnuaji Widiatmoko, Kukuh; Andhika Wibisono, Mahal; Adwin Pramana, Dio
Journal of Research and Technology Studies Vol 3 No 2 (2024): Journal of Research and Technology Studies (JRTS)
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Waridin, sebagai sungai utama pada DAS Waridin seluas 28,88 km² dengan panjang 8,21 km, sering mengalami banjir akibat kapasitas tampungan yang tidak memadai, topografi curam, pendangkalan sungai, dan longsornya tanggul, terutama saat hujan lebat berdurasi panjang. Analisis debit banjir menggunakan metode Rasional menunjukkan debit rencana 25 tahunan (Q25) mencapai 98,51 m³/detik, yang tidak dapat ditampung dalam kondisi eksisting berdasarkan simulasi HEC-RAS, sehingga beberapa lokasi mengalami luapan air. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan perkuatan tanggul menggunakan beronjong berukuran 2 m x 1 m x 0,5 m dan peninggian elevasi tanggul sebesar 0,8 m dari muka air banjir Q25, menghasilkan dimensi tanggul dengan tinggi 3,5 m dan lebar 5,5 m guna menahan debit banjir secara efektif.
Pelatihan dan Pendampingan Perhitungan RAB sebagai Kontrol dalam Pelaksanaan Pembangunan Insfrastruktur di Wilayah RT 11 RW 07 Desa Mranggen Faizal Mahmud; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Bambang Tutuko
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 2 No. 2 (2024): July
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v2i2.9743

Abstract

In building infrastructure, cost calculations are needed, organized in the form of a Budget Plan (RAB) according to government standards. The RAB provides an overview of the total cost required for building infrastructure or construction projects. Additionally, the RAB calculations can also determine the need for building materials, the number of workers required, and the duration of the project. This Community Service program aims to provide knowledge and new skills to the community on how to calculate the Budget Plan (RAB) for building both private homes and community infrastructure, such as meeting halls, neighborhood watch posts, water channels, and so on. The implementation method begins with interviews to assess understanding of creating an RAB, followed by socializing the benefits of making an RAB, training, and practical exercises on how to calculate the RAB. Subsequent steps include monitoring and evaluating the results of the calculations. This Community Service program equips the community with the skills to calculate the RAB for infrastructure development, better understand the volume of work calculations, determine material prices or unit prices for work, and prevent cost overruns during the construction phase.
Pendampingan Teknis Pemeliharaan Struktur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Desa Leyangan Kabupaten Grobogan Bagus Acung Billahi; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Faizal Mahmud
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 3 No. 1 (2025): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v3i1.10371

Abstract

Leyangan Village is one of the villages in Central Java located in Penawangan District, Grobogan Regency, and Central Java Province. The location of the village is ±50.1 km from the Semarang University (USM) campus. Understanding and implementing SOPs for maintaining wastewater treatment plant structures is one of the problems Leyangan village residents face when they receive assistance in the form of domestic wastewater treatment installation facilities. This activity aims to increase the knowledge of the Leyangan village community regarding methods for maintaining wastewater treatment plant (IPAL) structures. It is necessary to provide explanations and assistance regarding the Leyangan Village wastewater treatment plant which can still function effectively and well and encourage the community to adopt clean and healthy living habits. Assistance is carried out by providing presentations, demonstrations, and direct practice regarding the maintenance of wastewater treatment plants. The result of the training activity is an increase in knowledge. Evaluation is carried out by looking at the results of the pre-test questionnaire and comparing it with the post-test questionnaire. At the beginning before training, the average level of knowledge of participants only reached 32%. However, after training and direct practice were carried out, the participants' knowledge increased to an average of 70%.
ANALISIS DINAMIKA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA UNTUK MENGETAHUI PERILAKU STRUKTUR Bagus Acung Billahi; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Faizal Mahmud; Fahrudin Ahmad
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/08ha7229

Abstract

The old bridge structure, are subjects that must be monitored in bridge maintenance. Bridge detection supervision is very necessary to determine structural deformation caused by normal operations or environmental impacts such as temperature, humidity and heavy vehicle loads. Monitoring the structure as a whole also needs to be carried out after extreme conditions occur, such as an earthquake. Research on structural dynamics analysis of steel frame bridge conditions to determine the behavior of the structure. Vibration data is read using a wireless sensor network or accelerometer. The vibration mode signal obtained is processed using Fast Fourier Transform (FFT) analysis via MATLAB software, which will produce a graph of the relationship between the frequency domain and the time domain. Through this graph, the dynamic characteristics of the bridge structure can be analyzed, with several variations in the condition of the bridge structure.
BETON RINGAN CAMPURAN EXPANDED POLYSTYRENE SYSTEM (STYROFOAM) DAN BETON NORMAL UNTUK KONSTRUKSI RINGAN, BERAT BETON, KUAT TEKAN DAN BIAYA PEMBUATANNYA Dhamang Budi Cahyono; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Hendra Masvika
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/r5889b40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat beton, kuat tekan dan nilai biaya pada beton campuran styrofoam sebagai pengganti agregat kasar untuk mendapatkan beton ringan dengan cara membuat benda uji berbentuk silinder Ø15-30 cm dengan perbandingan volume 1 Pc: 2 Pasir: 3 Styrofoam, 1 Pc : 1.5 Pasir: 2, 5 Styrofoam dan 1 Pc : 1,25 Pasir : 2,75 Styrofoam serta beton normal dengan komposisi 1 Pc : 2 Pasir dan 3 Agregat kasar sebagai pembanding. Berat volume yang diperoleh untuk komposisi 1 Pc: 2 Pasir: 3 Styrofoam adalah 1323,64 kg/m3,komposisi 1 Pc: 1,5 Pasir: 2,5 Styrofoam adalah 1274,61 kg/m3,dan komposisi 1 Pc : 1,25 Pasir : 2,75 Styrofoam adalah 1112,46 kg/m3, dan beton normal 1 Pc : 2 Pasir : 3 Kerikil adalah 2366,33 kg/m3. Selisih berat beton styrofoam terhadap beton normal kurang lebih 47,73%. Kuat tekan karakteristik komposisi 1 Pc: 1,5 Pasir: 2,5 Styrofoam 85,73 kg/cm2, 1 Pc: 1,25 Pasir: 2,75 Styrofoam 80,39 kg/cm2 sedangkan kuat tekan karakteristik untuk komposisi 1 Pc: 2 Pasir: 3 Styrofoam adalah 110,31 kg/cm2 (>100 kg/cm2) dan beton normal 1 Pc : 2 Pasir : 3 Kerikil adalah 155,29 kg/cm2. Berat volume beton  campuran styrofoam dan karakteristik kuat tekan menunjukkan bahwa styrofoam sebagai pengganti agregat kasar hanya ditujukan untuk pekerjaan konstruksi ringan. Biaya pembuatan beton komposisi 1 Pc: 2 Pasir: 3 Styrofoam adalah Rp. 1.751.365, 1 Pc: 1,5 Pasir: 2,5 Styrofoam sebesar Rp. 1.555.587, dan komposisi 1 Pc : 1,25 Pasir : 2,75 Styrofoam sebesar Rp. 1,604,697, sedangkan untuk beton normal 1 Pc : 2 Pasir : 3 Kerikil hanya sebesar Rp. 631,293. Selisih perbandingan biaya beton campuran styrofoam lebih mahal kisaran 63,95% dari harga beton normal.
Desain Rencana Pemasangan Structural Health Monitoring System Jembatan Rangka Baja (Studi Kasus : Jembatan Sendangmulyo) Billahi, Bagus Acung; Widiatmoko, Kukuh Wisnuaji
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.095 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i2.974

Abstract

Negara Indonesia memiliki banyak daratan – daratan yang di kelilingi pegunungan ataupun sungai. Insfrastruktur yang bisa digunakan sebagai penghubung dari satu daratan ke daratan lainnya bisa meggunakan struktur jembatan. Struktur jembatan adalah konstruksi yang penting untuk Indonesia karena salah satu insfrastruktur penunjang untuk aktivitas – aktivitas masyarakat. Structural Health Monitoring System dapat menjadi metode pilihan yang bisa digunakan untuk melakukan perawatan setiap saat pada struktur jembatan, melihat pentingnya struktur tersebut bagi masyarakat. Agar penerapan metode Structural Health Monitoring System berjalan maksimal di perlukan desain rencana yang matang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui type sensor, jumlah sensor dan penempatan sensor yang efektif dalam rangka penempatan Structural Health Monitoring System pada struktur jembatan rangka baja Sendangmulyo Rowosari Semarang. Struktur jembatan rangka baja Sendangmulyo Rowosari dibangun untuk menunjang kebutuhan insfrastruktur, ekonomi dan sosial di daerah tersebut, Hasil analisa menunjukkan 7 jenis sensor yang sebaiknya digunakan pada struktur jembatan Sendangmulyo Rowosari Semarang. Posisi penempatan sensor ada di bagian pylon, deck, rangka bagian kanan kiri struktur jembatan.
Pengaruh Pelapukan Lapisan Batuan Terhadap Stabilitas Lereng Situmorang, Adolf; Kusrin, Kusrin; Christa, Ngudi Hari; Pratiwi, Yesina Intan; Widyarini, Galih; Widiatmoko, Kukuh Wisnuaji
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.707

Abstract

Abstrak Longsor merupakan suatu proses perpindahan massa batuan atau tanah akibat pengaruh gravitasi sebagai respon terhadap aktivitas alam yang menyebabkan kerusakan morfologi permukaan lereng, dan longsor yang terjadi di Wonogiri kemungkinan karena pelapukan lapisan batuan akibat curah hujan yang sering terjadi di aera tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan pengambilan sampel batuan, pengukuran dan pengumpulan data sekunder. Klasifikasi batuan menggunakan parameter RQD, RMR dan Q-system untuk mengetahui karakteristik batuan. Hasil dari klasifikasi tersebut menunjukkan bahwa lapisan batuan di lokasi longsor masuk dalam kategori sedang hingga sangat rentan mengalami pelapukan. Dengan mempertimbangkan siklus curah hujan dan jumlah hujan dalam hari yang dihitung dalam satu tahun diketahui ada pengurangan kekuatan batuan berdasarkan penelitian terdahulu. Hasil analisa metode element hingga menunjukkan terjadi pengurangan kekuatan batuan berdasarkan parameter geser yang berakibat pada stablititas lereng batuan tersebut, dan pada tahun ke-10 diindikasikan nilai Safety Factor (SF) <1,3. Kata kunci: Kuat geser, siklus basah-kering, batuan  Abstract Landslide is a process of mass transfer of rock or soil due to the influence of gravity in response to natural activities that cause damage to the surface morphology of the slopes, and the landslide that occurred in Wonogiri was probably due to weathering of rock layers due to frequent rainfall in the area. This research was conducted with the stages of taking rock samples, measuring and collecting secondary data. Rock classification uses RQD, RMR and Q-system parameters to determine rock characteristics. The results of the classification indicate that the rock layers at the landslide location are in the moderate to very vulnerable category to weathering. By considering the rainfall cycle and the amount of rain in days calculated in one year, it is known that there is a reduction in rock strength based on previous research. The results of the finite element method analysis showed that there was a reduction in rock strength based on shear parameters which resulted in the stability of the rock slopes, and 10th year indicated the value of Safety Factor (SF) <1.3. Keywords: Landslide, wet-dry cycle, rock 
Numerical and Field-Based Analysis of Soil Nailing for Slope Stability Adolf Situmorang; Anik Kustirini; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko
Teknika Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i2.12918

Abstract

Landslide occurrences in Indonesia are predominantly associated with soft soils and inadequate drainage conditions during periods of high-intensity rainfall. Nevertheless, the country’s diverse geological settings pose significant challenges for implementing effective landslide mitigation strategies, particularly as most existing studies are concentrated on specific islands, each characterized by distinct geotechnical and geomorphological conditions. In certain areas of Flores Island, landslides have been observed at relatively shallow depths and steep slope angles, often occurring in remote locations. Additionally, the tectonic setting of Flores Island—surrounded by multiple active seismic sources—increases the susceptibility to both rockfalls and earthquake-induced landslides. Soil nailing has emerged as a promising stabilization technique in such conditions, particularly where subsurface materials exhibit high resistance to penetration (N-SPT > 60). Despite the steep terrain, the technique remains viable due to its adaptability and minimal disturbance to the existing slope geometry. Stability analyses conducted using both the FEM and LEM under static loading conditions indicate that soil nailing is effective in reinforcing the slope without inducing significant deformation. Furthermore, the reinforced slopes demonstrate sufficient stability under seismic loading, satisfying the design earthquake criteria stipulated by the Indonesian Standard.