Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Applying KNN, NBC, and C4.5 Algorithms to Identify Eligibility for Non-Cash Food Aid Rizki Pratama Putra Agri; Permana, Inggih Permana; Salisah, Febi Nur; Jazman , Muhammad; Afdal, Muhammad
INOVTEK Polbeng - Seri Informatika Vol. 10 No. 2 (2025): July
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/89xvxf70

Abstract

The Indonesian government has implemented the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program as an effort to improve people's welfare. However, in its implementation, there are still obstacles in the process of determining the right beneficiaries. Determining the right BPNT recipients is important to ensure that the assistance is received by people who really need it and to prevent budget misuse. This research aims to help the government to easily process data using three classification algorithms, namely K-Nearest Neighbour (K-NN), Naïve Bayes Classifier (NBC), and C4.5 in classifying BPNT recipient data in Air Molek Village, Indragiri Hulu Regency. K-NN, NBC, and C4.5 were chosen because they represent different approaches: K-NN is distance-based, NBC is probability-based, and C4.5 uses decision trees. The stages of the methodology used include data collection, data preprocessing, data splitting (Hold-Out), data balancing and model testing. The results showed that the K-NN algorithm got an accuracy of 70.45%, precision 68.34% recall 72.42%, NBC got an accuracy of 60.58%, precision 58.21%, recall 85.42%, and C 4.5 with an accuracy of 62.56%, precision 59.17%, recall 63.33%. The results of this study can help the government in developing a more objective and data-based decision support system for determining BPNT recipients. The limitation of this research is the use of data that is limited to only one of the data sources.
The Development of Virtual Hardware-Based Learning Media for the Grade VII Informatics Course at SMP N 13 Padang Afdal, Muhammad; Syafril , Syafril; Hendri , Nofri; Amsal , Mutiara Felicita
The Future of Education Journal Vol 4 No 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i6.644

Abstract

This study was motivated by the difficulties faced by seventh-grade students in understanding Informatics subjects, which are relatively complex. One contributing factor is the lack of variation in teaching methods and the infrequent use of instructional media by teachers. To address this issue, a virtual hardware learning media was developed to enhance engagement and improve students' comprehension. The study aims to develop valid and practical virtual hardware learning media for seventh-grade Informatics subjects. The research employs the Research and Development (R&D) approach using the 4D model, which consists of four stages: define (define), design (design), develop (development), and disseminate (disseminate).The validity test involved one subject-matter expert and two media experts. The subject-matter expert was a seventh-grade Informatics teacher from SMP Negeri 13 Padang, while the media experts were faculty members from the Department of Curriculum and Educational Technology, Faculty of Education, Universitas Negeri Padang. The practicality test was conducted with 32 seventh-grade students from SMP Negeri 13 Padang. The results indicate that the subject-matter expert validation yielded an average score of 4.70, categorized as "Highly Valid." The first media expert’s validation resulted in an average score of 4.33, categorized as "Valid," while the second media expert’s validation produced an average score of 4.95, categorized as "Highly Valid." Furthermore, the practicality test conducted with students showed an average score of 4.22, categorized as "Practical." Based on these findings, it can be concluded that the virtual hardware learning media for the seventh-grade Informatics subject at SMP Negeri 13 Padang is suitable for use in the learning process
Culture Shock Masyarakat Perumahan terhadap Masyarakat Lokal di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa Afdal, Muhammad; Rinaldi, Rinaldi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 2 (2024): (DECEMBER 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i2.12201

Abstract

Masyarakat perumahan di Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, mengalami gegar budaya atau culture shock terhadap masyarakat lokal setempat karena perbedaan budaya, kebiasaan, dan bahasa daerah (beserta dialek bahasa Indonesianya). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya fenomena culture shock pada masyarakat perumahan terhadap masyarakat lokal di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, beserta solusi untuk mengatasi fenomena tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif yang menekankan pada kajian yang mendalam dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa culture shock terjadi melalui empat fase yaitu fase optimistik, masalah kultural atau culture shock, recovery, dan adaptation. Solusi untuk mengatasinya dengan membuka diri, adaptasi, dan bersosialiasi. Fenomena culture shock merupakan fenomena kultural akibat ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN TRANSFORMASIONAL DAN PARTISIPATIF: MEMBANGUN BUDAYA INKLUSIF DAN INOVATIF Imaduddin, Muhammad Faris; Afdal, Muhammad; Victorynie, Irnie
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v8i2.973

Abstract

This study aims to examine the practices of transformational, participatory, and digital leadership within the context of primary schools in the digital era, using a case study at SD Islam Al Ilmu Bekasi. Employing a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews with the school principal and the vice principal of curriculum affairs. The findings reveal that the integration of these three leadership approaches fosters an inclusive, collaborative, and technologically adaptive school culture. Transformational leadership is manifested through individual empowerment and the inspiration of a shared vision, while participatory leadership facilitates collective decision-making and teacher innovation. Meanwhile, digital leadership enhances management efficiency through the optimization of technologies such as DAPODIK and online platforms. This study contributes conceptually to 21st-century educational leadership models and underscores the importance of collaboration, humanistic values, and technological adaptation in the sustainable management of educational institutions.
Culture Shock Masyarakat Perumahan terhadap Masyarakat Lokal di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa Afdal, Muhammad; Rinaldi, Rinaldi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 2 (2024): (DECEMBER 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i2.12201

Abstract

Masyarakat perumahan di Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, mengalami gegar budaya atau culture shock terhadap masyarakat lokal setempat karena perbedaan budaya, kebiasaan, dan bahasa daerah (beserta dialek bahasa Indonesianya). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya fenomena culture shock pada masyarakat perumahan terhadap masyarakat lokal di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, beserta solusi untuk mengatasi fenomena tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif yang menekankan pada kajian yang mendalam dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa culture shock terjadi melalui empat fase yaitu fase optimistik, masalah kultural atau culture shock, recovery, dan adaptation. Solusi untuk mengatasinya dengan membuka diri, adaptasi, dan bersosialiasi. Fenomena culture shock merupakan fenomena kultural akibat ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Interaksi Sosial dalam Pembelajaran Bahasa Terintegrasi: Pendekatan Sosiokultural pada Pengajaran Keempat Keterampilan Berbahasa di Ruang Kelas Akhir, Muhammad; Rinaldi , Rinaldi; Afdal, Muhammad
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.12666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran interaksi sosial dalam pembelajaran bahasa terintegrasi dengan pendekatan sosiokultural pada pengajaran keempat keterampilan berbahasa di ruang kelas, mengidentifikasi mekanisme-mekanisme interaksi sosial yang memfasilitasi pembelajaran, dan memahami implikasi pedagogisnya dalam konteks pendidikan bahasa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur sistematis, menganalisis publikasi akademik dari berbagai basis data termasuk Google Scholar, ERIC, dan JSTOR yang fokus pada interaksi sosial dalam pembelajaran bahasa dari perspektif sosiokultural. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari literatur terkait dengan praktik interaksi sosial dalam pembelajaran keempat keterampilan berbahasa secara terintegrasi. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga mekanisme utama interaksi sosial yang memfasilitasi pembelajaran bahasa terintegrasi yaitu dialog eksploratif yang memungkinkan konstruksi pengetahuan kebahasaan secara kolektif melalui reasoning eksplisit dan eksplorasi kolaboratif, scaffolding dalam zona perkembangan proksimal yang memberikan dukungan responsif untuk mencapai performansi optimal, dan negosiasi makna dalam interaksi autentik yang menciptakan kesempatan untuk input comprehensible dan umpan balik korektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi efektif dari pendekatan sosiokultural dalam pembelajaran bahasa terintegrasi memerlukan transformasi peran guru menjadi fasilitator interaksi sosial berkualitas tinggi, desain tugas pembelajaran yang memicu berbagai bentuk interaksi produktif, dan pengembangan kemampuan peserta didik dalam dialog dan kolaborasi untuk pembelajaran keempat keterampilan berbahasa secara holistik
Keterampilan Berbicara sebagai Modal Sosial: Analisis Sosiologis terhadap Strategi Pengajaran Komunikasi Lisan di Era Digital Akhir, Muhammad; Rinaldi , Rinaldi; Afdal, Muhammad
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 2 (2024): (DECEMBER 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i2.12667

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan berbicara sebagai bentuk modal sosial dan mengeksplorasi strategi pengajaran komunikasi lisan dalam konteks transformasi digital dari perspektif sosiologis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur sistematis, menganalisis publikasi akademik dari berbagai database elektronik periode 2000-2024 menggunakan framework analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berbicara merupakan embodied cultural capital yang dapat dikonversi menjadi modal sosial melalui pembentukan jaringan dan akses terhadap sumber daya sosial, dengan distribusi yang tidak merata dalam masyarakat berdasarkan kelas sosial dan akses teknologi. Era digital menciptakan bentuk-bentuk baru modal komunikatif yang mencakup kompetensi untuk berkomunikasi melalui platform digital dan mengelola identitas dalam networked publics. Transformasi strategi pengajaran komunikasi lisan memerlukan pedagogi transformatif yang mengintegrasikan teknologi, mengembangkan critical communicative competence, dan mengakui keragaman repertoire komunikatif siswa. Temuan mengungkapkan bahwa digital divide memperburuk ketidaksetaraan dalam akses terhadap pengembangan modal komunikatif, menuntut intervensi kebijakan komprehensif yang address multiple levels dari individual skills hingga structural changes dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menekankan pentingnya positioning pengajaran komunikasi lisan sebagai proses emancipatory yang berkontribusi pada keadilan sosial dan transformasi struktur sosial dalam masyarakat digital.
Peran Financial Technology (Fintech) Dalam Meningkatkan Partisipasi di Pasar Modal Afdal, Muhammad; Natasya, Natasya; Rahmadhani, Nur Azlya; Hendra, Joni
Journal of Business Inflation Management and Accounting Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/bima.v2i1.4828

Abstract

Penelitian ini membahas peran Financial Technology (Fintech) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Financial Technology (Fintech) dalam meningkatkan aksesibilitas dan inklusi masyarakat di pasar modal dan Untuk menegetahui tantangan dan peluang yang dihadapi Fintech dalam mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jenis riset yang digunakan dalam riset ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), karena dilakukan dengan memanfaatkan kepustakaan dari riset sebelumnya. Hasil dari penelitian ini adalah Fintech mempermudah akses layanan keuangan dan pasar modal dengan platform digital efisien dan biaya rendah, serta meningkatkan literasi keuangan. Namun, tantangan keamanan data dan perlindungan konsumen masih ada, sehingga kolaborasi antara pemerintah, fintech, dan lembaga keuangan sangat penting. Secara keseluruhan, fintech mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan kesejahteraan masyarakat dan Fintech menghadapi tantangan dalam regulasi, keamanan data, dan membangun kepercayaan publik. Meskipun regulasi bisa menjadi hambatan, mematuhi aturan dapat membangun kepercayaan. Keamanan data dapat diperkuat dengan teknologi enkripsi. Untuk mengatasi keraguan pengguna, fintech perlu fokus pada transparansi dan edukasi. Dengan mengelola tantangan ini, fintech dapat mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan partisipasi di pasar modal.
ANALISIS PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN DAN FAKTOR PENDORONG PENGGUNAAN LAHAN KAWASAN HUTAN DESA LAIYA, MAROS Sabar, Adrayanti; Ansar; Alam, Syamsu; Halis, Ardian; Afdal, Muhammad
Jurnal Belantara Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v7i2.988

Abstract

Land cover change is strongly influenced by land use. Increasing population growth results in the need for food and other needs. The causes of land use change are influenced by human activities or activities that directly affect land use. Physical, social and economic factors are factors that trigger land use change in Laiya Village, Cenrana District. The purpose of this study was to describe land cover change in Laiya Village, Cenrana Subdistrict for the period 2011, 2015 and 2019 and to determine the driving factors that influence land use change around the forest area of Laiya Village. This research uses GIS analysis to analyze and see land cover changes that occur and qualitative descriptive methods to determine land use changes. The period 2011-2015 mixed dryland agriculture decreased in area by 2,893.19 ha while shrubs increased in area by 2,744.51 ha. The period 2015-2019 mixed dryland agriculture experienced an increase in land area of 3,030.64 ha and shrubs experienced a decrease in land area of 2,744.51 ha. Factors that influence land use change are physical, social and economic factors. Socio-economic factors are the main driving factor of land use change, the need for land for settlements is increasing due to the high population density that occurs around the forest area of Laiya Village, Cenrana District, Maros Regency which causes people to utilize land as an economic source.
Fermentasi Pucuk Tebu (Saccharum officinarum L) Menggunakan Trichoderma Harzianum : Degradasi in Sacco Komponen Serat Suryadi, Suryadi; Syarif, Suhessy; Darlis, Darlis; Afdal, Muhammad
Jurnal Agripet Vol 18, No 1 (2018): Volume 18, No. 1, April 2018
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v18i1.10975

Abstract

ABSTRAK. Pucuk tebu (Saccharum officinarum L) (PT) merupakan salah satu pakan alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan bagi ternak ruminansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui degradasi in sacco komponen serat PT yang difermentasikan dengan beberapa level Trichoderma harzianum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diuji menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan kalau ada perbedaan antar perlakuan. Pucuk tebu difermentasi dengan perlakuan Trichoderma harzianum dengan beberapa level yaitunya 0, 2, 4 dan 6% selama 1 minggu. Pucuk tebu hasil fermentasi digiling untuk dijadikan bubuk dengan ukuran saringan 2 mm kemudian dengan teknik in sacco diinkubasi ke dalam rumen sapi berfistula selama 72 jam. Peubah yang diukur adalah degradasi NDF, ADF dan hemiselulosa dari PT yang telah difermentasi sesuai dengan perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa level T. Harzianum berpengaruh tidak nyata (P 0.05) terhadap degradasi NDF dan ADF dari PT fermentasi tetapi berpengaruh sangat nyata (P 0.01) terhadap degradasi hemiselulosa. Kesimpulan penelitian adalah degradasi NDF, ADF dan hemiselulosa dari PT fermentasi terbaik dicapai pada perlakuan dengan menggunakan 4% T. harzianum dibandingkan dengan perlakuan lainnya.(The fermentation of Saccharum officinarum L. shoot using Trichoderma harzianum: in sacco degradation of fiber component)ABSTRACT. Sugar can (Saccharum officinarum L) shoot (SCS) is one of an alternative feed that could be use as a source of feed for ruminant. The aim of this study was to reveal the in sacco degradation of SCS fermented with some level of Trichoderma harzianum. The design of this experiment was Completely Randomized Design with 4 treatments and 5 replications. The statistical analysis used in this experiment was Analysis of Variance and followed by Duncan Tets. Sugar can shoot was fermented with T. harzianum in some levels of 0, 2, 4 dan 6% for one week. The fermented SCS was dried, grounded in 2 mm mash and kept store until incubated. To evaluate the in sacco degradation, fermented SCS was incubated for 72 h. Parameters measured were the degradation of NDF, ADF dan hemiselulosa of treated SCS. Results showed that the level of T. harzianum did not significantly (P 0.05) affect on the degradation of NDF and ADF but it siginficantly (P 0.01) affected on the degradation of hemiselulosa. It could be concluded that the level of 4 % of T. harzianum in fermenting SCS showed the best in sacco degradation of NDF, ADF dan hemiselulosa among all treatments.