Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENYULUHAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGUATAN PERAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM PEMBANGUNAN PEDESAAN Sitti Aisyah; Ahmad Hambali; Afriani, Linda
Abdimas Awang Long Vol. 6 No. 2 (2023): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v6i2.841

Abstract

Hadirnya lembaga pendidikan memang seyogianya harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Salah satunya adalah meningkatkan peran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan, baik untuk melanjutkan sekolah maupun berwirausaha untuk masa depan pembangunan desa sekitarnya. Dengan tujuan menciptakan Sumber daya manusia yang unggul dan kompeten untuk pemberdayaan masyarakat, Sekolah Menengah Kejuruan menyiapkan berbagai program untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah dan desa. “Start from the end adalah filosofi yang tepat untuk ‘link and match’. Sekolah Menengah Kejuruan tidak mungkin menghasilkan lulusan yang hanya bermodalkan ijazah dengan kemampuan yang tidak sesuai. Salah satu ending yang sekolah raih adalah Sumber daya manusia yang kompeten tidak hanya untuk industri, tapi juga pemerintah daerah dan desa. Acara yang dihadiri masyarakat sekitar sekolah ini bertujuan untuk, membangun sinergi aktif antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan pemerintah daerah dan desa. Dengan adanya program SMK membangun desa adalah dengan melakukan pendampingan dalam mendukung penguatan peran SMK membangun desa. menyatakan ada 3 program utama yaitu pertama mendukung percepatan investasi, kedua menciptakan kewirausahaan dan membangun ekonomi daerah, dan yang ketiga dengan melakukan penguatan SDM melalui Vokasi.
Implementasi Kritik Sanad dan Matan Hadis Ali Mustafa Yaqub dalam Validasi Hadis Hamma Aming; Zulfahmi Alwi; Sitti Aisyah
JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol 2 No 2 (2024): JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis
Publisher : JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/jawamiulkalim.v2i2.1424

Abstract

Ali Mustafa Yaqub is a charismatic cleric who has an important role in the spread of the Prophet's Hadith in Indonesia. And is a reliable expert, especially in the field of hadith, who has produced many works. Among his monumental works are Hadith Criticism and Problematic Hadiths. This article uses library research, namely in the form of books, notes or reports of related research results. The research approach used is the hadith science approach. With this, a hadith is considered valid in a study if the sanad is continuous, the narrator is fair and dhabit and there is no illah or syadz. As a result, understanding hadith will become easier to gain a more precise, dynamic, accommodating, appreciative, comprehensive and easy to understand understanding for people of all ages. The results of this research are that in validating a hadith, Ali Mustafa Ya'qub used the theory of the rules of hadith validity, as a form of attention or caution in selecting the hadith of the Prophet, in order to avoid forgery of the hadith. And the implication for the study of hadith is the importance of research on sanad and matn to maintain the position of the Prophet's hadith as a source of law and prevent the occurrence of falsification of hadith either among Muslims themselves or from orientalist circles.
LEGAL PROTECTION OF HOUSEHOLD CREDIT GUARANTEE AGAINST PENSION OF CIVIL SERVANTS IN THE CONCEPT OF WELFARE STATE SITTI AISYAH
Awang Long Law Review Vol. 2 No. 2 (2020): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.518 KB) | DOI: 10.56301/awl.v2i2.82

Abstract

Prosperous is the life goal of all people without knowing territory and nationality. All countries in the world are formed with the main objective to achieve prosperity for its inhabitants. Abraham H. Maslow as quoted by Soekidjo Notoatmodjo classifies human needs in the level of needs, hereinafter referred to as the hierarchy of needs. Human needs are categorized into five levels of hierarchy ranging from physiological needs, security guarantees, social needs, recognition and appreciation, and finally is the opportunity to develop themselves. Law No. 1 of 2011 concerning Housing and Settlement Areas explicitly emphasizes the need to increase community access to housing, including for Low Income Communities. Housing management is the responsibility of the state whose guidance is carried out by the central government and regional governments in that case housing and settlement development. Housing problems are one of the primary needs of the community. Where in the case of housing supply and development, it is inevitable that the public service sector is very vital in nature. Talking about housing means also talking about financing, increased development financing due to soaring land prices, construction costs, and the cost of infrastructure and environmental facilities affect the rising prices of home ownership. The government through the banking community provides a housing loan facility, commonly called a Home Ownership Credit. Home Ownership Credit is a credit facility provided by banks to individual customers who will buy or repair a house.
The Leadership Role of Branch Heads in Motivating Employee Performance at BMT NU East Java Camplong Sampang Branch Sitti Aisyah
Al-Hiwalah: Journal of Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Hiwalah : Journal Syariah Economic Law
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Faculty of Sharia, Sultanah Nahrasiyah State Islamic University, Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/alhiwalah.v3i1.3141

Abstract

Kepemimpinan merupakan suatu usaha dariseorang pemimpin untuk dapat merealisasikan tujuanindividu ataupun tujuan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin diharapkan dapat memengaruhi, mendukung, dan memberikan motivasi agar para pengikutnya tersebutmau melaksanakannya secara antusias dalam mencapaitujuan yang diinginkan baik secara individu maupunorganisasi. Peran kepemimpinan dalam suatu perusahaanmerupakan inti dari dari manajemen dan memiliki kaitanyang sangat erat dengan motivasi kerja. Hal ini terjaditepatnya di BMT NU Jawa Timur Cabang CamplongSampang, peran pemimpin kepala cabang dalammemotivasi karyawannya, agar karyawannya lebihterpusatkan untuk mencapai sasaran-sasaran organisasidan mendapatkan hasil kerja kerasnya. Tujuan Penelitianini adalah menjelaskan peran kepemimpinan kepalacabang dalam memotivasi kinerja karyawan dan dampakperan kepemimpinan kepala cabang dalam memotivasiterhadap kinerja karyawan. Adapun desain penelitian inimenggunakan penelitian kualitatif dengan teknikpengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menganalisis data denganmenggunakan teknik deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kepemimpinankepala cabang di  BMT NU Jawa Timur Cabang Camplong Sampang membawa pengaruh dalammembangun  motivasi kinerja karyawan dalam mencapaitarget di sebuah perusahaan atau organisasi.
The role of Organizational Citizenship Behavior and Quality of Work Life on Employee Performance in the Society 5.0 Era Sitti Aisyah; Amiruddin Husain; Usman Hamid; Masruhi Kamidin; Muh. Haerdiansyah Syahnur
IECON: International Economics and Business Conference Vol. 2 No. 1 (2024): International Conference on Economics and Business (IECON-2)
Publisher : www.amertainstitute.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65246/chg58r48

Abstract

The rapid development of technology, particularly artificial intelligence (AI), in the Society 5.0 era has significantly transformed how organizations operate and interact with employees. This era emphasizes the importance of collaboration between humans and technology to achieve organizational goals more efficiently. In this context, Organizational Citizenship Behavior (OCB) and Quality of Work Life (QWL) are two key factors that influence employee performance. OCB refers to voluntary behaviors that support the organization beyond formal job requirements, while QWL relates to working conditions that promote employee well-being and engagement. This study aims to analyze the impact of OCB and QWL on employee performance at the Department of Cooperatives, SMEs, Trade, and Industry in Pangkep Regency, which has implemented OCB principles through routine activities such as community service, retirement celebrations, and quarterly meetings. This is a quantitative study using a descriptive and explanatory approach. The sample consists of 84 employees selected through purposive sampling. The results show that both OCB and QWL have a positive and significant impact on employee performance. Improvements in OCB and QWL were found to enhance employee performance, both in terms of productivity and interpersonal relationships at the workplace. These findings indicate that a work environment supporting OCB and QWL can create a more productive and harmonious atmosphere, which contributes to the achievement of organizational goals. Furthermore, the study highlights the importance of implementing OCB and QWL, especially in the Society 5.0 era, which is characterized by technological advancements such as AI. By leveraging OCB and QWL, organizations can create a more adaptive environment and improve employee performance, thereby supporting future organizational success.
STUDI PROSES ASIMILASI DAN ADAPTASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DAN TRANSFORMASI BUDAYA LOKAL DI INDONESIA DALAM TRADISI MASYARAKAT Sitti Aisyah; Irwanuddin
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 Mei (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dengan keragaman etnis, budaya, dan agama, menunjukkan akulturasi antara Islam dan budaya lokal melalui jalur perdagangan, dakwah, dan seni, yang menghasilkan tradisi khas seperti tahlilan dan haul, serta perayaan Maulid Nabi yang memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal. Proses ini terus berlanjut, menciptakan praktik keagamaan yang unik dan memunculkan ketegangan antara gerakan purifikasi Islam dan pelestarian tradisi lokal, sehingga penting untuk mempelajari interaksi ini guna memahami dinamika identitas keagamaan dan kebudayaan serta menjaga harmoni sosial di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-etnografis untuk memahami proses sosial dan dinamika nilai-nilai keislaman dalam budaya lokal melalui perspektif partisipan, dengan informan kunci yang dipilih secara purposive dan snowball sampling meliputi tokoh adat, pemuka agama, praktisi budaya, dan akademisi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik Miles & Huberman dengan validasi melalui triangulasi, member checking, audit trail, dan keterlibatan lapangan yang mendalam. Penelitian menunjukkan bahwa proses islamisasi di Indonesia berlangsung secara damai dan bertahap melalui dakwah kultural yang melibatkan kerja sama antara ulama dan tokoh adat, memungkinkan penyesuaian ajaran Islam dengan tradisi lokal tanpa menghilangkan jati diri budaya. Tradisi seperti slametan dan tahlilan tetap dilestarikan dengan penyisipan nilai-nilai keislaman, menciptakan bentuk sinkretisme budaya yang harmonis. Keberhasilan transformasi ini ditentukan oleh keterbukaan masyarakat, musyawarah, serta peran aktif keluarga, tokoh adat, dan pendidikan lokal dalam menjaga keseimbangan antara budaya dan agama. Oleh karena itu, pendekatan dakwah kultural perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor untuk memastikan proses Islamisasi tetap inklusif, dialogis, dan menghargai kearifan lokal.
Kriminalitas Remaja Di Perkotaan Susi Susantiy; Muh. Watif Massauna; Putri Lestari; Sitti Aisyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.11034

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya tindak kriminalitas di kawasan perkotaan telah menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Fenomena ini tidak hanya melibatkan pelaku kriminal dewasa, tetapi juga remaja yang awalnya hanya menunjukkan kenakalan biasa. Seiring dengan perkembangan zaman, kenakalan remaja mengalami pergeseran kualitas yang semakin mengarah pada tindak kriminalitas, seperti pencurian, tawuran, pembegalan, pelecehan seksual, hingga pembunuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriminalitas remaja di perkotaan dengan menelaah faktor-faktor penyebab terjadinya kenakalan yang berkembang menjadi tindakan kriminal. Studi ini dilakukan dengan metode studi literatur, yang mengkaji berbagai referensi terkait untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi dan dinamika kriminalitas remaja saat ini. Fokus utama penelitian ini mencakup aspek psikologis remaja, pengaruh lingkungan sosial, serta peran keluarga dan pendidikan dalam mencegah perilaku menyimpang. Hasil studi menunjukkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya kriminalitas remaja di perkotaan meliputi kurangnya pengawasan orang tua, tekanan sosial dari lingkungan, keterbatasan akses pendidikan, serta pengaruh media dan teknologi. Selain itu, perubahan pola interaksi sosial di perkotaan juga berperan dalam meningkatkan risiko keterlibatan remaja dalam aktivitas kriminal. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan remaja. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan pendidikan karakter, pembinaan komunitas, serta penerapan kebijakan hukum yang lebih berpihak pada rehabilitasi daripada sekadar hukuman.
PELATIHAN PEMBUATAN E-PEDOMAN KEGIATAN PENGABDIAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PBPMD) DENGAN PEMANFAATAN FLIP HTML Nur Hasanah; Lusi Endang Sri Darmawati; Raudatul Jannah; Sitti Aisyah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 8: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i8.7185

Abstract

This service aims to utilize Flip HTML training on e-guidelines, the implementation of which coincides with STKIP PGRI Situbondo students carrying out Community Empowerment Based Service (PBPMD) activities in Tambak Ukir village. The method of activity carried out is in the form of training, the main target of which is educators in the village of Tambak Ukir, Kendit District, Situbondo Regency, with 6 schools established in one village. And obtained from feedback after events or service activities with the theme "e-guidelines using fliphtml" which has been carried out with a percentage of achievement for men of 70% and women of 50% who have started to use information technology and have begun to understand the impact of using information technology
PENYULUHAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGUATAN PERAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM PEMBANGUNAN PEDESAAN Sitti Aisyah; Ahmad Hambali; Afriani, Linda
Abdimas Awang Long Vol. 6 No. 2 (2023): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v6i2.841

Abstract

Hadirnya lembaga pendidikan memang seyogianya harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Salah satunya adalah meningkatkan peran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan, baik untuk melanjutkan sekolah maupun berwirausaha untuk masa depan pembangunan desa sekitarnya. Dengan tujuan menciptakan Sumber daya manusia yang unggul dan kompeten untuk pemberdayaan masyarakat, Sekolah Menengah Kejuruan menyiapkan berbagai program untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah dan desa. “Start from the end adalah filosofi yang tepat untuk ‘link and match’. Sekolah Menengah Kejuruan tidak mungkin menghasilkan lulusan yang hanya bermodalkan ijazah dengan kemampuan yang tidak sesuai. Salah satu ending yang sekolah raih adalah Sumber daya manusia yang kompeten tidak hanya untuk industri, tapi juga pemerintah daerah dan desa. Acara yang dihadiri masyarakat sekitar sekolah ini bertujuan untuk, membangun sinergi aktif antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan pemerintah daerah dan desa. Dengan adanya program SMK membangun desa adalah dengan melakukan pendampingan dalam mendukung penguatan peran SMK membangun desa. menyatakan ada 3 program utama yaitu pertama mendukung percepatan investasi, kedua menciptakan kewirausahaan dan membangun ekonomi daerah, dan yang ketiga dengan melakukan penguatan SDM melalui Vokasi.
Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dalam Pencegahan Covid-19 di Kota Makassar Ditinjau dari Healt Belief Model dari Rosenstock Sitti Aisyah; Rohmah Rifani; Muh. Nurhidayat Nurdin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i5.5198

Abstract

Penyebaran covid-19 dengan cepat memberikan dampak begitu besar pada kehidupan masyarakat sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan penerapan protokol kesehatan. Kepatuhan masyakat diperlukan dalam memaksimalkan penerapan protokol kesehatan dan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan adalah keyakinan dalam menerapkan perilaku sehat . Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dimensi health belief model terhadap kepatuhan masyarakat di Kota Makassar. Subjek dalam penelitian ini adalah 100 orang yang merupakan masyarakat kota Makassar yang berusia 18-40 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan insidental sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai R2 = 0,457 dan nilai p < 0,05 (Signifikan). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dari lima dimensi health belief model yang paling memengaruhi kepatuhan protokol kesehatan yaitu perceived susceptibility dan perceived benefit. Implikasi dalam penelitian ini adalah memberikan gambaran terkait dengan dimensi health belief model dan kepatuhan protokol kesehatan dalam pencegahan covid-19 di Kota Makassar.