Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Konsep self healing dengan zikir dan syukur dalam Al-Qur'an Sari, Fitri Agustina; Damanik, Agusman
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 8 No. 4 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033835000

Abstract

Berdasarkan wawancara oleh Mini International Neuropsychiatric Interview tahun 2018, hanya 9% dari penduduk Indonesia yang melakukan pengobatan pada depresi yang dimilikinya. Banyak masyarakat yang mengalami gangguan psikologis, minimnya pemahaman masyarakat dalam menyikapi maupun mengobati penderita gangguan mental, dan minimnya pemahaman masyarakat mengenai konsep self healing perspektif Al-Qur'an. Tujuan penelitian ini, menggali penafsiran Quraish Shihab terkait ayat zikir dan syukur sebagai penyembuhan diri dari penyakit dalam dada, menganalisa relevansi penafsiran Quraish Shihab terhadap praktik self healing di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kualitatif dengan bentuk library research. Sumber data utama yaitu kitab Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Hasil dalam penelitian ini adalah berdasarkan penafsiran Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah pada Al-Baqarah ayat 152, Al-A'raf ayat 201, Al-Ra'du ayat 28, Az-Zumar ayat 23, Ali-Imran ayat 145, Luqman ayat 12, dan Az-Zumar ayat 7, konsep self healing dengan zikir dan syukur menurut Quraish Shihab adalah zikir dan syukur dengan keseluruhan anggota tubuh berupa lisan, hati, pikiran dan perbuatan. Relevansi penafsiran Quraish Shihab terhadap praktik self healing di Indonesia, yakni eratnya keterkaitan zikir dan syukur dalam kesehatan mental. Secara psikologis, zikir mampu memberikan ketenangan jiwa sebagai konsekuensi menurunnya ketegangan pada tubuh serta tumbuhnya keyakinan pada sifat Allah SWT. ketika mengingat-Nya. Sedangkan self healing syukur memberikan manfaat secara psikologis berupa memperbaiki pikiran negatif, mengurangi rasa ketidak-puasan, menumbuhkan sifat positif serta semangat beribadah.
TRACING THE PHILOSOPHY OF RATIONALISM IN THE BOOK "MENGHILANG MENEMUKAN JATI DIRI" BY FAHRUDDIN FAIZ Damanik, Agusman; Prayogo, Agung; Siregar, Muklis; Astaman, Raden Bagus; Syawal, Rakhmat; Indah, Fasrah
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2388

Abstract

This article aims to explore Fahruddin Faiz's work entitled disappearing, finding one's identity, which is phenomenal, especially in relation to its philosophical content. Next, this article will explore the deep thoughts that are the driving force for change and a deeper understanding of the nature of oneself. By providing a systematic introduction to the traces of the philosophy of rationalism. This paper is a type of Library Research research with a descriptive approach. The research process began with an intensive study of the contents of the book, where every word and concept presented by Faiz was analyzed to explore an understanding of rationalism. Next, secondary data collection was carried out through searching for related literature in scientific journals, publications and trusted web sources. Data analysis uses content analysis in the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The findings provide confirmation that can connect the reality of rationalist thinking with life that is very close to us. Fahruddin Faiz in his book wants to emphasize that the activities carried out in everyday life are related to the philosophy of rationalism brought by Descartes. The substance in this book states that finding one's true self has substance that encourages humans to have an awareness of the importance of correct philosophy. By philosophizing correctly the process of finding the meaning of life will be achieved
Asbabun Nuzul Q.S. Al-Baqarah Ayat 267 dan Hubungannya dengan Nilai Sedekah Seorang Mukmin Damanik, Agusman; Nasution, Etika Rahmah; Hermawan, Ade; Fikry, Salmah; Lubis, Gunawan Ardianta; Irfhan, Irfhan; Huzaifah, Ahmad; Rambe, Riza Hamdani; Nasution, Ruhun Mukoddis
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2401

Abstract

Pemahaman terhadap asbabun nuzul ayat-ayat Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam upaya menafsirkan pesan ilahi secara kontekstual dan aplikatif. Q.S. Al-Baqarah ayat 267 merupakan salah satu ayat yang menegaskan prinsip etika sosial dalam Islam, khususnya terkait perintah bersedekah dari harta yang baik dan halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asbabun nuzul Q.S. Al-Baqarah ayat 267 serta menganalisis hubungannya dengan nilai sedekah seorang mukmin dalam kehidupan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis tafsir klasik dan kontemporer, hadis Nabi, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini turun sebagai teguran terhadap sebagian kaum Muslimin yang bersedekah dengan harta berkualitas rendah. Nilai sedekah yang terkandung dalam ayat ini menekankan keikhlasan, kualitas pemberian, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual sebagai manifestasi keimanan seorang mukmin.
Asbabun Nuzul Ayat 274 Q.S Al-Baqarah dan Hubungannya dengan Fadhilah Berinfaq Karena Allah Triastuty, Nabila; Nasution, Rolan; Naqsyabandi, Muhammad; Nasution, Rahmadani; Romadani, Suci; Ihsan, Muhammad; Taqwa, Muhammad; Pane, Fahmi Azhar; Damanik, Agusman
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2473

Abstract

Surah Al-Baqarah ayat 274 merupakan salah satu ayat yang menegaskan keutamaan berinfak di jalan Allah dengan penuh keikhlasan, baik dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, serta pada waktu siang dan malam. Ayat ini tidak dapat dipahami secara komprehensif tanpa memperhatikan konteks asb?bun nuz?l yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna berinfak karena Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 274 dengan menelaah sebab-sebab turunnya ayat serta pemberdayaan teologis dan sosial yang dikandungnya. Infak dalam ayat ini diposisikan bukan hanya sebagai amal sosial, tetapi juga sebagai wujud keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Selain itu, janji Allah berupa pahala, ketenangan batin, dan keselamatan akhirat menunjukkan bahwa infak memiliki dimensi spiritual dan psikologis yang kuat. Dengan demikian, pemahaman terhadap asb?bun nuz?l Surat Al-Baqarah ayat 274 memperkaya perspektif umat Islam dalam memaknai infak sebagai ibadah yang holistik, berorientasi pada keikhlasan, serta berdampak luas bagi kehidupan individu dan masyarakat.