Tumbuhan mangrove Ceriops tagal diketahui sebagai salah satu sumber jamur endofitik yang mampu menghasilkan senyawa metabolit bioaktif dengan berbagai aktivitas biologis, termasuk potensi sebagai antibiotik untuk mengatasi masalah resistensi antimikroba yang terus meningkat secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur endofitik Aspergillus spp. dari daun, akar, dan ranting C. tagal, serta mengevaluasi potensinya sebagai penghasil senyawa antibiotik terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Isolat dikultivasi pada suhu ruang selama 7 hari dalam kondisi statis, kemudian metabolit sekundernya diuji menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Sebanyak delapan isolat Aspergillus spp. berhasil diperoleh, yaitu AS7, AS8, AS12, AS26, AS47, AS51, AS53, dan AS85, yang menunjukkan variasi morfologi koloni serta potensi antibakteri. Hasil uji menunjukkan sebagian besar isolat mampu menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus, tetapi tidak menunjukkan aktivitas terhadap C. albicans. Aktivitas terhadap E. coli umumnya lemah, kecuali AS8 (10,45 mm) yang tergolong kuat. Aktivitas terhadap S. aureus lebih tinggi, dengan tiga isolat AS7 (11,89 mm), AS12 (11,45 mm), dan AS51 (10,92 mm) masuk dalam kategori kuat. Dari delapan isolat yang diperoleh, AS7, AS8, AS12, dan AS51 menunjukkan aktivitas kuat terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, namun tidak menunjukkan aktivitas terhadap Candida albicans. Temuan ini menegaskan potensi jamur endofitik mangrove sebagai sumber kandidat antibiotik baru.