Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Agroteksos

11. NILAI EKONOMI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI TAMAN WISATA ALAM LAUT GILI INDAH KABUPATEN LOMBOK BARAT, PROPINSI NTB Syarif Husni
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.492 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2001 di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gili Indah Kabupaten Lombok Barat ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi total dan alternatif pengelolaan ekosistem terumbu karang yang optimal. Penentuan responden dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan Nilai Ekonomi Total dan Analisis Biaya Manfaat melalui Program Stella Versi 4.0.2. Hasil prediksi bahwa luas ekosistem terumbu karang di TWAL Gili Indah sekitar 448,76 ha, dengan Nilai Ekonomi Total (NET) Rp 25.897.263.024/tahun atau Rp 57.708.046,64/ha/tahun. Alternatif pengelolaan ekosistem terumbu karang yang optimal adalah penerapan daya dukung dan pembagian blok kawasan pengelolaan. ABSTRACT This research was conducted in the Natural Marine Park West of Lombok, 2001. The objectives this research were to analyze total economic value and to identifitythe alternatif managements for coral reef ecosystem. Respondents were ditermined using Stratified Random Sampling. The data were analysed for Total Economic Value and Benefit Cost Analysis, using stella program, versi 4.0.2. The result shows that it was predicted that the area of coral reef ecosystem in Gili Indah natural park is about 448.76 ha with the value of Rp. 25.897.024/year or Rp. 57.708.046.65/ha/year. The alternative way to manage the ecosystem optimally is by deviding the area into blocks according to the sustain copaciyt of the blocks.
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN PROFITABILITAS USAHATANI RUMPUT LAUT DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Nursan, Muhammad; Yusuf, M; Husni, Syarif; FR, Aeko Fria Utama; Fadli, Fadli
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.891

Abstract

Improving community livelihoods can be done through employment in the marine and fisheries sector. One of the strategic commodities to be developed is seaweed. Seaweed is widely used as a processed ingredient for food, cosmetics, and medicine. East Lombok Regency is one of the largest seaweed development areas in West Nusa Tenggara, even one of its areas is called Seaweed Village. The method of determining the location using purposive sampling and the method of determining the sample with incidental sampling. This study aims to determine the benefits and profitability of seaweed farming in Jerowaru District, East Lombok Regency. Based on the results of the study, the average profit obtained was Rp 55,283,003 per long line per year, where the average total revenue was Rp 65,630,000 per long line per year and the average total cost was Rp 10,676,582 per long line per year. Then the profitability analysis is calculated with NPM (Net Profit Margin) and ROI (Return Of Invesment), where the NPM value is 534.29% and the ROI value is 83.23%, meaning that seaweed farming is feasible. Keywords: Profit, Profitability, Seaweed
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PEMBEKUAN IKAN (COLD STORAGE) DI KOTA MATARAM Utami, Tresnani Maulidia; Amiruddin, Amiruddin; Husni, Syarif
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis biaya produksi dan keuntungan usaha pembekuan ikan (cold storage) di Kota Mataram; (2) Mengetahui profitabilitas usaha pembekuan ikan (cold storage) di Kota Mataram; (3) Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh pengusaha dalam pembekuan ikan (cold storage) di Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pengusaha pembekuan ikan (cold storage) di Kota Mataram. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Total biaya produksi yang dikeluarkan pengusaha pembekuan ikan (cold storage) sebanyak Rp 467.883.028/proses produksi, dengan total keuntungan usaha pembekuan ikan (cold storage) sebanyak Rp 54.846.972/proses produksi. (2) Tingkat profitabilitas usaha pembekuan ikan (cold storage) adalah 12% per bulan, sehingga lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan secara umum yaitu 1% per bulan. Artinya bahwa dengan tingkat profitabilitas 12% mampu membayar bunga bank yang berlaku atas penggunaan modal dan sudah mampu menghasilkan keuntungan. (3) Kendala – kendala yang dihadapi dalam usaha pembekuan ikan (cold storage) meliputi : kelangkaan ikan, tenaga kerja, dan penjualan.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN BUDIDAYA DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Nursan, Muhammad; Husni, Syarif; Yusuf, M; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Rakhman, Amry
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1093

Abstract

Salah satu wilayah ekonomi khusus Indonesia berada di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. KEK Mandalika ini selain sebagai kawasan industri dan pariwisata juga sebagai wilayah pengembangan untuk komoditas-komoditas perikanan budidaya di Provinsi NTB. meskipun demikian pengembangan komoditas perikanan budidaya di KEK Mandalika belum dilakukan berdasarkan prioritas keunggulan wilayah masing-masing selain itu, strategi pengembangan komoditas belum komperehensif sehingga produktivitas usaha perikanan budidaya masih rendah dan belum maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor internal dan eksternal pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya, 2) merumuskan strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor internal pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya yaitu 5 kekuatan dan 4 kelemahan. Faktor eksternal meliputi 4 peluang dan 3 ancaman. Alternatif strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya di KEK Mandalika Kabupaten Lombok Tengah meliputi strategi SO, ST, WO, dan WT.
MANGROVE FOREST ECOTOURISM MANAGEMENT AND DEVELOPMENT EFFORTS IN SOUTH LEMBAR VILLAGE, WEST LOMBOK REGENCY Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Husni, Syarif; Yusuf, M.; Nursan, Muhammad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1175

Abstract

The existence of mangrove forest ecotourism has a positive impact on the development of Lembar Selatan Village. Therefore, it is necessary to make efforts to manage and develop ecotourism so that the resources owned can be maximally utilized by the surrounding community. This utilization certainly aims to preserve nature and improve the welfare of the community. The purpose of this study was to determine the management and development efforts that have been carried out by the community and the government in the mangrove forest ecotourism area in Lembar Selatan Village. The research method was carried out with a descriptive qualitative approach. The sampling method was carried out purposively and the number of respondents was 4 respondents. The results showed that the community and related governments have made several management efforts including hygiene management, asset management, financial management and promotional activities. While development efforts made include: development of area, infrastructure, and ecotourism management.
SRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN TELUK EKAS KABUPATEN LOMBOK TIMUR Husni, Syarif; Yusuf, M; Nursan, Muhammad; FR, Aeko Fria Utama; Widyanti, Ni Made Zea Mita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1365

Abstract

Trend CPUE perikanan rajungan mengalami penurunan yang cukup drastis, mengindikasikan bahwa tingkat pemanfaatan rajungan di Teluk Ekas sudah berlebih. Tujuan penelitian adalah 1) menganalisis faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dalam aktivitas penangkapan rajungan, 2) merumuskan strategi pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan dan 3) menyusun program pemberdayaan nelayan rajungan di Kawasan Teluk Ekas Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dan pengumpulan data menggunakan teknik survey. Dipilih sebanyak 30 orang nelayan rajungan, 2 orang aparat Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupatn Lombok Timur dan 3 orang tokoh masyarakat setempat secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Faktor internal berupa kekuatan (potensi rajungan yang masih tersedia di Kawasan Teluk Ekas dan kelemahan (pemahaman nelayan terhadap keberlanjutan rajungan masih rendah), dan faktor eksternal berupa peluang (permintaan daging rajungan yang tinggi) dan faktor ancaman (gejala overfishing). 2) Strategi pengelolaan rajungan di Teluk Ekas: a) Strategi S-O (menetapkan standar kualitas dan promosi produk rajungan unggulan dan membangun industri rumah tangga berbasis rajungan dengan menggunakan modal sosial yang kuat, b) strategi W-O (menggunakan dukungan stakeholder untuk meningkatkan regulasi dan pelatihan nelayan, mengembangkan skema pembiayaan dan modal usaha bagi nelayan dengan bantuan pemerintah dan industri rumah tangga, formalitas aturan pengelolaan untuk mendukung pemasaran rajungan yang baik, c) Strategi W-T (meningkatkan regulasi dan pengawasan untuk mengurangi penggunaan alat tangkap tidak selektif), d) Strategi S-T (diversifikasi sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan pada perikanan rajungan).
ANALISIS SUMBER NAFKAH RUMAHTANGGA NELAYAN DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Yusuf, Muhammad -; Husni, Syarif; Nursan, Muhammad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1359

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: (1). Mengidentifikasi jenis sumber nafkah rumah tangga nelayan di Kecamatan Sape Kabupaten Bima; (2) Menganalisis pendapatan dari sumber nafkah dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga nelayan di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rumah tangga nelayan di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, memiliki empat sumber utama mata pencaharian, yakni: (a) nelayan mikro dengan kapal 15 DWT, (b) kapal 7,5 DWT, (c) kapal 4,5 DWT, dan (d) buruh nelayan; (2) Pendapatan bulanan nelayan mikro berkisar antara Rp10,25 juta hingga Rp56,46 juta. Nelayan dengan kapal 15 DWT mencatat pendapatan tertinggi sebesar Rp56,46 juta, berkontribusi 94,75% terhadap total pendapatan rumah tangga. Nelayan 7,5 DWT memperoleh Rp45,34 juta (93,80%), sedangkan nelayan 4,5 DWT hanya Rp8,65 juta (23,20%). Sementara itu, buruh nelayan mencatat pendapatan Rp3,87 juta dengan kontribusi 50,26%.
PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN MASYARAKAT (Studi Kasus Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (DPL) dan Mata Pencaharian Alternatif Secara Berkelanjutan di Desa Batu Nampar Selatan Kabupaten Lombok Timur) Husni, Syarif; Hayati, Hayati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1523

Abstract

Pendekatan utama dalam konsep pemberdayaan adalah bahwa masyarakat tidak dijadikan obyek dari berbagai proyek pembangunan, tetapi merupakan subyek dari upaya pembangunannya sendiri. Tujuan penelitian adalah menganalisis prinsip-prinsip pengembangan masyarakat pada program pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Daerah Perlindungan Laut (DPL) dan mata pencaharian alternatif di Desa Batu Nampar Selatan Kabupaten lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur dan artikel. Hasil penelitian menunjukkan Pemberdayaan nelayan dan wanita nelayan melalui pembentukan Daerah Perlindungan Laut (DPL) dan mata pencaharian alternatif di Desa Batu Nampar Selatan telah memenuhi prinsip-prinsip pengembangan masyarakat. Pemberdayaan yang sukses akan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam pembangunan, mampu mengidentifikasi masalah, dan merencanakan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMILIH KEDAI KOPI DI KECAMATAN SELAPARANG KOTA MATARAM Silcylia, Aura; Amiruddin, Amiruddin; Husni, Syarif
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik konsumen kedai kopi di Kecamatan Selaparang Kota Mataram; dan (2) menganalisis perilaku konsumen dalam memilih kedai kopi di Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah konsumen yang datang dan membeli produk di kedai kopi Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Penentuan lokasi penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling pada empat kedai kopi di Kecamatan Selaparang Kota Mataram yang sebelumnya telah disurvei dengan beberapa kriteria yaitu kedai kopi lokal, memiliki bangunan permanen, mengolah biji kopi secara modern dengan mesin kopi. Kedai kopi yang dipilih yaitu: Nyaman Coffee, Acibara, Toko Kopi Manis, dan Kinta Coffeee. Dari empat kedai kopi yang telah terpilih tersebut, peneliti menetapkan jumlah responden sebanyak 40 orang. Dengan mengambil 10 responden di setiap kedai kopi. Dalam penelitian ini, untuk menentukan responden menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan (1) Konsumen kedai kopi di Kecamatan Selaparang didominasi usia 16–25 tahun (80%), sebagian besar laki-laki (55%), berpendidikan terakhir SMA (48%), berstatus mahasiswa (45%), berpendapatan Rp2.500.001–Rp4.000.000 (30%), serta mayoritas belum menikah (85%). (2) Perilaku pemilihan kedai kopi menunjukkan kecenderungan positif untuk kembali memilih kedai yang sama (nilai sikap 3,96 dan norma subjektif 3,53). Keputusan konsumen dalam memilih kedai kopi didasari oleh diri sendiri, terutama dipengaruhi kualitas produk sebagai atribut terpenting.