Articles
Meta Analisis Efektivitas Model Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa SD
Wahyu Ferdiansyah;
Gamaliel Septian Airlanda
FONDATIA Vol 5 No 1 (2021): MARET
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.975 KB)
|
DOI: 10.36088/fondatia.v5i1.1103
The research was conducted to understand the influence of discovery learning models on student cognitive learning outcomes. The development of a learning model is needed to improve the quality of students in school so that it can directly improve the learning outcomes of students, the application of less attractive learning models will make students feel bored and affect the learning outcomes of students be less than optimal. This study uses the Meta-Analysis design, Meta-Analysis in this study to examine the effectiveness of the Discovery Learning learning model on student cognitive learning outcomes. From the results of the analysis of 20 studies, it was found that the effect size obtained was 1.86, so it could be said that learning carried out using the Discovery Learning model affected improving cognitive learning outcomes of elementary school students.
Meta Analisis Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Di Sekolah Dasar
Dwi Ajeng Febrina;
Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 6 No 4 (2020): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.216 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.4297499
The purpose of this study was to analyze previous studies published in publications so as to obtain a study based on Problem Based Learning on critical thinking skills in mathematics lessons in elementary schools. Not only is the theory given or memorized, but students are able to solve problems that occur in learning so that learning outcomes become optimal and think critically and logically (Hallatu, 2017). In general, it means that mathematics is an exact science equipped with reasoning. In this study, using this type of experimental research with meta-analysis techniques. The steps include: (1) determining and studying the research topic; (2) searching and collecting several sources on a particular topic; (3) calculating how big the impact will be with a certain model; (4) attract attention and interpret research results. The results of this study indicate that the Problem Based Learning learning model is sufficient to improve students' critical thinking skills in elementary schools. This can be seen from the effect size value of 0.39 with a low category.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA PADA MUATAN PEMBELAJARAN IPA BAGI SISWA KELAS 5 SD
Erika Ayu Anggraini;
Gamaliel Septian Airlanda
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31932/jpdp.v5i1.344
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran Inquiry Learning dan Discovery Learning ditinjau dari sikap ilmiah siswa pada muatan pembelajaran IPA bagi siswa kelas 5 SD. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri 1 Jelok dan SD Negeri Randu. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental semu yang menggunakan pendekatan non-equivalent control group design. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas yakni model pembelajaran Inquiry Learning dan Discovery Learning dan variabel terikat yakni sikap ilmiah siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Dalam menganalisis data dilaksanakan uji beda melalui Independent Sampel T-Test. Hasil uji beda menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) angket kondisi akhir sikap ilmiah siswa sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,005 (0,000<0,005) sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara model pembelajaran Inquiry Learning dan Discovery Learning ditinjau dari sikap ilmiah siswa pada muatan pembelajaran IPA bagi siswa kelas 5 SD. Hasil skor rata – rata kondisi akhir sikap ilmiah siswa kelas eksperimen 1 lebih besar dibandingkan dengan kelas eksperimen 2 sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inquiry Learning lebih efektif dibandingkan dengan perlakuan berupa model pembelajaran Discovery Learning ditinjau dari sikap imiah siswa.
Meta Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Kognitif Di Sekolah Dasar
Yusuf Darmawan;
Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21067/jbpd.v5i1.5386
The learning model is a design that is used as a class design. Learning outcomes are changes in behavior obtained after carrying out activities in the learning process of the PBL learning model, learning can develop critical thinking skills for students. In the effectiveness of the PBL learning model, there has not been a comprehensive study of the effectiveness of learning model. The goal is to understand how much influence cognitive learning outcomes and Problem Based Learning learning models have on the learning outcomes of elementary school students. The results of the effect size test using the T-test are seen from the Paired Sample Test listed in the mean column of 49.27 and the standard deviation of 26.09 has a sig value of 0.000. The effect size obtained is 0.37 and seen from cohen's table that PBL learning has a moderate effect on cognitive learning outcomes in elementary schools.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING BERBANTU MULTIMEDIA DAN MEDIA SEDERHANA TERHADAP KREATIVITAS SISWA
Meike Paranna;
Gamaliel Septian Airlanda
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 3, No 1: April 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1739.274 KB)
|
DOI: 10.26618/jrpd.v3i1.3231
Tujuan penelitian ini adalah membuktikan perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran Circuit Learning yang berbantu multimedia dan model pembelajaran circuit learning yang berbantu media sederhana terhadap kreativitas siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperiment Research)- non equivalent control group design. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, tes dan dokumentasi. Hipotesis awal dalam penelitian ini adalah Ho: Model pembelajaran circuit learning berbantu media sederhana lebih berpengaruh terhadap kreativitas siswa. Dari hasil uji t menggunakan Independent Sample t-test menunjukkan bahwa thitung sebesar 2,393 dengan nilai signifikansi pada kolom Sig (2-tailed) sebesar 0,020. Berdasarkan hasil kriteria pengujian hipotesis, bahwa nilai signifikasinya menunjukkan 0,020 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, artinya model pembelajaran circuit learning berbantu multimedia lebih berpengaruh terhadap kreativitas siswa. Keberhasilan penelitian ini di dukung dengan adanya peningkatan hasil pretest ke postest dan juga rata-rata hasil penilaian kreativitas siswa yaitu membuat peta konsep/mind map yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran circuit learning berbantu media sederhana.
Efektivitas Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar
Riski Tri Widyastuti;
Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.896
Model pembelajaran yang termuat dalam kurikulum 2013 salah satunya adalah model pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning , kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan/memecahkan masalah dianggap masih rendah sehingga diharapkan model pembelajaran PBL mampu meningkatkan kemampuan kemampuan peserta didik dalam aspek kemampuan pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti adalah untuk mengetahui serta mengkaji kembali dampak dari diberlakukannya model pembelajaran berbasis masalah (PBL) jika ditinjau dari kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah khususnya matematika. Peneliti dalam melakukan penelitiannya menggunakan metode penelitian deskriptif , yaitu menjabarkan sendiri hasil temuannya berdasarkan 20 jurnal artikel sejenis yang telah dianalisa , hasil analisa kemudian diuraikan secara mandiri oleh peneliti untuk mendapatkan kesimpulannya sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan mencari besaran pengaruh (Effect Size) untuk mengetahui dampak diberlakukannya model pembelajaran pembelajaran PBL terhadap kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah. Hasil menunjukkan nilai effect size 1,009 dan dapat dilihat dari tabel interpretasi Cohen’s d bahwa model Pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh sangat besar pada pembelajaran matematika Sekolah Dasar , dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah (PBL) memberi dampak yang positif terhadap kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah.
APPLYING MATH REVIEW GAME METHOD IN ORDER TO INCREASE COGNITIVE LEARNING OUTCOMES AND STUDENTS INVOLVEMENT LEVEL IN MATHEMATIC LESSON
Di Ohanes Richi Christian Plenden;
Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.378 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.282
This research purposed to increasing cognitive learning outcomes and involvement level of Mountainview Christian Elementary School fifth grade students with applying active learning and review game method. The research that be done is Classroom Action Research which had two cycle. Data in this research gotten from observation, questionnaire, and test then analyzed in percentage form. Learning outcomes result analyzed based on the minimum completeness criteria percentage whether individual or general. The result of the research show that the student learning outcomes result in general increased. In the first cycle the students that pass the minimum completeness criteria was 85% and increased in the second cycle become 100% , the learning outcomes average in the first cycle is 9.23 increased in the second cycle become 9.73. learning outcomes that increased also followed by the increasing of student involvement level about 15% from the first cycle which is 54% categorized as enough become 77% in the second cycle categorized as active. From this research result concluded that the applying of active learning with review game could increasing cognitive learning outcomes and involvement level of the students.
Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning dan Problem Solving terhadap Hasil Belajar IPA pada Siswa Sekolah Dasar
Farhan Aldino Santoso;
Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2715
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran Discovery Learning dan Problem Solving terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD . Penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Eksperimental Research. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD N 3 Pulokulon dan SD N 5 Pulokulon Berdasarkan hasil analisis pre-test dan posttest menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa pada menjadi lebih baik dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning pada saat pembelajaran berlangsung dibandingkan dengan nilai pretest yang tidak disertai dengan pemberian treatment, didapatkan nilai rata-rata posttest sebesar 89,50 sedangkan pada model Problem Solving didapatkan nilai rata-rata sebesar 82,44 Dengan demikian telah terbukti bahwa model pembelajaran Discovery Learning efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD.
Pengembangan E-Book Cerita Bergambar Proses Terjadinya Hujan untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa di Sekolah Dasar
Novita Agnes Putrislia;
Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1032
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran e-book cerita bergambar untuk meningkatkan minat membaca siswa kelas 3 SD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D). Dari hasil studi pendahuluan, media pembelajaran yang digunakan guru hanya media cetak sehingga membuat siswa kurang tertarik dan mudah bosan saat membaca dalam pembelajaran daring. Berdasarkan hasil pendahuluan penulis bermaksud untuk mengembangkan produk e-book cerita bergambar yang berjudul “Proses Terjadinya Hujan” untuk meningkatkan minat membaca siswa kelas 3 SD. Draf produk diuji oleh 3 Ahli materi dan 3 Ahli media. Hasil dari validasi ahli materi pertama memperoleh skor 93%, ahli materi kedua memperoleh skor 92% termasuk dalam kategori “Sangat Tinggi”. Hasil dari validasi ahli materi ketiga memperoleh skor 80% tergolong dalam kategori “Tinggi”. Hasil dari validasi ahli media pertama memperoleh skor 88%, ahli media kedua memperoleh skor 100% dan ahli media ketiga memperoleh skor 100% yang tergolong dalam kategori “Sangat Tinggi”.
Meta Analisis Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Divisions terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Sekolah Dasar
Kezia Febri Kristiani;
Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1328
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran model Cooperative Learning tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) dapat diterapkan terhadap siswa dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dan mengetahui pengaruh model pembelajaran terseut terhadap hasil belajar kemampuan kognitif siswa. Pada penelitian ini menggunakan metode Meta Analisis. Dengan pedoman data secara kuantitatif. penelitian ini menggunakan perhitungan dengan teknik analisis besaran pengaruh (effect size). Sampel yang diambil adalah 21 artikel publikasi ilmiah tentang pembelajaran Cooperative Learning terhadap hasil belajar kognitif siswa sekolah dasar. Sedangkan hasil penelitian dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) berpengaruh sangat besar dalam meningkatkan hasil belajar siswa kognitif siswa sekolah dasar. Hal ini dapat dilihat bahwa model pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar kognitif di sekolah dasar. Terdapat peningkatan hasil belajar dengan rata-rata sebesar 34,52% mulai dari peningkatan terendah 7,13 % sampai yang tertinggi 42,80 %. sehingga bisa dikatakan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD (Student Team Schievement Divisions) berpengaruh sangat besar dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa sekolah dasar