Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PARADIGMA FILSAFAT BAHASA DALAM PERKEMBANGAN SASTRA INDONESIA Permata, Nindya; Yuliatin; Pangestu, Abi; Amalia Kurnia Sari, Riska; Himawan, Riswanda
Buana Bastra Vol 13 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol13.no1.a11100

Abstract

This study aims to analyze the role of the philosophy of language in the development of Indonesian literature and its influence across different literary periods. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach, focusing on theories of the philosophy of language and their relationship to Indonesian literary works from various periods. The findings indicate a shift in paradigms within the philosophy of language, encompassing structuralism, poststructuralism, and hermeneutics. These paradigm shifts have contributed to the emergence of diverse variations in literary forms, themes, and aesthetic strategies in Indonesian literature.
Pelaksanaan Program Kartu KSB Maju Dalam Mendukung Pemerataan Pendidikan Di Kabupaten Sumbawa Barat Mansyah, Nadir; Yuliatin; Basariah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fqxsj024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pelaksanaan Program Kartu KSB Maju dalam mendukung pemerataan pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Jumlah informan penelitian sebanyak 8 orang, terdiri dari Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, 2 operator, dan 4 masyarakat penerima bantuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Faktor internal yang mempengaruhi program meliputi komitmen pemerintah daerah dan ketersediaan sumber daya, sedangkan faktor eksternal meliputi partisipasi orang tua/wali, teknologi dan sistem digital, serta dukungan lembaga terkait. Program ini memberikan empat bentuk bantuan: uang pangkal, seragam gratis, BOSDA, dan beasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Kartu KSB Maju layanan pendidikan dalam mendukung pemerataan pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat diwujudkan melalui empat bentuk bantuan, yaitu: 1) Bantuan uang pangkal sekolah gratis yang diberikan sesuai jenjang pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi, 2) Bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP, 3) Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk mendukung kebutuhan operasional dan kegiatan ekstrakurikuler sekolah, 4) Program beasiswa dan fasilitas mahasiswa melalui kerja sama pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dan pihak ketiga. Program ini diberikan kepada seluruh peserta didik baru tanpa membedakan latar belakang ekonomi sehingga mendukung prinsip pemerataan pendidikan yang adil dan merata.
Strategi Guru PPKn dalam Internalisasi Nilai Nasionalisme pada Peserta Didik (Studi di SMPN 2 Utan Kabupaten Sumbawa) Valenta, Arya; Yuliatin; Sumardi, Lalu
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.5958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Pancasila dalam menginternalisasi nilai nasionalisme pada peserta didik di SMP Negeri 2 Utan Kabupaten Sumbawa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Pendidikan Pancasila, sembilan orang peserta didik (tiga orang dari kelas VII, tiga orang dari kelas VIII, dan tiga orang dari kelas IX), serta satu orang wakil kepala sekolah, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menginternalisasi nilai nasionalisme dilaksanakan secara sistematis melalui empat tahapan, yaitu membangun pengetahuan (knowledge building), membangun pemahaman (understanding building), membangun keyakinan (belief building), dan membangun perilaku (behavior building). Strategi tersebut diwujudkan melalui pengintegrasian nilai nasionalisme dalam materi pembelajaran, penggunaan metode diskusi dan tanya jawab, pemberian keteladanan, pembiasaan melalui kegiatan sekolah, serta pemanfaatan media pembelajaran yang kontekstual. Faktor pendukung meliputi motivasi belajar dan kesadaran peserta didik, minat terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila, keteladanan serta kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, lingkungan sekolah yang kondusif, dukungan kepala sekolah dan guru, peran keluarga, lingkungan masyarakat, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya partisipasi sebagian peserta didik, pengaruh penggunaan media sosial yang kurang mendukung penanaman nilai nasionalisme, serta perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan peserta didik. Dengan demikian, internalisasi nilai nasionalisme akan lebih efektif apabila dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pembelajaran yang bermakna, keteladanan, pembiasaan, serta dukungan dari lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.