Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelaksanaan Program Kartu KSB Maju Dalam Mendukung Pemerataan Pendidikan Di Kabupaten Sumbawa Barat Mansyah, Nadir; Yuliatin; Basariah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fqxsj024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pelaksanaan Program Kartu KSB Maju dalam mendukung pemerataan pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Jumlah informan penelitian sebanyak 8 orang, terdiri dari Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, 2 operator, dan 4 masyarakat penerima bantuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Faktor internal yang mempengaruhi program meliputi komitmen pemerintah daerah dan ketersediaan sumber daya, sedangkan faktor eksternal meliputi partisipasi orang tua/wali, teknologi dan sistem digital, serta dukungan lembaga terkait. Program ini memberikan empat bentuk bantuan: uang pangkal, seragam gratis, BOSDA, dan beasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Kartu KSB Maju layanan pendidikan dalam mendukung pemerataan pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat diwujudkan melalui empat bentuk bantuan, yaitu: 1) Bantuan uang pangkal sekolah gratis yang diberikan sesuai jenjang pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi, 2) Bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP, 3) Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk mendukung kebutuhan operasional dan kegiatan ekstrakurikuler sekolah, 4) Program beasiswa dan fasilitas mahasiswa melalui kerja sama pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dan pihak ketiga. Program ini diberikan kepada seluruh peserta didik baru tanpa membedakan latar belakang ekonomi sehingga mendukung prinsip pemerataan pendidikan yang adil dan merata.
Strategi Guru PPKn dalam Internalisasi Nilai Nasionalisme pada Peserta Didik (Studi di SMPN 2 Utan Kabupaten Sumbawa) Valenta, Arya; Yuliatin; Sumardi, Lalu
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.5958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Pancasila dalam menginternalisasi nilai nasionalisme pada peserta didik di SMP Negeri 2 Utan Kabupaten Sumbawa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Pendidikan Pancasila, sembilan orang peserta didik (tiga orang dari kelas VII, tiga orang dari kelas VIII, dan tiga orang dari kelas IX), serta satu orang wakil kepala sekolah, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menginternalisasi nilai nasionalisme dilaksanakan secara sistematis melalui empat tahapan, yaitu membangun pengetahuan (knowledge building), membangun pemahaman (understanding building), membangun keyakinan (belief building), dan membangun perilaku (behavior building). Strategi tersebut diwujudkan melalui pengintegrasian nilai nasionalisme dalam materi pembelajaran, penggunaan metode diskusi dan tanya jawab, pemberian keteladanan, pembiasaan melalui kegiatan sekolah, serta pemanfaatan media pembelajaran yang kontekstual. Faktor pendukung meliputi motivasi belajar dan kesadaran peserta didik, minat terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila, keteladanan serta kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, lingkungan sekolah yang kondusif, dukungan kepala sekolah dan guru, peran keluarga, lingkungan masyarakat, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya partisipasi sebagian peserta didik, pengaruh penggunaan media sosial yang kurang mendukung penanaman nilai nasionalisme, serta perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan peserta didik. Dengan demikian, internalisasi nilai nasionalisme akan lebih efektif apabila dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pembelajaran yang bermakna, keteladanan, pembiasaan, serta dukungan dari lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
UPAYA SENTRA PARAMITA MATARAM DALAM MELINDUNGI HAK ANAK YANG LAHIR DILUAR NIKAH Aulia Asri Utami; Yuliatin; Sawaludin; Rispawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13854

Abstract

A The protection of Indonesian children as the nation's next generation who are free from discrimination has not been fully implemented. This has been proven in our society where there are still many children whose protection is not paid attention to in fulfilling their rights, one of which is children born out of wedlock. Children born out of wedlock are sometimes disowned and abandoned by their biological fathers and in fact children born out of wedlock often experience discrimination. Therefore, this research was conducted to see what efforts were made by Sentra Paramita Mataram to protect the rights of children born out of wedlock. This research was conducted at the Mataram Paramita Center. This research uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation. The results of the research show that Sentra Paramita Mataram has made several efforts to properly protect the rights of children born out of wedlock. This is done by fulfilling several of the child's rights. Sentra Paramita Mataram always strives to protect the rights of children born out of wedlock by providing the best services to all children who are undergoing rehabilitation at this institution. This service is of course provided so that children do not feel discriminated against because of several things or cases that happened to them and so that they can still be seen as the same as other children who are not undergoing rehabilitation.
STRATEGI SENTRA PARAMITA MATARAM DALAM PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM (ABH) Ismi Rahmawati Thamrin; Yuliatin; M.Handika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.14611

Abstract

Every citizen has the right to obtain the right to education, including children in conflict with the law. This is guaranteed in Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. Article 3 states that: "Children who are in the juvenile criminal justice system have the right to access education." Education must be provided by social rehabilitation institutions, one of which is the Mataram Paramita Center, because with education a person can learn how to humanize humans. The method used is qualitative research with descriptive methods. The results of this research show that Sentra Paramita Mataram carries out a strategy to fulfill the educational rights of Children in Conflict with the Law through two types of strategies, namely intramural and extramural. The intramural strategy carried out within the scope of the Sentra Paramita Mataram institution includes forms of fulfilling educational rights carried out intramurally, namely the types of informal education and non-formal education. Informal education is carried out in the form of physical therapy, mental spiritual therapy and psychosocial therapy. Meanwhile, non-formal education is carried out in the form of vocational training or entrepreneurship development. And extramural strategies are implemented outside the scope of the Sentra Paramita Mataram institution, namely formal education. The factors that influence Sentra Paramita Mataram's strategy in fulfilling the educational rights of Children in Conflict with the Law have been classified into two factors, namely internal factors and external factors. The internal factors are children's learning motivation, educational facilities and infrastructure, and educational accessibility, while external factors, namely parent/guardian participation and community involvement.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING BERBANTUAN APLIKASI QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PPKN KELAS VIII A DI SMP NEGERI 21 MATARAM Anita Aulia Ningsi; Yuliatin; Edy Kurniawansyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Released
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62138

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject through the implementation of the Snowball Throwing cooperative learning model assisted by the Quizizz application. The study used the Classroom Action Research (CAR) method which was implemented in class VIII A of SMP Negeri 21 Mataram. The research subjects were 31 students. Data collection was carried out through observation, learning outcome tests, and documentation. Data analysis was carried out by calculating individual learning completeness, average learning outcomes, and classical completeness. The study was conducted in three cycles, each of which included the planning, implementation, observation, and reflection stages. The results showed an increase in each cycle. In cycle I, the implementation of learning indicators reached 13 indicators (76%), with student learning completeness of 13 students (42%) and an average learning outcome of 70. In cycle II, the implementation of learning indicators increased by 16 or (94%), learning completeness reached 19 students (61%), and the average learning outcome increased to 76. In cycle III, the implementation of learning reached 100%, learning completeness increased by 28 students (90%), and the average learning outcome reached 84. These results indicate that the implementation of the Snowball Throwing cooperative learning model assisted by Quizizz is effective in improving student learning outcomes in the subject of Civics (PPKn) class VIII A SMP Negeri 21 Mataram.
Tradisi Ngejot di Desa Lenek: Praktik Budaya dan Pewarisan Nilai Karakter Emi Nurlaila; Yuliatin; Nurlatifa
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.061.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan tradisi Ngejot serta mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Tradisi Ngejot merupakan kearifan lokal masyarakat Sasak yang berfungsi mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa saling menghormati, dan memperkuat hubungan sosial menjelang Hari Raya Idulfitri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Informan dipilih secara purposive sampling, meliputi tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi meliputi tahapan Nyiapang Sampak, Bekumpul, Ngelampaq Sampak, Uduh, Ngejot, dan Silaturahmi. Tradisi ini juga dikembangkan melalui Festival Ngejot sebagai upaya pelestarian budaya. Nilai karakter yang terkandung meliputi demokratis, religius, toleransi, cinta tanah air, serta cinta dan peduli lingkungan sehingga berperan dalam memperkuat keharmonisan sosial, identitas budaya, dan pembentukan karakter masyarakat.