Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi gizi remaja sebagai upaya deteksi dini prediabetes Maria, Debby Yulianthi; Setyowati, Sri; Kurnia, Nia Marlina; Fatimah, Andini Nur; Murandari, Murandari; Setiadi, Adi; Rahayu, Bety Agustina; Ispandiyah, Woro
Link Jurnal Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): December : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v2i2.122

Abstract

Latar belakang: Prediabetes pada remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup, pola makan tidak seimbang, dan rendahnya aktivitas fisik. Kondisi ini sering tidak terdeteksi secara dini karena minimnya pengetahuan remaja mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan. Tujuan: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan manajemen diri remaja dalam mendeteksi dini prediabetes melalui pendekatan edukasi gizi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada remaja usia sekolah menengah dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan evaluasi pre-test serta post-test. Materi edukasi meliputi pengenalan prediabetes, faktor risiko, prinsip gizi seimbang, pemilihan makanan sehat, serta strategi manajemen diri dalam kehidupan sehari-hari. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan. Data hasil PKM dianalisa dengan dekriptif analitik. Hasil: adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai prediabetes dan pentingnya pola makan sehat sebagai langkah preventif. Simpulan: Edukasi gizi terbukti efektif sebagai pendekatan promotif dan preventif dalam deteksi dini prediabetes serta mendorong perilaku hidup sehat pada remaja. Disarankan agar program edukasi gizi mengenai prediabetes dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kegiatan promosi kesehatan di sekolah. Tenaga pendidik dan petugas kesehatan perlu berkolaborasi dalam memperkuat materi pola makan sehat serta gaya hidup aktif pada remaja.
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Sidoagung Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang Marlina Kurnia; Jefrizal A.P; Angelina W.S; Ananda P.A; Ana F.J; Ari P.L
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengabdian
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i1.179

Abstract

Desa Sidoagung merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Tempuran, kabupaten Magelang provinsi Jawa Tengah desa ini memiliki jumlah penduduk kurang lebih 4000 jiwa yang tersebar dalam 12 dusun sebagian besar penduduknya bekerja disektor pertanian dan usaha pembuatan batu bata.Kondisi riil pengelolaan sampah berbasis masyarakat belum optimal.baik sampah organik maupun anorganik.Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan sisa produksi UMKM yang berisiko mencemari lingkungan serta menimbulkan gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan kanker. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian  bersama ibu-ibu PKK Desa Sidoagung, Magelang menginisiasi program pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai bentuk pengurangan limbah dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sederhana berbasis komunitas, melibatkan proses penyaringan, perendaman dengan arang, dan pencampuran bahan seperti stearin acid, lilin, pewarna krayon, serta aroma melati dan greentea. Hasil produksi berupa 50 lilin aromaterapi berwarna biru dan kuning dengan daya bakar 4–6 jam dan aroma menenangkan. Ibu-ibu PKK berpartisipasi aktif dalam pelatihan dan produksi, menunjukkan antusiasme serta potensi keberlanjutan dari kegiatan ini. Program ini tidak hanya berhasil mengurangi limbah secara ekologis, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi lokal yang berbasis daur ulang. Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan serta membangun sinergi antara akademisi dan komunitas dalam mewujudkan inovasi kreatif dan berkelanjutan.