Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN MULTIDRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (MDR-TB) DI KOTA KENDARI TAHUN 2024 Wa Ode Nur Aisyah; La Ode Liaumin Azim; Yusuf Sabilu
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.255

Abstract

Salah satu penyakit menular utama yang menjadi masalah global adalah tuberkulosis. Secara global, pada tahun 2022 TBC menyebabkan sekitar 1,30 juta kematian. Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan suatu permasalahan yang menjadi hambatan utama dunia dalam pemberantasan TB. Kasus MDR/RR-TB di dunia diperkirakan mencapai 450.000 pada tahun 2021, meningkat 3,1% dari 437.000 pada tahun 2020. Pada tahun 2022, diperkirakan terdapat 410.000 orang menderita MDR/RR-TB. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi analitik observasional dengan rancangan case control dan matching. Sampel kasus dalam penelitian adalah 38 kasus dan 38 kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah McNemar dan Odd Ratio. Hasil menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara kepatuhan minum obat (p = 0,0042; OR = 3,8000) dengan kejadian MDR-TB dan tidak ada hubungan yang bermakna antara peran pengawas menelan obat (p = 0,8272; OR =1,1000) dengan kejadian MD-TB. Berdasarkan hasil uji statistik, dapat disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan faktor risiko sedangkan peran pengawas menelan obat bukan merupakan faktor risiko kejadian MDR-TB.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Membangun Gaya Hidup Sehat Sejak Dini Pada Anak Irma; La Ode Liaumin Azim; Kamrin
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v1i2.30

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok usia yang rawan terserang berbagai penyakit. Sebaliknya anak usia sekolah juga merupakan kelompok usia yang sangat pekah terhadap stimulus sehingga mudah dibimbing, diarahkan dan ditanamkan kebiasaan – kebiasaan yang baik seperti pola hidup sehat. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar terhadap pentingnya menerapkan perilaku hhidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 1 minggu mulai tanggal 8 sampai 15 Januari 2020. Peserta sosialiasi/penyuluhan adalah siswa kelas 6 SDN 55 Kendari yang berjulah 15 orang. Pelaksnaan kegiatan ini diawali dengan persuratan kepada pihak sekolah dan melakukan sosialisai tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Secara singkat kegiatan inti penyuluhan ini dilakukan dalam empat tahapan yaitu (1) melakukan pre-test; (2) melakukan intervensi dalam bentuk penyuluhan/sosialisasi PHBS dan  (3) melakukan post-test dan (4) evaluasi. Hasil yang diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang PHBS setelah dilakukan penyuluhan/sosialisasi dengan niali rata – rata pre-test  adalah 51,4 dan rata – rata nilai post-test menjadi  87,4. Uji statistik dengan Mc Nemar diperoleh (p-value=0,001< α = 0,05), maka dapat diartikan bahwa ada pengaruh penyuluhan  terhadap pengetahuan siswa kelas 6 SDN 55 Kendari tentang PHBS dan kegiatan sosialisasi/penyuluhan PHBS di SDN 55 Kendari dapat dikatakan efektif dan berhasil.
FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS (DM) PADA USIA PRODUKTIF (20-44 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO KOTA KENDARI TAHUN 2024 Fin; La Ode Liaumin Azim; Suhadi
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.262

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan dalam sekresi atau pemanfaatan insulin. Menurut WHO, sekitar 422 juta orang di dunia menderita diabetes dengan 45% diantaranya terjadi sebelum usia 70 tahun. Di Indonesia, prevalensi diabetes pada usia produktif (20-44 tahun) mencapai 11,7%. Di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2022 sekitar 961 kasus (8,3%) per bulan dan pada tahun 2023 menjadi 1.469 kasus (8,3%) per bulan. Adapun Puskesmas Lepo-Lepo di Kota Kendari melaporkan adanya peningkatan kasus DM pada tahun 2022 sebanyak 266 kasus (11,4%), dan jumlah ini meningkat menjadi 360 kasus (9,1%) pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko DM pada kelompok usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik yang menggunakan desain studi kasus kontrol dengan matching, populasi 1.058 orang yang berusia 20-44 tahun dengan 95 orang menderita diabetes. Sampel diambil menggunakan simple random sampling dan didapatkan 82 sampel terdiri dari 41 kasus dan 41 kontrol. Uji statistik yang digunakan yaitu McNemar dan Odds Ratio. Hasil penelitian didapatkan bahwa pola makan berisiko terhadap kejadian diabetes (OR = 3,000), dan aktivitas fisik (OR = 4,000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola makan dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko Diabetes Melitus (DM) pada usia produktif (20-44 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2024. ABSTRACT Mapping is the process of grouping regions based on geographical conditions involving plains, resources, and populations that affect socio-cultural aspects, and is carried out at an appropriate scale. The total number of pulmonary tuberculosis cases in. East Nusa Tenggara Province in 2022 has 7,268 cases and the number of pulmonary tuberculosis cases in Kupang City in 2023 is 1,253 cases. This study aims to map the distribution of pulmonary tuberculosis disease based on the geographic information system in Kupang City in 2019-2023. This study is a descriptive research with a geographic information system approach, which is used to describe the distribution of pulmonary tuberculosis cases in Kupang City. The location of the research was carried out at the Kupang City Health Office and the Kupang City Central Statistics Agency in July-September 2024. The object of this research is health data on pulmonary tuberculosis disease in Kupang City in 2019-2023, then the data is processed using the ArcGis View 10.8 application in the form of maps (images), tables and narratives. The results of the Mapping of the Spread of Pulmonary Tuberculosis Disease Based on the Geographic Information System in Kupang City in 2019-2023, namely Kota Lama and Oebobo Regencies, contributed to the highest density figure for the last five years.
Hubungan Tingkat Stres Terhadap Kekambuhan Gastritis Pada Siswa Siswi SMK Negeri 08 Bombana Kamrin; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i2.154

Abstract

Latar Belakang: Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi di kalangan remaja, khususnya siswa sekolah menengah kejuruan. Pola makan yang tidak teratur, stres akademik, dan tekanan sosial menjadi faktor yang memengaruhi kekambuhan gastritis. Stres terbukti memiliki dampak fisiologis terhadap sistem pencernaan, sehingga berpotensi memperparah kondisi gastritis yang telah ada.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kekambuhan gastritis pada siswa-siswi SMK Negeri 08 Bombana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres dan lembar observasi untuk mencatat frekuensi kekambuhan gastritis. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kekambuhan gastritis (p = 0,001). Siswa dengan tingkat stres sedang hingga tinggi memiliki risiko kekambuhan gastritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki tingkat stres rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kekambuhan gastritis pada siswa-siswi SMK Negeri 08 Bombana. Intervensi pengelolaan stres dan promosi gaya hidup sehat perlu ditingkatkan dalam lingkungan sekolah untuk mencegah kekambuhan gastritis.
FACTORS ASSOCIATED WITH THE INCIDENCE OF ANEMIA IN PREGNANT WOMEN Isra Wati; Rianti; Rasma; Murlan; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 18 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v18i1.408

Abstract

Anemia in pregnant women is a public health problem that has a significant impact on the mother and fetus. Anemia can increase the risk of premature birth, low birth weight, and maternal and infant mortality. In the working area of Puskesmas Wonggeduku Barat, the prevalence of anemia in pregnant women is still relatively high (25.6%) so it is necessary to conduct research to find out the risk factors more specifically. This study aims to determine the risk factors for Fe tablet consumption compliance, knowledge and diet with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of Puskesmas Wonggeduku Barat. This type of research is observational analytic with case control study design. The population in this study consisted of a case population of 39 people and a control population of 39 people, with the total sample size being the number of case populations plus the number of control populations using a 1:1 ratio with matching gestational age, namely trimester I, II, and III so that the total sample size was 78 people. The results of the Odds Ratio test showed that compliance with Fe tablet consumption obtained an OR value of 1.758, knowledge obtained an OR value of 1.777 and diet obtained an OR value of 1.657. Because OR> 1, compliance with Fe tablet consumption, knowledge and diet are risk factors for the incidence of anemia in pregnant women in the working area of Wonggeduku Barat Health Center. Keywords: Anemia, Pregnancy, Fe tablets, Knowledge, Dietary habit
The Relationship between the Health Belief Model and the Acceptance of the Covid-19 Vaccine in the Community in the Work Area of the Puuwatu Health Center Kurnia, Tasya; La Ode Liaumin Azim; Hariati Lestari
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v1i1.2

Abstract

The coverage of Covid-19 vaccination in Kendari City reached 237.735 (89.66%) in the first dose, 147.430 (55.60%) in the second dose and 3.518 (84.75%) in the third dose. Meanwhile, at the Puuwatu Health Center, the coverage of vaccination doses 2nd was 10.874 (34%). The low-vaccine program is influenced by individual perceptions and desires to vaccinate. This study aims to determine the factors associated with acceptance of the Covid-19 vaccine based on the health belief model theory. The research design used was a cross-sectional study. The population in this study were the people who were in the working area of ​​the Puuwatu Health Center as many as 36.521 people, while the sample was 110 respondents. The sampling technique used was accidental sampling. Research data were analyzed using the chi-square test. The results of the study showed perceived vulnerability (p=0.000), perceived severity (p=0.000), perceived benefits (p=0.001), perceived obstacles (p=0.000), and cues to act (p=0.000). It can be concluded that perception is related to public acceptance of the covid-19 vaccine.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari La Ode Liaumin Azim
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i4.581

Abstract

Stunting is a significant public health problem in Indonesia, especially among toddlers. Stunting can have long-term effects on children's quality of life, including physical growth and cognitive development disorders. The Puuwatu Community Health Center in Kendari City has recorded a high rate of stunting. Therefore, it is important to identify the factors associated with stunting in this area. This study aims to identify factors associated with stunting in toddlers in the working area of the Puuwatu Health Center in Kendari City. This study uses an analytical study design with a cross-sectional approach. The sample in this study consisted of 73 respondents, and sampling was conducted using stratified random sampling taken from each urban village. Data were collected through interviews with parents of toddlers experiencing stunting, as well as measurements of the toddlers' nutritional status. Data analysis was performed using the chi-square statistical test to examine the relationship between the variables studied. This study shows that nutritional intake (p value = 0.002), exclusive breastfeeding (p value = 0.000), and income (p value = 0.439) are related to stunting. It can be concluded that there is a relationship between nutritional intake and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting, while income is not related to the incidence of stunting in the working area of the Puuwatu Community Health Center.
Factors Related To The Performance Of Pharmaceutical Employees At The Southeast Sulawesi Provincial Health Office Year 2025 La Ode Liaumin Azim; Agnes Mersatika Hartoyo
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i4.582

Abstract

Employee performance in the field of health and pharmaceutical services plays a crucial role in determining the quality of services provided to the community. In the Southeast Sulawesi Provincial Health Office, various internal and external factors are believed to influence employee performance, but there has not been much research that comprehensively examines these factors. This study aims to identify and analyze factors related to employee performance in the health and pharmaceutical services sector at the Southeast Sulawesi Provincial Health Office. This study uses a quantitative design with a cross-sectional approach. This study was conducted from July 23 to August 14, 2025, at the Southeast Sulawesi Provincial Health Office. The sample consisted of 34 respondents selected through total sampling. Data analysis was performed using the chi-square test. The results of the study show that there is a relationship between educational characteristics (p value = 0.007), length of service (p value = 0.007), and motivation (p value = 0.000) with the performance of employees in the health and pharmaceutical services sector of the Southeast Sulawesi Provincial Health Office in 2024. There was no relationship between age (p value = 0.427) and gender (p value = 0.363) characteristics and the performance of employees in the health and pharmaceutical services sector of the Southeast Sulawesi Provincial Health Office. Factors such as motivation, training, and work environment play an important role in determining the performance of employees in the health and pharmaceutical services sector at the Southeast Sulawesi Provincial Health Office. Therefore, improving training programs and efforts to increase employee motivation are recommended to improve overall performance.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tudungano Melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Sebagai Upaya Kemandirian Kesehatan Kamrin; La Ode Liaumin Azim; Lade Albar Kalza; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2063

Abstract

Upaya peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Desa Tudungano memiliki potensi lahan pekarangan rumah yang luas, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk penanaman tanaman obat sebagai pencegahan dan penanganan penyakit ringan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya TOGA sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan penyakit secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan teknik budidaya TOGA, pendampingan kelompok, serta distribusi bibit tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 87% terkait manfaat TOGA, terbentuk dua kelompok binaan TOGA, serta realisasi penanaman lebih dari 350 bibit tanaman di 40 rumah sasaran. Masyarakat juga mulai menerapkan tanaman herbal untuk penanganan batuk, demam, dan masalah pencernaan ringan. Program ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat serta kemandirian kesehatan berbasis rumah tangga. Program berpotensi dilanjutkan dengan produksi simplisia dan pengembangan produk herbal.
Gambaran Kejadian Diare pada Anak di Puskesmas Poasia Kota Kendari Kamrin; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.253

Abstract

Latar Belakang: Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama pada anak, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian balita. Kondisi lingkungan yang kurang sehat dan kebersihan perorangan yang rendah, menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus diare pada anak berdasarkan karakteristik orang, tempat, dan waktu di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari laporan kasus diare anak di Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2025. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi kasus berdasarkan usia, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, dan waktu kejadian. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus diare terjadi pada kelompok usia balita (2 tahun) sebesar 27,4%, dengan distribusi kasus lebih banyak pada anak perempuan (57,0%) dibanding perempuan (43,0%). Berdasarkan wilayah tempat tinggal, kasus diare terbanyak ditemukan di Kelurahan Andounuhu (28,8%), sedangkan berdasarkan waktu kejadian, peningkatan kasus terlihat pada bulan Januari–Maret. Simpulan: Kejadian diare pada anak di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari masih relatif tinggi, terutama pada kelompok usia balita dan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. oleh karena itu perlu peningkatan upaya promosi kesehatan, perbaikan sanitasi lingkungan, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.