Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Intensitas Bermain Gadget dengan Suspek Gangguan Pemusatan Pikiran dan Hiperaktivitas (GPPH) pada Anak PA, Pratiwi; Alvina, Alvina
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2022.v5.61-68

Abstract

BACKGROUND In these modern times, gadgets are not only owned by adults, but teenagers and children have also used them. Childhood is a golden period which is a period of conducive growth and development of children. Many parents have given and let their children play with gadgets. Gadgets can have negative effects that interfere with a child's development level. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) is a behavioural and neurocognitive disorder characterized by age-inappropriate developmental level, hyperactivity, inability to focus and impulsive behaviour. ADHD appears from childhood and can persist into adolescence and adulthood. Excessive gadget exposure is thought to be one of the triggers of ADHD. The purpose of the research is to determine the relationship between the intensity of playing gadgets with and suspected ADHD. METHODS The study was conducted on 92 kindergarten and elementary school students in West Jakarta in September-November 2019. The method was cross-sectional. The instruments used were a questionnaire about the identity and intensity of playing gadgets and a Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktif Indonesia (SPPAHI) questionnaire for early detection of ADHD in children. Data analysis using the chi-square test with a significance level of p <0.05.RESULTSChi-square test showed no significant relationship between age with suspected ADHD p = 0.625, there was a significant relationship between sex with suspected ADHD (p = 0.000), and there was a significant relationship between the intensity of playing gadgets with a suspected ADHD (p = 0.000). CONCLUSION There is a significant relationship between gender and intensity of playing with gadgets with suspected ADHD in children. KEYWORDS: Gadget intensity, ADHD, Children.
Metode Jigsaw dalam Pembelajaran Al-Qur'an Hadits Siswa Kelas X di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2025/2026: Penelitian Alvina, Alvina; Asnani, Ria; Lestari, Heni; Jannah, Inayatul; Pujianti, Etika
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.459

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Jigsaw method in the teaching of Qur'an and Hadith to improve the understanding of Grade X students at Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, Jati Agung District, South Lampung in the 2025/2026 academic year. The background of this research is the low level of active participation and understanding of students in Qur'an and Hadith lessons, which tend to be one-way and lack active student involvement. The research method used is a quantitative approach with a classroom action research (CAR) design carried out in two cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 25 students of Grade X. Data collection techniques included observation, tests, and documentation. The data obtained were analyzed descriptively using quantitative methods. The results of the study indicate that the implementation of the Jigsaw method can improve students’ understanding of Qur'an and Hadith materials. This is evidenced by an increase in students’ learning outcomes from Cycle I to Cycle II. In Cycle I, the average student score was 72, while in Cycle II it increased to 84. In addition, students' activeness and collaboration also showed a significant improvement. Therefore, the Jigsaw method has proven to be effective in enhancing students' understanding and participation in the teaching of Qur'an and Hadith in Grade X at Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin.
Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Penganiayaan terhadap Juru Tagih (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Palembang Nomor 261/PID/2019/PLG) Alvina, Alvina; Rahaditya, Rahaditya
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.834

Abstract

This study are supposed to determine the criminals' criminal responsibility of persecution of debt collectors by using a case study of the Palembang District Court Decision Number 261/PID/2019/PLG. This research uses research on normative juridical that is done through looking at and studying library materials and laws and regulations or legal materials which include primary legal sources, secondary legal entities, and tertiary legal entities. This research uses a statute approach and case approach. Primary legal sources being used in this study are the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Law Number 1 of 1946 on the Criminal Code, and Law Number 8 of 1981 on Criminal Procedure. Analysis method in this study is qualitative juridical analysis method. Based on the findings of this study, it could be stated if the maltreatment can cause victim unable to do his work due to the pain experienced, but does not result in serious injury or is not intended to result in serious injury, the maltreatment can be punished under Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code or Article 466 paragraph (1) of the Criminal Code.
Hubungan asupan cairan, indeks massa tubuh, usia dengan status hidrasi pada pekerja bangunan di jakarta tahun 2025 Alvina, Alvina; Surya Zahira, Baitya Ananda
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/gtgzj727

Abstract

Pekerja bangunan rentan mengalami dehidrasi akibat paparan panas dan aktivitas fisik berat di lingkungan kerja. Status hidrasi yang buruk dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan menurunkan produktivitas. Berdasarkan studi The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) tahun 2020, sekitar 46,1% dari 1.200 orang di Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Asupan cairan yang adekuat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan cairan, IMT, usia dengan status hidrasi pada pekerja bangunan. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional pada 100 responden. Data dikumpukan melalui wawancara, formulir food recall 1x24 jam serta pemeriksaan berat jenis urin untuk menilai status hidrasi. Data dianalisis menggunakan uji Spearman dengan tingkat kemaknaan < 0,05. Rerata usia responden adalah 33,60 ± 9,87 tahun, rerata IMT adalah 23,30 ± 4,32 Kg/m2, rerata asupan cairan 1773 ± 789 ml, dan rerata status hidrasi 1027 ± 6 g/dl. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia, IMT dengan status hidrasi. Namun, terdapat hubungan bermakna antara asupan cairan dengan status hidrasi (p=0,002). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan bermakna antara usia dan IMT dengan status hidrasi tetapi terdapat hubungan bermakna antara asupan cairan dengan status hidrasi pada pekerja pekerja bangunan. Keterbatasan pada penelitian ini tidak meneliti faktor risiko lain yang dapat memengaruhi status hidrasi seperti aktivitas fisik, durasi kerja, dan suhu iklim lingkungan tempat kerja. Diperlukan upaya edukasi terkait pentingnya konsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan kualitas hidup pekerja serta pentingnya penyediaan akses tempat air minum yang cukup terjangkau oleh para pekerja di lokasi kerja
Gambaran Perilaku Ibu Rumah Tangga Pengidap HIV dan AIDS di Kelompok Dukungan Sebaya Mahakam Plus Tahun 2014 Alvina, Alvina; Fitriani, Evi; Arif, Weldy Andy
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.922 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.844

Abstract

Pengidap HIV dan kumulatif di Kota Samarinda mulai tahun 1997- Desember 2013 berjumlah 954 orang. Dari data tersebut hampir 57% pengidap HIV/AIDS adalah pekerja swasta. Diikuti Ibu Rumah Tangga dengan total 24%, Lain-lain 14%, PNS 2%, Pelajar 2% dan Polri/TNI 1%. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan ODHA, Sikap dan tindakan setelah terinfeksi HIV, peran pendukung sebaya dalam mendampingi ODHA serta upaya yang dilakukan petugas KPA dalam menanggulangi AIDS.Metode penelitian yang digunakan adalah  metode  penelitian  kualitatif  dengan  menggunakan  wawancara  mendalam  pada  lima  ODHA  di  KDS Mahakam Plus, dua pendukung sebaya dan dua petugas KPAK Samarinda. Hasil penelitian ini  menunjukkan rendahnya pengetahuan ibu rumah tangga tentang HIV dan AIDS sebelum terinfeksi  membuat  mereka  tidak  mengetahui  tentang  penularan  dan  pencegahan  penyakit  tersebut.  Peran pendukung sebaya yang membimbing dan memberikan informasi dan memberi motivasi para ODHA agar bisa hidup sehat dan mandiri. Peran petugas KPAK Samarinda melakukan program pencegahan penularan HIV dan AIDS pada penasun dan pasangannya, PMTS, dan program Warga Peduli AIDS.Saran penelitian ini kepada Dinkes Kota Samarinda dan KPA agar dapat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk KDS Mahakam Plus agar dapat terus aktif melakukan pendampingan.
Obesity and Diabetes Counseling for PPSU Officers in Kapuk Subdistrict, West Jakarta Alvina, Alvina; Pusparini, Pusparini; Mario, Mario; Mashabi, Yasmine; Merijanti, Lie Tanu
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i2.10125

Abstract

Good performance and productivity of public infrastructure and facilities (PPSU) officers will have a positive impact on public services. Work productivity is influenced by physical fitness, nutritional status, work capacity, and additional burdens imposed by the work environment. Each individual's work productivity may differ depending on their nutritional status. Poor dietary status generally affects health, activities, and work productivity. Nutritional status is also related to anthropometric conditions, which dietary habits may influence. The dietary intake of PPSU officers is sometimes not considered in terms of food portions. A dietary intake of too much carbohydrate may increase blood glucose levels, thereby potentially causing diabetes. Dietary intakes of high-fat and carbohydrate content may also cause obesity. Diabetes and obesity can affect work performance, reducing productivity. This can be a problem for the productivity of PPSU officers. The purpose of implementing Community Service (PKM) is to provide education on the concepts of blood glucose levels and obesity, and on prevention through blood glucose level and obesity control. This knowledge needs to be imparted to PPSU officers. such that they may pay more attention to food intake and control blood glucose levels and BMI, thereby preventing diabetes and obesity and increasing work productivity. The implementation of PKM was carried out through counseling and Q&A involving 52 PPSU officers in Kapuk subdistrict, West Jakarta. The counseling results showed an increase in knowledge of obesity and diabetes among PPSU officers. Continuous counseling is needed for PPSU officers to prevent obesity and DM and increase work productivity.
Hubungan Kadar Asam Urat dengan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) pada Orang Dewasa Normal Rhamadian, Muchammad Edrick Kevin; Alvina, Alvina
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 2 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i2.1997

Abstract

Gangguan fungsi ginjal sering berkembang tanpa gejala awal, sehingga deteksi dini penting meskipun pada individu sehat. eGFR merupakan indikator utama fungsi ginjal, sedangkan asam urat adalah hasil metabolisme purin yang diekskresikan melalui ginjal dan dapat memengaruhi kinerjanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar asam urat dengan nilai estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) pada orang dewasa normal. Penelitian menggunakan desain analitik observasional retrospektif dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari rekam medis 62 orang dewasa usia 29–58 tahun yang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Kepolisian di Daerah Istimewa Yogyakarta, dipilih dengan purposive sampling. Variabel meliputi usia, jenis kelamin, kadar asam urat, dan eGFR. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara kadar asam urat dan eGFR.
Program Penyuluhan Pencegahan HIV AIDS untuk Pekerja Migran Indonesia di Penang, Malaysia Alvina, Alvina; Mashabi, Yasmine; Amalia, Husnun; Hairunisa, Nany; Pratiwi, Luh Ade Dinda Pradnya; Rahman, Athaya Nayla Pasca; Irawan, Achmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24877

Abstract

ABSTRAK Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit menular seperti HIV/AIDS. Kondisi kerja yang berat, mobilitas tinggi, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, serta rendahnya pengetahuan tentang faktor risiko penularan HIV/AIDS menjadi faktor yang meningkatkan potensi terjadinya penularan pada kelompok ini. Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap HIV/AIDS masih menjadi hambatan utama bagi PMI untuk memperoleh informasi dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri. Minimnya edukasi kesehatan reproduksi dan penyakit menular menyebabkan sebagian PMI tidak menyadari perilaku berisiko yang dapat memicu penularan HIV/AIDS, seperti hubungan seksual tidak aman, penggunaan alat suntik tidak steril. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan PMI mengenai HIV/AIDS, mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat dan aman, serta meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan preventif. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS baik di negara penempatan maupun saat PMI kembali ke Indonesia. Pada kegiatan ini digunakan metode penyuluhan serta dilakukan test berupa pre dan post test. Pada kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 40 peserta dengan mayoritas peserta adalah perempuan sebanyak 85% dan umur dewasa 19-44 tahun sebanyak 55%. Pada hasil pretest didapatkan mayoritas peserta mempunyai pengetahuan kurang mengenai HIV AIDS sebanyak 87,5%, tetapi setelah dilakukan penyuluhan dan diberikan post test, ternyata yang pengetahuannya kurang menjadi 25%. Pengetahuan para pekerja migran tentang HIV AIDS menjadi lebih baik setelah diberikan penyuluhan. Penyuluhan merupakan salah satu metode yang cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Kata Kunci: Pekerja Migran Indonesia, Penyuluhan, HIV AIDS.  ABSTRACT Indonesian Migrant Workers (IMW) are a population group highly vulnerable to various health problems, including infectious diseases such as HIV/AIDS. Harsh working conditions, high mobility, limited access to health services, and low knowledge about risk factors for HIV/AIDS transmission increase the potential for transmission in this group. Furthermore, stigma and discrimination against HIV/AIDS remain major barriers for IMW in obtaining information and conducting independent health checks. The lack of education on reproductive health and infectious diseases results in some IMW being unaware of risky behaviors that can trigger HIV/AIDS transmission, such as unsafe sex and the use of non-sterile injection equipment. This activity is expected to increase PMI knowledge about HIV/AIDS, encourage healthier and safer behavior changes, and increase access to preventive health services. This activity also contributes to efforts to prevent HIV/AIDS transmission both in the host country and upon PMI's return to Indonesia. This activity used counseling methods and conducted pre- and post-tests. This outreach activity was attended by 40 participants with the majority of participants being women (85%) and adults aged 19-44 years (55%). The pretest results showed that the majority of participants had lack of knowledge about HIV AIDS (87.5%), but after the counseling and the post-test, that those with lack of knowledge became 25%. Migrant workers' knowledge about HIV AIDS improved after being given counseling. Counseling is a quite effective method in increasing a person's knowledge. Keywords: Indonesian Migrant Workers, Counseling, HIV AIDS