Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Palmaris Longus Tendon Free Grafting in Neglected Extensor Pollicis Longus Tendon Rupture – case report Nasution, Nino; Bayu Rizaldy, Muhammad
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.408 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v45i5.680

Abstract

A patient presented inability to use his right thumb properly after work accident due to ruptured right Extensor Pollicis Longus (EPL). A tendon free grafting from the Palmaris Longus (PL) was performed to repair the ruptured EPL.Pasien dengan keluhan tidak mampu menggunakan ibu jari tangan kanan setelah kecelakaan kerja, dicurigai mengalami ruptur Extensor Pollicis Longus (EPL) kanan. Kami memilih tindakan free tendon graft dari Palmaris Longus (PL) untuk memperbaiki tendon EPL yang telah ruptur.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Postoperative Nausea and Vomiting pada Pasien Anestesi Umum di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara Millizia, Anna; Sayuti, Muhammad; Nendes, Triana Putri; Rizaldy, Muhammad Bayu
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous Vol. 7 : No. 2 (November, 2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v7i2.5391

Abstract

Anestesi umum adalah salah satu jenis anestesi yang sering digunakan dalam operasi. Salah satu komplikasi yang sering terjadi dengan penggunaan anestesi umum adalah mual muntah setelah operasi yang dikenal sebagai postoperative nausea and vomiting. Postoperative nausea and vomiting menyebabkan pasien menjalani perawatan di rumah sakit lebih lama sehingga biaya yang dikeluarkan pasien lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian postoperative nausea and vomiting pada pasien anestesi umum di Rumah Sakit Umum Cut meutia berupa jenis kelamin, usia, riwayat motion sickness dan/atau riwayat postoperative nausea and vomiting (PONV), riwayat merokok, jenis operasi, durasi operasi, teknik anestesi dan penggunaan opioid. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sample penelitian berjumlah 86 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik pengambilan accidental sampling. Analisis data yang dilakukan dengan uji Chi Square dan uji Fisher serta uji Kolmogorov-Smirnov sebagai uji alternative. Hasil analisis bivariat dari penelitian ini, jenis kelamin, riwayat merokok, riwayat motion sickness dan/atau riwayat postoperative nausea and vomiting, teknik anestesi dan durasi operasi mendapatkan nilai p<0,05, sedangkan faktor usia, penggunaan opioid mendapatkan nilai p>0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin, riwayat merokok, riwayat motion sickness dan/atau riwayat postoperative nausea and vomiting, teknik anestesi, dan durasi operasi dengan postoperative nausea and vomiting pada pasien anestesi umum di RSU Cut Meutia dan tidak terdapat hubungan antara faktor usia dan penggunaan opioid dengan postoperative nausea and vomiting pada pasien anestesi umum di RSU Cut Meutia Aceh Utara.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Postoperative Nausea and Vomiting pada Pasien Anestesi Umum di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara Anna Millizia; Muhammad Sayuti; Triana Putri Nendes; Muhammad Bayu Rizaldy
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous Vol. 7 : No. 2 (November, 2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v7i2.5391

Abstract

Anestesi umum adalah salah satu jenis anestesi yang sering digunakan dalam operasi. Salah satu komplikasi yang sering terjadi dengan penggunaan anestesi umum adalah mual muntah setelah operasi yang dikenal sebagai postoperative nausea and vomiting. Postoperative nausea and vomiting menyebabkan pasien menjalani perawatan di rumah sakit lebih lama sehingga biaya yang dikeluarkan pasien lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian postoperative nausea and vomiting pada pasien anestesi umum di Rumah Sakit Umum Cut meutia berupa jenis kelamin, usia, riwayat motion sickness dan/atau riwayat postoperative nausea and vomiting (PONV), riwayat merokok, jenis operasi, durasi operasi, teknik anestesi dan penggunaan opioid. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sample penelitian berjumlah 86 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik pengambilan accidental sampling. Analisis data yang dilakukan dengan uji Chi Square dan uji Fisher serta uji Kolmogorov-Smirnov sebagai uji alternative. Hasil analisis bivariat dari penelitian ini, jenis kelamin, riwayat merokok, riwayat motion sickness dan/atau riwayat postoperative nausea and vomiting, teknik anestesi dan durasi operasi mendapatkan nilai p<0,05, sedangkan faktor usia, penggunaan opioid mendapatkan nilai p>0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin, riwayat merokok, riwayat motion sickness dan/atau riwayat postoperative nausea and vomiting, teknik anestesi, dan durasi operasi dengan postoperative nausea and vomiting pada pasien anestesi umum di RSU Cut Meutia dan tidak terdapat hubungan antara faktor usia dan penggunaan opioid dengan postoperative nausea and vomiting pada pasien anestesi umum di RSU Cut Meutia Aceh Utara.
Palmaris Longus Tendon Free Grafting in Neglected Extensor Pollicis Longus Tendon Rupture – case report Nino Nasution; Muhammad Bayu Rizaldy
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i5.680

Abstract

A patient presented inability to use his right thumb properly after work accident due to ruptured right Extensor Pollicis Longus (EPL). A tendon free grafting from the Palmaris Longus (PL) was performed to repair the ruptured EPL.Pasien dengan keluhan tidak mampu menggunakan ibu jari tangan kanan setelah kecelakaan kerja, dicurigai mengalami ruptur Extensor Pollicis Longus (EPL) kanan. Kami memilih tindakan free tendon graft dari Palmaris Longus (PL) untuk memperbaiki tendon EPL yang telah ruptur.
Palmaris Longus Tendon Free Grafting in Neglected Extensor Pollicis Longus Tendon Rupture – case report Nino Nasution; Muhammad Bayu Rizaldy
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 5 (2018): Nutrisi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i5.789

Abstract

A patient presented with inability to use his right thumb properly after work accident due to ruptured right Extensor Pollicis Longus (EPL). A tendon free grafting from the Palmaris Longus (PL) was performed to repair the ruptured EPL.   Pasien datang dengan keluhan tidak mampu menggunakan ibu jari tangan kanan setelah kecelakaan kerja, dicurigai mengalami ruptur Extensor Pollicis Longus (EPL) kanan. Tindakan free tendon graft dari palmaris longus (PL) dilakukan untuk memperbaiki tendon EPL yang telah ruptur.
Avascular Necrosis Melina Handayani; Muhammad Bayu Rizaldy, Sp.OT
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v12i5.38551

Abstract

Osteonecrosis can be defined as bone cell death resulting from impaired blood flow to the bone due to traumatic or non-traumatic events. Case Presentation: We present a case in which a 62-year-old female came to the Orthopedic Surgery Polyclinic with complaints of pain in her groin. The pain is intermittent and worsens when the patient moves his legs. This makes it difficult for patients to sit and have pain when walking, so they need a cane as a tool. This complaint has been felt for ± 1.5 years and has been getting worse since this 1 month. During the pain the patient said he was taking pain relievers but his complaints did not decrease. On local examination in the left Hip Joint region, it was found that on look examination there was no visible deformity, swelling and skin color that was the same as the surrounding area. On examination of the feel found positive tenderness. On AP pelvic X-ray examination, there was a fracture of the left femoral head with superior displacement. Treatment for this patient includes non-surgical and surgical (total hip replacement). Conclusion: The patient was diagnosed with Avascular necrosis.
General Anestesi pada Tindakan Esophagogastroduodenoscopy Millizia, Anna; Maghfirah, Phonna; Rizaldy, Muhammad Bayu
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10871

Abstract

Anestesi umum adalah suatu tindakan yang ditujukan untuk menghilangkan rasa nyeri, membuat tidak sadarkan diri dan menimbulkan amnesia yang reversibel dan dapat diprediksi. Metode atau teknik anestesi umum terbagi menjadi 3 yaitu teknik anestesi umum inhalasi, anestesi umum intravena dan anestesi umum seimbang.
Pengaruh Pemberian Edukasi terhadap Pengetahuan PMO (Pengawas Menelan Obat) Pasien TB Paru di Puskesmas Kota Lhokseumawe Tahun 2022 Afifah, Silvi; Sofia, Rizka; Herlina, Nina; Rizaldy, Muhammad Bayu
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10642

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia adalah negara ke-3 tertinggi dengan jumlah kasus TB paru terbesar di dunia. Kasus TB di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, termasuk di Provinsi Aceh. Pada tahun 2021 kasus tuberkulosis di Provinsi Aceh meningkat sebesar 32,69% dan Lhokseumawe termasuk salah satu daerah dengan peningkatan kasus TB yang tergolong tinggi. Pemerintah Indonesia telah membuat suatu program pemberantasan tuberkulosis dengan suatu regimen pengobatan yang akan diawasi oleh seorang PMO (Pengawas Menelan Obat). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan PMO pasien TB paru di Puskesmas Kota Lhokseumawe Tahun 2022. Penelitian ini melibatkan 60 orang PMO sebagai responden. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan menggunakan pengisian lembar kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan karakteristik responden dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak dari laki-laki, mayoritas responden berada pada usia dewasa tengah (41-60 tahun), mayoritas berpendidikan SMA/MAN, pekerjaan terbanyak adalah IRT (Ibu Rumah Tangga) dan hubungan kekerabatan dengan pasien terbanyak adalah seorang istri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan responden dari yang semula 26,7% menjadi 88,3% dalam kategori baik setelah diberikan edukasi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan PMO (Pengawas Menelan Obat) pasien TB paru di Puskesmas Kota Lhokseumawe Tahun 2022
Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two-stage Revision Rizaldy, Muhammad Bayu; Santoso, Asep; Mariyanto, Ismail; Sibarani, Tangkas; Anwar, Iwan Budi
The Hip and Knee Journal Vol 5, No 1 (2024): February
Publisher : Indonesian Hip and Knee Society (IHKS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46355/hipknee.v5i1.135

Abstract

Periprosthetic joint infection (PJI) is common among complications of knee arthroplasty. Treatment is based on many factors in each patient individually, especially the time onset of infection whether it is acute or chronic. Two stage revision is the best method in chronic PJI case under certain circumstances. There are few patients in three years period whom diagnosed with chronic PJI after Total Knee Arthroplasty (TKA). All patients diagnosed more than three months postoperatively, confirmed by clinically sinuses on the knee, and some patients have blood test and radiological sign of infection. All treated with two stage revision which is debridement, removal all implant put articulating knee spacer in the first operation, continue with arthroplasty with constrain implant in the second operation after infection confirmly eradicated and treated by one consultant surgeon in the same hospital. All patients treated with the same method have good results which are no pain, stable knee and satisfying knee Range of motion (ROM) following different recovery time. Two-stage revision have a good success rate in chronic PJI treatment as long as the patient fulfill the treatment criteria.
Studi Kasus Stunting pada Anak Usia 18 Bulan di Desa Kayee Panyang Puskesmas Bayu Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022 Jannah, Jauza Raudhatul; Zara, Noviana; Mauliza, Mauliza; Surayya, Rahmi; Rizaldy, Muhammad Bayu; Siregar, Sarah Rahmayani; Fona, Tischa Rahayu; Al Muqsith, Al Muqsith; Fauzan, Ahmad; Syafridah, Anita
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 6 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i6.10041

Abstract

Stunting adalah masalah nutrisi kronis yang disebabkan oleh multifaktorial dan terjadi pada lintas generasi. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai. Selama 20 tahun terakhir, penanganan masalah stunting sangat lambat. Masyarakat di Indonesia sering menganggap tubuh pendek atau tinggi merupakan keturunan. Penelitian membuktikan bahwa faktor keturunan hanya berkontribusi 15%, sementara faktor yang paling besar berkaitan dengan nutrisi, hormon pertumbuhan, dan infeksi berulang. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang anak balita An. F perempuan berusia 18 bulan di Desa Kayee Panyang Bayu tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien melalui pendekatan home visit. stunting ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan edukasi dan tatalaksana secara komprehensif. Dilakukan edukasi tentang stunting dan pemberian berupa nutrisi seperti PMT, susu, multivitamin untuk mempertahankan BB normal dan tumbuh kembang sesuai usia. Kesimpulan studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak tersebut, diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pola asuh ibu, ekonomi keluarga, dan kurangnya promosi kesehatan.