Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Palmaris Longus Tendon Free Grafting in Neglected Extensor Pollicis Longus Tendon Rupture – case report Nino Nasution; Muhammad Bayu Rizaldy
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 5 (2018): Nutrisi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i5.789

Abstract

A patient presented with inability to use his right thumb properly after work accident due to ruptured right Extensor Pollicis Longus (EPL). A tendon free grafting from the Palmaris Longus (PL) was performed to repair the ruptured EPL.   Pasien datang dengan keluhan tidak mampu menggunakan ibu jari tangan kanan setelah kecelakaan kerja, dicurigai mengalami ruptur Extensor Pollicis Longus (EPL) kanan. Tindakan free tendon graft dari palmaris longus (PL) dilakukan untuk memperbaiki tendon EPL yang telah ruptur.
Acute Medical Response Lubis, Melcy Putri; Millizia, Anna; Zahrina, Zahrina; Rizaldy, Muhammad Bayu
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 6 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i6.19048

Abstract

Acute Medical Response adalah respon medis yang dilakukan untuk meminimalisir mortalitas dan morbiditas serta mempercepat pemulihan (recovery) dari korban, akibat dari suatu kejadian yang menimbulkan bencana. Kejadian dan usaha penanggulangan bencana mengikuti suatu siklus yang dimulai dari fase mitigasi - kesiagaan - kejadian - pananggulangan akut - pemulihan - rekonstruksi - pengembangan. Yang dimaksud dengan fase akut adalah fase kesiagaan (preparedness), fase kejadian (impact) dan penanggulangan akut (acute respon). Pada fase tanggap darurat keterlibatan komunitas akan semakin luas, salah satunya peran WHO. Emergency response framework oleh WHO, dijelaskan bahwa komitmen inti WHO dalam tanggap darurat adalah tindakan-tindakan yang akan dilakukan organisasi dan dapat dipertanggungjawabkan selama masa darurat dengan konsekuensi kesehatan masyarakat. Beberapa tindakan WHO untuk memastikan respons sektor kesehatan yang efektif dan tepat waktu pada fase tanggap darurat dijelaskan pada framework tersebut. Tujuan utama Acute Medical Response adalah menstabilkan pasien, memberikan intervensi yang menyelamatkan nyawa, dan memastikan transportasi yang aman ke fasilitas kesehatan untuk perawatan lebih lanjut.
An Overview of Antibiotic Use, Length of Stay, and Amputation Incidents in Diabetic Foot Patients at Cut Meutia Regional Hospital Debbyousha, Maulina; Bayu Rizaldy, Muhammad; Syifa, Siti
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 11 No.1 Mei 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic foot ulcer is a condition of ulceration on the skin surface associated with neuropathy and angiopathy in the lower extremities. Improperly treatment for diabetic foot resulting significant functional and financial consequences for the patient. The purpose of study was to determine and assess an Overview of Antibiotic Use, Length of Stay and Amputation Incidents in Diabetic Foot Patients at Cut Meutia Regional Hospital. This type of research is descriptive research using a purposive sampling method with a cross-sectional approach with a sample size of 55 people using the Slovin formula. Data were processed using the univariate method with the results in the form of characteristics of patients are middle age 45-59 years (42.5%), the most patients were male (57.5%) and the majority of patients were housewives (36.3%). The most common description of antibiotic usage is combination antibiotics (71.3%) with the majority is a combination of cephalosporin and metronidazole (48.8%). The most commonly prescribed single antibiotics are cephalosporins (25%). Meanwhile, the length of stay was <7 days (55%) and the majority of patients did not experience amputation (76.3%). The conclusion of this study was the majority of patients were men, middle age 45-59 years, the majority of occupations were housewives, The use of antibiotics was dominated by a combination of cephalosporins with metronidazole and the single antibiotic used was a cephalosporin, the length of stay was <7 days, and the patients did not experience amputation. Keywords: diabetic ulcer, antibiotics, combination therapy, complication
Sirkumsisi Massal Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Anak di desa Keude Krueng Geukuh Fauzan, Ahmad; Chairunnisa; Ikhlas, Muhammad; Fathia, Tasya; Sayuti, Muhammad; Rizka, Adi; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Rizal, Muhammad Ifani Syarkawi; Wahyuni, Hendra; Rizaldy, Muhammad Bayu; Iqbal, Teuku Yudhi; Millizia, Anna; Ikhsan, Maulana
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23657

Abstract

Pendahuluan: Sirkumsisi merupakan tindakan bedah minor yang memiliki implikasi penting dalam pencegahan penyakit infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi anak laki-laki. Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sirkumsisi massal di Desa Keude Krueng Geukuh sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan reproduksi anak di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Metode: Metode dorsumsisi dipilih untuk menjamin keamanan dan meminimalkan risiko komplikasi, dengan pelibatan lintas profesi medis dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa prosedur dapat dilaksanakan secara efektif dengan tingkat komplikasi minimal, disertai penerimaan yang baik dari peserta dan pendamping berkat edukasi yang komprehensif. Kegiatan ini juga berhasil mengintegrasikan aspek medis dan sosial budaya, yang menjadi faktor krusial dalam keberlanjutan intervensi kesehatan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik, kolaboratif, dan berbasis komunitas sangat diperlukan untuk mengoptimalkan hasil intervensi kesehatan anak. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya replikasi model serupa di wilayah lain guna memperkuat strategi nasional dalam penurunan morbiditas terkait infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi sejak usia dini. Kata kunci: sirkumsisi massal, dorsumsisi, kesehatan reproduksi anak, pencegahan infeksi, intervensi komunitas
Deteksi Dini Kejadian Shock Hipovolemia, What To Do Next? Pelatihan Tenaga Kesehatan RSUD Cut Meutia Millizia, Anna; Debbyousha, Maulina; Rizaldy, Muhammad Bayu; Moharry, Faiz Alwan; Pilson, Soni
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13387

Abstract

Pelayanan yang bermutu dan aman dilaksanakan pada semua pelayanan di rumah sakit. Rumah sakit menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna meliputi pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap dan pelayanan gawat darurat. Syok hipovolemik merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penangan cepat dan tepat untuk mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas. Hal tersebut tentunya memerlukan pengetahuan yang mumpuni untuk dapat memberikan terapi yang tepat pada pasien. Pada keadaan syok hipovolemik kondisi pasien sangat buruk dengan tingkat mortalitas sangat tinggi. Apabila keadaan ini tidak ditangani segera maka akan menimbulkan kerusakan permanen dan bahkan kematian. Untuk itu pengetahuan perawat disetiap tempat/ruangan sangat dibutuhkan untuk mengenal keadaan syok hipovolemik sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Adapun metode yang digunakan dalam rangka menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan tentang deteksi dini syok hipovolemik dan keterampilan dalam melakukan resusitasi cairan yang cepat dan tepat. Target dari pelaksanaan program pelatihan dan edukasi ini adalah Tersedianya tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan  yang baik tentang syok hipovolemik yang terlihat dari peningkatan nilai pre test dan post test. Selain itu, pengabdian ini juga diharapkan mampu untuk menghasilkan luaran dalam bentuk publikasi di media cetak/elektronik dan jurnal pengabdian masyarakat.
Sirkumsisi Menjaga Kebersihan dan Mencegah Risiko Infeksi serta Keganasan Penis Ultsany, Mutia; Lubis, Putri Sabrina; Fauzan, Ahmad; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Rizal, Muhammad Ifani Syarkawi; Wahyuni, Hendra; Rizaldy, Muhammad Bayu; Iqbal, Teuku Yudhi; Millizia, Anna
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.18345

Abstract

Pendahuluan: sirkumsisi dalam dunia medis bermakna pemotongan kulit pada ujung penis atau prepusium untuk mencegah penumpukan kuman atau kotoran yang dapat menyebab infeksi yang paling sering diderita anak adalah infeksi saluran kemih (ISK) dan dapat juga meningkatkan resiko Infeksi Menular Seksual (IMS). Tujuan: pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan membantu masyarakat dengan memberikan pelayanan sirkumsisi secara gratis kepada mereka yang membutuhkan. Metode: melakukan intervensi langsung berupa tindakan sirkumsisi kepada setiap peserta. Hasil: hasil kegiatan pengabdian ini mendapatkan jumlah peserta yang mendaftar 70 orang, dan memenuhi syarat semua untuk dilakukan sirkumsisi. Semua peserta yang telah dilakukan sirkumsisi diberikan obat antibiotik dan analgetik serta dilakukan pembukaan verban pada peserta terhitung 3 hari dari hari telah dilakukannya tindakan sirkumsisi tersebut.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Bahaya Stroke melalui Pemeriksaan Faktor Resiko Stroke pada Brain Awareness Week Ikhsan, Maulana; Maulina, Meutia; Z, Khairunnisa; Rizaldy, Muhammad Bayu; Rizka, Adi; Husna, Cut Asmaul
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.20937

Abstract

Brain Awareness Week (BAW) adalah inisiatif internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan dukungan publik terhadap ilmu saraf dan kesehatan otak. Di Indonesia, rendahnya kesadaran masyarakat tentang pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kondisi neurologis menjadi tantangan utama, terutama dengan bertambahnya populasi lansia. Melalui BAW 2024 di Lhokseumawe, kami bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan otak serta mendorong pencegahan dan intervensi dini terhadap kondisi seperti stroke dan degenerasi otak. Acara ini juga diharapkan menjadi platform untuk memperkuat kolaborasi antara peneliti, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan,sekaligus meningkatkan dukungan pemerintah terhadap pendanaan penelitian ilmu saraf. Dengan menampilkan manfaat ilmu saraf bagi kesehatan masyarakat dan ekonomi, BAW berupaya mendapatkan perhatian lebih besar dari berbagai pihak, termasuk lembaga internasional. Melalui edukasi dan kolaborasi, acara ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam memajukan kesadaran dan inovasi kesehatan otak di Indonesia.
Analisis Terapan Persetujuan Tindakan Medik Pada Pasien Anak dan Dewasa di RSU Cut Mutia Khairunnisa, Cut; Fardian, Nur; Mauliza, Mauliza; Rizaldy, Muhammad Bayu
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20236

Abstract

Medical approval is part of the therapeutic agreement that occurs between doctors and patients. Approval of medical procedures is carried out on high-risk medical procedures by doctors such as surgery and anesthesia. After both parties agree, the approval of medical action must be signed by both parties, both doctors and patients. This study aims to analyze the implementation of medical action approval carried out at RSU Cut Mutia, North Aceh Regency. This study involved 30 participants who conducted indept interviews, and the data was analyzed qualitatively. The results of the study found four themes in the application of medical action approval at RSU Cut Mutia, namely: The level of understanding and knowledge that is lacking on the part of patients and their families, the use of medical language or terms by doctors, the clarity of information provided by doctors, the absence of witnesses from the patient in signing medical action approvals.
Osteochondroma pada Pasien Perempuan Usia 15 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Aceh Utara Islah Salsabila; Muhammad Bayu Rizaldy
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v4i1.5760

Abstract

Osteochondroma, also known as osteocartilaginous exostosis or cartilage-capped exostosis, is a bony protrusion on the surface of a bone that may appear broad-based (sessile) or stalk-like (pedunculated), and is covered by a cartilage cap. Osteochondroma can arise from the medullary cavity or cortical bone. A patient presented to the Orthopedic Surgery Clinic at Cut Meutia General Hospital with a complaint of a lump on the left arm, specifically on the upper arm region. The patient reported that the lump initially appeared small but had gradually increased in size over the past six months. On physical examination, a firm, immobile mass measuring approximately 4.5 × 4.5 cm was found. The lump was painful, and the pain was exacerbated by palpation and arm movement, resulting in limited motion of the left upper extremity. The patient denied any history of trauma or radiation exposure. Laboratory findings were within normal limits. Radiographic examination of the left humerus revealed a mass located on the proximal one-third of the humerus. Anatomical pathology examination showed findings suggestive of osteochondroma. Based on the anamnesis, physical examination, and supporting investigations, the patient was diagnosed with a bone tumor consistent with osteochondroma. Radiographic imaging of the left humerus demonstrated a pedunculated lesion with a stalk-like appearance resembling a “cauliflower,” projecting away from the joint. The articular space appeared normal without narrowing, and there was calcification surrounded by cartilaginous tissue. A wide excision procedure was performed to remove the tumor tissue completely. The excised specimen was then sent for histopathological examination, which confirmed the diagnosis of osteochondroma. Postoperatively, the patient was educated about the condition and advised to maintain a healthy lifestyle and consume nutritious food. Because the patient received appropriate and timely treatment, the prognosis was considered good.                                                               
Edukasi dan Skrining Kesehatan Kardiometabolik melalui Pemeriksaan Komposisi Tubuh dan Profil Lipid Peserta Jalan Santai Anna Millizia; Rivhan Fauzan; Muhammad Husni Fansury Nasution; Muhammad Bayu Rizaldy; Aryandi Darwis; Yuziani Yuziani; Nadia Aulia; Sherina Aditya; Alya Fadila; Mumtaz Alvira; Muhammad Ezyra; Muhammad Syifa Albi; Dafa Faruq
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.26124

Abstract

Pendahuluan: Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang berperan penting terhadap terjadinya aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Prevalensi dislipidemia di Indonesia masih tinggi dan meningkat seiring tingginya kasus obesitas, terutama akibat akumulasi lemak tubuh dan lemak visceral yang berhubungan dengan resistensi insulin serta gangguan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komposisi tubuh dengan profil lipid dan kesadaran gizi seimbang pada masyarakat. Metode: Kegiatan penelitian dilaksanakan pada acara Dies Natalis Universitas Malikussaleh dengan melibatkan 279 peserta. Proses penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran kadar kolesterol dan komposisi tubuh dengan Body Composition Analyzer, pemberian edukasi gizi seimbang, serta evaluasi hasil pemeriksaan. Data dianalisis untuk menilai keterkaitan komposisi tubuh dengan profil lipid. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan variasi usia responden 20–70 tahun dengan kadar lemak tubuh 11–45%, otot rangka 49–82%, serta indeks lemak visceral 1–14. Kadar kolesterol berkisar antara 141–183 mg/dL, dengan kecenderungan lebih tinggi pada responden berusia lanjut, memiliki lemak tubuh dan lemak visceral tinggi, serta massa otot rendah. Temuan ini memperkuat bahwa akumulasi lemak visceral dan rendahnya massa otot meningkatkan risiko dislipidemia, sementara massa otot yang lebih tinggi berperan protektif. Edukasi gizi seimbang turut meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat. Kesimpulan: Terdapat hubungan erat antara komposisi tubuh dengan kadar kolesterol, di mana lemak tubuh dan visceral tinggi serta massa otot rendah meningkatkan risiko dislipidemia. Intervensi berupa pengendalian obesitas, peningkatan aktivitas fisik, dan edukasi gizi seimbang sangat penting untuk pencegahan penyakit metabolik dan kardiovaskular di masyarakat. Kata kunci: dislipidemia, komposisi tubuh, lemak viseral, otot rangka, kolesterol, gizi seimbang