Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan Non PIK-R Dewi Puspita Sari; Eny Retna Ambarwati; Reni Tri Lestari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v6i1.84

Abstract

ABSTRACTBackground: Adolescents are the future of a nation and ensuring their high capacity is crucial for country development. However, the phenomenon of early marriage is common and is one of the major adolescents’ concerns in Indonesia. Youth Information and Counselling Centre (PIK-R) is a container-managed preparation of family life program activitiesof, by and for youth to provide information and counseling about PKBR (Preparation of Family Life For Adolescents) and other support activities. From the results of a preliminary study in the Purwomartani village still many marriages at a young age and the high divorce rate that occurred in the region.Objective: To determine differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family life for adolescents at PIK-R and no PIK-R.Methode: This research uses study comparative design with cross sectional approach models. Respondents in this research is adolescents aged 18-21 years of the total 78 respondents. There is 39 from PIK-R and 39 from no PIK-R. The instrument used in this research is the questionnaire. Bivariate analysis using Man Whitney test.Results: The level of adolescents knowledge about PKBR at PIK-R in good categories were 21 (55.26%), while at no PIK-R in good categories as much as 9 (23.68%). Man Whitney analysis with p-value 0.000 (<0.05).Conclution: There are significant differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family life for adolescents (PKBR) at PIK-R and no PIK-R.Key Words: Knowledge, adolecents, PKBR, PIK-R INTISARILatar Belakang: Remaja adalah modal bagi pembangunan bangsa di masa depan yang mempersiapkan dirinya mencapai cita-cita termasuk merencanakan kehidupan berkeluarganya. Fenomena remaja yang menikah atau kawin muda terjadi dan mendapat perhatian yang cukup besar di Indonesia. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang PKBR serta kegiatan penunjang lainnya. Hasil studi pendahuluan di Desa Purwomartani masih banyak pernikahan diusia muda dan angka perceraian masih tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan non PIK-R.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif, dengan model pendekatan secara cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah remaja usia 18-21 tahun sebanyak 78 orang, terdiri dari 39 remaja PIK-R dan 39 remaja non PIK-R. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis bivariat menggunakan uji Man Whitney.Hasil: Tingkat pengetahuan remaja tentang PKBR pada PIK-R dalam kategori baik sebanyak 21 (55,26%), sedangkan pada non PIK-R dalam kategori baik sebanyak 10 (25.6%). Dengan hasil uji statistik Mann Whitney p-value 0.000 (<0.05).Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan non PIK-R di Desa Purwomartani.Kata kunci: Pengetahuan, remaja, PKBR, PIK-R 
PENDIDIKAN, PENDAPATAN KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Eny Retna Ambarwati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v1i1.35

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya ma- nusia, serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingku- ngan yang sehat di rumah tangga. Upaya peningkatan perilaku sehat di rumah tangga belum menunjukkan hasil yang optimal. Dalam mengatasi masalah kesehatan yang terjadi pada keluarga, yang mengambil keputusan dalam pemecahannya adalah tetap kepala keluarga atau anggota keluarga yang dituakan, merekalah yang yang menen- tukan masalah dan kebutuhan keluarga.Tujuan: Mengetahui adakah hubungan antara pendidikan, pendapatan kepala keluarga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada tatanan rumah tangga di dusun Kwasen, Srimartani, Piyungan, Bantul.Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal di dusun Kwasen Srimartani, Piyungan Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode exhaustive sampling. Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu; variabel bebas (independen) adalah pendidikan Kepala Keluarga dan pendapatan keluarga serta variabel terikat (dependen) adalah PHBS pada tatanan rumah tangga. Analisis yang digunakan den- gan cara analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan menggunakan chi kuadrat (X2).Hasil: Dari penelitian diketahui ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan kepala keluargadengan PHBS pada tatanan rumah tangga di dusun Kwasen, Srimartani, Piyungan, Bantul. Pendidikan kepala keluarga mayoritas tamat SLTP s/d SLTA yaitu sebanyak 164 KK (46.59%), dan diikuti tidak sekolah/tamat pendidikan SD yaitu sebanyak 128 KK (36.36%), sedangkan minoritas tamat perguruan tinggi yaitu sebanyak 60 KK (17.05%). Kepala keluarga mayoritas mempunyai pendapatan < UMR yaitu sebanyak 219 KK (62.22%) dan minoritas mempunyai pendapatan ≥ UMR yaitu sebanyak 133 KK (37.78%). Kepala keluarga dengan PHBS sehat II yaitu sebanyak 167 KK (47,40%) diikuti dengan sehat III sebanyak 167 KK (47.40%), sehat IV sebanyak 71 KK (20.20%)serta minoritas kepala keluarga dengan sehat I yaitu sebanyak 2 KK (0,60%).Simpulan: Ada hubungan antara pendidikan dan pendapatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat
Evaluasi Sistem Pengelolaan Rekam Medis Pasien Rawat Inap Study Kualitatif di RSKIA UMI KHASANAH Tri Tri Ariani; Eny Retna Ambarwati; Wiyadi Wiyadi
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 9, No 3: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v9i3.122

Abstract

ABSTRACTGood management of medical records to support hospital services and useful if the information contained therein is complete and accurate. Medical record data is needed in the process of recording and reporting routine hospitals. The purpose of this research is to treat and manage medical records of inpatients at RSKIA Umi Khasanah Bantul. descriptive research with a qualitative approach. Research subjects Director, medical record personnel, midwives and doctors. Data collection using in-depth interview techniques supported by documentation. Data analysis technique with reduction, presentation, conclusion. The results of the patient's medical research using a manual system. Medical records are more than 2 x 24 hours because the medical record documents are not completely filled, the storage space is not sufficient, the SOP for medical records is not complete, the length of providing medical records according to the law is <15 minutes, supervision medical records seen from the assessment indicators. The problem is that there is still a lack of medical record personnel, insufficient infrastructure.Keywords: Evaluation, Management, Medical Records
Pemberdayaan Keluarga melalui Asuhan Kebidanan Keluarga dalam Komunitas Sebagai Upaya Meningkatkan Status Kesehatan Keluarga Eny Retna Ambarwati
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 1 No 1 (2019): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v1i1.199

Abstract

Asuhan Kebidanan Keluarga dalam komunitas ini dilaksanakan di dusun Dukuh Desa Guwosari Pajangan Bantul. Permasalahan yang diangkat sebagai program adalah permasalahan kurangnya pengetahuan keluarga tentang pentingnya gizi seimbang pada balita, pentingnya ASI Eksklusif pada bayi, tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya ASI bagi bayi, pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Solusi yang ditawarkan adalah asuhan kebidanan keluarga dengan memberikan penyuluhan menggunakan metode pendampingan, wawancara, demosntrasi, dan diskusi. Adapun penyuluhan yang menjadikan program prioritas yaitu penyuluhan pentingnya gizi seimbang pada balita, penyuluhan ASI Eksklusif pada bayi, KIE tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil, penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan, pentingnya ASI bagi bayi, penyuluhan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Program ini dilakukan dengan memberdayakan keluarga. Pemberdayaan tersebut berdampak pada peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dalam mengatasi permasalahan kesehatan di keluarga sehingga harapannya dapat menngkatkan status kesehatan keluarga di Dusun Dukuh Pajangan Bantul.
EFEKTIVITAS JUS TOMAT DAN JUS NANAS TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI SLEMAN Murgi Handari; Feberianti Sihotang; Eny Retna Ambarwati
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 9 No 1 (2020): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v9i1.324

Abstract

Background: hypertensive is the major health problem in indonesia. the highest prevalence of hypertension in indonesia is in the 35-44 years age group (31,6%). treatment of hypertension can use non-pharmacological therapies including tomatoes juice and pineapples juice therapy.Objective: the difference of giving tomatoes juice and pineapples juice on reducing blood pressure in patients with hypertension in sleman.Methods: this research was a quantitative study, used a quasi-experimental method with pre and post test one group design. the sample amount was 30 peoples who were divided into two groups, each group consist of 15 peoples. the sampling technique used purposive sampling. data analysis used paired t test and independent t test. Results: the paired t test results in the systolic and diastolic groups of tomatoes juice values p=0,000 and 0.001, while the systolic and diastolic pineapples juice groups had a similarity of values p=0,000, in both groups have value p<0.05. the results of independent t test on average systolic and diastolic blood pressure after given tomatoes juice therapy were 139.33 / 87.33 mmhg with value p=0.007 and pineapples juice therapy 127.33 / 76 mmhg with value p=0.001.Conclusion: there was a difference in effect between of tomatoes juice and pineapples juice on blood pressure in people with hypertension.
KARAKTERISTIK PERNIKAHAN DINI: SURVAY ANALISIS DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Eny Retna Ambarwati; Kurniasari Pratiwi; Reni Tri Lestari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11202

Abstract

There are still some people who marry at an early age, so it is not in accordance with the applicable law. This study aims to determine the characteristics of early marriage in Sleman Regency, Yogyakarta. The determinants studied included age at the beginning of marriage, last education, occupation, income, and access to health information. This type of research was a survey. The sample was selected using the multistage proportional random sampling technique with a sample size of 208 respondents from 17 sub-districts in Sleman Regency. Data were collected through filling out a questionnaire, then analyzed descriptively in the form of frequencies and percentages. The results showed that most of the respondents were 19 years old (62.98%), had high school education (73.56%), did not work (66%), got information from social media (67.31%). Age at the beginning of marriage, last education, employment status, income, and access to health information contributed greatly to the incidence of early marriage. Keywords: early marriage; age at the beginning of marriage; education; occupation; income; access to health information. ABSTRAK Masih ada sebagian masyarakat yang melangsungkan pernikahan pada usia dini, sehingga tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pernikahan dini di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Determinan-determinan yang diteliti antara lain usia pada awal pernikahan, pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan, dan akses terhadap informasi kesehatan. Jenis penelitian adalah survei. Sampel dipilih dengan teknik multistage proportional random sampling dengan ukuran sampel 208 responden, dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianlisis secara deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 19 tahun (62,98%), berpendidikan sekolah menengah atas (73,56%), tidak bekerja (66%), mendapatkan informasi dari media sosial (67,31%). Usia pada awal pernikahan, pendidikan terakhir, status pekerjaan, pendapatan, dan akses terhadap informasi kesehatan berkontribusi yang besar terhadap kejadian pernikahan dini. Kata kunci: pernikahan dini; usia pada awal pernikahan; pendidikan; pekerjaan; pendapatan; akses terhadap informasi kesehatan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA WANITA USIA SUBUR MELALUI DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN METODE SADARI SEBAGAI UPAYA AWAL UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN IBU Eny Retna Ambarwati; Isabela Rahmawati
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 1 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.08 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i1.3357

Abstract

Pembangunan kesehatan searah dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas fisik, mental, maupun sosial, sehingga produktif secara ekonomi serta sosial. Individu yang sehat memiliki kemampuan fisik dan daya pikir yang lebih kuat, sehingga dapat berkontribusi secara produktif dalam pembangunan masyarakatnya. Peningkatan status kesehatan masyarakat, khususnya ibu dilakukan dengan indikator menurunnya angka kematian ibu dan meningkatnya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Wanita turut mempengaruhi kualitas generasi penerus karena fungsi reproduksi wanita berperan dalam mengembangkan SDM di masa mendatang. Sebagian besar wanita ada dalam tingkat pengetahuan yang rendah tentang cara deteksi dini kanker payudara dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan gerakan masyarakat hidup sehat melalui promosi deteksi dini kanker payudara dengan sadari. Penyuluhan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 12 Mei 2019, pukul 15.30 Wib di PKK Dusun sumbergamol Desa Balecatur Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan sebanyak 40 wanita usia subur. Sebelum dilakukan penyuluhan, peserta diberikan pretest untuk melihat tingkat pengetahuan tentang kanker payudara. Kemudian dilakukan penyuluhan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Penyuluhan dilakukan menggunakan media liflet selanjutnya dilakukan praktik sadari. Terakhir dilakukan postest untuk melihat peningkatan pengetahun dan perilaku terhadap materi yang telah diberikan. Nilai pre test sebesar 76,67% dan setelah dilakukan penyuluhan, kemudian dilakukan post test, dapat dilihat bahwa nilai posttest meningkat menjadi 86,67%. Terjadi peningkatan sebesar 10%.
PENDIDIKAN, PENDAPATAN KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Eny Retna Ambarwati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.074 KB) | DOI: 10.36307/jik.v1i1.35

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya ma- nusia, serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingku- ngan yang sehat di rumah tangga. Upaya peningkatan perilaku sehat di rumah tangga belum menunjukkan hasil yang optimal. Dalam mengatasi masalah kesehatan yang terjadi pada keluarga, yang mengambil keputusan dalam pemecahannya adalah tetap kepala keluarga atau anggota keluarga yang dituakan, merekalah yang yang menen- tukan masalah dan kebutuhan keluarga.Tujuan: Mengetahui adakah hubungan antara pendidikan, pendapatan kepala keluarga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada tatanan rumah tangga di dusun Kwasen, Srimartani, Piyungan, Bantul.Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal di dusun Kwasen Srimartani, Piyungan Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode exhaustive sampling. Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu; variabel bebas (independen) adalah pendidikan Kepala Keluarga dan pendapatan keluarga serta variabel terikat (dependen) adalah PHBS pada tatanan rumah tangga. Analisis yang digunakan den- gan cara analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan menggunakan chi kuadrat (X2).Hasil: Dari penelitian diketahui ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan kepala keluargadengan PHBS pada tatanan rumah tangga di dusun Kwasen, Srimartani, Piyungan, Bantul. Pendidikan kepala keluarga mayoritas tamat SLTP s/d SLTA yaitu sebanyak 164 KK (46.59%), dan diikuti tidak sekolah/tamat pendidikan SD yaitu sebanyak 128 KK (36.36%), sedangkan minoritas tamat perguruan tinggi yaitu sebanyak 60 KK (17.05%). Kepala keluarga mayoritas mempunyai pendapatan < UMR yaitu sebanyak 219 KK (62.22%) dan minoritas mempunyai pendapatan ≥ UMR yaitu sebanyak 133 KK (37.78%). Kepala keluarga dengan PHBS sehat II yaitu sebanyak 167 KK (47,40%) diikuti dengan sehat III sebanyak 167 KK (47.40%), sehat IV sebanyak 71 KK (20.20%)serta minoritas kepala keluarga dengan sehat I yaitu sebanyak 2 KK (0,60%).Simpulan: Ada hubungan antara pendidikan dan pendapatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat
Evaluasi Sistem Pengelolaan Rekam Medis Pasien Rawat Inap Study Kualitatif di RSKIA UMI KHASANAH Tri Tri Ariani; Eny Retna Ambarwati; Wiyadi Wiyadi
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 9, No 3: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.086 KB) | DOI: 10.36307/jik.v9i3.122

Abstract

ABSTRACTGood management of medical records to support hospital services and useful if the information contained therein is complete and accurate. Medical record data is needed in the process of recording and reporting routine hospitals. The purpose of this research is to treat and manage medical records of inpatients at RSKIA Umi Khasanah Bantul. descriptive research with a qualitative approach. Research subjects Director, medical record personnel, midwives and doctors. Data collection using in-depth interview techniques supported by documentation. Data analysis technique with reduction, presentation, conclusion. The results of the patient's medical research using a manual system. Medical records are more than 2 x 24 hours because the medical record documents are not completely filled, the storage space is not sufficient, the SOP for medical records is not complete, the length of providing medical records according to the law is <15 minutes, supervision medical records seen from the assessment indicators. The problem is that there is still a lack of medical record personnel, insufficient infrastructure.Keywords: Evaluation, Management, Medical Records
Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan Non PIK-R Dewi Puspita Sari; Eny Retna Ambarwati; Reni Tri Lestari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.815 KB) | DOI: 10.36307/jik.v6i1.84

Abstract

ABSTRACTBackground: Adolescents are the future of a nation and ensuring their high capacity is crucial for country development. However, the phenomenon of early marriage is common and is one of the major adolescents’ concerns in Indonesia. Youth Information and Counselling Centre (PIK-R) is a container-managed preparation of family life program activitiesof, by and for youth to provide information and counseling about PKBR (Preparation of Family Life For Adolescents) and other support activities. From the results of a preliminary study in the Purwomartani village still many marriages at a young age and the high divorce rate that occurred in the region.Objective: To determine differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family life for adolescents at PIK-R and no PIK-R.Methode: This research uses study comparative design with cross sectional approach models. Respondents in this research is adolescents aged 18-21 years of the total 78 respondents. There is 39 from PIK-R and 39 from no PIK-R. The instrument used in this research is the questionnaire. Bivariate analysis using Man Whitney test.Results: The level of adolescents knowledge about PKBR at PIK-R in good categories were 21 (55.26%), while at no PIK-R in good categories as much as 9 (23.68%). Man Whitney analysis with p-value 0.000 (<0.05).Conclution: There are significant differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family life for adolescents (PKBR) at PIK-R and no PIK-R.Key Words: Knowledge, adolecents, PKBR, PIK-R INTISARILatar Belakang: Remaja adalah modal bagi pembangunan bangsa di masa depan yang mempersiapkan dirinya mencapai cita-cita termasuk merencanakan kehidupan berkeluarganya. Fenomena remaja yang menikah atau kawin muda terjadi dan mendapat perhatian yang cukup besar di Indonesia. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang PKBR serta kegiatan penunjang lainnya. Hasil studi pendahuluan di Desa Purwomartani masih banyak pernikahan diusia muda dan angka perceraian masih tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan non PIK-R.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif, dengan model pendekatan secara cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah remaja usia 18-21 tahun sebanyak 78 orang, terdiri dari 39 remaja PIK-R dan 39 remaja non PIK-R. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis bivariat menggunakan uji Man Whitney.Hasil: Tingkat pengetahuan remaja tentang PKBR pada PIK-R dalam kategori baik sebanyak 21 (55,26%), sedangkan pada non PIK-R dalam kategori baik sebanyak 10 (25.6%). Dengan hasil uji statistik Mann Whitney p-value 0.000 (<0.05).Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan non PIK-R di Desa Purwomartani.Kata kunci: Pengetahuan, remaja, PKBR, PIK-R 
Co-Authors -, Waryana -, Waryana Adity Dwi Treasa Andika, I Putu Juni Andina Vita Sutanto Annisa Putu Yahya Ansar Ansar Arlia Asmaret, Desi Brahmana, Ivanna Beru Dadang Muhammad Hasyim Dewi Puspita Sari Dewi Puspita Sari Djunaedi Djunaedi Dunggio, Abdul Rivai Saleh Dwi Yulinda Elsye Maria Rosa Endang Khoirunnisa Feberianti Sihotang Fika Lestari Hadi Ashar Halisah, Halisah Hariati, Andi Intanwati Intanwati Isabela Rahmawati Isabela Rahmawati Isabela Rahmawati Istichomah Istichomah, Istichomah Iswanto Iswanto Kiswarjanu, Dienda Sesioria Assyakur Kumorojati, Ratih Kurniasari Pratiwi Kurniasih, Uun Kurniati Nawangwulan Mardiyono, Mardiyono Massaguni, Masnita Melyana Nurul Widyawati Mena Sari Mohammad Arifin Noor Murgi Handari Murgi Handari, Murgi Nadia Faradilla Nendhy Wahyunia Utami Niarna Lusi Nicholas Renaldo Prihastuti Prihastuti Rahmah, Aulia Agyanti Rahmat, Rezqiqah Aulia Rahmawati, Agustini Liviana Dwi Rahmawati, Isabella Ratna Dewi Reffita, Lea Ingne Reni Tri Lestari Ria Listiyani Risdayanti Risdayanti Rita Azca Azhari Riza Viky Krisnasari Rizham Maulidatun Nisa Rizki Amalia Saputra, M. Khalid Fredy Setyo Retno Wulandari Sihotang, Feberianti Sri Wahyuni Suharyo Hadisaputro Supriatin Supriatin, Supriatin Susi Susanti Thalib, Kiki Uniatri Treasa, Adisty Dwi Tri Ariani Tri Tri Ariani Triantoro Safaria Triyani Mawarti Wahyuni, Ria Werdyaningsih, Endang Wijayanti, Agnes Erida Wijayanti, Lumastari Ajeng Wiyadi Wiyadi Wiyadi YANTI, PENTI DORA Yulis, Dian Meiliani Yundari, Yundari Yusnita Yusfik Zakka, Umar