Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP SIKAP SOSIAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SLB NEGERI HANDAYANI Teofilus Ardian Hopeman; Septiana Putri Juariyah; Aulia Rahma
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol 11, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v11i1.833

Abstract

Abstract: Parenting is the main foundation in cultivating children's social attitudes without exception for children with special needs. Parenting patterns applied by parents are often different and produce different social attitudes of children, especially in how to interact and control themselves. ABK often receive different treatment from their environment and family, so their social scope is limited. In this case, parenting and support from parents and schools are needed so that children's rights can be fulfilled such as getting love, proper education, protection, and guidance. The purpose of this study was to determine the type of parenting style for children with special needs and to know the role of parenting styles on the social attitudes of children with special needs. The social attitude referred to refers to the interaction or self- control of children in socializing while the parenting pattern includes Authoritative, Authoritarian, and Permissive parenting. This study uses qualitative research methods with triangulation instruments. The results obtained in this study are that parents are more dominant in applying Authoritative parenting and applying Permissive parenting in positive situations.Keywords: parenting, social attitudes, children with special needs  Abstrak: Pola asuh merupakan pondasi utama dalam mengolah sikap sosial anak, tanpa terkecuali ABK. Pola asuh yang diberikan orang tua kerap berbeda dan menghasilkan sikap sosial anak yang berbeda pula terkhusus pada cara beriteraksi dan megedalikan diri. ABK kerap menerima perlakuan yang berbeda dari lingkungan maupun keluarga, sehingga ruang lingkup sosialnya terbatas. Hal ini, diperlukan pola asuh serta dukungan dari orang tua serta sekolah agar hak anak dapat terpenuhi seperti mendapat kasih sayang, pendidikan yang layak, perlindungan, dan bimbingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pola asuh orang tua terhadap ABK serta mengetahui peran pola asuh orang tua terhadap sikap sosial ABK. Sikap sosial yang dimaksud merujuk pada interaksi atau pengendalian diri anak dalam bersosial sedangkan pola asuh meliputi pola asuh Authoritative, Authoritarian, dan Permissive. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan instrumen triangulasi. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah orang tua lebih dominan menerapkan pola asuh Authoritative dan menerapkan pola asuh Permissive pada situasi yang positif.Kata Kunci: pola asuh, sikap sosial, anak berkebutuhan khusus
Pengaruh Konten Youtube Ria Ricis Terhadap Agresi Verbal Netizen Aulia Rahma; Delliana, Santi
Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Vol 11 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/translitera.v11i1.1668

Abstract

More and more content creators have begun creating YouTube videos in Indonesia. One of Indonesia's famous YouTubers is named Ria Ricis. The popularity of Ria Ricis on YouTube has brought many subscribers to her. One of the Ria Ricis videos that this research focuses on was a video entitled "24 Hours of the Same as Cimoy The Discovers of Everything" The 12-minute 7-second video shows the content of questions and answers by presenting a guest star, Cimoy Montok, named Nuraini or more familiarly. Many responded positively to the video in the comment column, starting with praise and suggestions made by networkers. However, some commentaries from networkers that contained negative blasphemy, insults, mockery, provocation, etc., have been discovered. These comments contain verbal aggression elements. Verbal aggression is verbal aggression like scolding, screaming, using nonsense or harsh words that hurt things. With this research, researchers attempted to determine the effect of Ria Ricis YouTube content on netizen verbal aggression. This study uses a positive paradigm with a quantitative approach to research. In this study, the research method and type of explanatory research are used. Furthermore, the theory of stimulus-response (S-R) is used. Hypothesis tests were performed using a t-test. The results indicate that results from 8,423> t table 1,984 and regression analyses from 0,648 demonstrated strong relationships between x and y variables and showed the influence of the x and y variable. It is therefore stated that Ria Ricis' YouTube video content affects netizen's verbal aggression.
Kajian Etnosains Budaya Sunda pada Pembelajaran IPA SD Nurulaeni, Fitria; Aulia Rahma
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1899

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, era globalisasi berdampak besar terhadap kehidupan kita sehari-hari, termasuk memengaruhi nilai-nilai budaya lokal yang jika tidak terus dijaga akan tergerus habis oleh perkembangan zaman yang cepat. Maka peneliti bertujuan untuk mengkaji etnosains budaya Sunda yang dikaitkan pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian sosial budaya, dengan pendekatan etnografi dan mencakup seluruh kajian kemanusiaan yang kompleks, kajian interpersonal, kajian sosial budaya. Teknik pengambilan data melalui wawancara dengan guru kelas 4 dan observasi pada pembelajaran IPA di kelas 4 SDN Cisaat untuk mengetahui kajian-kajian etnosains khususnya budaya Sunda pada pembelajaran IPA yang sudah diterapkan pada sekolah dasar. Adapun hasil dari penelitian ini berdasarkan data-data yang sudah peneliti kumpulkan menunjukkan bahwa melalui penerapan etnosains terhadap pembelajaran IPA mampu menciptakan hasil pembelajaran yang lebih efektif dan lebih ampuh, dikarenakan pada etnosains ini pembelajaran sains dasar akan dihubungkan atau dikaitkan secara langsung dengan berbagai kegiatan-kegiatan peserta didik sehari-hari atau yang sering dia temukan secara langsung.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM Elok Dwi Cahyani; Aldhina Janurti; Aulia Rahma; Gusriani
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 2 (2024): JSRD, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i2.640

Abstract

Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara-negara berkembang. Risiko asfiksia pada bayi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, termasuk adanya komplikasi obstetri. Ketuban pecah dini (KPD) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kejadian asfiksia neonatorum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian ketuban pecah dini (KPD) dan risiko asfiksia pada bayi baru lahir melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode: Tinjauan literatur dilakukan dengan mencari artikel dan jurnal ilmiah dari database seperti PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan meliputi "ketuban pecah dini" dan "Asfiksia Neonatorum." Studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk menilai hubungan antara KPD dan asfiksia neonatorum. Hasil: Analisis literatur menunjukkan bahwa ketuban pecah dini secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya asfiksia neonatorum. Risiko ini lebih tinggi pada KPD yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai cukup bulan (preterm) dibandingkan dengan KPD pada usia kehamilan cukup bulan. Mekanisme yang mendasari meliputi infeksi intrauterin, gangguan aliran darah pada plasenta, dan stres janin akibat berkurangnya cairan ketuban. Selain itu, pengelolaan persalinan yang kurang optimal pada kasus KPD dapat memperparah risiko asfiksia. Kesimpulan: Ketuban pecah dini (KPD) memiliki keterkaitan yang signifikan dengan peningkatan risiko asfiksia neonatorum. Penanganan yang tepat, termasuk deteksi dini dan intervensi obstetri yang memadai, sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada bayi baru lahir. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan preventif serta manajemen yang holistik untuk mengurangi risiko asfiksia yang disebabkan oleh KPD.
PENYEDIAAN AIR BERSIH BAGI WARGA DESA PEMBANTANAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Nur Hidayah; Muthia Elma; M Zulfadhilah; Yusri Yusri; Junius Akbar; Yunandar Yunandar; Aulia Rahma; Rhafiq Abdul Ghani; Zaini Lambri Assyaifi; Gusti Zahratunnisa; Angga Irawan; Nopie Hadi; Ahmad Ghazali Madhony; Ahmad Faisal; Viviana Viviana; Asyiah Asyiah; Anggraini Susfarwanti; Husna Karima; Adryan Ramadhan; Ahmad Busairi
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi bagi manusia karena berperan vital dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan. Namun akses air bersih tidak dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Salah satu desa yang mengalami masalah ini adalah Desa Pembantanan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Dari 996 KK tersebar dalam 12 RT di wilayah Desa Pembantanan, hampir 50% belum memiliki kesempatan mendapatkan akses air bersih. Akses oleh sumber air diperburuk ketika kualitas air baku juga menurun lebih jauh hingga menyebabkan air hampir tidak layak untuk digunakan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu warga desa memperoleh solusi yang berkelanjutan terhadap penyediaan air bersih. Metode yang diterapkan adalah survei lapangan seperti pemetaan lokasi sumber air, analisis kualitas air dan diskusi dengan masyarakat tentang kebutuhan dan desain unit yang sesuai dengan mengingat sumber air di desa tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kosabangsa ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 70 KK di RT 1 dan 2 Desa Pembantanan. Dengan menggunakan bahan baku air sungai di sekitar desa. Desain alat pengolahan air yang dipasang memiliki kapasitas produksi mencapai 2190 L/jam yang mampu memenuhi kebutuhan warga di 2 RT.
Menggali Akar Permasalahan: Kajian Mendalam Terhadap Data Kemiskinan Dan Mekanisme Bantuan Sosial Aulia Rahma; Dwi Ayu Lestari; Rosita Ali Nasiroh; Afif, Ahmad
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i3.93

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kemiskinan di Kabupaten Jember telah menurun. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember turun dari 236,46 ribu (9,51%) pada Maret 2023 menjadi 224,77 ribu (9,01%) pada Maret 2024, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Penurunan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mengatasi kemiskinan melalui program bantuan sosial yang berbeda. Studi ini menyelidiki bagaimana program bantuan sosial di Kabupaten Jember, terutama Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), berhasil mengurangi tingkat kemiskinan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Di beberapa desa di Kabupaten Jember, subjek penelitian adalah pendamping PKH, aparat desa, dan keluarga penerima manfaat. Menurut hasil penelitian, PKH di Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang, telah efektif dalam input, proses, dan output. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa 99% anak usia sekolah dari keluarga penerima manfaat terdaftar di satuan pendidikan dan 88% melaporkan tingkat kehadiran yang baik. Di Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, juga terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat berkat penggunaan BLT DD. Namun, ada beberapa kesulitan dalam menentukan sasaran penerima. Hasilnya adalah bahwa program bantuan sosial seperti PKH dan BLT DD memainkan peran penting dalam mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Jember. Namun, untuk menjadikannya lebih efisien, mekanisme pendataan dan bantuan harus diperbaiki agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Premenstrual Syndrome (PMS) pada Remaja Putri Anisah Nur Asidah; Elok Dwi Cahyani; Aldhina Janurti; Aulia Rahma; Nadila Afriza; Miftahul Janna; Yeti Mareta Undaryati
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v2i3.1994

Abstract

Background: Premenstrual Syndrome (PMS) is a combination of physical, emotional, and behavioral symptoms that occur cyclically before menstruation and are commonly experienced by adolescent girls. Common symptoms include fatigue, abdominal pain, headaches, anxiety, and mood disturbances, which can affect sleep quality, concentration, and academic productivity. This article provides an in-depth examination of the definition, types, prevalence, causes, impacts, and management of PMS in adolescent girls. Based on epidemiological data, the prevalence of PMS is quite high, both globally and nationally, with incidence rates in Indonesia reaching 70–90% among women of reproductive age, and most cases beginning during adolescence. There are four main types of PMS: Type A (anxiety), Type H (hyperhidrosis), Type C (food cravings), and Type D (depression), each with specific characteristics and etiologies. Causes of PMS include hormonal imbalances of estrogen and progesterone, reduced serotonin levels, poor sleep quality, psychological stress, genetic factors, and unhealthy lifestyles. The impact of PMS on adolescents is complex, including decreased academic performance, social relationship disturbances, and reduced psychological well-being. Therefore, PMS management should be approached holistically through pharmacological (such as NSAIDs, antidepressants, and diuretics) and non-pharmacological (physical exercise, relaxation, lifestyle changes, and nutritional education) interventions. Environmental support and reproductive health education are crucial to help adolescents effectively manage PMS symptoms and improve their quality of life. This study is expected to serve as a foundation for promotive and preventive interventions in adolescent health care.
PERKEMBANGAN AGAMA ANAK USIA DINI USIA 4-5 TAHUN DI TK PKK 1 TANJUNG INTEN PURBOLINGGO Calista Salsabila; Intan Nurkhasanah; Tiara Dwi Wulandari; Aulia Rahma
AZZAHRA Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan agama merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan agama. Anak usia 4-5 tahun mulai mengatahui konsep-konsep agama dan mengembangkan pemahaman agama yang baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami perkembangan agama anak usia 4-5 tahun di TK PKK 1 Tanjung Inten Purbolinggo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Partisipan penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun di TK PKK 1 Tanjung Inten Purbolinggo, dan guru kelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perkembangan agama anak di TK PKK 1 Tanjung Inten Purbolinggo dari 15 anak di TK b terlihat bahwa ada 13 anak yang sudah berkembang dengan baik 1 anak mulai berkembang dan 1 anak belum berkembang. Jadi secara keseluruhan dapat terlihat bahwa perkembangan agama anak di TK PKK 1 Tanjung Inten Purbolinggo telah menunjukan pemahaman agama yang baik seperti mengenali konsep tuhan, mengikut ibadah. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perkembangan agama anak TK PKK 1 Tanjung Inten Purbolinggo dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti lingkungan keluarga, pendidikan agama, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mendukung perkembangan agama anak-anak tersebut, seperti meningkatkan kualitas pendidikan agama dan melibatkan orang tua dalam proses pendidikan agama.
Waste Analysis Using Lean Management on Inpatient Discharge Waiting Time at RSI Siti Hajar Mataram Aulia Rahma; Wahyudi, Bayu; Veranita, Mira
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v15i2.502

Abstract

The inpatient discharge process is a key indicator of hospital service quality and is closely related to patient satisfaction. Research on inpatient discharge waiting time has largely not categorized the waiting time based on the type of payment guarantor, such as BPJS Kesehatan (standard class or upgraded class), private insurance, and out-of-pocket payment. RSI Siti Hajar Mataram is facing an issue with patient discharge waiting times, which exceed 2 hours (the standard set by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia). This study aims to analyze inefficiencies (waste) in the discharge process using Lean Management principles, in order to identify the root causes of delays. A qualitative analytic approach was employed, involving direct observation and in- depth interviews. The findings revealed that the average inpatient discharge time was 147.5 minutes (2 hours, 27 minutes, and 31 seconds), exceeding the established standard. Three types of waste were identified: overprocessing, waiting, and transportation, occurring consistently across all payer categories. Root cause analysis indicated contributing factors related to human resources, methods, materials, equipment, and the physical environment. Following the elimination of identified waste, a future-state process was proposed, resulting in reduced discharge times across all groups become less than 2 hours. These improvements demonstrate the potential of Lean Management in enhancing hospital discharge efficiency and compliance with national service standards ABSTRAK Proses pemulangan pasien rawat inap merupakan salah satu indikator pelayanan pasien di rumah sakit yang berkaitan erat dengan kepuasan pasien. Penelitian mengenai waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap sebagian besar belum mengkategorikan waktu tunggu berdasarkan jenis penjamin pembiayaan pasien, seperti BPJS Kesehatan (sesuai kelas atau naik kelas), asuransi, dan umum. RSI Siti Hajar Mataram menghadapi permasalahan pada waktu tunggu proses pemulangan pasien baik untuk pasien dengan penjamin biaya BPJS Kesehatan sesuai kelas, BPJS Kesehatan naik kelas, penjamin umum, maupun asuransi. Penelitian ini bertujuan menganalisa waste menggunakan lean management sehingga dapat diketahui waste, akar masalah, serta perubahan lamanya waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap apabila waste dihilangkan. Menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara, penelitian ini memperlihatkan hasil: Proses pemulangan pasien rawat inap rata-rata adalah 147,5 menit. Ditemukan waste of overprocessing, waste of waiting, dan waste of transportation pada seluruh kategori penjamin pembiayaan pasien. Akar masalah ditemukan faktor manusia, metode, material, mesin, dan lingkungan. Setelah melakukan eliminasi waste ditemukan future condition menjadi kurang dari 2 jam. Hal ini menunjukkan bahwa lean management dapat membantu meningkatkan efisiensi proses pemulangan pasien sehingga memenuhi standar yang ditetapkan.
Curriculum Innovation for Children with Special Needs as an Effort to Increase Spiritual Intelligence Anita Puji Astutik; Nadhirah Nordin; Isna Meilinda; Aulia Rahma
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 13 No. 2 (2025): August - INPRESS
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v13i2.87101

Abstract

The curriculum used for children with special needs (CSN) has not yet been fully aligned with their characteristics, interests, and developmental needs, thus it has not been able to optimally enhance their spiritual intelligence. The purpose of this study is to develop an adaptive and contextual Islamic curriculum innovation as an effort to improve the spiritual intelligence of children with special needs. The research subjects were CSN students at Lentera Fajar Indonesia, an inclusive educational institution with diverse conditions including ADHD, sensory impairments, speech disorders, and mental retardation. The research method employed was Research and Development (R&D) using the ADDIE model, while data collection techniques included observation, interviews, and documentation, as well as pretest and posttest assessments. Data analysis was conducted using validity tests and paired sample t-tests to determine the significance of the curriculum development’s influence on the spiritual intelligence of CSN. The results showed that the developed curriculum was categorized as fairly valid with a percentage of 51–75% and was proven to have a significant impact on improving the spiritual intelligence of children, as evidenced by a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate that curriculum development has a significant influence on enhancing the spiritual intelligence of children with special needs.
Co-Authors Abaharis, Henryanto Adi Darmawan Adinda Putri Kamalia Adryan Ramadhan Ahmad Afif Ahmad Busairi Ahmad Faisal Ahmad Ghazali Madhony Ahmad Muslim Ahmad Wahyudi Zein Al-Ghazali Alaidin Rapani Aldhina Janurti Amelia Azzahra Angga Irawan Anggraini Susfarwanti Anggri Pranata Anisah Nur Asidah Anita Puji Astutik Anna Sumardi Aptar Eka Lestari Armitha Silalahi Asyiah Asyiah Budi Cahyono Calista Salsabila Deasy Yunita Siregar Delliana, Santi Deny Ahmad Jaelani Dhiyaur Rahmah Dian Tsani Dwi Ayu Lestari Dwi Rasy Mujiyanti Elok Dwi Cahyani Elsa Nadia Pratiwi Era N R Oktaviana Erdianto &#039; Fandika Agustiyar Farida Syah Damanik Febria Nalurita Febrianty Razuba Feri Maulana Fernaendi Girsang Firda Camalia Fitri Ria Mustalifah Fitria Nurulaeni Fitriayanti Gusriani Gusti Zahratunnisa Hopeman, Teofilus Ardian Husna Karima Intan Nurkhasanah Isa Anshori Isna Meilinda Isna Syauqiah Junius Akbar Lilis Suryani Linda Suciwati Mahmud Mahmud Mahsunul Aripin Mardatilah mawadda Mhd. Habibu Rahman Miftahul Janna Mifthahul Jannah Mita Riani Rezki Mivtahul Jannah Muhammad Agus Muljanto Muhammad Zulfadhilah Muthia Elma Nadhirah Nordin Nadila Afriza Naila Haya Fauziah Nopie Hadi Nur baity Nur Hidayah Nurwijayanti Pawer Darasa Panjaitan Putri Afsila Balqis Br Barus Queen Latifa Dalimunthe Ramadhani Hamzah Rasul Reydina Pasya Amanda Rhafiq Abdul Ghani Rika Ardhana Rosita Ali Nasiroh Roskia Rudy Salma Vasya Aulia Samyel Saragih Sancka Stella G. Sihura Sekar Melati Prima Septiana Putri Juariyah SETIYO UTOYO Sherin Sanitari Shinta Nurfidha Siti Aisyah SITI FATIMAH Solehudin sunardi sunardi Tasdin Tahrim Tasya Tiara Dwi Wulandari Tuti Anggraini Umi Alfiaty Imran Veranita, Mira Viviana Viviana Wakhid Khoirul Umar Widia Edorita Widya Pratiwi Yani Lubis Yanti Mawaddah Yeti Mareta Undaryati Yunandar Yunandar Yusri Yusri Zaini Lambri Assyaifi