Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS V MIT AL-BAROKAH PADA MATERI PERBANDINGAN Anim, Anim; Pulungan, Chaliza Shabina; Lubis, Nurhikmah; Yuningsih, Gina
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4929

Abstract

Abstract: This research is aimed at exploring broadly how fifth grade students at MIT AL BAROKAH Tanjung Balai build conceptual understanding related to comparative material through a qualitative approach that utilizes information collection from conceptual understanding tests and unstructured interviews which are then processed through the stages of data summarization, presentation of findings and final interpretation referring to the thoughts of Miles and Huberman. The results of data processing show that the majority of the 12 fifth grade students at MIT AL BAROKAH show tendencies as described below: (1) The level of mastery of mathematical concepts in the comparison material shows that there are 4 students in the high category, then 2 students are in the medium category and 6 students are in the low category based on the results of mapping their abilities; (2) The level of mathematical concept comprehension ability with detailed indicators of restating a concept related to understanding the relationship between mathematical topics, indicators providing examples and non-examples of mathematical concepts related to applying mathematical concepts to other scientific disciplines, and indicators applying related concepts in everyday life.Keyword: conceptual understanding; comparison; basic education.Abstrak: Penelitian ini diarahkan untuk mengungkap secara mendalam kemampuan pemahaman konsep para siswa kelas V di MIT AL BAROKAH Tanjung Balai mengenai materi perbandingan melalui pendekatan kualitatif yang menghimpun data dari tes pemahaman konsep dan wawancara bebas yang selanjutnya diproses dengan langkah peringkasan penyajian serta simpulan akhir mengikuti gagasan Miles dan Huberman. Temuan proses analisis memperlihatkan bahwa mayoritas dari 12 peserta didik kelas V MIT AL BAROKAH menampakkan kecenderungan sebagaimana dijelaskan berikut: (1) Tingkatan pemahaman konsep matematika dalam materi perbandingan memperlihatkan bahwa ada 4 peserta didik pada tingkatan tinggi kemudian 2 peserta didik pada tingkatan sedang serta 6 peserta didik pada tingkatan rendah setelah dilakukan pemetaan kemampuan; (2) Tingkatan pemahaman konsep matematika meliputi uraian indikator tentang kemampuan menyatakan kembali gagasan matematika yang berhubungan dengan pengenalan relasi antar topik matematika kemudian indikator yang menunjukkan kecakapan memberikan contoh maupun bukan contoh dari konsep matematika yang terkait dengan penerapan konsep dalam berbagai cabang ilmu serta indikator kemampuan mengaplikasikan konsep tersebut dalam kegiatan hidup sehari hari.Kata kunci: pemahaman konsep; perbandingan; pendidikan dasar.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS III SD DALAM MEMAHAMI KONSEP PERKALIAN DI SDN 010106 SEI SILAU BARAT Anim, Anim; Ariyani, Dinda; Ningsih, Ruri Ayu; Emalia, Ruri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4924

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the difficulties experienced by third-grade students in understanding the concept of multiplication at SDN 010106 Sei Silau Barat. The study involved 19 students as research subjects and employed a descriptive qualitative method with data collected through written tests. The tests were designed to identify the types of difficulties students faced in learning the basic concept of multiplication, such as errors in memorizing multiplication facts, inability to associate multiplication with repeated addition, and mistakes in applying the concept to word problems. The findings revealed that most students still struggled to connect the concept of multiplication with the concrete meaning of repeated processes. This indicates that students have not yet developed a strong conceptual understanding of multiplication and tend to rely on rote memorization instead of meaningful comprehension. Furthermore, it was found that the main causes of these difficulties were insufficient conceptual understanding, learning habits focused on memorization, and the limited use of contextual learning media that could help visualize the concept. Therefore, it is suggested that teachers implement more concrete and contextual teaching approaches, such as using real-life examples, manipulatives, and visual aids, to help students grasp the meaning of multiplication deeply and meaningfully, fostering better understanding and long-term retention of mathematical concepts.Keyword: difficulties; students;multiplication;understanding;contextual.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dialami siswa kelas III dalam memahami konsep perkalian di SDN 010106 Sei Silau Barat. Subjek penelitian berjumlah 19 orang siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes tertulis. Tes tersebut dirancang untuk mengidentifikasi jenis kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami konsep dasar perkalian, seperti kesalahan dalam menghafal fakta perkalian, ketidakmampuan mengaitkan perkalian dengan penjumlahan berulang, serta kesalahan dalam penerapan konsep pada soal cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep perkalian dengan makna konkret dari proses berulang. Selain itu, ditemukan bahwa faktor utama penyebab kesulitan tersebut adalah kurangnya pemahaman konseptual, kebiasaan belajar yang mengandalkan hafalan, serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang kontekstual. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih konkret dan kontekstual untuk membantu siswa memahami konsep perkalian secara mendalam. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.Kata Kunci: kesulitan; perkalian; siswa; pemahaman; kontekstual.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI BILANGAN BULAT KELAS VI MIS ISLAMIYAH SEI SILAU TIMUR Diana, Diana; Amalia, Suci; Panjaitan, Zulfiqri; Anim, Anim
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4949

Abstract

Abstract: Essentially, students, especially those in elementary school, must possess strong mathematical problem-solving skills. Mathematical problem-solving skills are essential because they positively impact their lives, such as managing diverse challenges. The purpose of this study was to analyze elementary school students' mathematical problem-solving abilities using a qualitative descriptive research method. However, this study employed a case study approach. Written tests were used to collect data. The subjects were 21 sixth-grade students at MIs Islamiyah Sei Silau Timur. The results of the study indicated that 7 students, or 33%, had low understanding, 5 students, or 54%, had moderate understanding, and 9 students, or 93%, had high understanding. Based on these results, students with low ability have not been able to solve integer operation problems well, so they need direction in solving the problems. Keywords: Problem-solving, Students Abstrak: Pada dasarnya peserta didik terutama ketika berada di tingkatan sekolah dasar, harus memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Kemampuan pemecahan masalah matematis sangat dibutuhkan karena memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka seperti mengelola permasalahan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan peserta didik sekolah dasar dalam memecahkan masalah matematis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tetapi dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan merupakan studi kasus. Tes tertulis kami gunakan untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI Mis Islamiyah Sei Silau Timur dengan jumlah 21 peserta didik. Hasil penelitian perolehan pemecahan masalah matematis yaitu 33% atau 7 peserta didik termasuk kedalam kategori dengan tingkat pemahaman yang rendah , 24% atau 5 peserta didik dengan tingkat pemahaman sedang, serta 43% atau 9 peserta didik dengan tingkat pemahaman tinggi. Berdasarkan hasil ini maka peserta didik dengan kemampuan rendah belum mampu menyelesaikan soal operasi bilangan bulat dengan baik, sehingga memerlukan arahan dalam penyelesaian soal. Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Peserta didik
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V DI MIS ALWASHLIYAH TERHADAP KONSEP BANGUN RUANG Anim, Anim; Ananda, Eliza Dwi; Andini, Andini; Marsha, Ghea; Asyarti, Dahrina Azmi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5783

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the critical thinking abilities of fifth-grade students at MIS Alwashliyah Tanjung Balai on three-dimensional shapes concepts. Using qualitative descriptive method, data were collected from 18 students through observation, interviews, and post-learning tests based on three indicators: interpretation, analysis, and inference. Results showed students' critical thinking abilities were at moderate level, with only 16.67% achieving full mastery. Main difficulties were in analysis and inference indicators, manifested in identifying shape properties and drawing valid conclusions. Students frequently confused cube and cuboid characteristics and failed in contextual calculations. These weaknesses stem from poor spatial visualization and limited understanding of abstract concepts. The study recommends implementing concrete media-based learning methods to optimize critical thinking development in spatial geometry learning. Keyword: critical thinking; three-dimensional shapes; elementary mathematics; concrete media; spatial visualization. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas V MIS Alwashliyah Tanjung Balai pada materi bangun ruang. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari 18 siswa melalui observasi, wawancara, dan tes pasca pembelajaran berdasarkan tiga indikator: interpretasi, analisis, dan inferensi. Hasil menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang, dengan hanya 16,67% siswa mencapai penguasaan penuh. Kesulitan utama pada indikator analisis dan inferensi, termanifestasi dalam mengidentifikasi sifat bangun ruang dan menarik kesimpulan valid. Siswa sering keliru membedakan kubus dan balok serta gagal dalam perhitungan kontekstual. Kelemahan ini bersumber dari visualisasi spasial rendah dan pemahaman konsep abstrak terbatas. Penelitian merekomendasikan implementasi metode pembelajaran berbasis media konkret untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran geometri ruang. Kata kunci: berpikir kritis; bangun ruang; matematika SD; media konkret; visualisasi spasial
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA KELAS III MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA (MIS) SAKSI TANJUNGBALAI DALAM KLASIFIKASI BANGUN DATAR Anim, Anim; Siregar, Aidilla Fitria Sari; Bangun, Hera Azhari; Ningsih, Nurlia
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5510

Abstract

Abstract: This study aims to describe the conceptual understanding ability of third-grade students at MIS Saksi in classifying two-dimensional shapes (flat shapes). Mathematics at the elementary school level is often considered difficult due to its abstract nature, particularly in geometry. This research employs a descriptive qualitative approach to explore how students recognize, group, and understand the characteristics of flat shapes through real objects. The subjects of the study were 25 third-grade students who are in the concrete operational stage of development. The research instrument consisted of an evaluation test measuring the ability to elaborate on concepts, present examples, and perform independent articulation. The results showed that 40% of students were in the high category, 32% in the medium category, and 28% in the low category. Students in the high category were able to connect concepts with concrete objects around them and explain the properties of flat shapes in their own words. Meanwhile, the main obstacle for students in the low category was difficulty in understanding question instructions and mathematical literacy. Overall, the majority of students (72%) have achieved fair to excellent understanding in the classification of flat shapes. Keywords: Conceptual Understanding, Two-Dimensional Shapes, Geometry, Elementary School, Classification. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konseptual siswa kelas III MIS Saksi dalam mengklasifikasikan bangun datar. Matematika di tingkat sekolah dasar seringkali dianggap sulit karena sifatnya yang abstrak, terutama pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali bagaimana siswa mengenali, mengelompokkan, dan memahami ciri-ciri bangun datar melalui objek nyata. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas III yang berada pada tahap perkembangan operasional konkret. Instrumen penelitian berupa tes evaluasi yang mengukur kemampuan menguraikan konsep, penyajian contoh, dan artikulasi mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% siswa berada pada kategori tinggi, 32% pada kategori sedang, dan 28% pada kategori rendah. Siswa di kategori tinggi mampu menghubungkan konsep dengan benda konkret di sekitar mereka dan menjelaskan sifat-sifat bangun datar dengan bahasa sendiri. Sementara itu, kendala utama pada siswa kategori rendah adalah kesulitan dalam memahami instruksi soal dan literasi matematis. Secara keseluruhan, mayoritas siswa (72%) telah mencapai pemahaman yang cukup hingga sangat baik dalam klasifikasi bangun datar. Kata kunci: Pemahaman Konseptual, Bangun Datar, Geometri, Sekolah Dasar, Klasifikasi.
ANALISIS KESULITAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS V SD MIS ALWASLIYAH Anim, Anim; Indah, Siti Nur; Nainggolan, Hanisa Romadona; Al-hafizah, Yurinda Vilga
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5788

Abstract

Abstract: This study aims to describe the types of difficulties experienced by fifth-grade students at MIS Al- Wasliyah in solving geometry problems involving plane figures. Tshis reserch employed a descroptive qualitative approach with data collected through problem-solving tests, semi-structured interviews, and observations during the completion of tasts. The research subject consisted of 17 students who had previously learned the topic of plane figures. The result indicate that students encountered difficulties in three main indicators: identifying elements of plane figures (58,8%), selecting and applying appropriate formulas for area and perimeter (70,5%), and organizing problem solving steps systematlically (82,3%). These difficulties were caused by limited conceptual understanding,students tendency to memorize formulas without connecting them to contextual problems, and their lack of habituation in following systematic problem-solving procedures. Nevertheless, some students demonstrated good understanding, as evidenced by their ability to identify essential elements, choose suitable formulas, and performs calculations correctly. The study concludes that learning activities should place greater emphasis on strengthening conceptual understanding and developing students abilities to apply complete and structured problem-solving strategies. Keywords: geometry; plane figures; problem solving; learning difficulties; elementary students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan yang dialami siswa kelas V MIS AL-Wasliyah dalam menyelesaikan masalah geometri bangun datar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes pemecahan masalah, wawancara semi-terstruktur, dan observasi selama proses pengerjaan soal. Subjek penelitian terdiri dari 17 siswa yang telah mempelajari materi bangun datar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan pada tiga indikator utama, yaitu mengidentifikasi unsur bangun datar (58,8%) memilih dan menggunakan rumus luas maupun keliling (70,5%) serta menyusun langkah penyelesaian secaara runtut (82,3%). Kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep dasar, kecenderungan siswa menghafal rumus tanpa memahami konteks, serta ketidakterbiasaan mengikuti prosedur pemecahan masalah secara sistematis. Meskipun demikian, sebagaian siswa telah menunjukkan pemahaman yang baik melalui kemampuan mengidentifikasi unsur bangun, memilih rumus yang sesuai, dan melakukan perhitungan dengan benar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pembelajaran yang lebih menekankan pemahaman konsep dan pembiasaan strategi pemecahan masalah secara lengkap. Kata Kunci: geometri; bangun datar; pemecahan masalah; kesulitan belajar; siswa sekolah dasar.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IV SD NEGERI 013857 MEKAR BARU PADA MATERI KPK Anim, Anim; Hasibuan, Wilda Annisa; Rahmadani, Dila Oktapia; Putri, Arfika
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4999

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the mathematical communication skills of fourth-grade students of SD Negeri 013857 Mekar Baru on the Least Common Multiple (LCM) topic. This study uses a qualitative descriptive approach with 21 students as subjects. The research instrument is a written test compiled based on three indicators of mathematical communication skills, namely the ability to express mathematical ideas orally and in writing, the ability to use symbols, tables or pictures to convey mathematical ideas, and the ability to explain results and the process of solving with logical reasons. The results of the study show that in the first indicator, students' abilities are in the high category, although some students have not written complete explanations. In the second indicator, students' abilities are classified as low because there are still errors in solving using factor trees and prime factorization tables and the final results. While in the third indicator, students' abilities are in the medium category because some students have not provided appropriate reasons. Based on these results, it can be concluded that students' mathematical communication skills still need to be improved through learning activities that emphasize conceptual understanding and the ability to convey ideas clearly and structured.Keyword: mathematical communication; LCM; elementary students; descriptive qualitativeAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV SD Negeri 013857 Mekar Baru pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Penelitian ini menggunakan pendekatan desktiptif kualitatif dengan subjek sebanyak 21 siswa. Instrumen penelitian berupa tes tertulis yang disusun berdasarkan tiga indikator kemampuan komunikasi matematis, yaitu kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan matematika secara lisan dan tulisan, kemampuan menggunakan simbol, tabel atau gambar untuk menyampaikan ide matematika, dan kemampuan menjelaskan hasil dan proses penyelesaian dengan alasan yang logis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator pertama kemampuan siswa berada pada kategori tinggi, meskipun beberapa siswa belum menuliskan penjelasan secara lengkap. Pada indikator kedua, kemampuan siswa tergolong rendah karena masih terdapat kesalahan dalam penyelesaian menggunakan pohon faktor dan tabel penyusunan faktorisasi prima serta hasil akhir. Sedangkan pada indikator ketiga, kemampuan siswa berada pada kategori sedang karena sebagian siswa belum memberikan alasan yang tepat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep serta kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur.Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis; KPK; siswa sekolah dasar; deskriptif kualitatif
ANALISIS KESULITAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PECAHAN DI SDN 010085 KISARAN Nasution, Fiqih Andrian; Juwita, Juwita; Nursucita, Luri; Anim, Anim
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4936

Abstract

Tujuan dan sasaran dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi kemampuan siswa khususnya siswa kelas V di SDN 010085 Kota Kisaran tepatnya pada pemecahan masalah mengenai pecahan, terutama pada operasi hitung matematika kabatakur (kali, bagi, tambah kurang) pada materi pecahan. Pemecahan masalah matematika harus dimiliki oleh peserta didik pada pembelajaran matematika yang sangat berguna juga untuk kedepannya, maka dari itu peneliti melakukan penelitian atau evaluasi mengenai ini. Cara pemecahan masalah menurut Polya, yang mengevaluasi keterampilan pemecahan masalah siswa, diterapkan dalam metode penelitian kualitatif deskriptif ini. Metode ini memiliki 4 langkah yakni: memahami masalah, merumuskan solusi atau hasil, melakukan rencana, dan menganalisis hasilnya. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih subjek penelitian. Dari 12 siswa kelas V SDN 010085 Kota Kisaran, yang telah melakukan tes soal mengenai pemecahan masalah terdapat siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah pada kelompok Tinggi sebanyak 41,7%, kemudian siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah pada kelompok Sedang sebanyak 16,7%, dan siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah pada kelompok Rendah sebanyak 41,7%.
Co-Authors Al-Hafizah, Yurinda Vilga Amelia Putri Ananda, Eliza Dwi Andini, Andini Aritonang, Erika Ariyani, Dinda Aryni, Yen Asyarti, Dahrina Azmi Bangun, Hera Azhari Dalimunthe, Maisahara Damanik, Fildzah Rizkiah DEWI SARTIKA Dewi, Juliyani Safika Dewi, Nur Winda Dian Armanto Diana Diana E Elvis Napitupulu E. Elvis Napitupulu Elfira Rahmadani Ely Syafitri Ely Syafitri Ely Syafitri, Ely Emalia, Ruri Fitri, Sakila Azria Hasibuan, Christina Hasibuan, Syarinah Junianti Hasibuan, Wilda Annisa Hasni Suciawati Helmira, Tiara Indah, Siti Nur Iona, Bella Norma Ismail Hanif Batubara Juwita Juwita, Juwita Khairani, Mufti Annisah Khairun Nisa Khairun Nisa Kinanti, Rizky Fajar KMS. Muhammad Amin Fauzi Lubis, Nurhikmah Manulang, Muhammad Tuah Anggana Marsha, Ghea Nainggolan, Hanisa Romadona Napitupulu, E.Elvis Nasution, Fiqih Andrian Nasution, Nanda Aryanti Nilam Sari Nilam Sari Ningsih, Nurlia Ningsih, Ruri Ayu Nursucita, Luri Panjaitan, Zulfiqri Pardosi, Marlina Friska Nova permatasari, Putri lidiana Pulungan, Chaliza Shabina Purba, Amanda Chantika Sari Br Putri Lidiana Permata Sari Putri, Arfika Rahmadani, Dila Oktapia Rahmadani, Elfira RAKIYAH, SITI Ramadhani, Yovi Dwi Ramayanti, Suci Revalina, Ananda Sahat Saragih Sahat Saragih Sapta, Andy Sari, Nita Kurnia Setiawati Setiawati Silvia, Siska Silvia Sipakkar, Tari Rodearna Br Sirait , Syahriani sirait, Syahriani Siregar, Aidilla Fitria Sari siti nurlinda Sitorus, Marudut SRI RAHAYU Suci Amalia Sultan AR, Muh. Ikhsan Syaharani, Cindy Syahriani Sirait Tobing, Ernita Br Lumban Wati, Herni Wati Julianingsih Yogo Dwi Prasetyo Yuningsih, Gina Yusuf, Marwah