Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Budidaya Hydroponic melalui Recycle Limbah Plastik sebagai Dukungan SDGs di SMAN 2 Bengkulu Selatan Kasrina, Kasrina; Sadam Husien, Ahmad; Abas; ansori, Irwandi; Aswin, Pani; Alimah, Umu
DHARMA RAFLESIA Vol 23 No 2 (2025): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v23i2.47154

Abstract

Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman dengan memanfaatkan air larutan pupuk cair sebagai sumber nutrinya. Tipe hidroponic yang diterapkan pada pada pengabdian ini yaitu wick system dengan memanfaatkan sumbu sebagai media penyalur nutrisinya. Pada kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah plastik melalui hidroponic wick system sebagai upaya penanggulangan sampah dan pembentukan karakter peduli lingkungan pada Guru dan siswa. Perserta pengabdian merupakan siswa-siswi dari SMAN 2 Bengkulu Selatan.  Metode kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini meliputi sosialisasi, pretest, pelatihan dan praktik pembuatan instalasi, pendampingan, perawatan tanaman, evaluasi (hasil panen dan postest). Hasil kegiatan menunjukan keterlibatan aktif dari siswa pada setiap tahapan dimulai dari sosialisasi-pemanenan hasil budidaya tanaman hidroponik. Tahapan sosialisasi telah dilakukan kepada Guru dan Mahasiswa dengan memberikan informasi awal tentang darurat sampah dan upaya penanggulangan melalu budidaya tanaman hidroponik. Guru dan Siswa aktif menyimak materi konsep tentang Recycle plastik dan teknis pembuatan sistem dari hidroponik. Selanjutnya, Guru dan siswa melaksanakan praktik perakitan instalasi hidroponik wick system, penyiapan media campuran, pembuatan lauratan nutrisi, pengisian lurutan nutrisi ke instalasi hidroponik, pemindahan bibit sayuran ke instalasi, perawatan tanaman hidroponik selama satu bulan, dan pemanenan tanamaan. Selain itu, pemahaman siswa terhadap hidroponik sebagai upaya edukasi lingkungan juga mengalami peningkatan yang ditunjukan pada hasil angket pretest dengan skor 2,7 (cukup) dan skor postest 3,6 (sangat baik). Pengabdian ini memberikan dampak sangat positif dalam membangun pemahaman Edukasi lingkungan Guru dan Siswa melalui budidaya tanaman dengan Hidroponic Wick System yang memanfaatkan sampah plastik di lingkungan Sekolah.
Physicochemical Characteristics of Nata De Banana Produced From Ambon Banana Peels (Musa paradisiaca L.) Cultivated in The Highlands and Lowlands of Bengkulu Province, Indonesia Jumiarni, Dewi; Hulandari, Getteri; Ansori, Irwandi
Journal of Innovation in Applied Natural Science Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Innovation in Applied Natural Science
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jinas.v2i1.144

Abstract

Background: Banana peel waste from Ambon bananas contains essential nutrients that support the growth of Acetobacter xylinum in nata production. Differences in cultivation environments, such as highland and lowland areas, may influence the composition of banana peels and subsequently affect the characteristics of nata de banana produced. Aims: This study aimed to analyze the differences in characteristics of nata de banana produced from Ambon banana peels cultivated in highland and lowland areas, focusing on physical properties and sensory acceptance. Methods: An experimental design was used with banana peels from highland and lowland areas as the differentiating variables. Data on nata characteristics were analyzed statistically using an independent sample t-test with SPSS version 23. Result: The results showed significant differences in thickness and weight of nata de banana between the two sources. Nata produced from highland banana peel extract had greater thickness and weight. Organoleptic tests also indicated that nata from highland peels was more preferred in terms of color, texture, taste, and aroma. Conclusion: Ambon banana peels from highland areas demonstrate higher potential as raw material for nata production, offering an effective approach to utilizing local natural resources and improving the management of banana peel waste.