Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Dakwah Literasi KH. Ali Mustafa Yaqub: Moderat dan Adaptif dalam Komunikasi Keagamaan Kontemporer Siti Nurlailah Sya'diah; Yusuf Romadhon Munif; Murodi; Syamsul Yakin; Muhammad Fanshoby
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i2.4778

Abstract

Dakwah literasi atau yang dikenal juga sebagai dakwah bil qalam merupakan metode komunikasi keagamaan yang memanfaatkan tulisan sebagai medium penyampaian pesan Islam. KH. Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) mengembangkan metode dakwah literasi dengan ajaran yang moderat dan adaptif sehingga dapat menjawab segala isu kontemporer yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia berlandaskan Al-Qur’an dan hadits. Penelitian ini bertujuan menganalisis dakwah literasi KH. Ali Mustafa Yaqub, mengidentifikasi bentuk dan media yang digunakannya, serta mengevaluasi manifestasi moderat dan adaptif dalam karya-karyanya. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara mendalam dengan keluarga dan murid-murid dari Kyai Ali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Ali Mustafa Yaqub menerapkan dakwah literasi sejak tahun 1991 dengan latar belakang yang kuat beliau sebagai da’i dan akademisi, tulisan beliau beragam meliputi popular writing, academic writing, dan media engagement. Beliau telah menghasilkan lebih dari 50 karya buku yang beberapa diantaranya diterbitkan ke dalam tiga bahasa (Arab, Inggris, Indonesia). Dari tulisan-tulisan beliau banyak mencerminkan pemikiran moderat melalui toleransi beragama, dan inklusivitas. Pemikiran Kyai Ali yang adaptif terhadap perkembangan zaman termanifestasi dalam pengembangan fiqh al-waqi' yang responsif terhadap tantangan kontemporer tanpa mengabaikan prinsip fundamental Islam. Adapun implikasi pada dakwah literasi yang disampaikan oleh Kyai Ali bukan hanya mencerahkan masyarakat muslim namun juga menginspirasi banyak orang khususnya para da’i untuk turut menerapkan dakwah literasi yang moderat dan adaptif.
Kepemimpinan Transformasional Tutty Alawiyah AS dalam Pemberdayaan Perempuan Muslimah Relevansi Komunikasi Two-Step-Flow di Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Rizky Amalia; Murodi; Syamsul Yakin; Tantan Hermansyah; Muhammad Fanshoby
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 6 No. 02 (2025): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/ge85za50

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi kepemimpinan transformasional Ustadzah Tutty Alawiyah AS dalam mendirikan dan mengembangkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) serta perannya dalam pemberdayaan perempuan Muslimah di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci (termasuk putri almarhumah dan kader BKMT), serta studi pustaka. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan Ustadzah Tutty secara konsisten menunjukkan ciri transformasional melalui pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Model komunikasi Two-Step Flow terbukti efektif dalam menyebarkan visi dakwah beliau, di mana Ustadzah Tutty bertindak sebagai pemimpin opini sentral yang pesannya kemudian disebarluaskan oleh kader BKMT di tingkat lokal. Kolaborasi antara kepemimpinan karismatik Ustadzah Tutty dan strategi komunikasi yang terstruktur ini secara signifikan memberdayakan perempuan Muslimah di berbagai bidang, menjadikan mereka agen perubahan yang aktif dalam masyarakat. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner dan strategi komunikasi yang adaptif dalam gerakan dakwah kontemporer dan pemberdayaan komunitas.
Analisis Pesan Dakwah ”Apa Benar Kita Tidak Boleh Menangisi Jenazah?” Pada Akun Tiktok @Syam_Elmarusy Amanda Tazqia Nur Azizah; Muhammad Fanshoby
Bayyin: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Bayyin
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/bayyin.v3i1.86

Abstract

Tiktok menjadi salah satu media yang digunakan untuk berdakwah, terutama dakwah syariah. Tiktok merupakan media sosial yang awalnya dinilai memiliki dampak negatif, kini juga dapat memberikan dampak positif yaitu sebagai media menyebarkan ajaran islam seperti yang dilakukan oleh para da’i. Salah satunya adalah Ustadz Syam. Maka, peneliti akan mengkaji lebih jauh pesan dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Syam sekaligus makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung melalui konten video yang berjudul ” Apa Benar Kita Tidak Boleh Menangisi Jenazah?” pada akun Tiktok @Syam_elmarusy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis semiotika model Roland Barthes. Semiotika Roland Barthes menghasilkan makna dari tanda-tanda yang dikenal dua tatanan signifikansi yaitu makna denotasi dan konotasi tanpa mengesampingkan mitos yang ada. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data yang berbentuk video Ustadz Syam pada akun Tiktoknya. Video yang dikumpulkan disesuaikan dengan kebutuhan peneliti, kemudian mencatat dialog dan dianalisis pesan dakwahnya sehingga terbentuk kumpulan data yang telah dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukan makna denotasi dalam konten video Ustadz Syam yaitu gambaran umum Ustadz Syam ketika tengah menyampaikan dakwah. Makna konotasi pada konten video berupa penampilan, intonasi suara, mimik, gerak tubuh seperti sikap menghormati, interaksi sosial ketika mengucapkan salam dan menyapa, mengingatkan kebaikan, dan menghargai perbedaan pendapat sehingga membentuk mitos berupa pesan-pesan secara visual maupun verbal.
Dampak Mobile Legends terhadap Perilaku Komunikasi Interpersonal Siswa SMA Imam Habieb Maulana; Amirul Fathin Fadhil; Dudun Ubaedullah; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
Jurnal Al Nahyan Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Nahyan : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islan STAIMAS Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya internet, telah melahirkan berbagai bentuk media hiburan, salah satunya permainan daring (online games). Namun, tingginya intensitas penggunaan game online seperti Mobile Legends di kalangan remaja dan pelajar juga menimbulkan efek samping berupa kecenderungan kecanduan, yang dapat memengaruhi pola interaksi sosial serta perilaku komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecanduan bermain Mobile Legends, tingkat perilaku komunikasi interpersonal, serta pengaruh keduanya terhadap siswa SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah Payakumbuh, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner kepada 51 responden. Hasil analisis menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan antara intensitas bermain Mobile Legends dengan perilaku komunikasi interpersonal (nilai signifikansi 0,149 > 0,05). Dengan demikian, meskipun frekuensi bermain game tinggi, tidak selalu diikuti dengan penurunan kualitas komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar pengawasan dan pendampingan orang tua serta sekolah terhadap aktivitas digital siswa lebih diperkuat.
Serial Animasi Trungtung pada Kanal Youtube Little Giantz dalam Perspektif Genre dan Other Classifications Amal Jamaludin; Andi M. Faisal Bakti; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana perspektif genre dan other classifications serial Animasi Trungtung pada kanal Youtube Little Giantz. Sejauh mana aspek eskapisme digambarkan dalam serial tersebut? dan apa saja konteks verisimilitude dalam serial tersebut? Setiap pemilik kanal Youtube harusnya memberikan dengan jelas keterangan tentang genre, dan klasifikasi usia yang dianjurkan untuk setiap penontonnya untuk menghindari ketidak sesuaian antara program tayangan dan klasifikasi usia penonton. Teori-teori yang digunakan pada penelitian ini yakni konsep teori Eskapisme, Verisimilitude, dan Repertoar Element. Al Qur’an yang menggambarkan ketiga teori tersebut adalah QS. Al Imran : 197, QS. Al Baqoroh: 17, dan QS. Ar Rad: 28. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Objek penelitiannya adalah 16 serial animasi Trungtung pada kanal Youtube The Little Giantz. Teknik pengumpulan data terdiri dari studi pustaka, dan dokumentasi. Serial Trungtung kurang memberikan informasi mengenai genre dan rating usia yang bisa dijadikan pedoman orangtua untuk menilai layak tidaknya tontonan tersebut untuk anak. Dengan informasi genre dan rate usia yang jelas, dapat menjadi pedoman dan membantu orangtua menilai kelayakan tayangan terebut, demi mencegah dampak negatif yang terjadi.
Strategi Komunikasi Dakwah dalam Upaya Deradikalisasi Kelompok Islam Garis Keras di Indonesia Sutiono Purwosunu; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby; Wildian Fajrin Nur Rahman
Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Vol. 29 No. 2 (2025): Dakwah: Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/q1thys84

Abstract

This study aims to analyze the role of dakwah (Islamic preaching) as a communication strategy in the deradicalization of hardline Islamic groups in Indonesia. Using a qualitative descriptive approach and a library research method, this study examines various academic sources, official reports, and religious organization publications through thematic analysis. The findings reveal that dakwah, when framed as persuasive communication, functions as an ideological intervention that promotes awareness, empathy, and social reintegration. The study identifies three strategic stages of dakwah-based deradicalization: preventive (education and public awareness), curative (dialogue and spiritual counseling), and rehabilitative (social and economic reintegration). The effectiveness of these strategies depends on three key elements: the communicator’s credibility, the persuasiveness of the message, and the participatory nature of communication. This research offers a new perspective by positioning dakwah not merely as a religious ritual, but as a transformative communication tool, an instrument of soft power that strengthens Islamic moderation and social peace in Indonesia. Radikalisme keagamaan tetap menjadi ancaman nyata di Indonesia, yang semakin mengkhawatirkan dengan maraknya radikalisasi pada generasi muda. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi dakwah sebagai instrumen deradikalisasi yang efektif bagi kelompok Islam garis keras. Dengan metode studi pustaka dan analisis tematik terhadap berbagai sumber akademik dan laporan resmi, temuan penelitian mengungkap bahwa dakwah yang dirancang sebagai komunikasi persuasif berperan strategis pada 3 tahap yaitu preventif, kuratif , dan rehabilitatif. Studi ini menegaskan bahwa dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ajaran, tetapi lebih sebagai instrumen komunikasi ideologis yang memfasilitasi perubahan kesadaran, empati sosial, dan transformasi keyakinan secara sukarela. Dengan memposisikan dakwah dalam kerangka strategi komunikasi, artikel ini menawarkan perspektif baru sebagai respons terhadap tantangan deradikalisasi yang kian kompleks.