Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA KEDELAI TERHADAP PENERIMAAN BERSIH USAHA PENGRAJIN TEMPE DI KELURAHAN ABIAN TUBUH BARU KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM Ishlah, Miftahul; Alwi, Muhammad; Astuti, Endang
Journal of Economics and Business Vol 10 No 2 (2024): Ekonobis, September 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v10i2.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kenaikan harga kedelai terhadap penerimaan bersih usaha pengrajin tempe di Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapatkan dengan cara menyebarkan kuesioner. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 responden. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan usaha dan analisis r/c ratio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan harga kedelai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan bersih usaha pengrajin tempe. Sebelum kedelai mengalami kenaikaan harga, rata-rata penerimaan bersih usaha pengrajin tempe sebesar Rp5.087.650, sedangkan Ketika kedelai mengalami kenaikan harga dari Rp10.000 menjadi Rp12.000, rata-rata penerimaan bersih usaha pengrajin tempe di Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram menurun menjadi Rp2.488.200. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kenaikan harga kedelai mempengaruhi R/C ratio pengrajin usaha tempe di Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Sebelum kedelai mengalami kenaikaan harga, rata-rata r/c ratio pengrajin tempe sebesar 1.39, sedangkan setelah kedelai mengalami kenaikan harga, rata-rata r/c ratio pengrajin usaha tempe menurun sebesar 1.20. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga kedelai sangat berpengaruh terhadan penerimaan bersih dan r/c ratio usaha pengrajin tempe di Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
Analysis of Efficiency, Effectiveness of Land and Building Tax Revenue (PBB) and Its Contribution to Regional Original Revenue (PAD) of Mataram City in 2018-2022 Nisak, Attin Zaetun; Masrun; Astuti, Endang
West Science Business and Management Vol. 2 No. 04 (2024): West Science Business and Management
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsbm.v2i04.1529

Abstract

This research aims to determine and analyze the level of efficiency and effectiveness of Mataram City's land and building tax (PBB) revenue, as well as analyzing the contribution of land and building tax (PBB) to Mataram City's local revenue (PAD) in 2018-2022. The type of research used in this research is quantitative descriptive. The results of this research show that the efficiency of Mataram City's land and building tax (PBB) revenue shows a large efficiency ratio in the last 5 years, namely 2018-2022, which has an average ratio of 1.18% with very efficient criteria. The effectiveness of Mataram City's land and building tax (PBB) revenue shows that in the last 5 years, namely 2018-2022, the average effectiveness ratio of land and building tax (PBB) was 102.39% with very effective criteria. The contribution of land and building taxes (PBB) to Mataram City's original regional income (PAD) in the last 5 years 2018-2022 has an average ratio of 6.46% with the criteria of very little contribution.
Manajemen Usaha Berbasis Digital pada UD. Arif Tani Pengecer Pupuk Bersubsidi di Desa Kekeri Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Yasin, Muaidy; Suprianto; H. Busaini; Astuti, Endang; Agustiani, Eka; Muhdin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6315

Abstract

Kegiatan pengabdian berupa penyuluhan tentang Manajemen Usaha Berbasis digital pada UD. Arif Tani Pengecer Pupuk Bersubsidi Di Desa Kekeri Kecamatan Gunungsari Lombok Barat dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2023 bertempat di Kios pengecer UD. Arif Tani Desa Kekeri Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. Keberhasilan suatu usaha selain dipengaruhi oleh faktor alam dan lingkungan , juga dipengaruhi oleh kemampuan dalam melaksanakan manajemen usaha. Oleh karena itu dalam menjalankan suatu usaha sangat diperlukan pengetahuan dalam mengelolanya, karena manajemen mendasari setiap kegiatan yang akan dilakukan dalam setiap usaha, seiring perkembangan jaman di era digitalisasi ,manajemen mutlak dibutuhkan pada setiap usaha yang akan datang maupun yang sudah dijalankan , namun tidak semua kios tani dan kelompok tani dapat melaksanakan dengan baik, karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh petani terutama penggunaan teknologi media social. Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan yang direncanakan, yitu dimulai dengan penyampaian materi oleh tim pengabdian selama 30 menit berkaitan dengan pengetahuan tentang pemahaman manajemen dalam bisnis di era digitalisasi. Setelah penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan membuka sesi tanyajawab selama 45 menit.. Hasil diskusi berjalan dengan baik sehingga anggota kelompok tani yang menjasi anggota dari Ud. Arif Tani dapat menerima dan menggunakan teknologi digital dari HP android yang dimilikinya.mampu menerima dan melaksanakan kegiatan usahataninya dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen. Selain itu peserta dapat memahami akan pentingnya menguasai teknologi digitalisasi penggunaan Hand Phon (HP) android guna membuka jendela informasi dunia/Pada umumnya petani kelompok dapat memahami manajemen usahatani dan manfaat dari penguasaan teknologi digital guna menambah wawasan mereka dalam menjalankan usahataninya.
Menuju Kampung Berkualitas: Pendampingan Rumah Dataku Pada Kampung KB Di Kampung KB Di Dusun Geguntur Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram) Fuady, Helmy; Daeng, Akung; Astuti, Endang; Manan , Abdul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6595

Abstract

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, bertujuan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan memberdayakan serta memperkuat institusi keluarga melalui optimalisasi penyelenggaraan Kampung Berkualitas disetiap desa/kelurahan.Dengan inpres ini, keberadaan kampung KB ditingkatkan peran dan fungsinya dari awalnya ditingkat kampung/lingkungan menjadi tingkat desa/kelurahan. Persoalan yang dihadapi di Kampung KB pada dasarnya adalah belum adanya perencanaan yang akurat dari bawah (bottom up). Kesulitan yang dihadapi Kampung KB dalam membuat perencanaan yang sesuai dengan persoalan dan kebutuhan mereka adalah tidak tersedianya data. Di Setiap Kampung KB telah diinisiasi Rumah Dataku, namun ketersediaan data disini yang sangat minim sehingga memerlukan pendampingan. Rumah data kependudukan yang disingkat Rumah Dataku adalah rumah yang difungsikan sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan yang mencakup sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan di tingkat mikro mulai dari mengidentifikasi, mengumpulkan, memverifikasi dan memanfaatkan data kependudukan yang bersumber dari, oleh Penduduk. Selama ini masyarakat merasa dijadikan obyek pengumpulan data, baik sensus maupun survei. Masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa data-data yang dikumpulkan tersebut, digunakan untuk perencanaan pembangunan nasional, pembangunan daerah maupun pembangunan sektoral. Mereka juga belum semua menyadari bahwa program-program pembangunan yang dilaksanakan itu merupakan hasil dari data-data yang telah dikumpulkan darinya. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, atau menciptakan masyarakat “sadar data” perlu terus dilakukan. Dikampung KB Geguntur, walaupun sosialisasi rumah dataku telah dilakukan namun belum ada tanda tanda rumah dataku bergerak apalagi setelah gempa 2018 yang telah meluluh lantakkan kampung KB ini ditambah dengan pandemi yang belum berakhir ini. Oleh sebab itu pendampingan dan pelatihan harus terus dilakukan dimasa yang akan datang.
Efektivitas Penerapan Tarif PPH Final Bagi UMKM (PP Nomor 23 Tahun 2018) Pada Kios Pengecer Pupuk Di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara Agustiani, Eka; Astuti, Endang; Nasir, Mahyudin; Burhanudin; Salmah, Emi; Suprianto
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.8167

Abstract

Pengabdian dutujukan kepada kelompok usaha mikro kecil dan menengah dengan judul Efektifitas Penerepan tarif PPh Final Bagi UMKM (PP Nomor 23 Tahun 2018) pada Kios Pengecer Pupuk di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Penyuluhan ini ini menggunakan metode studi group dengan melakukan pemaparan teori dilanjutkan diskusi kelompok masing-masing kelompok membuat suatu kasus penerapan tarif PPh final sebesar 0,5 % untuk dijadikan bahan diskusi kelas. Hasil pelaksanaan pengabdian pada kelompok usaha UMKM di pada Kios Pengecer Pupuk di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, dimana dalam penyusunan daftar penghasilan yang akan dijadikan sebagai contoh pelaporan pajak sudah dapat di buat oleh peserta penyuluhan , kemudian menghitung besaran pajak terutang dengan menggunakan tari 0,5 % dalam setahun pajak. Selanjutnya wajib pajak dengan melakukan pemeriksaan semua dokumen untuk dilakukan pengimputan data melalui e-filing,e-Biling dan e-Faktur baik yang berkenaan dengan Pajak Penghasilan WP orang Pribadi dan melakukan evaluasi data, dan menentapkan besaran PPh terutang wajib pajak orang pribadi yang nantinya akan dilaporkan dalam SPT tahunan Orang Pribadi untuk tahun pajak yang bersangkutan.
Tax Mapping Based on Klassen Typology: A Case Study of Central Lombok Agustiani, Eka; Astuti, Endang; Aprianti, Vina
West Science Journal Economic and Entrepreneurship Vol. 3 No. 04 (2025): West Science Journal Economic and Entrepreneurship
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsjee.v3i04.2285

Abstract

This research aims to analyze the potential for regional tax revenue in increasing Regional Original Income (PAD) in Central Lombok Regency in 2017-2023. This research uses a quantitative descriptive approach. The data analysis technique in this research is analysis of regional tax revenue reports using the Klassen Typology method. The results of the research show that using the Klassen Typology method, the types of taxes included in the Prime/Excellent sector are taxes, namely hotel tax, restaurant tax, advertising tax, street lighting tax, parking tax, rural and urban land and building tax and title acquisition tax. on Soil and Rocks. The type of tax included in the Potential sector is Non-Metal Mineral and Rock tax. The types of taxes included in the Developing sector are entertainment tax and ground water tax. Then the type of tax that is included in the Underdeveloped sector is the Swallow's Nest Tax.
ANALISIS PENENTUAN PUSAT PERTUMBUHAN BARU DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Salmah, Emi; Sahri, Sahri; Astuti, Endang
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 2 No. 1 (2020): Elastisitas, Maret 2020
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat, yang bertujuan untuk; 1). Mengidentifikasi klasifikasi Kecamatan di Kabupaten Lombok Barat. 2). Menganalisis kekuatan interaksi keruangan antar Kecamatan 3). Menganalisis  kecamatan  mana  saja  yang  dapat  ditetapkan  sebagai  pusat pertumbuhan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.  Jenis penelitian yang digunakan adalah Diskriptif , jenis data adalah data Sekunder dan primer, metode pengumpulan data, observasi, Wawancara dan telaah pustaka. Alat analisa yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian adalah Typologi Klasen, Skalogram dan analisa Interaksi Spasial secara EksploratifHasil Penelitian menunjukkan 1). Kecamatan dengan fasilitas terlengkap adalah Kecamatan Gerung, paling sedikit jumlah fasilitasnya Kecamatan, Labuapi, 2). Potensi Kabupaten Lombok Barat adalah pertanian, perdagangan, jasa, Pariwisata dengan beberapa daerah yang berpotensi untuk dijadikan lahan peternakan dan perkebunan.3). Pengembangan pusat pertumbuhan ini disesuaikan dengan potensi dan fungsi tiap kecamatan. 4) semua daerah di Kabupaten Lombok Barat memiliki interaksi yang kuat dengan Kecamatan Gerung. 5). Kecamatan Gerung merupakan kecamatan dengan kelengkapan fasilitas tertinggi, interaksi tertinggi, dan memiliki potensi perdagangan dan jasa. Kecamatan Labuapai, Lingsar dan Kediri  sebagai wilayah yang memiliki kelengkapan faslitas paling rendah.Saran dalam mewujudkan pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Lombok Barat, antara lain: 1)  Pemerintah mengkaji kembali kelengkapan data yang ada. 2). Pemerintah hendaknya memberikan perhatian khusus pada daerah daerah pusat pertumbuhan
Analisis Pola Dan Struktur Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kota Mataram Dan Hubungan Kota Mataram Dengan Kabupaten Sekitarnya Di Pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat Wahidin; M. Firmansyah; Astuti, Endang
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 3 No. 1 (2021): Elastisitas, Maret 2021
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang lingkup penelitian ini menganalisis Pola dan Struktur Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuannya: 1) untuk mengetahui sektor ekonomi Mataram yang prima dan potensial. 2) untuk mengetahui kabupaten mana yang mempunyai keterkaitan/interaksi yang kuat dengan Kota Mataram. Variabel penelitian: pertumbuhan ekonomi, PDRB Kota Mataram dan Propinsi NTB, jumlah penduduk, dan jarak antar kabupaten. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi. Analisis data menggunakan: 1) Tipologi Klassen, 2) Model Gravitasi. Hasil penelitian: sektor ekonomi Kota Mataram yang prima dan potensial adalah: sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa keuangan dan asuransi, dan sektor jasa Pendidikan. Kabupaten yang mempunyai keterkaitan yang kuat dengan Kota Mataram adalah kabupaten Lombok Barat dan kabupaten Lombok Tengah.
KAJIAN TINGKAT KEMAJUAN DAERAH KABUPATEN/KOTA DAN KETIMPANGAN WILAYAH ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PULAU LOMBOK PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT Wahidin; Yuniarti, Titi; Astuti, Endang
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2022): Elastisitas, Maret 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang lingkup penelitian ini mengkaji kemajuan pembangunan ekonomi yang dicapai oleh kabupaten/kota dan ketimpangan antar wilayah kabupaten/kota di pulau Lombok. Tujuannya: untuk mengetahui tingkat kemajuan kabupaten/kota di Propinsi Nusa Tenggara Barat dari hasil pembangunan ekonomi selama sepuluh tahun terakhir dan untuk mengetahui tingkat ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota di pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat. Variabel penelitian yaitu: pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, jumlah penduduk. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengali data dari laporan, buku-buku dan catatan-catatan yang terkait dengan masalah penelitian Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis analisi Tipologi Klassen. Hasil analisis Tipologi Klassen diklasifikasikan dalam empat klasifikasi, yaitu: (1) Daerah Maju dan Tumbuh Cepat (High Growth and high Income), adalah daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita yang lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita propinsi.(2) Daerah Potensial Maju (High Income but Low Growth), adalah daerah yang memiliki pendapatan per kapita yang lebih tinggi tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari propinsi. (3) Daerah Berkembang cepat (High Growth but Low Income), adalah daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tetapi pendapatan per kapita yang lebih rendah dari propinsi.(4) Daerah Relatif Tertinggal (Low Growth and Low Income), adalah daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita yang lebih rendah dari propinsi. Hasil penelitian: 1) Daerah Kota Mataram adalah daerah maju dan tumbuh cepat, karena Kota Mataram menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan ekonominya selama lima tahun terakhir lebih tinggi dari rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan rata-rata PDRB per kapita Kota Mataram selama lima tahun terakhir lebih tinggi dari rata-rata PDRB per kapita Propinsi NTB. Daerah Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Utara, adalah Daerah Relatif Tertinggal. Keempat daerah kabupaten ini mempunyai rata-rata laju pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir lebih rendah dari rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Propinsi NTB. Dan memiliki rata-rata PDRB per kapita selama lima tahun terakhir lebih rendah dari rata-rata PDRB per kapita Propinsi NTB. 2) tingkat ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota di pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat adalah ketimpangan sedang. Hal tersebut diindikasikan oleh angka Indeks Williamson yang mencapai angka 0,281 dimana angka ini masuk pada kategori ketimpangan sedang. Kata kunci: maju dan tumbuh cepat, potensi maju, berkembang cepat, relatif tertinggal, ketimpangan tinggi, sedang, dan rendah.